Rabu
Biasa (H)
Fil.
2:12-18
Mzm.
27:1,4,13-14
Luk.
14:25-33
Fil.
2:12-18
2:12 Hai saudara-saudaraku
yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu
dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi
terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
2:13 karena Allahlah yang
mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
2:14 Lakukanlah segala
sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
2:15 supaya kamu tiada beraib
dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah
angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di
antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,
2:16 sambil berpegang pada
firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak
percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.
2:17 Tetapi sekalipun darahku
dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita
dengan kamu sekalian.
2:18 Dan kamu juga harus
bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku
Luk.
14:25-33
14:25 Pada suatu kali banyak
orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia
berkata kepada mereka:
14:26 "Jikalau seorang
datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya,
anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya
sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
14:27 Barangsiapa tidak
memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
14:28 Sebab siapakah di
antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat
anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
14:29 Supaya jikalau ia sudah
meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang
yang melihatnya, mengejek dia,
14:30 sambil berkata: Orang
itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
14:31 Atau, raja manakah yang
kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk
mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan
yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
14:32 Jikalau tidak, ia akan
mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat
perdamaian.
14:33 Demikian pulalah
tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala
miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.
Barangsiapa
tidak melepaskan dirinya, tidak dapat menjadi murid-KU
Bacaan hari ini masih membicarakan mengenai
pemuridan dan syarat kemuridan. Murid yang perlu komitmen tinggi, dengan perumpamaan
mengenai harus membenci suadara dan orang tuanya. Memiliki sikap yang tegas dan
pasti untuk mempertaruhkan segala-galanya, bahkan nyawanya sekalipun.
Saudara terkasih, ayat ini kalau tidak dibaca
secara utuh, dan banyak orang yang tidak
respek dengan karya Yesus digunakan untuk menyebarkan kebencian bahwa Yesus
penebar permusuhan. Konteks ini hendak berbicara mengenai pilihan. Tentu banyak
yang mengalami atau menyaksikan, bagaimana orang akan melakukan apapun untuk
kesembuhan orang yang dikasihi, bahkan menyembah kaki orang untuk mencari
pinjaman, atau kekasih yang harus menghadapi anjing galak, bapak ceweknya yang “sangar”,
semua dilakukan. Tentu tahu cerita mengenai Sam Pek Eng Tae, Romeo Yuliet, atau
cerita sejenis lainnya, mereka mampu melakukan apapun, dan bahkan nyawa menjadi
taruhannya. Demikian pula mengikuti Tuhan melebihi itu semua, sudah selayaknya
ketika semua dikalahkan demi Tuhan. Tuhan layak menerima itu karena kita juga
sudah terlebih dahulu mendapatkan apapun yang kita butuhkan tanpa kita meminta
terlebih dahulu. Semua ada dan disiapkan untuk kita.
Komitmen dan pengorbanan menjadi kata kunci dan
pemahaman yang penting dan mendalam untuk menjadi murid Tuhan. Komitmen berarti
serius menjalaninya, tidak ada lagi apapun selain demi DIA. Pengorbanan berarti
bahwa murid siap segalanya bahkan nyawanya sekalipun, demi DIA semata. Berkomitmen
denang orang saja bisa mengapa dengan Tuhan tidak? Berkorban untuk sesama saja
bisa, apakah tidak mungkin berkorban untuk Tuhan, yang terlebih dahulu banyak
berkorban tidak bisa? BD.eLeSHa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar