Selasa
Biasa Pekan XXXIV (H)
Why.
14:14-20
Mzm.
96:10-13
Luk. 21:5-11
Why.
14:14-20
14:14 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di
atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di
atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya.
14:15 Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia
berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu:
"Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk
menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak."
14:16 Dan Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabit-Nya
ke atas bumi, dan bumi pun dituailah.
14:17 Dan seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di
sorga; juga padanya ada sebilah sabit tajam.
14:18 Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah; ia berkuasa
atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit
tajam itu, katanya: "Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah
buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak."
14:19 Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan
memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar,
yaitu murka Allah.
14:20 Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari
kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua
ratus mil.
Luk. 21:5-11
21:5 Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan
mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan
berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus:
21:6 "Apa yang kamu lihat di situ -- akan datang harinya di
mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain;
semuanya akan diruntuhkan."
21:7 Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru,
bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan
terjadi?"
21:8 Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan.
Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia,
dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka.
21:9 Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan
pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi
dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera."
21:10 Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan
bangsa dan kerajaan melawan kerajaan,
21:11 dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai
tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal
yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.
Tanda dan yang Esensial
Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk
merenungkan mengenai tanda dan yang ditandakan. Tanda biasanya kurang esensial
daripada yang ditandakan. Salah satu ilustrasi yang diberikan oleh Yesus kekaguman para murid atas Bait Allah. mereka
kagum atas kemegahan, keindahan, dan tampilan Bait Allah.
Yesus mengajak mereka sampai melihat Allah yang
berkarya sehingga menghasilkan Bait Allah yang mereka kagumi itu. Tampilan fisik
memang penting, namun jauh lebih penting adalah di balik itu semua. Tukang yang
membangun, perancang, dan siapapun di balik itu semua adalah muaranya Allah,
dan itu yang Yesus kehendaki.
Apa sih keunggulan di dunia ini, tidak ada
apa-apanya tanpa keterlibatan Allah di sana. Apapun di dunia ini tidak lepas
dari peran dan rencana Tuhan. Kemajuan teknologi informasi secanggih apapun,
tetap tidak bisa melawan Sang Pencipta Agung.
Jika kita selalu mengaitkan dengan Allah itu bukan
karena mabuk agama, namun memperlihatkan kerendahhatian, di mana kita ini tetap
terbatas. Tuhan yang abadi dan kekal
itu. Semua berasal dari sana.
Akhir zaman itu penting, namun jauh lebih penting
adalah hidup dengan baik. Bagaimana orang asyik mencari tanda-tanda akhir
zaman, atau menyatakan bahwa bencana ini dan itu adalah tanda akhir zaman. Namun
apa yang disampaikan malah hanya
menimbulkan keresahan, kebencian, sikap saling curiga, dan saling menuding
bukan cinta dan kedamaian.
Beberapa waktu yang lalu, juga jauh sebelum itu,
setiap ada bencana alam yang dasyat ada yang mengatakan Tuhan murka, Tuhan
marah, dan menghukum karena perilaku manusia yang sesat. Ironisnya, apa iya
Tuhan sejahat itu, di sana ada juga anak-anak yang tidak berdosa, ada orang
yang sedang memuji-Nya di dalam ibadat, apa iya Tuhan kejam demikian? Apa yang
dinyatakan itu hanya sebentuk pernyataan sok tahu yang melukai perasaan. Apakah
itu berasal dari Allah? Jelas bukan, kuasa jahat yang menyelewengkan karena
manusia yang jemawa dan merasa lebih saleh dan suci, padahal belum tentu juga.
Boleh merenungkan adanya bencana, namun membawa
semakin dekat pada Tuhan dan sesama. Mengubah perilaku yang buruk menjadi baik,
menjadi agen perdamaian dan cinta kasih, bukan malah menimbulkan kebencian dan
keresahan. BD.eLeSHa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar