Pesta
S. Simon dan Yudas (M)
Ef.
2:19-11
Mzm.
19:2-3,4-5
Luk.
6:12-19
Ef.
2:19-11
2:19 Demikianlah kamu bukan
lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus
dan anggota-anggota keluarga Allah,
2:20 yang dibangun di atas
dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
2:21 Di dalam Dia tumbuh
seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
2:22 Di dalam Dia kamu juga
turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.
Luk.
6:12-19
6:12 Pada waktu itu pergilah
Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
6:13 Ketika hari siang, Ia
memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas
orang, yang disebut-Nya rasul:
6:14 Simon yang juga
diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus
dan Bartolomeus,
6:15 Matius dan Tomas,
Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
6:16 Yudas anak Yakobus, dan
Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
6:17 Lalu Ia turun dengan
mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah
besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea
dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.
6:18 Mereka datang untuk
mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang
dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
6:19 Dan semua orang banyak
itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua
orang itu disembuhkan-Nya.
Santo
Simon dan Yudas, Rasul
Pesta kedua rasul ini dirayakan
bersama hari ini, (mungkin) karena nama keduanya selalu disebutkan serentak
berurutan dalam Injil-injil Sinoptik (Mat 13:55; Mrk 3:18 dan 14:3; Luk 6:16)
dan karena keduanya sama-sama mengalami nasib sebagai martir di negeri Persia
(sekarang: Iran).
Simon,
selain dikenal sebagai saudara sepupu Yesus, juga dikenal sebagai saudara rasul
Yakobus Muda dan Yudas (Lih. Mat, 13:55). Ia dijuluki 'Si Zelot', yang berarti
'yang rajin', 'yang meluap semangatnya' dalam mempelajari dan menaati Hukum
Taurat Yahudi. Gelaran ini diberikan juga barangkali karena ia termasuk salah
seorang penganut aliran Zelot (lih. Mrk 3:18 dst), yang sangat fanatik berpegang
teguh pada Taurat dan yang turut ambil bagian dalam pemberontakan melawan
penjajah Romawi tahun 67-70. Ia orang Kanaan yang dipanggil Yesus menjadi
RasulNya. Kisah hidupnya dan karyanya sebagai rasul sama sekali tidak
dicantumkan di dalam Injil-injil, kecuali pencantuman namanya. Kita mengetahui
sedikit tentang dia dalam tradisi-tradisi kuno. Buku Menologi Santo Blasius
menyebutkan bahwa Simon wafat dengan damai di Edessa, Irak. Dalam tradisi Barat
yang tertera di dalam Liturgi Romawi disebutkan bahwa ia pernah mewartakan
Injil di Mesir, kemudian bergabung dengan Yudas pergi ke Mesopotamia, dan dari
sana mereka pergi sebagai misionaris ke negeri Persia, Iran hingga menemui
ajalnya sebagai martir bersama Yudas. Tradisi lain menyebutkan bahwa setelah saudaranya
Yakobus, Uskup Yerusalem, dibunuh, rasul lain memilih dia menggantikan Yakobus.
Ia memegang jabatan uskup pada tahun 62 hingga kematiannya sebagai martir
ketika terjadi penganiayaan umat Kristen pada masa pemerintahan Kaisar Trayanus
pada tahun 107.
Yudas
yang disebut juga Tadeus yang berarti 'yang berani' adalah saudara rasul
Yakobus Muda. Tidak diketahui bagaimana dan kapan Yesus memanggilnya menjadi
Rasul. Tradisi mengakui dia sebagai penulis Surat Yudas, yang berisi dorongan
semangat dan peneguhan kepada umat Kristen yang berada dalam krisis akhlak pada
masa itu. Namun hal ini masih dipersoalkan oleh banyak ahli modern, mengingat
Yudas bukanlah seorang yang terdidik baik sehingga mampu menulis sebaik itu.
Mungkin ia menyuruh orang lain menuliskannya.
Namanya
dimunculkan dalam Injil Yohanes pada waktu Yesus mengadakan Perjamuan Terakhir.
Dialah yang bertanya kepada Yesus: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau
menyatakan diriMu kepada kami; dan bukan kepada dunia?" Jawab Yesus:
"Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firmanKu dan BapaKu akan
mengasihi dia dan kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan
dia." (Yoh 14:22, 23)
Setelah
kenaikan Yesus, tak ada cerita Kitab Suci tentang karya Yudas. Menurut tradisi,
Yudas mewartakan Injil di Mesopotamia sebelum bergabung bersama Simon di
Persia, di mana keduanya bersama-sama menemui ajal sebagai martir Kristus.
Sejarawan Eusebius menyebutkan bahwa ia mempunyai dua orang cucu: Zoker dan
Yakobus, yang dihadapkan kepada Raja Domisianus, karena ada laporan bahwa
keduanya berasal dari Kerajaan Daud. Tetapi setelah diketahui bahwa keduanya
orang-orang miskin dan sederhana, maka mereka dibebaskan kembali. Santo Yudas
dihormati Gereja sebagai pelindung bagi orang-orang yang mengemban tugas-tugas yang
sulit. BD.eLeSHa.
Sumber: Iman Katolik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar