Selasa, 23 Juli 2019

Jalani Peranmu!


HARI RAYA MINGGU BIASA XVI (H)
Kej. 18:1-10
Mzm. 15:2-3ab, 3cd-4ab,5
Kol. 1:24-28
Luk. 10:38-42



Kej. 18:1-10

18:1 Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.
18:2 Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah,
18:3 serta berkata: "Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini.
18:4 Biarlah diambil air sedikit, basuhlah kakimu dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini;
18:5 biarlah kuambil sepotong roti, supaya tuan-tuan segar kembali; kemudian bolehlah tuan-tuan meneruskan perjalanannya; sebab tuan-tuan telah datang ke tempat hambamu ini." Jawab mereka: "Perbuatlah seperti yang kaukatakan itu."
18:6 Lalu Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata: "Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!"
18:7 Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya, ia mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya dan memberikannya kepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera mengolahnya.
18:8 Kemudian diambilnya dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya di depan orang-orang itu; dan ia berdiri di dekat mereka di bawah pohon itu, sedang mereka makan.
18:9 Lalu kata mereka kepadanya: "Di manakah Sara, isterimu?" Jawabnya: "Di sana, di dalam kemah."
18:10 Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki." Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya.


Kol. 1:24-28

1:24 Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.
1:25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,
1:26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.
1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!
1:28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus


Luk. 10:38-42

10:38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
10:40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
10:41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
10:42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."



Jalani Peranmu!

Saudara terkasih, hari ini Bunda Gereja mengajak kita merenungkan betapa kita masing-masing memiliki tugas, peran, tanggung jawab, dan pilihan yang berbeda-beda. Apa yang Tuhan kehendaki adalah tidak perlu saling membandingkan, apalagi sampai menjadikan itu sebagai bahan untuk iri hati. Semua memiliki peran, tanggung jawab, dan fungsi masing-masing.
Setiap pribadi, setiap orang, setiap individu memiliki tugas yang berbeda, itu untuk saling melengkapi, saling mengisi, dan saling bersinergi untuk mencapai maksud dan tujuan yang sama. Tujuan untuk mengagungkan, memuliakan, dan mengabdi kepada Tuhan Allah yang sama. Ada yang menjadi polisi, militer, imam, guru, orang tua, biarawan, dan segala jenis pekerjaan, profesi, dan karya masing-masing. Mereka semua bersama-sama dalam sebuah rencana besar Tuhan, untuk mengabarkan khabar gembira.
Ada yang jadi guru untuk mencerdaskan kehidupan bersama sebagai bangsa dan juga Gereja. ada imam untuk menggembalakan. Ada pula umat untuk digembalakan. Penggembalaan akan timpang jika tidak ada pelayan liturgi, katekis, dan segala hal yang bersama-sama membangun Gereja. Apakah mereka bersaing dan bersikap paling merasa berjasa dan menonjol? Jika ada yang merasa demikian, perlu belajar lagi merenungkan bacaan hari ini.
Sangat wajar, biasa, dan normal jika dalam organisasi, lembaga, hidup bersama ada kompetisi, namun jika dibarengi sikap iri, merasa lebih, dan merasa paling berjasa, itu mulai tidak sehat. Dan penyakit itu jangan dikira tidak ada, tidak menghinggapi, dan  menjadi kontaminan dalam hidup menggereja. Nah inilah peran penting sebagai anak-anak Allah. Bagaimana mengalahkan diri.
Saudara terkasih, dalam bacaan Injil kita diajak untuk melihat peran Marta dan Maria, dua sosok yang berperan dalam pelayanan dengan cukup berbeda. Marta memilih melayani Tuhan dengan aktivitas dan kebutuhan jasmani. Ia sibuk dan repot dengan segala hal mengenai perjamuan Tuhan sebagai tamu, yang harus dijamu dengan makanan dan minuman. Ia repot memasak, menata meja, dan menyediakan hidangan bagi para tamu.
Maria, mengambil peran sebagai murid yang duduk manis di kaki Tuhan Yesus. Ia mendengarkan pengajaran Tuhan sebagai anak dan murid yang baik. Peran pemuridan dan spiritualitas atau hidup doa yang menjadi pilihan Maria.
Marta merasa repot dan sibuk sendirian, timbul  rasa tidak rela melihat adiknya asyik belajar. Sangat umum terjadi. Jawaban Yesus patut kita renungkan lebih dalam, bagaimana IA mengatakan Maria sudah mengambil bagiannya.
Bagian menjadi murid, pilihan untuk hidup doa, dan panggilan untuk kontemplatif pun sama pentingnya di dalam Tuhan. Perbandingan doa atau kerja, tentu bisa mnjadi perdebatan jika tidak mau tahu mengenai bacaan ini. Padahal jika mau merenungkan peran Maria dan Marta ini tidak perlu berselisih dan tahu bahwa keduanya sama penting. BD.eLeSHa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar