HARI
RAYA MINGGU BIASA XVI (H)
Kej.
18:1-10
Mzm.
15:2-3ab, 3cd-4ab,5
Kol.
1:24-28
Luk.
10:38-42
Kej.
18:1-10
18:1 Kemudian TUHAN
menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk
di pintu kemahnya waktu hari panas terik.
18:2 Ketika ia mengangkat
mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka,
ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke
tanah,
18:3 serta berkata:
"Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui
hambamu ini.
18:4 Biarlah diambil air
sedikit, basuhlah kakimu dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini;
18:5 biarlah kuambil sepotong
roti, supaya tuan-tuan segar kembali; kemudian bolehlah tuan-tuan meneruskan
perjalanannya; sebab tuan-tuan telah datang ke tempat hambamu ini." Jawab
mereka: "Perbuatlah seperti yang kaukatakan itu."
18:6 Lalu Abraham segera
pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata: "Segeralah! Ambil tiga
sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!"
18:7 Lalu berlarilah Abraham
kepada lembu sapinya, ia mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik
dagingnya dan memberikannya kepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera
mengolahnya.
18:8 Kemudian diambilnya
dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya di
depan orang-orang itu; dan ia berdiri di dekat mereka di bawah pohon itu,
sedang mereka makan.
18:9 Lalu kata mereka
kepadanya: "Di manakah Sara, isterimu?" Jawabnya: "Di sana, di
dalam kemah."
18:10 Dan firman-Nya:
"Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu
itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki." Dan Sara
mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya.
Kol.
1:24-28
1:24 Sekarang aku bersukacita
bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang
kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.
1:25 Aku telah menjadi
pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk
meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,
1:26 yaitu rahasia yang
tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang
dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.
1:27 Kepada mereka Allah mau
memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa
lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan
akan kemuliaan!
1:28 Dialah yang kami
beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari
dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam
Kristus
Luk.
10:38-42
10:38 Ketika Yesus dan
murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang
perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
10:39 Perempuan itu mempunyai
seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus
mendengarkan perkataan-Nya,
10:40 sedang Marta sibuk
sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau
peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia
membantu aku."
10:41 Tetapi Tuhan
menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan
banyak perkara,
10:42 tetapi hanya satu saja
yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil
dari padanya."
Jalani
Peranmu!
Saudara terkasih, hari ini Bunda Gereja mengajak
kita merenungkan betapa kita masing-masing memiliki tugas, peran, tanggung
jawab, dan pilihan yang berbeda-beda. Apa yang Tuhan kehendaki adalah tidak
perlu saling membandingkan, apalagi sampai menjadikan itu sebagai bahan untuk
iri hati. Semua memiliki peran, tanggung jawab, dan fungsi masing-masing.
Setiap pribadi, setiap orang, setiap individu
memiliki tugas yang berbeda, itu untuk saling melengkapi, saling mengisi, dan
saling bersinergi untuk mencapai maksud dan tujuan yang sama. Tujuan untuk
mengagungkan, memuliakan, dan mengabdi kepada Tuhan Allah yang sama. Ada yang
menjadi polisi, militer, imam, guru, orang tua, biarawan, dan segala jenis
pekerjaan, profesi, dan karya masing-masing. Mereka semua bersama-sama dalam
sebuah rencana besar Tuhan, untuk mengabarkan khabar gembira.
Ada yang jadi guru untuk mencerdaskan kehidupan
bersama sebagai bangsa dan juga Gereja. ada imam untuk menggembalakan. Ada pula
umat untuk digembalakan. Penggembalaan akan timpang jika tidak ada pelayan
liturgi, katekis, dan segala hal yang bersama-sama membangun Gereja. Apakah
mereka bersaing dan bersikap paling merasa berjasa dan menonjol? Jika ada yang
merasa demikian, perlu belajar lagi merenungkan bacaan hari ini.
Sangat wajar, biasa, dan normal jika dalam
organisasi, lembaga, hidup bersama ada kompetisi, namun jika dibarengi sikap
iri, merasa lebih, dan merasa paling berjasa, itu mulai tidak sehat. Dan penyakit
itu jangan dikira tidak ada, tidak menghinggapi, dan menjadi kontaminan dalam hidup menggereja. Nah
inilah peran penting sebagai anak-anak Allah. Bagaimana mengalahkan diri.
Saudara terkasih, dalam bacaan Injil kita diajak
untuk melihat peran Marta dan Maria, dua sosok yang berperan dalam pelayanan
dengan cukup berbeda. Marta memilih melayani Tuhan dengan aktivitas dan
kebutuhan jasmani. Ia sibuk dan repot dengan segala hal mengenai perjamuan Tuhan
sebagai tamu, yang harus dijamu dengan makanan dan minuman. Ia repot memasak,
menata meja, dan menyediakan hidangan bagi para tamu.
Maria, mengambil peran sebagai murid yang duduk
manis di kaki Tuhan Yesus. Ia mendengarkan pengajaran Tuhan sebagai anak dan
murid yang baik. Peran pemuridan dan spiritualitas atau hidup doa yang menjadi
pilihan Maria.
Marta merasa repot dan sibuk sendirian, timbul rasa tidak rela melihat adiknya asyik
belajar. Sangat umum terjadi. Jawaban Yesus patut kita renungkan lebih dalam,
bagaimana IA mengatakan Maria sudah mengambil bagiannya.
Bagian menjadi murid, pilihan untuk hidup doa, dan
panggilan untuk kontemplatif pun sama pentingnya di dalam Tuhan. Perbandingan doa
atau kerja, tentu bisa mnjadi perdebatan jika tidak mau tahu mengenai bacaan
ini. Padahal jika mau merenungkan peran Maria dan Marta ini tidak perlu
berselisih dan tahu bahwa keduanya sama penting. BD.eLeSHa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar