Selasa, 01 September 2015

Di Kapernaum, Yang Kudus dari Allah

Selasa Biasa Pekan XXII (H)
1 Tes. 5:1-6,9-11
Mzm. 27:1,4,14-14
Luk. 4:31-37


1 Tes. 5:1-6,9-11

5:1 Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu,
5:2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.
5:3 Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman -- maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin -- mereka pasti tidak akan luput.
5:4 Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri,
5:5 karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.
5:6 Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.
5:1 Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu,
5:2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.
5:3 Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman -- maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin -- mereka pasti tidak akan luput.
5:4 Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri,
5:5 karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.
5:6 Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.
5:9 Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita,
5:10 yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.
5:11 Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan


Luk. 4:31-37

4:31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.
4:32 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.
4:33 Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras:
4:34 "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."
4:35 Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.
4:36 Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar."
4:37 Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.


Di Kapernaum, Yang Kudus dari Allah

Saudara terkasih, setelah kemarin Yesus ditolak di Nazareth, hari ini kita merenungkan karya dan pewartaan-Nya di Kapernaum. Sikap penolakan tidak berbeda. Kekaguman mereka atas kuasa dan karya-Nya dalam hal ini mengusir roh jahat membuat mereka kagum. Kekaguman yang tidak menanyakan sebagaimana di Nazareth kampung-Nya sendiri. Penolakan yang diwakili oleh roh jahat yang merasuki, tidak menghambat karya dan pewartaan-Nya.
Saudara terkasih, mengikuti-Nya sama juga menerima apa yang Ia terima. Penolakan bukan akhir dari karya dan pewartaan kita. Apalagi kita manusia, Tuhan saja ditolak. Menerima penolakan kita ingat bagaimana Tuhan juga menerima penolakan juga berkali-kali. Mukjizat telah dibuat, kata-kata penuh kuasa telah mereka dengar, namun sikap manusia yang tidak suka melihat orang bahagia dan senang melihat derita orang lain lebih dominan.


Kata-kata yang membuat takjub dan heran memang menarik. Mengikuti Yesus bukan hanya sebatas tertarik akan perbuatan besar-Nya namun mengikut DIA ke mana pun Ia melangkah. Melangkah dengan segala hal yang akan terjadi, penolakan, pengusiran, dan aniaya. Saudara terkasih, ikut DIA secara utuh dan purna bukan setengah-setengah atau sebagian, apalagi hanya enaknya saja. Teladan kita banyak dan ketika mereka mampu, apakah kita tidak mampu? Pasti mampu dan tinggal kita mau atau tidak. Tidak perlu ada yang dikhawatirkan karena ada DIA yang menyelesaikan, karena DIA Orang Nazareth, Yang Kudus dari Allah. BD.eLeSHa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar