HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA
SEMESTA ALAM (P)
2 Sam. 5:1-3
Mzm. 122:1-2,4-5
Kol. 1:12-20
Luk. 23:35-48
2 Sam. 5:1-3
5:1 Lalu datanglah segala suku Israel kepada Daud di
Hebron dan berkata: "Ketahuilah, kami ini darah dagingmu.
5:2 Telah lama, ketika Saul memerintah atas kami,
engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Dan TUHAN telah berfirman
kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah
yang menjadi raja atas Israel."
5:3 Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja
di Hebron, lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di
hadapan TUHAN; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel.
Kol. 1:12-20
1:12 dan mengucap syukur dengan sukacita
kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang
ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.
1:13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa
kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;
1:14 di dalam Dia kita memiliki
penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak
kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,
1:16 karena di dalam Dialah telah
diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang
kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik
pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala
sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat.
Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia
yang lebih utama dalam segala sesuatu.
1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah
berkenan diam di dalam Dia,
1:20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan
segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di
sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.
Luk. 23:35-48
23:35 Orang banyak berdiri di situ dan melihat
semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: "Orang lain Ia
selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah
Mesias, orang yang dipilih Allah."
23:36 Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia;
mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya
23:37 dan berkata: "Jika Engkau adalah raja orang
Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!"
23:38 Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: "Inilah
raja orang Yahudi".
23:39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu
menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah
diri-Mu dan kami!"
23:40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya:
"Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima
hukuman yang sama?
23:41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita
menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak
berbuat sesuatu yang salah."
23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku,
apabila Engkau datang sebagai Raja."
23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam
Firdaus.
Salib
adalah Kemuliaan
Saudara terkasih, hari ini kita merayakan HARI RAYA
KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM. Hari Minggu di
mana mengakhiri tahun liturgi, sebelum Minggu depan dibuka dengan Hari
Minggu Adven I. Penutupan tahun dan juga kita diajak untuk merenungkan
bagaimana Kristus Raja itu adalah Pribadi yang tersalib. Kemuliaan Tuhan
sebagai Raja itu adalah dalam salib. Peristiwa dan kayu salib yang membawa
kemuliaan.
Keselamatan itu kemuliaan, dan itu ada dalam salib.
Ketika orang memandang salib dan memperoleh kebahagiaan, itulah Allah yang
hadir dalam derita Anak-Nya. Bagaimana dalam bacaan Injil kita mendengar bahwa
ada dua orang, satu merasa tahu diri, merasa berdosa, dan merasa Tuhan Yesus
yang tergantu bersama mereka adalah Orang Baik. Satu lagi adalah pendosa yang
malah merasa diri baik-baik saja.
Mereka bersikap berbeda, memosisikan diri sebagai
si tinggi, sama dengan Yesus, namun abai melihat Yesus yang lebih tinggi dalam
hal Kekuasaan. Si pendosa yang satu melihat Yesus sebagai Manusia Baik yang
tidak layak mendapatkan hukuman paling kejam dan mengerikan serta memalukan
itu. Ia mohon Tuhan Yesus ingat dia, bukan mohon diturunkan dari salib.
Saudara terkasih, kadang kita pun jatuh pada hal
yang sama mohon bantuan Tuhan untuk diringankan salib yang harus kita pikul. Padahal
kita enggan kerja keras, enggan kerja cerdas, dan mau enaknya saja. Toh ada
Tuhan yang akan membantu kita, ada Tuhan yang akan menolong kita.
Atau pilihan kita untuk memohon kekuatan kepada
Tuhan agar mampu menanggung beban itu dengan setia hingga pada akhirnya? Ini pilihan
kita, dan bagaimana tanggung jawab kita di dalam hidup kita setiap hari.
Saudara terkasih, salib adalah lambang kemuliaan,
meskipun sering itu adalah beban yang tidak terperikan. Bagaimana kita hidup
sebagai anak bangsa yang mendapatkan perilaku banyak diskriminasi, kesulitan,
apakah kita mau meletakannya dan meninggalkan dengan dalih toh Tuhan tahu iman
kita, tahu hati kita? Atau tetap sabar menerima itu sebagai rencana Tuhan yang
memang harus kita pikul? Salib itu konsekuensi logis bagi iman yang diberikan
kepada kita.
Pilihan ada di tangan kita, Tuhan memberikan
pilihan dan kemerdekaan untuk kita mau memilih yang mana? Pilihan kita itulah
kualitas iman. BD.eLeSHa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar