Sabtu, 31 Oktober 2015

Barangsiapa Meninggikan Diri akan Direndahkan dan Barangsiapa Merendahkan Diri akan Ditinggikan

Sabtu Biasa pekan XXX (H)
Rm. 11:1-2a, 11-12,25-29
Mzm. 93:12-13a,14-15
Luk. 14:1.7-11


Rm. 11:1-2a, 11-12,25-29

11:1 Maka aku bertanya: Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiri pun orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin.
11:2 Allah tidak menolak umat-Nya yang dipilih-Nya. 11:1 Maka aku bertanya: Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiri pun orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin.
11:2 Allah tidak menolak umat-Nya yang dipilih-Nya.
11:11 Maka aku bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu.
11:12 Sebab jika pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka
11:25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.
11:26 Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.
11:27 Dan inilah perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka."
11:28 Mengenai Injil mereka adalah seteru Allah oleh karena kamu, tetapi mengenai pilihan mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang.
11:29 Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya.


Luk. 14:1.7-11

14:1 Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.
14:7 Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
14:8 "Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu,
14:9 supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah.
14:10 Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain.
14:11 Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."


Barangsiapa Meninggikan Diri akan Direndahkan dan
Barangsiapa Merendahkan Diri akan Ditinggikan

Saudara terkasih, kalimat yag sangat kontekstual dikatakan Yesus menyaksikan kebiasaan orang untuk mendapatkan penghormatan dengan mengambil duduk di tempat paling baik dan terhormat yaitu di depan. Menarik adalah apa yang Yesus sampaikan itu hingga kali ini benar-benar terjadi.

Orang merasa paling hebat dan menjelek-jelekan orang lain, bahkan presiden sekalipun. Padahal apa yang telah dilakukan itu tentu dengan susah payah, namun dengan mudah menjelek-jelekan dan melakukan kebohongan demi kepuasan diri lebih menyenangkan. Wajar teguran Yesus ini menjadi bagian yang mendasar untuk kita renungkan. Kita tentu akan merasa bangga dan mencari pengormatan sebagai bagian dari kemanusiaan kita. Yesus tidak menghendaki demikian, karena yang meninggikan diri justru akan direndahkan dan sebaliknya. Berkaitan dengan kesombongan dan ketidaktahudirian, hal ini perlu kita jauhi dan sadari dapat menjerumuskan usaha kita lebih dekat kepada Tuhan. Tuhan akan memberikan kepada kita apa yang menjadi hak dan kita pantas memperolehnya. Sama sekali tidak ada yang salah di dalam Tuhan, termasuk kalau kita direndahkan oleh orang lain, sepanjang kita tidak merugikan orang lain dan mencari keuntungan sendiri, ksama sekali tidak ada untung ataupun ruginya bagi kita. Kata orang belum  tentu benar. Kita yang tahu persis diri kita. Tidak perlu risau dan cemas dengan penilaian orang atas diri kita. BD.eLeSHa.

Berbuat Baik pada Hari Sabat

Jumat Biasa Pekan XXX (H)
Rm. 9:1-5
Mzm. 147:12-13,14-15,19-20
Luk. 14:1-6


Rm. 9:1-5

9:1 Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus,
9:2 bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati.
9:3 Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.
9:4 Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji.
9:5 Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin! 9:1 Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus,
9:2 bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati.
9:3 Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.
9:4 Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji.
9:5 Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!



Luk. 14:1-6

14:1 Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.
14:2 Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan-Nya.
14:3 Lalu Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu, kata-Nya: "Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?"
14:4 Mereka itu diam semuanya. Lalu Ia memegang tangan orang sakit itu dan menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi.
14:5 Kemudian Ia berkata kepada mereka: "Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?"
14:6 Mereka tidak sanggup membantah-Nya.



Berbuat Baik pada Hari Sabat

Saudara terkasih, penolakan akan karya dan menolak Yesus makin menjadi. Kali ini kita diajak untuk merenungkan bagaimana Yesus bertanya kepada golongan Farisi, apakah boleh menyembuhkan orang pada hari Sabat. Mereka hanya diam saja, karena tidak bisa menjawab termasuk membantahnya sebagaimana setiap kali mereka menyaksikan Yesus melakukan karya-Nya.
Apa yang disampaikan Yesus memang membuat mereka mati kutu, bagaimana tidak, ketika hari Sabat dan ada anak atau ternaknya yang jatuh atau terpersok, siapa coba yang diam saja. Kalau diam tentu akan dikatakan sebagai kejam, melakukan pertolongan melanggar hukum Taurat.

Saudara terkasih, Yesus mengajarkan kepaa kita, bahwa kasih dan kemanusiaan mengalahkan segalanya. Bagaimana pertolongan yang membebaskan dan meringankan, apakah pantas harus menunggu beberapa saat, demi “taat hukum?” Tentu bukan itu yang Tuhan mau. Yesus mengajak kita membantu dan mengasihi dengan melepaskan batasan apapun.BD.eLeSHa.

Kamis, 29 Oktober 2015

Keteguhan Hati dalam Pelayanan

Kamis Biasa Pekan XXX (H)
Rm. 8:31b-39
Mzm. 109:21-22,26-27,30-31
Luk. 13:31-35


Rm. 8:31b-39

8:31b Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
8:33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?
8:34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?
8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
8:36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
8:38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
8:39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Luk. 13:31-35

13:31 Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: "Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau."
13:32 Jawab Yesus kepada mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai.
13:33 Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.
13:34 Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti  induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi  kamu tidak mau.
13:35 Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata:  Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"


Keteguhan Hati dalam Pelayanan

Saudara terkasih, kali ini Yesusmengajak kita untuk merenungkan bagaimana Ia menjalankan perutusan-Nya. Penolakan dan ancaman merupakan menu sehari-hari yang selalu hadir bagi karya-Nya. Kali ini beberapa orang Farisi mengingatkan DIA bahwa Ia akan dibunuh oleh Herodes. Tentu hal ini bukan sembarangan, namun Yesus tetap pada kehendak Bapa-Nya.
Saudara terkasih, kalau kita sedang menjalankan perutusan kita, apapun itu bentuknya, bisa karir di pemerintahan, swasta, atau Gereja, bahwa ada tantangan, hambatan, bahkan ancaman merupakan hal yang wajar, karena Yesus pun menghadapinya. Apa yang bisa kita ambil dari peristiwa Yesus ini ialah bahwa kita tetap melakukan apa yang mejadi kewajiban kita dengan rendah hati dan penuh syukur. Hambatan karir bagi orang Katolik di pemerintahan atau beberapa profesi bukan pembenar untuk ingkar pada Tuhan. Intimidasi halus ataupun keras tidak jarang terjadi, namun menjalankan kehendak dan rencana-Nya tentu jauh lebih bermakna dan benar. Kasih-Nya tidak akan meninggaljan kita, dan justru memperkuat kita agar mampu menjalankan karya dan perutusan kita dengan baik.
Keteguhan hati demi kehendak dan perutusan-Nya. Sering kita lebih gigih dengan impian dan keinginan kita, tanpa mau mendengarkan  rancangan-Nya. Tuhan telah mengatur kita pada jalur yang tepat dan terbaik. Kita hanya perlu mengatakan “YA” dan melakukan. BD.eLeSHa.


Rabu, 28 Oktober 2015

Panggilan Kedua Belas Rasul

Pesta S. Simon dan Yudas, Ras (M)
Ef. 2:19-22
Mzm. 19:2-3,4-5
Luk. 6:12-19


Ef. 2:19-22

2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.


Luk. 6:12-19

6:12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
6:13 Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
6:14 Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,
6:15 Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
6:16 Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
6:17 Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.
6:18 Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
6:19 Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.



Panggilan Kedua Belas Rasul


Simon  dan Yudas sebagai kalangan dua belas para rasul memang tidak “setenar” rasul lain. Namun tetap sebagai rasul dan merupakan pribadi pilihan Yesus sejak pertama. Yesus memilik dua belas murid di antara begitu banyak orang yang berbondong-bondong mengikutinya. Rasul berarti utusan, khas dari murid yang memang diutus oleh Yesus.
Peristiwa pemilihan dan panggilan rasul ini sangat penting, tidak heran kalau Yesus mendahului peristiwa itu dengan berdoa semalam-malaman. Beberapa kali Yesus melakukan hal ini, berkaitan dengan peristiwa yang sangat besar dan spesial.
Saudara terkasih dua hal penting yang patut kita renungkan, pertama soal pemilihan dua belas di antara begitu banyak murid dan berdoa sebelum melakukan kerja. Pertama, banyak yang dipanggil dan sedikit yang terpilih. Ini menjadi kekuatan dan inspirasi bila kita mengalami kegagalan dan jalan buruk. Tuhan memang menghendaki kita di tempat lain. Berdoa, Yesus saja berdoa, bagaimana kita yang manusia ini sering abai dalam berdoa. Doa menjadi kekuatan bagi kita sehingga menerima apapun yang terjadi sebagai kehendak Allah. BD.eLeSHa.


Selasa, 27 Oktober 2015

Kerajaan Allah


Selasa Biasa Pekan XXX (H)
Rm. 8:18-25
Mzm. 126:1-2ab,2cd-3, 4-5,6
Luk. 13:18-21


Rm. 8:18-25

8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
8:19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.
8:20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya,
8:21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.
8:22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.
8:23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.
8:24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?
8:25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.


Luk. 13:18-21

13:18 Maka kata Yesus: "Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya?
13:19 Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya."
13:20 Dan Ia berkata lagi: "Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah?
13:21 Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."


Kerajaan Allah

Saudara terkasih, Tuhan mengajak kita merenungkan bagaimana Kerajaan Allah itu akan diumpamakan. Dua perumpamaan yang dipakai, memiliki simbolisasi yang sama, di mana kecil dan memiliki pengaruh dan memberi sesuatu yang sangat besar dan luar biasa. Kecil sekali namun pengaruhnya sangat besar bahkan luar biasa.
Kualitas Kerajaan Allah itu bukan pada jumlahnya namun pengaruhnya. Kecil namun bisa mewarnai dan memberikan perubahan dan perbaikan dengan luar biasa besarnya. Biji sesawi sebagai biji yang paling kecil namun mampu memberikan diri menjadi tumbuhan yang bisa dipakai untuk bernaung burung. Bisa kita bayangkan bahwa yang kecil pada asalnya mampu memberikan perlindungan bagi yang jauh lebih besar karena kualitas Kerajaan Allah itu.
Kedua bagaimana ragi itu sangat sedikit dan kecil secara jumlah namun memberikan efek yang sangat besar bagi adonan kue. Pengaruh mendasar dalam resep roti agar menjadi masakan yang lezat. Tanpa ragi tidak jadi roti yang menarik, namun berlebihan juga mengganggu.

Saudara terkasih, kita sering takut, khawatir, risau dengan jumlah yang kecil, belum lagi banyak halangan dan rintangan bagi yang sedikit tersebut. Kita bukan berbicara pada kuantitas namun kualitas. Sedikit yang bisa memberikan banyak arti dan perbuahan tentu lebih membanggakan daripada banyak namun justru besar pula memberikan pengaruh buruk bagi kehidupan ini. BD.eLeSHa.

Senin, 26 Oktober 2015

Penyembuhan pada Hari Sabat

Senin Biasa Pekan XXX (H)
Rm. 8:12-17
Mzm. 68:2,6-7ab,20-21
Luk. 13:10-17


Rm. 8:12-17

8:12 Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging.
8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia


Luk. 13:10-17

13:10 Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
13:11 Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.
13:12 Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."
13:13 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.
13:14 Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat."
13:15 Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?
13:16 Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"
13:17 Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.


Penyembuhan pada Hari Sabat

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan pengalaman karya Yesus yang tidak mudah. Penyembuhan pada hari Sabat menjadi pengalaman sebagai penghambat karya-Nya. Kali ini perikop yang menceritakan Yesus mengadakan mukjizat untuk menyembuhkan seorang perempuan yang mengalami perndarahan selama belasan tahun. Tidak heran ahli-ahli Taurat dan imam jengkel dengan peristiwa itu.
Mereka tidak lagi mampu berkonfrontasi langsung kepada Yesus, memilih pendengar dan siapa yang disembuhkan sebagai sasaran kemarahan, janganlah mereka datang untuk disembuhkan pada hari Sabat. Jawaban Yesus tidak kalah tegas dan benar, bagaimana mereka juga membawa hewan ternak mereka untuk minum, bagaimana ada anak Allah yang menderita begitu lama masih harus menunggu lagi.

Apa yang dilakukan Yesus membuat malu bagi penolak karya-Nya dan banyak orang yang bersuka cita. Kita yang menerima Yesus akan memperoleh suka cita, dan bagi yang menolak akan mendapatkan malu. Hal ini tentu sangat penting bagi kehidupan kita, bahwa kita akan mendapatkan kemuliaan dan suka cita bersama dengan DIA. Penolakan akan DIA akan membuat malu dan mati kekal. BD.eLeSHa.

Minggu, 25 Oktober 2015

Penyembuhan Bartimeus

HARI MINGGU PEKAN XXX (H)
Yer. 31:7-9
Mzm. 126:1-2ab,2cd,3,4-5,6
Ibr. 5:1-6
Mrk. 10:46-52


Yer. 31:7-9

31:7 Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel!
31:8 Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari!
31:9 Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku


Ibr. 5:1-6

5:1 Sebab setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa.
5:2 Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan,
5:3 yang mengharuskannya untuk mempersembahkan korban karena dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri.
5:4 Dan tidak seorang pun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri, tetapi dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti yang telah terjadi dengan Harun.
5:5 Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini",
5:6 sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek."


Mrk. 10:46-52

10:46 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.
10:47 Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"
10:48 Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"
10:49 Lalu Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau."
10:50 Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.
10:51 Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!"
10:52 Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya


Penyembuhan Bartimeus

Saudara terkasih, hari ini kita diajak Gereja untuk merenungkan penyembuhan orang buta yang bernama Bartimeus. Menarik merenungkan perikopa ini karena beberapa hal. Pertama, soal penyembuhan tanpa Yesus berbuat apa-apa. kedua, peran iman. Ketiga, penyembuhan orang buta dalam tata keselamatan dan kemesiasan Yesus. Keempat, penggunaan istilah-istilah Perjanjian Lama dalam kisah tersebut.
Pertama, kali ini, sebagai mukjizat terakhir Yesus tidak melakukan apapun tindakan, selain pertanyaat apa yang kau kehendaki dan pergilah imanmu menyelamatkanmu. Perbuatan besar terakhir sebelum memasuki Yerusalem ini memberikan catatan penting bahwa kata-kata-Nya sungguh bermakna dan menyembuhkan.
Kedua, imanmu telah menyelamatkanmu. Saudara terkasih, selain rencana Tuhan dan kasih-Nya, peran iman tidak kalah penting. Kepercayaan bahwa Tuhan akan memapu membuat semuanya terjadi adalah mutlak agar kita mampu melihat rencana-Nya dengan baik dan obyektif.
Ketiga, mesias akan hadir dengan tanda orang tuli mendengar, orang buta melihat, dan orang bisu mampu berbicara. Hal iini simbol yang sangat penting bagi tata keselamatan di dunia Israel waktu itu yang suka akan kepenuhan sabda Tuhan di masa lalu. Kepenuhan orang buta melihat membuat   semua tapak sempurna.
Keempat, penggunaan istilah Perjanjian Lama, dengan Anak Daud dan kesembuhan demi kesembuhan hendak menunjukkan bahwa kehadiran Yesus telah dinubuatkan di dalam Perjanjian Lama. Kehidupan dan karya Yesus sudah dinyatakan sejak lama melalui nubuat para nabi masa lalu.
Saudara terkasih, apa yang Tuhan perlihatkan kepada kita, perbuatan besar, nubuat sejarah, dan sabda-Nya, apakah itu masih belum cukup untuk menggerakkan kita menuju kepada yang kehidupan lebih baik? BD.eLeSHa.



Sabtu, 24 Oktober 2015

Buah itu Memerlukan Pertobatan

Sabtu Biasa Pekan XXIX (H)
Rm. 8:1-11
Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6
Luk. 13:1-9


Rm. 8:1-11

8:1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.
8:2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,
8:4 supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.
8:5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
8:9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
8:10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.
8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.


Luk. 13:1-9

13:1 Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan.
13:2 Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?
13:3 Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.
13:4 Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?
13:5 Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian."
13:6 Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.
13:7 Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
13:8 Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,
13:9 mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"



Buah itu Memerlukan Pertobatan

Saudara terkasih Gereja hari ini mengajak kita untuk merenungkan bahwa kita diharapkan menghasilkan buah yang melimpah. Buah itu memerlukan pertobatan. Pribadi yang berbuah melimpah tentu telah menyadari kesalahannya dan berbali karah untuk bertobat.

Tuhan juga memberikan waktu atau kesempatan untuk menunggu kita sadar diri dan melakukan pertobatan. Kalau manusia mengatakan tidak ada waktu dan amppun bagimu, bagaimana mereka bisa menyebuy murid Yesus? Padahal Yesus sendiri memberikan waktu untuk kita bertobat. Namun jangan pula menjadi pembenar untuk kita melakukan banyak dosa dan kesalahan, kan ada waktu untuk bertobat dan Tuhan sabar menantikan kita. Benar bahwa Tuhan memang menantikan kita untuk berubah, namun waktu hadir-Nya Tuhan untuk hidup kita tidak pasti. Jangan sampai karena kita membiarkan nafsu dan kesenangan kita saja lupa saat Tuhan hadir dan mengambil nyawa kita. Bacaan ini berkaitan dengan kesiapsediaan beberapa hari lalu yang kita renungkan. Pembicaraan dan permenungan tidak bisa setengah-setengah sehingga kita salah memahami pesan ini secara utuh. Benar bahwa Tuhan sabar menantikan kita untuk bertobat, namun jangan pula kita seenaknya berbuat dosa karena kedatangan-Nya yang tidak terduga.BD. eLeSHa.

Jumat, 23 Oktober 2015

Murid Harus Pandai Menilai Zaman

Jumat Biasa Pekan XXIX (H)
Rm. 7:8-25
Mzm. 119:66,68,76,77,93,94
Luk. 12:54-59


Rm. 7:8-25

7:8 Tetapi dalam perintah itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa keinginan; sebab tanpa hukum Taurat dosa mati.
7:9 Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat. Akan tetapi sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup,
7:10 sebaliknya aku mati. Dan perintah yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian.
7:11 Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia membunuh aku.
7:12 Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.
7:13 Jika demikian, adakah yang baik itu menjadi kematian bagiku? Sekali-kali tidak! Tetapi supaya nyata, bahwa ia adalah dosa, maka dosa mempergunakan yang baik untuk mendatangkan kematian bagiku, supaya oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa.
7:14 Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa.
7:15 Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.
7:16 Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik.
7:17 Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku.
7:18 Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.
7:19 Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.
7:20 Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.
7:21 Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.
7:22 Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah,
7:23 tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.
7:24 Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?
7:25 Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Luk. 12:54-59

12:54 Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi.
12:55 Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi.
12:56 Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?
12:57 Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?
12:58 Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara.
12:59 Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas."


Murid Harus Pandai Menilai Zaman

Saudara terkasih, menjadi murid Yesus atau mengikuti-Nya, atau mengimani-Nya, perlu pandai menilai zaman. mengapa menilai zaman harus dikuasai? Karena kita perlu tahu apa yang akan terjadi di dunia ini, zaman ini sehingga kita tetap setia dalam mengikuti-Nya. Hal ini berkaitan dengan bacaan kemarin, di mana bahwa akan banyak pertentangan karena kebaikan melawan kejahatan.
Zaman selalu berkembang, dan demikian pula bahwa para agen kejahatan itu sudah demikian maju dan canggih, sehingga kita yang masih saja hidup dalam suasana masa lalu akan mendapatkan keadaan buruk, karena salah menilai dan menyangka fenomena yang ada.
Kita bisa menyaksikan dengan gamblang saat ini, bagaimana kejahatan yang dibungkus rapi dan seolah-olah benar. Kita sering terpedaya karena telah banyak diyakini orang itu adalah benar, padahal tidak demikian. media dan pembentukan opini menggejala, dan sering bahwa kejahatan itu ada di sana. Kita yang lalai apalagi abai melihat keadaan ini bisa tersesat dan jatuh dalam keadaan yang buruk. BD.eLeSHa.


Kamis, 22 Oktober 2015

Membawa Pertentangan

Kamis Biasa Pekan XXIX (H)
Rm. 6:19-23
Mzm. 1:1-2,3,4,6
Luk. 12:49-53


Rm. 6:19-23

6:19 Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan.
6:20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran.
6:21 Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian.
6:22 Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.
6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.


Luk. 12:49-53

12:49 "Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!
12:50 Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!
12:51 Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.
12:52 Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga.
12:53 Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya."


Membawa Pertentangan

Saudara terkasih, hari ini Gereja mengajak kita untuk merenungkan apa yang dibawa Yesus ke dunia ini. Kedatangan-Nya membawa api. Api pengadilan memisahkan yang baik dan jahat. Akibat lebih lanjut dari ini, adalah adanya pertentangan antara kebaikan dan kejahatan. Kita tentu sering menyaksikan bagaimana yang jahat dan baik itu saling berebut pengaruh dan merasa lebih benar dan membawa pengaruh satu sama lain.
Baptisan di sini, bukan secara langsung menunjuk sebagaimana model baptisan sebagaimana kita imani saat ini, sebagai sakramen inisiasi, namun ikut terlibat dalam hidup Yesus. Kematian di dalam Yesus bukan sebuah titik akhir kehidupan, justru awal kehidupan, hidup abadi yang sejati. Kepastian dan kejelasan akan api dan air yang dinyatakan-Nya. Kepastian akan keselamatan.

Saudara terkasih, kebaikan tidak mesti akan diterima dengan baik. Pengaruh kejahatan pun bisa dipakai sehingga seolah-olah baik dan benar oleh kuasa jahat. Kita bisa menyaksikan dengan gamblang saat ini, kejahatan merajalela ketika dikemas oleh kuasa jahat yang telah berkolaborasi dengan erat dengan manusia. Manusia demikian intim dan akrab dengan roh jahat hingga mereka mampu mengelabui kebaikan. Bagaimana hukum selama ini bisa ditekuk-tekuk sesuai kebutuhan pihak-pihak tertentu. Media menjadi sarana untuk membelokkan kebenaran, sehingga yang jahat itu seolah benar. Hal itu tidak jarang menjadi perselisihan berkepanjangan. BD.eLeSHa.

Rabu, 21 Oktober 2015

Kesiapan dalam Kewaspadaan

Rabu Biasa Pekan XXIX (H)
Rm. 6:12-18
Mzm. 124:1-3,4-6,7-8
Luk. 12:39-48


Rm. 6:12-18

6:12 Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.
6:13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.
6:14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.
6:15 Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak!
6:16 Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?
6:17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.
6:18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

Luk. 12:39-48

12:39 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
12:40 Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan."
12:41 Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?"
12:42 Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
12:43 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
12:44 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.
12:45 Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk,
12:46 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.
12:47 Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.
12:48 Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."



Kesiapan dalam Kewaspadaan


Saudara terkasih, pelita atau lampu menyatakan bahwa akan ada masa gelap, di mana masa penantian yang akan ada kegelapan. Lampu akan membantu menemukan terang yang akan hadir. Ketidakpastian kapan atau saatnya kedatangan Anak Manusia membuat krisis yang tidak mudah. Pelita menyala sebagai kesiapan apapun kondisinya tetap melakukan kehendak-Nya.
Sikap yang dipilih beranekaragam, ada yang bermalas-malasan, tidak bekerja, menggantungkan diri pada orang lain dengan alasan menantikan hadir atau saat Tuhan. Pilihan ini hingga hari ini juga hadir.
Sauara terkasih, karena takut dengan keadaan lingkungan kita melakukan aneka bentuk keburukan. Merasa bahwa Tuhan seolah diam saja, kemudian mencari peneguhan dari berbagai hal dan pihak. Demikian pula demi keamanan, materi, atau jabatan tidak perlu berpikir panjang untuk mengkhianati-Nya dan berdalih kan ada pertobatan.

Siap sedia bukan hanya sesaat atau setelah menimbun banyak dosa dan kesalahan kembali menyesal dan menjatuhkan diri kembali. Bukan demikian. pertobatan dan menyadari kesalahan itu sungguh-sungguh dan tidak mengulanginya. BD.eLeSHa.

Selasa, 20 Oktober 2015

Kewaspadaan dan Berjaga-Jaga

Selasa Biasa Pekan XXIX (H)
Rm. 5:12,15b,17-19, 20b-21
Mzm. 40:7-8a,8b-9,10,17
Luk. 12:35-38


Rm. 5:12,15b,17-19, 20b-21


5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa
5:15b Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus
5:17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.
5:18 Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.
5:19 Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar
5:20b di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,
5:21 supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.


Luk. 12:35-38

12:35 "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.
12:36 Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.
12:37 Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.
12:38 Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.


Kewaspadaan dan Berjaga-Jaga

Saudara terkasih, kedatangan Anak Manusia tiba-tiba dan tidak ada yang tahu kapan saatnya. Apa yang diminta Yesus ialah kita waspada dan berjaga-jaga sehingga tidak ketinggalan. Tidak membuat kita santai dan merasa masih jauh kemudian berlaku enak-enakan saja.
Pilihan yang biasa dilakukan ialah menunda dan berpikir esok hari, nanti saja kalau sudah tua, aku masih muda, dan sebagainya. Kita hanya boleh dan harus mengandalkan Tuhan dalam hidup ini bukan orang atau bentuk yang lain.
Gambaran atau ilustrasi yang digunakan adalah penjaga pintu atau pelayan dengan majikannya, bagaimana konsekuensi yang terjadi kalau tuannya pulan sedang mereka masih enak-enakan tidur? Tentu hal yang sangat besar bisa terjadi.
Pinggang terikat berarti bukan bertindak santai atau berleha-leha, namun sedang siap sedia mengerjakan sesuatu. Demikian pula dengan lampu bernyata, bahwa siap melakukan aktivitas di malam hari.
Saudara terkasih, bukan untuk menakut-nakuti, namun selalu bersikap waspada dan hidup di dalam Tuhan sepanjang waktu. Mengandalkan DIA dan selalu dalam kasih karunia-Nya.bD.eLeSHa.