Pesta
Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya (P)
2Ptr.
1:16-19
Mzm.
97:1-2,5-6,9
Mrk.9:2-10
2Ptr.
1:16-19
1:16 Sebab kami tidak
mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan
kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi
kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.
1:17 Kami menyaksikan,
bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang
kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang
Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
1:18 Suara itu kami dengar
datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang
kudus.
1:19 Dengan demikian kami
makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah
baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang
bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur
terbit bersinar di dalam hatimu
1:16 Sebab kami tidak
mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan
kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi
kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.
1:17 Kami menyaksikan,
bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang
kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang
Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
1:18 Suara itu kami dengar
datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang
kudus.
1:19 Dengan demikian kami
makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah
baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang
bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur
terbit bersinar di dalam hatimu
Mrk.9:2-10
9:2 Enam hari kemudian Yesus
membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke
sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah
rupa di depan mata mereka,
9:3 dan pakaian-Nya sangat
putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat
mengelantang pakaian seperti itu.
9:4 Maka nampaklah kepada
mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.
9:5 Kata Petrus kepada Yesus:
"Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan
tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."
9:6 Ia berkata demikian,
sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan.
9:7 Maka datanglah awan
menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: "Inilah Anak yang
Kukasihi, dengarkanlah Dia."
9:8 Dan sekonyong-konyong
waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorang pun lagi
bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri.
9:9 Pada waktu mereka turun
dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan
menceriterakan kepada seorang pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak
Manusia bangkit dari antara orang mati.
9:10 Mereka memegang pesan
tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan
"bangkit dari antara orang mati."
Transfigurasi
Saudara terkasih, hari ini Gereja mengajak kita untuk merenungkan apa
dan siapa sejatinya Yesus itu. Simbolisasi Perjanjian Lama digunakan untuk
menyatakan kualitas Yesus, gunung, awan, pakaian yang berkilat-kilat. Musa berjumpa
dan mendapatkan perutusan di atas Gunung Sinai. Kali ini pun Yesus
memperlihatkan kemuliaan-Nya di puncak gunung.
Yesus mencegah murid-murid-Nya untuk menceritakan
dan mewartakan apa yang mereka saksikan karena mereka tidak mengerti dengan
baik apa yang sebenarnya mereka saksikan. Kalau bahasa muda-mudi mereka ini
salah tingkah, takut, gembira, dan tidak mengerti saling tumpang tindih, maka
yang diiucapkan menjadi tidak jelas. Kegagalan para murid yang diwakili oleh
Petrus dengan idenya ini merupakan gambaran kita pula.
Bagaimana kalau sedang gembira kita akan selalu
memegang itu dan tidak hendak melepaskannya kembali. Padahal kegembiraan itu
sebagian kecil dari karya dan perutusan Yesus. Mereka lupa apa yang seharusnya
Yesus dan mereka bantu untuk menjalanka perutusan. Pokoknya menyenangkan ya
sudah dan itu untuk aku. Lihat kanak-kanaknya iman mereka. Kegagalan dan
kekerdilan iman mereka bukan halangan bagi panggilan Allah untuk membina mereka
dan mengutus mereka ke seluruh dunia.
Saudara terkasih, kemuliaan merupakan salah satu
bagian di dalam mengikut Tuhan. Mereka telah dipersiapkan dengan baik oleh
Yesus, bagaimana kalau mereka menyaksikan kesengsaraan itu, apakah mereka akan
kuat dan mampu? Mereka telah menyaksikan kemuliaan itu sebagai pembuka akan
saatnya ketika mereka pada nantinya melihat Yesus yang sensara dan menderita. Kebangkitan
dinyatakan sebagai peneguh sekaligus pertanyaan di dalam hati mereka.
Yesus dengan kasih-Nya yang begitu besar
memprsiapkan para murid dengan pelan dan tahap-tahap sesuai dengan kemampuan
mereka. Kegagalan dan kejatuhan mereka bukan halangan namun sarana untuk
mendampingi mereka. Sosok Guru yang berbelas kasih kepada murid-murid-Nya.BD.eLeSHa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar