Kamis, 06 Agustus 2015

Transfigurasi

Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya (P)
2Ptr. 1:16-19
Mzm. 97:1-2,5-6,9
Mrk.9:2-10


2Ptr. 1:16-19

1:16 Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.
1:17 Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
1:18 Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.
1:19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu
1:16 Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.
1:17 Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
1:18 Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.
1:19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu


Mrk.9:2-10

9:2 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka,
9:3 dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.
9:4 Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.
9:5 Kata Petrus kepada Yesus: "Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."
9:6 Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan.
9:7 Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia."
9:8 Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorang pun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri.
9:9 Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorang pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati.
9:10 Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan "bangkit dari antara orang mati."


Transfigurasi

Saudara terkasih, hari ini  Gereja mengajak kita untuk merenungkan apa dan siapa sejatinya Yesus itu. Simbolisasi Perjanjian Lama digunakan untuk menyatakan kualitas Yesus, gunung, awan, pakaian yang berkilat-kilat. Musa berjumpa dan mendapatkan perutusan di atas Gunung Sinai. Kali ini pun Yesus memperlihatkan kemuliaan-Nya di puncak gunung.
Yesus mencegah murid-murid-Nya untuk menceritakan dan mewartakan apa yang mereka saksikan karena mereka tidak mengerti dengan baik apa yang sebenarnya mereka saksikan. Kalau bahasa muda-mudi mereka ini salah tingkah, takut, gembira, dan tidak mengerti saling tumpang tindih, maka yang diiucapkan menjadi tidak jelas. Kegagalan para murid yang diwakili oleh Petrus dengan idenya ini merupakan gambaran kita pula.
Bagaimana kalau sedang gembira kita akan selalu memegang itu dan tidak hendak melepaskannya kembali. Padahal kegembiraan itu sebagian kecil dari karya dan perutusan Yesus. Mereka lupa apa yang seharusnya Yesus dan mereka bantu untuk menjalanka perutusan. Pokoknya menyenangkan ya sudah dan itu untuk aku. Lihat kanak-kanaknya iman mereka. Kegagalan dan kekerdilan iman mereka bukan halangan bagi panggilan Allah untuk membina mereka dan mengutus mereka ke seluruh dunia.
Saudara terkasih, kemuliaan merupakan salah satu bagian di dalam mengikut Tuhan. Mereka telah dipersiapkan dengan baik oleh Yesus, bagaimana kalau mereka menyaksikan kesengsaraan itu, apakah mereka akan kuat dan mampu? Mereka telah menyaksikan kemuliaan itu sebagai pembuka akan saatnya ketika mereka pada nantinya melihat Yesus yang sensara dan menderita. Kebangkitan dinyatakan sebagai peneguh sekaligus pertanyaan di dalam hati mereka.

Yesus dengan kasih-Nya yang begitu besar memprsiapkan para murid dengan pelan dan tahap-tahap sesuai dengan kemampuan mereka. Kegagalan dan kejatuhan mereka bukan halangan namun sarana untuk mendampingi mereka. Sosok Guru yang berbelas kasih kepada murid-murid-Nya.BD.eLeSHa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar