Kamis Pekan
Adven II (U)
Yes.
41:13-20
Mzm.
145;1,9,10-11,12-13ab
Mat. 11:11-15
Yes.
41:13-20
41:13 Sebab Aku
ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu:
"Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau."
41:14 Janganlah
takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau,
demikianlah firman TUHAN, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah
Israel.
41:15
Sesungguhnya, Aku membuat engkau menjadi papan pengirik yang tajam dan baru,
dengan gigi dua jajar; engkau akan mengirik gunung-gunung dan menghancurkannya,
dan bukit-bukit pun akan kaubuat seperti sekam.
41:16 Engkau akan
menampi mereka, lalu angin akan menerbangkan mereka, dan badai akan menyerakkan
mereka. Tetapi engkau ini akan bersorak-sorak di dalam TUHAN dan bermegah di
dalam Yang Mahakudus, Allah Israel.
41:17 Orang-orang
sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah
mereka kering kehausan; tetapi Aku, TUHAN, akan menjawab mereka, dan sebagai
Allah orang Israel Aku tidak akan meninggalkan mereka.
41:18 Aku akan
membuat sungai-sungai memancar di atas bukit-bukit yang gundul, dan membuat
mata-mata air membual di tengah dataran; Aku akan membuat padang gurun menjadi
telaga dan memancarkan air dari tanah kering.
41:19 Aku akan
menanam pohon aras di padang gurun, pohon penaga, pohon murad dan pohon minyak;
Aku akan menumbuhkan pohon sanobar di padang belantara dan pohon berangan serta
pohon cemara di sampingnya,
41:20 supaya
semua orang melihat dan mengetahui, memperhatikan dan memahami, bahwa tangan
TUHAN yang membuat semuanya ini dan Yang Mahakudus, Allah Israel, yang
menciptakannya.
Mat.
11:11-15
11:11
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh
perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes
Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
11:12
Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan
orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.
11:13
Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes
11:14
dan -- jika kamu mau menerimanya -- ialah Elia yang akan datang itu.
11:15
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!
Siapa
Bertelinga, Hendaklah Ia Mendengar!
Saudara terkasih, hari ini kita merenungkan bersama
Bunda Gereja mengenai mendengarkan dan peritah Tuhan untuk bisa menggunakan
telingan dengan baik dan semestinya. Mendengarkan dalam konteks khusus adalah
mengenai pewartaan dan tawaran kasih
keselamatan Allah secara istimewa.
Mendengarkan, berbeda dengan mendengar. Bagaimana
kita bisa mendengarkan yang abstrak, mengenai keselamatan, dan hal yang di luar
jangkauan kita, ketika kita susah payah juga mendengarkan orang lain.
kecenderungan kita adalah didengarkan, dan berat untuk mau mendengarkan. Sikap
untuk memperdengarkan diri. Kemegahan, derita, atau capaian, khas manusia yang
sudah tergoda kuasa jahat.
Kita memiliki satu mulut dan dua telinga, namun
sayang sering jatuh pada banyak memperdengarkan dari pada mendengarkan. Dan itu
seolah menjadi gaya hidup sampai kapanpun akan demikian, jika tidak disadari.
Mendengarkan berbeda dengan mendengar, kita jauh
lebih sering mendengar dari pada
mendengarkan. Orang modern yang sangat sibuk bisa mendengar banyak hal
sekaligus, tontonan di televisi, pembicaraan di banyak grup, masih mengerjakan
tugas, plus membaca surat elektronik. Sangat mungkin semua bisa didengar,
dilihat, namun apakah bisa mendengarkan, melihat dengan lebih baik, mendalam,
dan penuh perhatian? Jelas tidak.
Perhatikan saja keluarga, atau di mana-mana orang
asyik dengan smartphone masing-masing,
padahal ada rekan, relasi, dan keluarga
di depannya. Abai karena asyik dengan yang jauh. Padahal belum tentu yang jauh
itu juga mendengarkan sebagaimana mestinya.
Saudara terkasih, kasus-kasus tersebut hanya hendak
menggambarkan bagaimana kita sibuk, asyik, dan terlena dengan banyak hal. Apa
yang di depannya saja tidak memperoleh perhatian, tidak bisa mendengarkan apa
yang ada, apalagi mendengarkan pewartaan yang masih jauh di awang-awang seperti
itu.
Mendengarkan itu perlu juga iman. Bagaimana iman
membantu orang untuk percaya dan kemudian mendengarkan khabar suka cita.
Pewartaan dari zaman ke zaman yang sering terlewatkan karena manusianya terlalu
asyik dengan dunia. Era modern dengan
segala kemudahan, dan tawaran bisa sangat mungkin makin menjauhkan dari hal-hal
yang transenden. Dunia sudah ada di genggaman tangan mau apa lagi.
Ajakan sangat kontekstual, hendaklah mendengarkan,
mau tahu dan mau percaya bahwa ada kuasa selain dunia. Dan itu jauh lebih
berkualitas. Itulah kesejatian. BD.eLeSHa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar