Kamis, 12 Desember 2019

Siapa Bertelinga, Hendaklah Ia Mendengar!


Kamis Pekan Adven II (U)
Yes. 41:13-20
Mzm. 145;1,9,10-11,12-13ab
Mat. 11:11-15




Yes. 41:13-20

41:13 Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau."
41:14 Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman TUHAN, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel.
41:15 Sesungguhnya, Aku membuat engkau menjadi papan pengirik yang tajam dan baru, dengan gigi dua jajar; engkau akan mengirik gunung-gunung dan menghancurkannya, dan bukit-bukit pun akan kaubuat seperti sekam.
41:16 Engkau akan menampi mereka, lalu angin akan menerbangkan mereka, dan badai akan menyerakkan mereka. Tetapi engkau ini akan bersorak-sorak di dalam TUHAN dan bermegah di dalam Yang Mahakudus, Allah Israel.
41:17 Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan; tetapi Aku, TUHAN, akan menjawab mereka, dan sebagai Allah orang Israel Aku tidak akan meninggalkan mereka.
41:18 Aku akan membuat sungai-sungai memancar di atas bukit-bukit yang gundul, dan membuat mata-mata air membual di tengah dataran; Aku akan membuat padang gurun menjadi telaga dan memancarkan air dari tanah kering.
41:19 Aku akan menanam pohon aras di padang gurun, pohon penaga, pohon murad dan pohon minyak; Aku akan menumbuhkan pohon sanobar di padang belantara dan pohon berangan serta pohon cemara di sampingnya,
41:20 supaya semua orang melihat dan mengetahui, memperhatikan dan memahami, bahwa tangan TUHAN yang membuat semuanya ini dan Yang Mahakudus, Allah Israel, yang menciptakannya.


Mat. 11:11-15

11:11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
11:12 Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.
11:13 Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes
11:14 dan -- jika kamu mau menerimanya -- ialah Elia yang akan datang itu.
11:15 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!


Siapa Bertelinga, Hendaklah Ia Mendengar!

Saudara terkasih, hari ini kita merenungkan bersama Bunda Gereja mengenai mendengarkan dan peritah Tuhan untuk bisa menggunakan telingan dengan baik dan semestinya. Mendengarkan dalam konteks khusus adalah mengenai pewartaan  dan tawaran kasih keselamatan Allah secara istimewa.
Mendengarkan, berbeda dengan mendengar. Bagaimana kita bisa mendengarkan yang abstrak, mengenai keselamatan, dan hal yang di luar jangkauan kita, ketika kita susah payah juga mendengarkan orang lain. kecenderungan kita adalah didengarkan, dan berat untuk mau mendengarkan. Sikap untuk memperdengarkan diri. Kemegahan, derita, atau capaian, khas manusia yang sudah tergoda kuasa jahat.
Kita memiliki satu mulut dan dua telinga, namun sayang sering jatuh pada banyak memperdengarkan dari pada mendengarkan. Dan itu seolah menjadi gaya hidup sampai kapanpun akan demikian, jika tidak disadari.
Mendengarkan berbeda dengan mendengar, kita jauh lebih sering  mendengar dari pada mendengarkan. Orang modern yang sangat sibuk bisa mendengar banyak hal sekaligus, tontonan di televisi, pembicaraan di banyak grup, masih mengerjakan tugas, plus membaca surat elektronik. Sangat mungkin semua bisa didengar, dilihat, namun apakah bisa mendengarkan, melihat dengan lebih baik, mendalam, dan penuh perhatian? Jelas tidak.
Perhatikan saja keluarga, atau di mana-mana orang asyik dengan smartphone masing-masing, padahal  ada rekan, relasi, dan keluarga di depannya. Abai karena asyik dengan yang jauh. Padahal belum tentu yang jauh itu juga mendengarkan sebagaimana mestinya.
Saudara terkasih, kasus-kasus tersebut hanya hendak menggambarkan bagaimana kita sibuk, asyik, dan terlena dengan banyak hal. Apa yang di depannya saja tidak memperoleh perhatian, tidak bisa mendengarkan apa yang ada, apalagi mendengarkan pewartaan yang masih jauh di awang-awang seperti itu.
Mendengarkan itu perlu juga iman. Bagaimana iman membantu orang untuk percaya dan kemudian mendengarkan khabar suka cita. Pewartaan dari zaman ke zaman yang sering terlewatkan karena manusianya terlalu asyik dengan dunia. Era modern  dengan segala kemudahan, dan tawaran bisa sangat mungkin makin menjauhkan dari hal-hal yang transenden. Dunia sudah ada di genggaman tangan mau apa lagi.
Ajakan sangat kontekstual, hendaklah mendengarkan, mau tahu dan mau percaya bahwa ada kuasa selain dunia. Dan itu jauh lebih berkualitas. Itulah kesejatian. BD.eLeSHa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar