Rabu, 05 November 2014

Barangsiapa tidak melepaskan dirinya, tidak dapat menjadi murid-KU


Rabu Biasa (H)
Fil. 2:12-18
Mzm. 27:1,4,13-14
Luk. 14:25-33


Fil. 2:12-18

2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
2:14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,
2:16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.
2:17 Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian.
2:18 Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku


Luk. 14:25-33

14:25 Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:
14:26 "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
14:27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
14:28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
14:29 Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
14:30 sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
14:31 Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
14:32 Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
14:33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.



Barangsiapa tidak melepaskan dirinya, tidak dapat menjadi murid-KU


Bacaan hari ini masih membicarakan mengenai pemuridan dan syarat kemuridan. Murid yang perlu komitmen tinggi, dengan perumpamaan mengenai harus membenci suadara dan orang tuanya. Memiliki sikap yang tegas dan pasti untuk mempertaruhkan segala-galanya, bahkan nyawanya sekalipun.
Saudara terkasih, ayat ini kalau tidak dibaca secara utuh, dan banyak orang  yang tidak respek dengan karya Yesus digunakan untuk menyebarkan kebencian bahwa Yesus penebar permusuhan. Konteks ini hendak berbicara mengenai pilihan. Tentu banyak yang mengalami atau menyaksikan, bagaimana orang akan melakukan apapun untuk kesembuhan orang yang dikasihi, bahkan menyembah kaki orang untuk mencari pinjaman, atau kekasih yang harus menghadapi anjing galak, bapak ceweknya yang “sangar”, semua dilakukan. Tentu tahu cerita mengenai Sam Pek Eng Tae, Romeo Yuliet, atau cerita sejenis lainnya, mereka mampu melakukan apapun, dan bahkan nyawa menjadi taruhannya. Demikian pula mengikuti Tuhan melebihi itu semua, sudah selayaknya ketika semua dikalahkan demi Tuhan. Tuhan layak menerima itu karena kita juga sudah terlebih dahulu mendapatkan apapun yang kita butuhkan tanpa kita meminta terlebih dahulu. Semua ada dan disiapkan untuk kita.
Komitmen dan pengorbanan menjadi kata kunci dan pemahaman yang penting dan mendalam untuk menjadi murid Tuhan. Komitmen berarti serius menjalaninya, tidak ada lagi apapun selain demi DIA. Pengorbanan berarti bahwa murid siap segalanya bahkan nyawanya sekalipun, demi DIA semata. Berkomitmen denang orang saja bisa mengapa dengan Tuhan tidak? Berkorban untuk sesama saja bisa, apakah tidak mungkin berkorban untuk Tuhan, yang terlebih dahulu banyak berkorban tidak bisa? BD.eLeSHa.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar