Selasa, 17 Mei 2016

Siapa yang Terbesar

Selasa Biasa Pekan Biasa VII (H)
Yak. 4:1-10
Mzm. 55:7-8,9-10a,10b-11a,23
Mrk. 9:30-37


Yak. 4:1-10

4:1 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?
4:2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.
4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
4:5 Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!"
4:6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
4:7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!
4:8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!
4:9 Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita.
4:10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.


Mrk. 9:30-37

9:30 Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang;
9:31 sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit."
9:32 Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.
9:33 Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?"
9:34 Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.
9:35 Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya."
9:36 Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka:
9:37 "Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku."


Siapa yang Terbesar

Saudara terkasih, menarik merenungkan sabda Tuhan hari ini. Bagaimana Tuhan mengajarkan apa yang akan menimpa-Nya, yaitu penderitaan, namun murid-murid-Nya malah asyik dengan pikiran sendiri dan apa yang akan mereka peroleh. Mereka tidak paham akan apa yang Tuhan jelaskan, namun malah membicarakan kepentingan sendiri.
Para murid di jalan memperebutkan posisi siapa yang terbesar di antara mereka. Perebutan kekuasaan, jabatan, dan posisi hingga hari ini tetap menarik dan itu adalah gaya dunia. Siapa yang terbesar sebagai bagian pertanyaan bahkan pertengkaran mereka merupakan kegagalan akan sikap para murid di dalam memahami kehendak dan pengajaran Tuhan Yesus. Jalan menuju kemuliaan adalah penderitaan, dan Yesus mengajak para murid untuk kembali pada fokus pemuridan.
Siapa yang paling besar ialah  yang berani bersikap sebagai hamba yang berani melayani satu sama lain. Lihat, bukan untuk dilayani namun melayani. Fundamental dari pengajaran Yesus secara baru.
Hal ini tentu bisa kita rasakan hingga hari ini bukan? Bagaimana pejabat baik sipil ataupun gereja yang lebih berjiwa bos, atasan, dan minta dilayani. Pelayanan kurang berkenan bisa menjadi bahan kemarahan. Masih bisa diterima jika itu pejabat negara atau pemerintahan duniawi, bagaimana jika itu adalah hamba Tuhan sebagai pelayan gereja. Harusnya melayani bukan malah minta dilayani. Sikap melayani merupakan salah satu sikap pemuridan Yesus yang fundamental. BD.eLeSHa.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar