Selasa, 27 November 2018

Tanda dan yang Esensial


Selasa Biasa Pekan XXXIV (H)
Why. 14:14-20
Mzm. 96:10-13
Luk. 21:5-11



Why. 14:14-20

14:14 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya.
14:15 Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu: "Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak."
14:16 Dan Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi, dan bumi pun dituailah.
14:17 Dan seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di sorga; juga padanya ada sebilah sabit tajam.
14:18 Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: "Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak."
14:19 Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah.
14:20 Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.


Luk. 21:5-11

21:5 Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus:
21:6 "Apa yang kamu lihat di situ -- akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan."
21:7 Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?"
21:8 Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka.
21:9 Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera."
21:10 Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan,
21:11 dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.




Tanda dan yang Esensial

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan mengenai tanda dan yang ditandakan. Tanda biasanya kurang esensial daripada yang ditandakan. Salah satu ilustrasi yang diberikan oleh Yesus  kekaguman para murid atas Bait Allah. mereka kagum atas kemegahan, keindahan, dan tampilan Bait Allah.
Yesus mengajak mereka sampai melihat Allah yang berkarya sehingga menghasilkan Bait Allah yang mereka kagumi itu. Tampilan fisik memang penting, namun jauh lebih penting adalah di balik itu semua. Tukang yang membangun, perancang, dan siapapun di balik itu semua adalah muaranya Allah, dan itu yang Yesus kehendaki.
Apa sih keunggulan di dunia ini, tidak ada apa-apanya tanpa keterlibatan Allah di sana. Apapun di dunia ini tidak lepas dari peran dan rencana Tuhan. Kemajuan teknologi informasi secanggih apapun, tetap tidak bisa melawan Sang Pencipta Agung.
Jika kita selalu mengaitkan dengan Allah itu bukan karena mabuk agama, namun memperlihatkan kerendahhatian, di mana kita ini tetap terbatas. Tuhan  yang abadi dan kekal itu. Semua berasal dari sana.
Akhir zaman itu penting, namun jauh lebih penting adalah hidup dengan baik. Bagaimana orang asyik mencari tanda-tanda akhir zaman, atau menyatakan bahwa bencana ini dan itu adalah tanda akhir zaman. Namun apa yang  disampaikan malah hanya menimbulkan keresahan, kebencian, sikap saling curiga, dan saling menuding bukan cinta dan kedamaian.
Beberapa waktu yang lalu, juga jauh sebelum itu, setiap ada bencana alam yang dasyat ada yang mengatakan Tuhan murka, Tuhan marah, dan menghukum karena perilaku manusia yang sesat. Ironisnya, apa iya Tuhan sejahat itu, di sana ada juga anak-anak yang tidak berdosa, ada orang yang sedang memuji-Nya di dalam ibadat, apa iya Tuhan kejam demikian? Apa yang dinyatakan itu hanya sebentuk pernyataan sok tahu yang melukai perasaan. Apakah itu berasal dari Allah? Jelas bukan, kuasa jahat yang menyelewengkan karena manusia yang jemawa dan merasa lebih saleh dan suci, padahal belum tentu juga.
Boleh merenungkan adanya bencana, namun membawa semakin dekat pada Tuhan dan sesama. Mengubah perilaku yang buruk menjadi baik, menjadi agen perdamaian dan cinta kasih, bukan malah menimbulkan kebencian dan keresahan. BD.eLeSHa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar