Senin
Biasa Pekan XVI (H)
Mi.
6:1-4,6-8
Mzm.
50:5-6,8-9,16bc-17,21-23
Mat.
12:38-42
Mi.
6:1-4,6-8
6:1 Baiklah dengar firman yang diucapkan TUHAN: Bangkitlah,
lancarkanlah pengaduan di depan gunung-gunung, dan biarlah bukit-bukit
mendengar suaramu!
6:2 Dengarlah, hai gunung-gunung, pengaduan TUHAN, dan pasanglah
telinga, hai dasar-dasar bumi! Sebab TUHAN mempunyai pengaduan terhadap
umat-Nya, dan Ia beperkara dengan Israel.
6:3 "Umat-Ku, apakah yang telah Kulakukan kepadamu? Dengan
apakah engkau telah Kulelahkan? Jawablah Aku!
6:4 Sebab Aku telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir dan
telah membebaskan engkau dari rumah perbudakan dan telah mengutus Musa dan
Harun dan Miryam sebagai penganjurmu.
6:6 "Dengan apakah aku akan pergi menghadap TUHAN dan tunduk
menyembah kepada Allah yang di tempat tinggi? Akan pergikah aku menghadap Dia
dengan korban bakaran, dengan anak lembu berumur setahun?
6:7 Berkenankah TUHAN kepada ribuan domba jantan, kepada puluhan
ribu curahan minyak? Akan kupersembahkankah anak sulungku karena pelanggaranku
dan buah kandunganku karena dosaku sendiri?"
6:8 "Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik.
Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai
kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"
Mat.
12:38-42
12:38 Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang
Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari
pada-Mu."
12:39 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat
dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan
diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
12:40 Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari
tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga
hari tiga malam.
12:41 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit
bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat
setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih
dari pada Yunus!
12:42 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit
bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari
ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini
lebih dari pada Salomo!"
Tanda
Yesus dan Pengajaran-Nya
Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk
merenungkan bagaimana kedatangan, penjaran, dan karya Yesus berhadapan dengan
Farisi. Bagaimana orang Farisi meminta
tanda dari Yesus, tanda sebagai bukti sahih atas keberadaan-Nya sebagai Guru. Mereka,
kaum Farisi memang memiliki hak, preveligi untuk mengajar. Nah mereka meminta
itu dari Yesus.
Yesus memang tidak mendapatkan mandat
untuk mengajar dari budaya, penguasa, atau adat setempat, IA mendapatkan
wewenang itu dari Allah, di sanalah faktor pembeda itu. Sejatinya, apa yang
diajarkan Yesus, bukan semata-mata kata saja, namun dibarengi dengan perilaku,
tindakan, dan perbuatan yang secara logis sejajar, tidak ada yang berkebalikan
atau munafik. Apa yang IA katakan juga IA lakukan, ini adalah tanda, lambang,
dan simbol, di mana para guru Yahudi tidak melakukan itu.
Mengapa mereka tidak bisa percaya dan tidak
bisa melihat karya dan pengajaran Yesus sebagai Guru yang berwenang
menyampaikan khabar Suka Cita? Mereka iri, mereka merasa tersisihkan, dan
mereka merasa ditelanjangi. Jika mereka mau sedikit saja rendah hati dan mau
menelisik diri sendiri, mau mengadakan evaluasi diri, bahwa Yesus datang bukan
untuk meniadakan Hukum Taurat, berarti mereka sebenarnya ada kesamaan, ada faktor
melengkapi, ada faktor menyempurnakan. Mereka tidak mau, karena mereka tidak
rela, mereka merasa sudah lebih pintar dan benar. Mereka merasa mendapatkan
pesaing bukan pendukung di dalam kebenaran.
Saudara terkasih, bagaimana kita memandang
saudara kita, sebagai pesaing atau rekan seperjalanan menuju Allah? Jika kita
melihat segala sesuatu sebagai ancaman, pesaing yang membahayakan, apa bedanya
dengan guru-guru Farisi? Tuhan hadir untuk mengabarkan khabar suka cita untuk
membawa hati yang terbuka, melihat karya kasih yang akan bersama-sama berziarah
menuju kepada Bapa. Kesatuan, kebersamaan, dan adanya kebersamaan, bukan
memisahkan dan menyatakan pihak lain sebagai pesaing yang membahayakan.BD.eLeSHa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar