Selasa, 18 April 2017

Sapaan Tuhan Membuka Hati

HARI SELASA DALAM OKTAF PASKAH (P)
Kis. 2:36-41
Mzm. 33:4-5,18-19,20,22
Yoh. 20:11-18


Kis. 2:36-41

2:36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
2:37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
2:39 Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."
2:40 Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."
2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

Yoh. 20:11-18

20:11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,
20:12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.
20:13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."
20:14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
20:15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."
20:16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.
20:17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."
20:18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.


Sapaan Tuhan Membuka Hati

Saudara terkasih, Maria yang pagi-pagi buta datang ke kubur Yesus mendapat kekecewaan mendalam. Apa yang hendak ia hormati tidak ada di tempatnya. Ia merasa sedih dan terpukul, sehingga “lupa” akan apa yang sudah Yesus ajarkan.
Yesus yang datang-pun masih ia salah mengerti, ia masih “buta” rupanya, dan menilai IA sebagai penunggu taman dan yang mengambil jasad Yesus. “Maria...” sapaan Yesus membuka mata Maria dan ia jadi mengenal Yesus yang datang kepadanya. Kembali, emosi menjadi penghalang akan sikap Maria yang mau menyembah dan memeluk kaki Yesus. Kebangkitan belum dipahami dengan sepenuhnya oleh Maria. Sepenggal-sepenggal yang membuat salah bertindak.
Apa yang bisa kita renungkan ialah, pertama soal inisiatif dan panggilan Yesus menjadi yang utama. Jika tidak ada panggilan khusus dengan “Maria” Maria belum mengenal Yesus, padahal sudah ditanya, “Ibu, mengapa engkau menangis...” Lihat perbedaan ini. Panggilan khusus, personal, nama membuat pembeda. Tuhan memanggil dengan nama.
Kedua, upaya manusia tidak cukup. Bahwa manusia harus berusaha, berupaya, dan melakukan aktivitas iya, namun itu semua adalah tanggapan positif atas inisiatif Tuhan. Jika Tuhan tidak berkehendak, sama saja sia-sia. Apalagi jika manusia malah menilai upaya manusia adalah segalanya, bisa memaksa Tuhan, mendiktekan apa yang kita inginkan saja.

Ketiga, sapaan Tuhan membuka hati Maria, juga hati kita masing-masing dengan berbagai cara. Pengalaman hidup, sesama, atau cara lain, yang penting adalah hati kita yang mau melihat rencana Tuhan sehingga kita menjadi peka. BD.eLeSHa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar