Senin, 19 September 2016

Perumpamaan tentang Pelita

Senin Biasa Pekan XXV (H)
Ams. 3:27-34
Mzm. 15:2-3ab,3cd-4ab,5
Luk. 8:16-18


Ams. 3:27-34

3:27 Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.
3:28 Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: "Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi," sedangkan yang diminta ada padamu.
3:29 Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau.
3:30 Janganlah bertengkar tidak semena-mena dengan seseorang, jikalau ia tidak berbuat jahat kepadamu.
3:31 Janganlah iri hati kepada orang yang melakukan kelaliman, dan janganlah memilih satu pun dari jalannya,
3:32 karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat.
3:33 Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya.
3:34 Apabila Ia menghadapi pencemooh, maka Ia pun mencemooh, tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya.


Luk. 8:16-18

8:16 "Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.
8:17 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.
8:18 Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."




Perumpamaan tentang Pelita


Saudara terkasih, bacaan hari ini masih berkaitan dengan yang lalu di mana pengajaran Yesus masih belum ditangkap, Ia gunakan perumpaan yang baru. Ia mengajar itu pada posisi yang tinggi agar bisa diihat dan dimengerti. Pesannya bukan lewat begitu saja.
Kedatangannya untuk memberitahukan bukan untuk justru menghalangi atau menutupi. Apa yang Ia ajarkan sebenarnya telah mereka mengerti yaitu Kerajaan Allah.
Pernyataan ketiga, mengenai cara mendengar. Bagaimana Yesus memahami bahwa mereka bisa memahami dengan berbagai cara. Sebuah perumpamaan kepada orang yang berbicara banyak dan mendengar banyak. Artinya bahwa  bagi mereka yang mau menggunakan dan melibatkan pemikiran dan pengertiannya dalam memahamo kata-kata Yesus.
Saudara terkasih Tuhan Allah menghendaki kita menggunakan seluruh akal budi  kita untuk mengerti, memahami, dan menerapkan sabda-Nya dalam hidup sehari-hari. Dalam terang Roh Kudus kita diajak untuk mendengarkannya bukan hanya telinga namun dengan hati di dalam memahaminya. BD.eLeSHa.

Hari ini juga bagi keluarga besar MSF merayakan Hari Raya Bunda Maria Lasalette, Pelindnung Kongregasi

Selamat kepada keluarga besar MSF di manapun berada. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar