Senin, 10 Februari 2020

Skolastika dan Sembuhkanlah!


Pw. S. Skolastika, Prw (P)

1 Raj. 8:1-7,9-13
Mzm. 112:4-5,6-7,8a,9
Mrk. 6:53-56



1 Raj. 8:1-7,9-13

8:1 Pada waktu itu raja Salomo menyuruh para tua-tua Israel dan semua kepala suku, yakni para pemimpin puak orang Israel, berkumpul di hadapannya di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN dari kota Daud, yaitu Sion.
8:2 Maka pada hari raya di bulan Etanim, yakni bulan ketujuh, berkumpullah di hadapan raja Salomo semua orang Israel.
8:3 Setelah semua tua-tua Israel datang, maka imam-imam mengangkat tabut itu.
8:4 Mereka mengangkut tabut TUHAN dan Kemah Pertemuan dan segala barang kudus yang ada dalam kemah itu; semuanya itu diangkut oleh imam-imam dan orang-orang Lewi.
8:5 Tetapi raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul di hadapannya, berdiri bersama-sama dengan dia di depan tabut itu, dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tidak terhitung dan tidak terbilang banyaknya.
8:6 Kemudian imam-imam membawa tabut perjanjian TUHAN itu ke tempatnya, di ruang belakang rumah itu, di tempat maha kudus, tepat di bawah sayap kerub-kerub;
8:7 sebab kerub-kerub itu mengembangkan kedua sayapnya di atas tempat tabut itu, sehingga kerub-kerub itu menudungi tabut serta kayu-kayu pengusungnya dari atas.
8:9 Dalam tabut itu tidak ada apa-apa selain dari kedua loh batu yang diletakkan Musa ke dalamnya di gunung Horeb, yakni loh-loh batu bertuliskan perjanjian yang diadakan TUHAN dengan orang Israel pada waktu perjalanan mereka keluar dari tanah Mesir.
8:10 Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus, datanglah awan memenuhi rumah TUHAN,
8:11 sehingga imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah TUHAN.
8:12 Pada waktu itu berkatalah Salomo: "TUHAN telah menetapkan matahari di langit, tetapi Ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman.
8:13 Sekarang, aku telah mendirikan rumah kediaman bagi-Mu, tempat Engkau menetap selama-lamanya."


Mrk. 6:53-56

6:53 Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ.
6:54 Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus.
6:55 Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada.
6:56 Ke mana pun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.



Skolastika dan Sembuhkanlah!

Saudara terkasih, hari ini kita belajar dan merenungkan firman Allah bersama  Bunda Gereja mengenai penyembuhan. Salah satu tugas perutusan dan karya Mesianik adalah penyembuhan. Penyembuhan menjadi salah satu teman sentral dalam karya Yesus. Yesus Sang Penyembuh menjadi pembicaraan hangat dan dinanti-nantikan.
Tentu bahwa dalam masa modern ini, penyakit atau penyembuh adalah tugas peramedis, dokter, dan ahli kesehatan lainnya. Namun ada ranah lain yang bisa menjadi medan karya bagi orang beriman. Sakit orang modern kadang dan bahkan sering bukan karena sakit secara medis, namun sakit secara mental. Dan itu tidak harus dokter, psikolog, atau psikiater. Peran kita sebagai saudara dan sebagai sesama anak-anak Allah bisa sangat membantu.
Kesepian, era modern, masa di mana orang berlomba siapa cepat ia dapat, siapa kuat akan menang, dan orientasi adalah viral dan pokoknya tenar, bisa membuat orang terjerumus dalam kesepian, kegagalan, dan mungkin juga depresi. Menjadi teman bagi mereka yang membutuhkan juga menyembuhkan.
Makin modern, makin banyak orang kesepian, dan terluka karena berbagai peristiwa. Kehadiran kita bisa menjadi sarana untuk memberikan hiburan dan sangat mungkin kesembuhan. Di sanalah peran penting iman kita. Aplikasi, bukan semata ritual dan hafalan ini dan itu.
Jangan sampai kehadiran kita malah menimbulkan luka. Membuat orang menjadi sakit, baik sakit fisik apalagi sakit hati. Jangan salah ketika kita berupaya yang rohani yang tidak berimbang, bisa-bisa kita menyakiti dan membawa orang semakin jauh dari Tuhan. Memisahkan saudara kita dengan Yang Ilahi jauh lebih menakutkan dari pada sekadar luka atau sakit fisik.
Saudara terkasih, hari ini kita juga merayakan perayaan Santa Skolastika.  Skolastika adalah adik dari Benediktus selaku abbas dan pendiri Ordo Benediktin. Relasi mereka sangat erat dan saling menguatkan di dalam hidup membiara. Skolastika sebagai biarawati sering mengunjungi abangnya selaku pembimbing rohani. Dan sebaliknya Benediktus sering pula mengunjungi biara adiknya untuk memberikan bimbingan bagi Skolastika dengan para susternya. Skolastika meninggal di hadapan kakaknya yang ia minta mengisahkan kisah para kudus. BD. eLeSHa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar