Jumat, 11 Maret 2016

Asal Yesus

Jumat Biasa Pekan IV Prapaskah (U)
Keb. 2:1-2,12-22
Mzm. 34:17-18,19-20,21,23
Yoh. 7:1-2,10,25-30


Keb. 2:1-2,12-22

2:1 Karena angan-angannya tidak tepat maka berkatalah mereka satu sama lain: "Pendek dan menyedihkan hidup kita ini, dan pada akhir hidup manusia tidak ada obat mujarab; seseorang yang kembali dari dunia orang mati tidak dikenal.
2:12 Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita.
2:13 Ia membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah, dan menyebut dirinya anak Tuhan.
2:14 Bagi kita ia merupakan celaan atas anggapan kita, hanya melihat dia saja sudah berat rasanya bagi kita.
2:15 Sebab hidupnya sungguh berlainan dari kehidupan orang lain, dan lain dari lainlah langkah lakunya.
2:16 Kita dianggap olehnya sebagai orang yang tidak sejati, dan langkah laku kita dijauhinya seolah-olah najis adanya. Akhir hidup orang benar dipujinya bahagia, dan ia bermegah-megah bahwa bapanya ialah Allah.
2:17 Coba kita lihat apakah perkataannya benar dan ujilah apa yang terjadi waktu ia berpulang.
2:18 Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Ia akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya.
2:19 Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya.
2:20 Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan."
2:21 Demikianlah mereka berangan-angan, tapi mereka sesat, karena telah dibutakan oleh kejahatan mereka.
2:22 Maka mereka tidak tahu akan rahasia-rahasia Allah, tidak yakin akan ganjaran kesucian, dan tidak menghargakan kemuliaan bagi jiwa yang murni


Yoh. 7:1-2,10,25-30

7:1 Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya.
7:2 Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun.
7:10 Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam
7:25 Beberapa orang Yerusalem berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?
7:26 Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?
7:27 Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya."
7:28 Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.
7:29 Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku."
7:30 Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.



Asal Yesus


Saudara terkasih, apa yang ditampilkan bacaan hari ini hendak mengajak kita merenungkan pribadi Yesus secara utuh. Bacaan di buka ajak keluarga untuk Yesus agar datang ke Yudea, agar murid di sana juga bisa melihat, merasa, dan mendapatkan mukjizat sebagaimana murid lain. Penolakan yang besar membuat Yesus enggan tinggal teta di Yudea.
Persoalan penolakan Yesus ternyata juga telah dirasakan oleh orang-orang, maka bereka bertanya-tanya kalau mereka mau membunuh-Nya, mengapa dibiarkan saja. Pertanyaan demi pertanyaan akan sikap tersebut membuat orang bertanya-tanya, jangan-jangan para pemmimpin itu tahu bahwa Yesus  adalah Kristus. Memang orang percaya di Yerusalem telah banyak, termasuk di sana adalah pemimpin, salah satunya Nikodemus. Mereka sudah menerima Yesus sebagai Mesias, karena mereka berpegangan bahwa Mesias tidak diketahui asalnya, kapan datangnya, sedangkan yesus mereka tahu dengan tepat apa dan siapa keluarga-Nya dan Yesus sendiri. Jawaban Yesus membuat mereka sangat tersinggung dan hendak membunuh DIA, namun karena saat-Nya belum tiba, mereka tidak menyentuh-Nya.

Saudara terkasih, kita sering merasa diri paling hebat dan melupakan Tuhan yang hadir di dalam kesederhanaan. Pola pikir kita yang merasa tahu segala sesuatu menyingkirkan Tuhan yang mengenalkan diri dengan cara yang sangat biasa. Apa yang perlu kita lakukan ialah terbuka hati dan budi kita, dan membiarkan IA datang di dalam kebersahajaan-Nya. BD.eLeSHa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar