Jumat, 11 Desember 2015

Penolakan akan Yesus

Jumat Biasa Pekan II Adven (U)
Yes. 48:17-19
Mzm. 1:1-2,3,4,6
Mat. 11:16-19


Yes. 48:17-19

48:17 Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh.
48:18 Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,
48:19 maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku."

Mat. 11:16-19

11:16 Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya:
11:17 Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.
11:18 Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.
11:19 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya."



Penolakan akan Yesus


Saudara terkasih, apa yang kita renungkan hari ini, merupakan sikap penolakan akan hadirnya Yesus di tengah dunia. Kita sebagai pengikut-Nya bisa juga ikut menolak-Nya ketika kita sering abai akan apa  yang IA kehendaki, padahal mulut mengatakan iya dan siap, namun dalam hati sama sekali tidak memperlihatkan kehendak yang sama.
Tawaran dunia makin masif, belum lagi sikap permisif akan kejahatan, perbuatan buruk, dan sikap apatis akan tawaran kasih Allah. Bagaimana budaya instan pun sudah merasuki dunia spiritualitas, tidak mau misa berpanjang-panjang, hadir dan datang secara fisik, namun pikiran dan hatinya tetap di gadgetnya, berdiri atau duduk hanya karena sungkan bukan karena tahu dengan baik apa yang seharusnya dilakukan.
Penolakan di zaman modern ini tidak mesti sebagai aku bukan pengikut-Mu atau, aku tidak suka dengan ajaran-Mu, namun banyak ragam yang bisa kita baca dan lihat tampil ke permukaan. Tidak hati-hati kita menjadi pelaku yang sejatinya telah kita kritik dan suarakan bahwa kita harus menerima DIA sebagai Juru Selamat kita. Apakah kita sudah menerima DIA dengan seluruh jiwa dan raga? Bukan semata pemikiran dan konsep namun sungguh dari hati yang paling dalam dan budi yang memang mengerti? BD.eLeSHa.




Kamis, 10 Desember 2015

Siapa Bertelinga, Hendaklah Ia Mendengar!

Kamis Biasa Pekan II Adven (U)
Yes. 41:13-20
Mzm. 145:1,9,10-11,12-13ab
Mat. 11:11-15


Yes. 41:13-20

41:13 Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau."
41:14 Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman TUHAN, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel.
41:15 Sesungguhnya, Aku membuat engkau menjadi papan pengirik yang tajam dan baru, dengan gigi dua jajar; engkau akan mengirik gunung-gunung dan menghancurkannya, dan bukit-bukit pun akan kaubuat seperti sekam.
41:16 Engkau akan menampi mereka, lalu angin akan menerbangkan mereka, dan badai akan menyerakkan mereka. Tetapi engkau ini akan bersorak-sorak di dalam TUHAN dan bermegah di dalam Yang Mahakudus, Allah Israel.
41:17 Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan; tetapi Aku, TUHAN, akan menjawab mereka, dan sebagai Allah orang Israel Aku tidak akan meninggalkan mereka.
41:18 Aku akan membuat sungai-sungai memancar di atas bukit-bukit yang gundul, dan membuat mata-mata air membual di tengah dataran; Aku akan membuat padang gurun menjadi telaga dan memancarkan air dari tanah kering.
41:19 Aku akan menanam pohon aras di padang gurun, pohon penaga, pohon murad dan pohon minyak; Aku akan menumbuhkan pohon sanobar di padang belantara dan pohon berangan serta pohon cemara di sampingnya,
41:20 supaya semua orang melihat dan mengetahui, memperhatikan dan memahami, bahwa tangan TUHAN yang membuat semuanya ini dan Yang Mahakudus, Allah Israel, yang menciptakannya.

Mat. 11:11-15

11:11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
11:12 Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.
11:13 Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes
11:14 dan -- jika kamu mau menerimanya -- ialah Elia yang akan datang itu.
11:15 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!


Siapa Bertelinga, Hendaklah Ia Mendengar!

Saudara terkasih, hari ini, Gereja mengajak kita untuk merenungkan siapakah Yohanes Pembaptis dan apa artinya dengan kehadirannya. Kali ini Yesus menerangkan kepada para murid siapakah Yohanes Pembaptis. Yohanes adalah seorang nabi besar, di mana kehadirannya adalah mempersiapkan jalan bagi Tuhan yang akan datang. Nabi besar mempersiapkan jalan, berarti yang dipersiapkan itu jauh lebih besar. Perjanjian Lama telah menubuatkan hal ini, Yohanes adalah Elia yang akan diutus untuk mempersiapkan segalanya bagi Sang Mesias.
Hari makin dekat tentunya, bahwa ada nabi besar yang datang. Tidak heran ketika Tuhan mengatakan siapa bertelingan hendaklah ia mendengar. IA mengajak kita untuk mendengarkan apa yang telah IA sampaikan. Ada yang mendengar dengan baik namun tidak mau ikut, ada pula yang tidak mendengar dan jelas tidak berbuat apapun untuk itu, dan ada yang mendengar dan mengikuti-Nya.
Saudara terkasih, tugas kita ialah menyuarakan kedatangan-Nya. Kita telah mendengar dan bertugas untuk menyuarakan. Kita diam saja berarti kita egois dan hanya mau selamat sendiri dan tidak peduli akan orang lain. Apa yang kita lakukan tentu sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita masing-masing. Mengatakan dengan jelas apa yang kita ketahui, menjelaskan kepada yang belum mengerti, dan menjawab dengan baik barangsiapa yang menanyakan kepada kita.
Kedatangan-Nya berarti keselamatan. Ketakutan dan kecemasan bukan lagi milik kita, justru bahagia dan gembira ketika IA datang untuk membawa kita kepada keselamatan dan hidup kekal. Hidup sejati yang akan mulai dengan kedatangan-Nya yang membawa keselamatan dan penebusan oleh-Nya.BD.eLeSHa.

Rabu, 09 Desember 2015

Datanglah kepada-Ku, Kalian yang Letih Lesu!

Kamis Pekan II Adven (U)
Yes. 40:25-31
Mzm. 103:1-2,3-4,8,10
Mat. 11:28-30


Yes. 40:25-31

40:25 Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus.
40:26 Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satu pun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat.
40:27 Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?"
40:28 Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.
40:29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
40:30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Mat. 11:28-30

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.



Datanglah kepada-Ku, Kalian yang Letih Lesu!

Saudara terkasih, perikop pendek yang kita renungkan hari ini sungguh dalam dan berarti bagi hidup kita. Pertama, Tuhan tahu dengan persis keadaan kita. Tidak perlu berpanjang lebar untuk mengeluh atau meminta dan memohon kepada-Nya. Datang saja dan Tuhan akan memberikan apa yang kita perlukan. Kedua, Tuhan telah menyediakan apapun yang kita perlukan. Penghiburan, jalan keluar, teman, atau apapun itu dan tinggal mengambilnya di hadapan-Nya. Ketiga, Tuhan kita Mahabaik. Tidak pernah marah atau menghukum, justru memberikan apapun yang kita perlukan. Keempat, IA guru Sejati yang menjadi pusat pembelajaran kita. Apapun yang ingin kita ketahui dan pelajari bisa datang kepada-Nya.
Apa artinya bagi hidup kita? Bahwa Tuhan tidak pernah membebaskan apa yang harus kita jalani. Apapun bentuknya harus kita tanggungkan, bisa sebagai konsekuensi atas perbuatan kita, sistem yang menjerat, atau karena kesalahan dan ketidaktahuan kita. IA akan memberikan kemudahan dan kemampuan bagi kita untuk mampu menanggungnya. Kita patut berbagga akan kasih Tuhan yang demikian dalam dan bisa mengerti kita sedemikian dalam.
Kita juga berlaku yang sama ketika mendapati orang lain sedang menderita. Kita bisa menjadi tempat untuk berbagi, tempat mendapatkan solusi, sepanjang kita memang mampu dan ada di dalam kemampuan kita secara menyeluruh. Memaksakan kehendak berarti juga mengingkari kehendak Tuhan. Jangan sampai kita memperoleh kelimpahan dari Tuhan namun kita enggan untuk berbagi dan cuma menyimpan untuk diri sendiri.BD.eLeSHa.


Selasa, 08 Desember 2015

Maria Dikandung Tak Bernoda


HARI RAYA SP MARIA DIKANDUNG TANPA NODA (P)
Kej. 3:9-15,20
Mzm. 98:1,2,3ab,3cd-4
Ef. 1:3-6,11-12
Luk. 1:26-38


Kej. 3:9-15,20

3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
3:11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"
3:12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."
3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."
3:14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.
3:20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup


Ef. 1:3-6,11-12

1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
1:5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,
1:6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya
1:11 Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan -- kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya --
1:12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.

Luk. 1:26-38

1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.



Maria Dikandung Tak Bernoda

Saudara terkasih, hari ini Gereja mengajak kita merenungkan mengenai kasih Allah yang tiada batasnya bagi manusia. Peran Maria menjadi penting, ketika ia menjawab, aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataanmu itu, sebagai jawaban kepada malaikat utusan Allah. Tawaran disambut dan diterima dengan baik oleh Maria.
Allah membuat semuanya mungkin dengan berbagai hal yang sama sekali bagi manusia itu tidak mungkin. Maria sebagai manusia tentu saja ada perasaan gamang, khawatir, dengan banyak hal, dan itu bagi Allah tidak ada masalah. Semuanya adalah mungkin.
Maria yang memiliki peran untuk membawa keselamatan dalam dunia yang begitu penting, bagaimana Tuhan Allah hendak mengutus Putera-Nya. Manusia tentu bisa mengerti kehendak dan rencana-Nya sepanjang menggunakan bahasa manusia. Datang dalam rupa insan untuk memudahkan manusia memahami rencana-Nya yang agung itu.
Tuhan memang telah menawarkan, namun sikap kita juga penting bagaimana tawaran itu akan disikapi. Menerima dan menolak. Bagaimana penolakan itu biasa Tuhan alami dan terima karena memberi kebebasan kepada umat manusia. Penerimaan membawa konsekuensi yang luar biasa bagi hidup manusia. Manusia bukan hanya hidup di dunia ini, namun hidup kekal di surga bersama Allah dalam Kerajaan-Nya. BD.eLeSHa.


Senin, 07 Desember 2015

Hai Saudara Dosamu Sudah Diampuni

Pw. S. Ambrosius, UskPujG (P)
Yes. 35:1-10
Mzm. 85:9ab-10, 11-12, 13-14
Luk. 5:17-26



Yes. 35:1-10

35:1 Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga;
35:2 seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita.
35:3 Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah.
35:4 Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!"
35:5 Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka.
35:6 Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara;
35:7 tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan.
35:8 Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya.
35:9 Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ,
35:10 dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.


Luk. 5:17-26

5:17 Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit.
5:18 Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus.
5:19 Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus.
5:20 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni."
5:21 Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"
5:22 Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu?
5:23 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah?
5:24 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
5:25 Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah.
5:26 Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: "Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan."


Hai Saudara Dosamu Sudah Diampuni

Saudara terkasih, hari ini kita diajak oleh Bunda Gereja untuk merenungkan mengenai usaha yang tidak kenal halangan dan rintangan demi tujuan yang lebih besar. Tentu orang akan frustasi melihat yang mendengarkan Yesus tidak ada jarak untuk membawa usungan orang yang lumpuh di atas tandunya. Bisa saja mereka hanya menggerutu atau mengungkapkan kejengkelannya. Namun tidak mereka laukan hal tersebut. Mereka lakukan dengan menjebol atap dan saudaranya sampai di bawah di hadapan Tuhan langsung.
Apa yang diperoleh bukan hanya kesembuhan kakinya namun juga pengampunan dosa. Tuhan menggunakan penyembuhan itu sabagi sarana menyingkap siapakah DIA itu. Orang menyembuhkan orang sakit banyak, namun membuat orang lumpuh berjalan tentu tidak banyak, bahkan tidak ada, lebih heboh lagi ketika ia mengawali dengan mengampuni dosa.

Ia bukan menyebuhkan orang lumpuh itu dulu, namun mengampuni dosa dulu. Ia tahu orang akan ikut karena adanya mukjizat, padahal mukjizat hanya sarana untuk membuat mereka melihat siapa di hadapan mereka. Tidak mau hanya ikut karena mukjizat, namun karena tahu jati diri Yesus yang sejati. BD.eLeSHa.

Minggu, 06 Desember 2015

Bertobatlah dan Berilah Dirimu Dibaptis

HARI MINGGU ADVEN II (U)
Bar. 5:1-9
Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6
Fil. 1:4-6,8-11
Luk. 3:1-6



Bar. 5:1-9

5:1 Hendaklah, hai Yerusalem, menanggalkan pakaian kesedihan dan kesengsaraanmu, dan mengenakan perhiasan kemuliaan Allah untuk selama-lamanya.
5:2 Hendaklah berselubungkan kampuh kebenaran Allah, dan memasang di atas kepalamu tajuk kemuliaan dari Yang Kekal.
5:3 Sebab di bawah kolong langit seluruhnya serimu akan dipertunjukkan oleh Allah.
5:4 Dari pihak Allah engkau akan diberi nama ini untuk selamanya: "Damai sejahtera hasil kebenaran" dan "Kemuliaan hasil dari takwa".
5:5 Bangkitlah, hai Yerusalem, hendaklah berdiri tegak di ketinggian! Tengoklah ke timur! Lihatlah anak-anakmu sudah berkumpul atas firman dari Yang Kudus, dari tempat matahari terbenam hingga ke tempat terbitnya, seraya bersukaria karena Allah telah teringat kepada mereka.
5:6 Memang dahulu mereka pergi dari padamu dengan berjalan kaki, digiring oleh musuh. Tetapi kini mereka dikembalikan kepadamu oleh Allah diusung dengan hormat seolah-olah di atas tandu kerajaan.
5:7 Sebab Allah memerintahkan, supaya diratakanlah segala gunung yang tinggi dan segenap bukit abadi, dan supaya ditimbuslah sekalian jurang menjadi tanah yang rata, sehingga Israel dapat berjalan dengan aman di bawah naungan kemuliaan Allah.
5:8 Hutan rimba dan segala pohon yang harum semerbakpun menaungi Israel atas perintah Allah.
5:9 Sebab Israel akan dituntun dengan sukacita oleh Allah, oleh cahaya kemuliaan-Nya dan dengan belas kasihan dan kebenaran-Nya.



Fil. 1:4-6,8-11

1:4 Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita.
1:5 Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.
1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus
1:8 Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian.
1:9 Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian,
1:10 sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus,
1:11 penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah


Luk. 3:1-6

3:1 Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene,
3:2 pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.
3:3 Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu,
3:4 seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
3:5 Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,
3:6 dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan."



Bertobatlah dan Berilah Dirimu Dibaptis

Saudara terkasih, pada masa adven ini, kita diajak untuk bertobat dan merenungkan betapa beruntungnya kita memiliki Allah sebaik Allah Bapa. Tidak pernah menghukum, menghendaki kita selamat dengan berbagai cara, dan bahkan mengutus Putera-Nya sendiri untuk menjemput kita. Kita diajak untuk bertobat sehingga mampu menyambut kedatangan Anak Manusia dengan hati yang layak dan pantas.
Hari ini, kita diajak untuk merenungkan pendahulu Yesus yaitu Yohanes yang diutus untuk menyiapkan jalan Tuhan. Persiapan untuk hadirnya Tuhan dengan segala kemudahan. Bukit diratakan, tidak perlu susah payah mendaki dan jurang-jurang ditimbun. Tidak akan menemui kesulitan berarti dan jalan menjadi nyaman. Hal ini berkaitan dengan sejarah Perjanjian Lama soal keluar dari Tanah Mesir. Di mana Tuhan Allah memberikan kemudahan dan kesulitan yang ada dihilangkan karena peran Allah.
Saudara terkasih, hal ini bukan soal arti harafiah, namun sebagai gambaran betapa Tuhan memberikan persiapan-persiapan yang baik bagi perutusan, dalam hal ini termasuk perutusan Tuhan. Kita bisa membayangkan bagaimana kalau raja atau presiden hendak lewat tentu jalan disterilkan oleh protokoler dan pejabat itu bisa lewat tanpa adanya gangguan yang menghambat.
Pelayanan Yohanes Pembaptis tidak bisa dilepaskan dengan perutusan Tuhan Yesus. Ia yang membuka jalan dan menyiapkan semuanya sehingga tanah itu siap untuk ditanami oleh Yesus. Pelayanan yang luar biasa rendah hati dan terbuka melihat rencana Allah yang lebih besar tentunya. BD.eLeSHa.

Sabtu, 05 Desember 2015

Pekerja Sedikit, namun Tuaian Melimpah

Sabtu Biasa Pekan I Adven (U)
Yes. 30:19-21,23-26
Mzm. 147:1,2,3-4,5-6
Mat. 9:35-10:1,6-8


Yes. 30:19-21,23-26

30:19 Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab.
30:20 Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia,
30:21 dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya," entah kamu menganan atau mengiri
30:23 Lalu TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang rumput yang luas;
30:24 sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak.
30:25 Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh.
30:26 Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu TUHAN membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan


Mat. 9:35-10:1,6-8

9:35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
9:37 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.
9:38 Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."
10:1 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.
10:23 Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.
10:24 Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya.
10:25 Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.
10:26 Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.



Pekerja Sedikit, namun Tuaian Melimpah

Saudara terkasih, apa yang kita renungkan dalam bacaan hari ini hendak menunjukkan betapa baiknya Tuhan. Motivasi apapun yang dilakukan selalu memikirkan yang lain, dalam hal ini  kita anak-anak-Nya. Belas kasih menjadi motivasinya dalam berbuat. Kali ini Tuhan menyaksikan betapa rindunya orang untuk mendapatkan bimbingan dan pengajaran. Yesus melihat umat-Nya seperti domba yang tidak ada gembalanya. Ia merasa kasihan dan meminta para murid untuk berdoa.
Motivasinya bukan karena IA kewalahan, namun karena banyak yang belum terlayani. Sikap positif yang sering kita abaikan. Panggilan para murid untuk menyembuhkan dan mengabarkan khabar suka cita. Penganiayaan, jalan terjal, dan penolakan merupakan salah satu ciri pemuridan. Tidak ada yang mudah bagi murid Yesus. Jalan yang ditempuh adalah jalan salib.
Jalan yang tidak mudah bukan untuk membuat gentar, namun tetap percaya dan melangkah maju karena ada penyertaan Tuhan di sana. Mana mungkin Tuhan melepaskan anak-anak-Nya sendirian di tengah serigala dunia, tentu tidak.
Saudara terkasih, kalau kita dipanggil Tuhan dalam apapun bentuknya. Karya kita, kerja kita, peranan kita apapun itu, ada dalam perencanaan Tuhan. IA yang membawa dan memilih kita. Ia yang memberikan kepada kita tugas perutusan. Gentar, cemas, khawatir itu wajar, namun apakah hal itu harus menjadi penghalang. Tidak. Sama sekali bukan perintang, karena Allah yang bekerja dan kita menjadi alatnya. Kita menjadi alat-alat-Nya Tuhan. Panenan melimpah dan kita ikut di dalamnya dengan peran kita. BD.eLeSHa.



Jumat, 04 Desember 2015

Jadilah kepadamu Menurut Imanmu!


Kamis Biasa Pekan I Adven (U)
Yes. 29:17-24
Mzm. 27:1,4,13-14
Mat. 9:27-31


Yes. 29:17-24

29:17 Bukankah hanya sedikit waktu lagi, Libanon akan berubah menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan?
29:18 Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar perkataan-perkataan sebuah kitab, dan lepas dari kekelaman dan kegelapan mata orang-orang buta akan melihat.
29:19 Orang-orang yang sengsara akan tambah bersukaria di dalam TUHAN, dan orang-orang miskin di antara manusia akan bersorak-sorak di dalam Yang Mahakudus, Allah Israel!
29:20 Sebab orang yang gagah sombong akan berakhir dan orang pencemooh akan habis, dan semua orang yang berniat jahat akan dilenyapkan,
29:21 yaitu mereka yang begitu saja menyatakan seseorang berdosa di dalam suatu perkara, dan yang memasang jerat terhadap orang yang menegor mereka di pintu gerbang, dan yang mendesak orang benar dengan alasan yang tidak-tidak.
29:22 Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah kaum keturunan Yakub, Dia yang telah membebaskan Abraham: "Mulai sekarang Yakub tidak lagi mendapat malu, dan mukanya tidak lagi pucat.
29:23 Sebab pada waktu mereka, keturunan Yakub itu, melihat apa yang dibuat tangan-Ku di tengah-tengahnya, mereka akan menguduskan nama-Ku; mereka akan menguduskan Yang Kudus, Allah Yakub, dan mereka akan gentar kepada Allah Israel;
29:24 orang-orang yang sesat pikiran akan mendapat pengertian, dan orang-orang yang bersungut-sungut akan menerima pengajaran."


Mat. 9:27-31

9:27 Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: "Kasihanilah kami, hai Anak Daud."
9:28 Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya."
9:29 Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu."
9:30 Maka meleklah mata mereka. Dan Yesus pun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: "Jagalah supaya jangan seorang pun mengetahui hal ini."
9:31 Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.


Jadilah kepadamu Menurut Imanmu!

Saudara terkasih, hari ini Gereja mengajak kita untuk merenungkan bagaimana IA melakukan mukjizat dan penyembuhan itu juga adanya iman dari si pasien. Memang Tuhan bisa dan mau melakukan penyembuhan tanpa sama sekali ada permintaan atau iman kepercayaan dari pendengar-Nya. Tuhan bisa melakukan karya-Nya dalam berbagai kondisi. Kali ini kita diajak merenungkan bagaimana aad dua orang buta yang menyatakan ingin disembuhkan. Yesus melakukan dialog dan bagaimana sikap hati mereka. Apakah mereka percaya bahwa Tuhan mampu melakukan apa yang mereka inginkan.
Saudara terkasih, kita juga tahu atau pernah melakukan bagaimana kita sering mohon dan datang ke Tuhan agar Tuhan memberi dan mengabulkan  apa yang menjadi kerinduan, namun dalam hati belum bisa sepenuhnya yakin  kalau Tuhan bisa melakukan itu semua. Lebih mendengarkan keterbatasan manusia sendiri. Pola pikir,  kemampuan, dan keterbatasan kita, kita terapkan dalam karya Tuhan yang ironisnya kita datangi. Bagaimana kita kalau sudah diremehkan tidak akan bisa apa-apa oleh orang yang minta tolong, jengkel bukan? Tuhan tidak akan jengkel dan marah seperti kita, namun tentu lucu, kita sendiri tidak mau yakin bahwa akan terkabul apapun yang kita inginkan. Tuhan adalah segalanya. Iman kita membantu menyadari kita bahwa Tuhan mampu melakukan semuanya dan itu menjadi motivasi penting hidup beriman kita.
Ungkapan syukur juga perlu diungkapkan bukan hanya diam saja. Meminta dengan berteriak dan bersungguh namun ketika memperoleh diam saja. Bagaiman Tuhan melihat iman dan itu adalah hati kita. Di sanalah Tuhan menilai apa yang akan terjadi kalau IA memberikan rahmat-Nya. BD.eLeSHa.

Kamis, 03 Desember 2015

Pergilah Ke Seluruh Dunia, Beritakanlah Injil!

Pesta S. Fransiskus Xaverius, Im (P), Pld. Misi
1 Kor. 9:16-19,22-23
Mzm. 117:1,2
Mrk. 16:15-20


1 Kor. 9:16-19,22-23

9:16 Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.
9:17 Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.
9:18 Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.
9:19 Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang
9:22 Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.
9:23 Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.

Mrk. 16:15-20

16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
16:18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
16:20 Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.



Pergilah Ke Seluruh Dunia, Beritakanlah Injil!

Saudara terkasih, kita bersyukur dengan penuh kesadaran bahwa karena ayat inilah sebagai bangsa yang jauh dari pusat Kekristenan awal, baik dari Israel atau Eropa, namun bisa mengenal Yesus dan karya-Nya. Kalau tidak ada perintah ini, niscaya kita akan tahu dan menjadi pengikut Kristus yang ada di Indonesia. Apakah ini kebetulan? Sama sekali tidak ada, dan ada kehendak dan rancangan-Nya di sana. Kita diajak untuk ikut dan mendapatkan keselamatan yang Tuhan kehendaki.
Hari ini adalah peringatan St. Fransiskus Xaverius, di mana ia pelindung misi yang pernah singgah di Nusantara tepatnya di Ambon Maluku. Ia sama sekali tidak tahu bahasa asing yang akan ia datangi, namun karena kasih dan karya Allah di dalam dirinyalah ia mampu menjadi teladan dan banyak anak dan orang tua yang datang untuk mendengarkan apa yang ia ajarkan. Keterbatasan bahasa ternyata tidak menjadi penghalang, mengapa? Karena ia percaya dan membiarkan Tuhan yang menggerakan karyanya tersebut.
Zaman modern ini, karya misi bukan lagi seperti masa dulu di mana berkeliling untuk mengenalkan Tuhan dan kasih-Nya. Hari ini, kita mengajak diri dan sesama yang abai akan kasih dan tawaran-Nya yang selalu saja disia-siakan. Media begitu banyak dan melimpah bisa kita gunakan untuk mengembalikan kehidupan rohani yang makin pudar ketertarikan di kalangan kaum muda dan anak-anak. Media sosial, media cetak dengan berbagai bentuknya, bisa kita pakai untuk menggelorakan semangat cinta kasih dan makin akrab akan Tuhan. Mengupas sabda Tuhan, merenungkan pengalaman rohani, atau mengupas teologi dapat kita lakukan. Tidak perlu takut dengan kekurangan karena ada Tuhan yang mendampingi kita dalam seluruh usaha dan karya kita, apapun bentuknya.BD.eLeSHa.


Rabu, 02 Desember 2015

Penggandaan Roti Wujud Belas Kasih

Rabu Biasa Pekan I Adven (H)
Yes. 25:6-10
Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6
Mat. 15:29-37


Yes. 25:6-10

25:6 TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya.
25:7 Dan di atas gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa-bangsa.
25:8 Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya.
25:9 Pada waktu itu orang akan berkata: "Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!"
25:10 Sebab tangan TUHAN akan melindungi gunung ini, tetapi Moab akan diinjak-injak di tempatnya sendiri, sebagai jerami diinjak-injak dalam lobang kotoran.

Mat. 15:29-37

15:29 Setelah meninggalkan daerah itu, Yesus menyusur pantai danau Galilea dan naik ke atas bukit lalu duduk di situ.
15:30 Kemudian orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.
15:31 Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel.
15:32 Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan."
15:33 Kata murid-murid-Nya kepada-Nya: "Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?"
15:34 Kata Yesus kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" "Tujuh," jawab mereka, "dan ada lagi beberapa ikan kecil."
15:35 Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah.
15:36 Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak.
15:37 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh.


Penggandaan Roti Wujud Belas Kasih

Saudara terkasih, soal makan dan lapar memang menjadi bagian yang sangat mendasar bagi manusia. Tuhan Yesus merasakan apa yang terjadi pada pendengarnya. Bagaimana tiga hari mereka mengikuti Yesus dan apa yang terjadi ialah capek, letih, dan tentu saja lapar. Tidak bisa ditunda soal perut yang kosong ini. Setelah memberikan penyembuhan dan bantuan pada pendengar yang sakit dan cacat, Yesus memberikan perhatian kepada yang hadir, dalam hal ini tentu lapar.

Beberapa  ikan kecil dan tujuh  roti, oleh rasa kasih-Nya yang besar ternyata bisa  mengenyangkan sekian ribu orang dan masih sisa. Ada pendapat  bahwa Tuhan bukan menggandakan namun menggerakkan hati untuk saling berbagi. Pendapat lain menillai bahwa itu adalah karya Yesus yang mengubah beberapa ekor ikan dan roti itu menjadi sekian banyak. Bukan itu yang penting, namun bagaimana bahwa Tuhan Yesus tergerak oleh belas kasihan dan memberikan apa yang paling dibutuhkan manusia, yaitu makan. Memberikan kekenyangan sebagai bagian hidup manusia secara fisik, sebagai persiapan untuk memberikan kehidupan secara spiritual atau hidup sejati di dalam Kerajaan Allah. Penggandaan roti ini sebatas awal dari karya yang jauh lebih besar dan bermakna. Kita diajak untuk melihat bukan semata karya Tuhan untuk memberikan kekenyangan perut semata, kehidupan di dunia, namun kehidupan kekal karena Roti Hidup, yaitu Diri-Nya sendiri. BD.eLeSHa.

Selasa, 01 Desember 2015

Perutusan Para Murid Bagian Utuh Perutusan Yesus

Pw. B. Dionisiuas dan Redemptus, Mrt Indonesia (M)
Yes. 11:1-10
Mzm. 72:2,7-8,12-13,17
Luk. 10:21-24


Yes. 11:1-10

11:1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;
11:3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.
11:4 Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik.
11:5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.
11:6 Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya.
11:7 Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu.
11:8 Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak.
11:9 Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.
11:10 Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.


Luk. 10:21-24

10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
10:22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu."
10:23 Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.
10:24 Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."



Perutusan Para Murid Bagian Utuh Perutusan Yesus

Saudara terkasih, kita diajak untuk merenungkan bagaimana perutusan para murid ada kaitan secara langsung dengan karya Yesus yang menjalankan perutusan dari Allah Bapa. Apa yang dilakukan oleh para murid itu bagian utuh karya Allah. Para murid bukan melakukan apa yang mereka sukai semata-mata, namun karena menjalankan apa yang menjadi rencana Allah melalui Yesus.
Ungkapan bahagia  Yesus karena sekarang para murid bisa memahami dan mengerti akan kuasa dan pengenalan akan Bapa. Siapakaah Bapa para murid menjadi mengerti dan bisa merasakan sendiri ketika mereka melakukan perutusan mereka. Bacaan ini merupakan penggalan dari perutusan ketujuhpuluh murid. Di sanalah, selama menjalani perutusan mereka menjadi paham akan kuasa dan Pribadi Allah.
Penggambaran Yesus yang luar biasa bagaimana Allah justru hadir ke hadapan orang-orang sederhana, sedangkan orang-orang pandai dan bahkan banyak raja ingin menjadi saksi itu namun bukan mereka yang mendapatkan berkat. Justru orang sederhana dan apa adanya yang memperoleh pengalaman spiritual yang begitu agung dan mendalam ini.
Saudara terkasih, berkat Allah bukan hanya karena perbuatan kita, atau karena jasa kita. Sama sekali bukan namun Allah yang berkehendak dan memberikan itu. Para murid tidak memilih namun Tuhan yang telah memilih mereka untuk menjadi saksi dan memberikan kesaksian itu. Siapa saja bisa menjadi saksi karya agung Tuhan, saya dan Anda mungkin saja terpilih, dan yang pasti telah diajak untuk menjadi saksinya dengan hidup kita setiap saat. Bukan hanya menjadi kelrus, imam biarawan biarawati semata, atau menjadi petugas liturgi, seluruh umat beriman memiliki tugas yang sama hanya perannya yang berbeda satu dengan yang lain. BD.eLeSHa.