Senin, 30 April 2018

Mengasihi dan Menjalankan Perintah-Nya


Senin Biasa Pekan V Paskah (P)
Kis. 14:5-18
Mzm. 115:1-2,3-4,15-16
Yoh. 14:21-26



Kis. 14:5-18

14:5 Maka mulailah orang-orang yang tidak mengenal Allah dan orang-orang Yahudi bersama-sama dengan pemimpin-pemimpin mereka menimbulkan suatu gerakan untuk menyiksa dan melempari kedua rasul itu dengan batu.
14:6 Setelah rasul-rasul itu mengetahuinya, menyingkirlah mereka ke kota-kota di Likaonia, yaitu Listra dan Derbe dan daerah sekitarnya.
14:7 Di situ mereka memberitakan Injil.
14:8 Di Listra ada seorang yang duduk saja, karena lemah kakinya dan lumpuh sejak ia dilahirkan dan belum pernah dapat berjalan.
14:9 Ia duduk mendengarkan, ketika Paulus berbicara. Dan Paulus menatap dia dan melihat, bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan.
14:10 Lalu kata Paulus dengan suara nyaring: "Berdirilah tegak di atas kakimu!" Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian ke mari.
14:11 Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia: "Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia."
14:12 Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena ia yang berbicara.
14:13 Maka datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga ke pintu gerbang kota untuk mempersembahkan korban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu.
14:14 Mendengar itu Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru:
14:15 "Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.
14:16 Dalam zaman yang lampau Allah membiarkan semua bangsa menuruti jalannya masing-masing,
14:17 namun Ia bukan tidak menyatakan diri-Nya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu. Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan."
14:18 Walaupun rasul-rasul itu berkata demikian, namun hampir-hampir tidak dapat mereka mencegah orang banyak mempersembahkan korban kepada mereka.

Yoh. 14:21-26

14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."
14:22 Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?"
14:23 Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
14:24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.
14:25 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;
14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.



Mengasihi dan Menjalankan Perintah-Nya

Saudara terkasih, hari ini kita merenungkan mengenai mengasihi Tuhan dan kaitannya dengan menjalankan perintah-Nya. Bagaimana pribadi yang mengasihi Tuhan itu akan menjalankan apa yang IA perintahkan.  Bagaimana hal ini menujukkan satu kesatuan bahwa mengasihi Yesus itu sama artinya dengan melaksanakan perintah-Nya dalam cara hidup bagi seorang murid. Murid menjalankan perintah Yesus bukan karena takut, terpaksa, atau karena ingin mendapatkan pahala, namun karena kasih  yang diterima dari Tuhan. Kasih adalah intisari perintah Yesus.
Mereka juga mendapatkan penjelasan dari Yesus, bahwa yang mengasihi Yesus juga akan dikasihi Bapa. Yesus juga mengasihi mereka, menyatakan diri kepada mereka. Pernyataan diri ini bukan hanya saat kebangkitan-Nya saja, namun terus menerus.  Setelah kepergian-Nya pun, Yesus mengutus Roh Kudus untuk mendampingi para murid.
Saudara terkasih, jika kita mendengarkan firman Tuhan, melakukan apa yang Tuhan kehendaki bukan karena akan mendapatkan upah, hadiah, atau pahala. Tidak persis demikian, apa yang kita lakukan karena kasih Allah yang terlebih dahulu kita peroleh. Kita bukan takut jika tidak melakukan kebaikan, atau menjalakan perintah Tuhan, namun kita melakukan karena kasih-Nya yang terlebih dahulu kita peroleh. Kita mengasihi sesama, alam ciptaan, dan mengasihi Tuhan karena kita pun dikasihi Tuhan dengan luar biasa. Ia mengasihi kita terlebih dahulu.
Mengasihi berarti mau menjalankan perintah-Nya. Mendengarkan apa yang Ia kehendaki dengan merenungkan dan hidup di dalam sabda-Nya.  Uppah, hadiah, dan pahala, adalah gambaran iman kanak-kanak yang perlu kita sadari, murnikan, dan akhirnya menjadi upaya agar kita mampu melepaskan “pamrih” kita. Iman kita adalah kasih. Kasih salah satunya adalah tidak adanya pamrih yang menyertainya. BD.eLeSHa.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar