Senin, 01 Juli 2019

Spiritualitas Hidup


Senin Biasa Pekan XIII (H)
Kej. 18:16-33
Mzm. 103:1-2,3-4,8-9,10-11
Mat. 8:18-22





Kej. 18:16-33

18:16 Lalu berangkatlah orang-orang itu dari situ dan memandang ke arah Sodom; dan Abraham berjalan bersama-sama dengan mereka untuk mengantarkan mereka.
18:17 Berpikirlah TUHAN: "Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini?
18:18 Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa yang besar serta berkuasa, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat?
18:19 Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya."
18:20 Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: "Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya.
18:21 Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya."
18:22 Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan TUHAN.
18:23 Abraham datang mendekat dan berkata: "Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik?
18:24 Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu?
18:25 Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?"
18:26 TUHAN berfirman: "Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka."
18:27 Abraham menyahut: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu.
18:28 Sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu karena yang lima itu?" Firman-Nya: "Aku tidak memusnahkannya, jika Kudapati empat puluh lima di sana."
18:29 Lagi Abraham melanjutkan perkataannya kepada-Nya: "Sekiranya empat puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian karena yang empat puluh itu."
18:30 Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata sekali lagi. Sekiranya tiga puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian, jika Kudapati tiga puluh di sana."
18:31 Katanya: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu."
18:32 Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu."
18:33 Lalu pergilah TUHAN, setelah Ia selesai berfirman kepada Abraham; dan kembalilah Abraham ke tempat tinggalnya.

Mat. 8:18-22

8:18 Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
8:19 Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
8:20 Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
8:21 Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku."
8:22 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.



Spiritualitas Hidup

Saudara terkasih, hari ini Bunda Gereja mengajak kita melihat sisi spiritualitas dalam panggilan hidup kita. Memang dalam sisi panggilan sering dikaitkan dengan panggilan khusus, menjadi imam, biarawan-biarawati. Jauh lebih luas nampaknya semua segi hidup pun memperlihatkan keterlibatan Tuhan itu juga penting.
Kehendak, keinginan, dan harapan manusiawi perlu keselarasan dengan kehendak Tuhan. Manusia perlu mengerti apa maunya Tuhan. Hidup kita ini ada dalam keseluruhan rencana Tuhan dalam rancangan besarnya. Bayangkan jika kita memaksakan keinginan kita, nanti akan bertabrakan dengan keinginan orang lain.
Tuhan telah mengatur kita akan seperti apa, karena juga berkaitan dengan berjuta-juta manusia di seluruh bumi ini. Kita ini tidak berdiri atau melangkah sendirian, namun bersama semesta ini. Jika kita menyadari ini, kita akan menjadi pribadi yang jempolan.
Pertama, kita akan sumeleh, ndherek kersaning Gusti. Kita pasrah bongkokan dalam kehendak Tuhan apapun yang terjadi. Tidak ada protes, mengeluh,  apalagi protes dan menggugat Tuhan. Kesadaran untuk bisa demikian erlu proses panjang dan berjenjang serta bertahap.
Kedua, rendah hati. Jika mau tahu bahwa hidup kita di dalam satu rangkaian, gerbong, dan satu jalinan besar, apa yang mau dibanggakan coba, mau disombongkan apanya?
Ketiga, merasa berarti dan penting. Manusia modern sering dihinggapi perasaan minder, tidak berdaya, merasa tidak berguna, karena melihat dunia sekitar itu demikian gegap gempita, ini membuat kita merasa kecil dan mundur, menarik ke belakang, mungkret. Padahal di dalam seluruh rangkaian itu, kita juga terlibat, beda peran semata-mata.
Keempat, kita itu satu saudara di dalam melakukan peziarahan menuju kepada Tuhan. Kesadaran demikian akan membawa pada penghormatan, kasih yang sama besar baik bagi diri dan sesama. Kedamaian akan tercipta, mengurangi persaingan tidak sehat.
Saudara terkasih, itulah tugas kita di tengah dunia ini, membawa damai, surga itu ada di bumi, bukan semata ada setelah dunia kita hari ini. Perjuangan yang  tidak akan mudah karena beragamnya prespektif setiap orang di dalam melihat keberadaan diri dan lingkungannya.
Di dalam dan bersama Tuhan, rancangan Tuhan yang demikian indah itu akan tercipta dan damai sejahtera itu mungkin. BD.eLeSHa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar