Sabtu, 18 Juni 2016

Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu

Sabtu Biasa Pekan XI (H)
2 Taw. 24:17-25
Mzm. 89:4-5,29-30,31-32-33-34
Mat. 6:24-34


2 Taw. 24:17-25

24:17 Sesudah Yoyada mati, pemimpin-pemimpin Yehuda datang menyembah kepada raja. Sejak itu raja mendengarkan mereka.
24:18 Mereka meninggalkan rumah TUHAN, Allah nenek moyang mereka, lalu beribadah kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala. Oleh karena kesalahan itu Yehuda dan Yerusalem tertimpa murka.
24:19 Namun TUHAN mengutus nabi-nabi kepada mereka, supaya mereka berbalik kepada-Nya. Nabi-nabi itu sungguh-sungguh memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkannya.
24:20 Lalu Roh Allah menguasai Zakharia, anak imam Yoyada. Ia tampil di depan rakyat, dan berkata kepada mereka: "Beginilah firman Allah: Mengapa kamu melanggar perintah-perintah TUHAN, sehingga kamu tidak beruntung? Oleh karena kamu meninggalkan TUHAN, Ia pun meninggalkan kamu!"
24:21 Tetapi mereka mengadakan persepakatan terhadap dia, dan atas perintah raja mereka melontari dia dengan batu di pelataran rumah TUHAN.
24:22 Raja Yoas tidak mengingat kesetiaan yang ditunjukkan Yoyada, ayah Zakharia itu, terhadap dirinya. Ia membunuh anak Yoyada itu, yang pada saat kematiannya berseru: "Semoga TUHAN melihatnya dan menuntut balas!"
24:23 Pada pergantian tahun tentara Aram maju menyerang Yoas dan masuk ke Yehuda dan Yerusalem. Dari bangsa itu semua pemimpin habis dibunuh mereka dan segala jarahan dikirim mereka kepada raja negeri Damsyik.
24:24 Walaupun tentara Aram itu datang dengan sedikit orang, namun TUHAN menyerahkan tentara yang sangat besar kepada mereka, karena orang Yehuda telah meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka. Demikianlah orang Aram melakukan penghukuman kepada Yoas.
24:25 Ketika mereka pergi dari padanya, -- mereka meninggalkannya dengan luka-luka berat -- pegawai-pegawainya mengadakan persepakatan terhadap dia karena darah anak imam Yoyada itu, lalu membunuhnya di atas tempat tidurnya. Ia mati dan dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di pekuburan raja-raja.

Mat. 6:24-34

6:24 Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."
6:25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
6:29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."




Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya,
maka
semuanya itu akan ditambahkan kepadamu


Saudara terkasih, kita di dunia ini menjalani kehendak Allah. Tidak heran apabila Tuhan menghendaki kita menjalankan apa yang menjadi kehendak-Nya. Ia harus nomor satu dan semuanya bisa ditunda dan disishkan. Kita sering lupa malah asyik dengan hal-hal yang berbau duniawi. Bagaimana itu adalah sementara, namun menjadi prioritas seolah yang sejati dan abadi.
Persoalan berikut yang mengikuti ialah bahwa nantinya menjadi cemas, khawatir, dan takut jika keinginan kita tidak tercapai. Tuhan sudah menyediakan semuanya. Tidak ada yang perlu kita takutkan jika kita telah menjalankan apa yang menjadi kehendak-Nya. Kita bisa belajar dari burung di udara, bunga di ladang, dan semuanya itu dipelihara oleh Allah.
Allah tidak pernah melupakan kita, justru kita yang lupa karena asyik dengan dunia kita, kesenangan kita, dan pilihan-pilihan kita. Tuhan mengajak kita untuk dekat, pasrah, dan mengikuti rencana dan kehendak-Nya.  Bacaan ini sangat kontekstual bagi hidup kita hari-hari ini, bagaimana orang lebih memilih lekat pada dunia, dan Allah menjadi nomor sekian. Allah hanya menjadi pembantu untuk memberikan kepuasan, dan lalu lupa ketika semua sudah diperoleh.

Bacaan pertama mengisahkan contoh bagaimana manusia lupa ketika telah mendapatkan apa yang diinginkan. Lupa bahwa Tuhan yang memberikan semuanya itu. Keinginan dan kekuasaan bisa melenakan dan membuat lupa bahwa ada yang lebih berkuasa, yaitu Tuhan Allah. BD.eLeSHa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar