Minggu, 05 April 2020

Kambing Hitam


Sabtu Prapaskah Pekan V (U)
Yeh. 37:21-28
Yer. 31:10,11,1213
Yoh. 11:45-56



Yeh. 37:21-28

37:21 katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, ke mana mereka pergi; Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka.
37:22 Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di atas gunung-gunung Israel, dan satu raja memerintah mereka seluruhnya; mereka tidak lagi menjadi dua bangsa dan tidak lagi terbagi menjadi dua kerajaan.
37:23 Mereka tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala-berhalanya atau dewa-dewa mereka yang menjijikkan atau dengan semua pelanggaran mereka. Tetapi Aku akan melepaskan mereka dari segala penyelewengan mereka, dengan mana mereka berbuat dosa, dan mentahirkan mereka, sehingga mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahnya.
37:24 Maka hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala. Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku dan melakukan ketetapan-ketetapan-Ku dengan setia.
37:25 Mereka akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-Ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal, ya, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya.
37:26 Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan membuat mereka banyak dan memberikan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya.
37:27 Tempat kediaman-Ku pun akan ada pada mereka dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
37:28 Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya.


Yoh. 11:45-56

11:45 Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.
11:46 Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu.
11:47 Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: "Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat.
11:48 Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita."
11:49 Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa-apa,
11:50 dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa."
11:51 Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu,
11:52 dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.
11:53 Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.
11:54 Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya.
11:55 Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu.
11:56 Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?



Kambing Hitam

Saudara terkasih, hari ini kita bersama Bunda Gereja merenungkan sabda Tuhan mengenai keputusan di dalam memilih sikap. Ada dua hal yang menjadi bahan permenungan. Di mana Kayafas melakukan nubuatan untuk “mengorbankan” Yesus demi atas nama bangsa dan negara.
Kedua, pilihan untuk berkorban demi kebaikan bersama, bukan memilih pihak lain atau orang lain untuk berkorban. Dalam konteks ini kita sering melihat, mengalami, dan kadang juga jadi pelaku, ketika harus berkorban. Sederhana saja, memberikan tempat duduk ketika di angkutan umum, antrian di fasilitas umum, dan sejenisnya. Apakah kita menantikan orang lain, atau kita tergerak untuk memberikannya.
Ketika pandemi corona sedang menggila seperti ini, apa yang menjadi fokus kita? Ramai-ramai menagih jatah pembebasan atau diskon tagihan listrik atau bersiap membantu dengan apa yang mampu dilakukan? Itu juga pengorbanan. Jangan merasa itu sepele, dan hak. Kadang kita teriak kencang untuk berkorban, namun malah abai ketika saatnya terjadi.
Kayafas, seolah berpikir besar bagi bangsa dan negara. Lebih baik satu orang mati demi negeri, dari pada Yesus semakin menarik perhatian dan Roma marah. Benarkah Roma akan menjadikan alasan Yesus ini sebagai pembenar tindakan lebih keras? Belum ada bukti. Namun bahwa mereka, kaum elt Yahudi terusik, iya. Ini justru yang menjadi titik pangkal persoalan.  Rasionalisasi atas kepentingan sendiri dan dinyatakan sebagai kepentingan umum, memang manjur dan luar biasa dampaknya.
Saudara terkasih, kambing hitam ada di mana-mana. Ini menunjukkan sisi lemah manusiawi di dalam menghadapi jalan buntu. Kesalahan sendiri namun ditimpakan pada pihak lain. Khas manusiawi.  Dalam rumah tangga, sangat mungkin saling tuding jika menghadapi persoalan. Kegagalan dalam studi anak bisa saling menyalahkan. Apalagi jika sampai ada keretakan. Dalam berparoki atau menggereja, kita juga sangat mungkin jatuh untuk mengkambinghitamkan sesuatu.
Apa yang terjadi adalah kuasa jahat yang berkuasa, ketika kita mencari kambing hitam. Sikap tanggung jawab dan bahkan berkorban sangat penting agar kita mampu menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.
Bagaimana kita melihat Yesus menyongsong kematian di kayu salib keji, kejam, dan sangat berat. Toh  IA menjalani karena itu adalah kehendak Allah. Di sanalah perbedaan itu, mengorbankan diri atau mengkambing hitamkan orang lain.BD.eLeSHa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar