Pw.
S. Filipus Neri, Im (P)
Kis.
20:17-27
Mzm.
68:10-11,20-21
Yoh.
17:1-11a
Kis.
20:17-27
20:17 Karena itu ia menyuruh
seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang
ke Miletus.
20:18 Sesudah mereka datang,
berkatalah ia kepada mereka: "Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara
kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini:
20:19 dengan segala rendah
hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata
dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.
20:20 Sungguhpun demikian aku
tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan
kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan
di rumah kamu;
20:21 aku senantiasa bersaksi
kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada
Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.
20:22 Tetapi sekarang sebagai
tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi
atas diriku di situ
20:23 selain dari pada yang
dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara
menunggu aku.
20:24 Tetapi aku tidak
menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan
menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi
kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.
20:25 Dan sekarang aku tahu,
bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi
untuk memberitakan Kerajaan Allah.
20:26 Sebab itu pada hari ini
aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapa pun yang
akan binasa.
20:27 Sebab aku tidak lalai
memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu
Yoh.
17:1-11a
17:1 Demikianlah kata Yesus.
Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya;
permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.
17:2 Sama seperti Engkau
telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan
memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.
17:3 Inilah hidup yang kekal
itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan
mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
17:4 Aku telah mempermuliakan
Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan
kepada-Ku untuk melakukannya.
17:5 Oleh sebab itu, ya Bapa,
permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu
sebelum dunia ada.
17:6 Aku telah menyatakan
nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka
itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah
menuruti firman-Mu.
17:7 Sekarang mereka tahu,
bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu.
17:8 Sebab segala firman yang
Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah
menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka
percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
17:9 Aku berdoa untuk mereka.
Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan
kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu
17:10 dan segala milik-Ku
adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di
dalam mereka.
17:11 Dan Aku tidak ada lagi
di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang
kepada-Mu.
Surga
itu Sederhana
Saudara terkasih, hari ini kita merenungkan sabda
Tuhan yang mendoakan kita anak-anak-Nya yang di dunia ini. Ketika Tuhan Yesus
hendak kembali kepada Bapa, IA menyerahkan kembali kepada Bapa karena
keberadaan di dunia ini. Patut kita renungkan bagaimana Tuhan itu tidak tega
melepaskan kita sendirian. Kita adalah milik Bapa, perutusan Yesus di tengah
dunia selesai, berarti kembali kepada Bapa.
Iklan surga bertebaran di mana-mana, setiap hari
setiap saat. Miris pula ketika ada yang mengiklankan surga demi syahwat politik
dan dengan harga rupiah pula. Tawaran lain dengan mengadakan ini dan itu,
lagi-lagi adalah upahnya janji-janji surga. Itu usai kematian, dan satupun yang
membuat iklan belum ada yang membuktikan. Nyatanya mereka enggan mati cepat
pula.
Surga itu sederhana. Damai, suka cita, sejahtera,
dan hal-hal positif lainnya. Itu semua sejatinya bisa kita nikmati dan peroleh
di tengah dunia ini. Benar bahwa nanti usai kematian itu ada surga yang sejati,
namun di dalam dunia ini alangkah lebih indahnya juga ada surga. Sederhana membangun
surga itu di lingkungan kita. Saling mengasihi, memberikan diri, dan memuliakan
sesama dan Allah dalam seluruh hidup kita. Itulah surga.
Apa yang terjadi adalah sebaliknya. Orang mengedepankan
egoisme, keakuan, dan fokus adalah diri sendiri. Mengabaikan pihak lain sebagai
liyan. Orang lain dipaksa untuk
mengerti, memahami, dan melayani kita, pusatnya adalah aku. Melihat kekurangan
karena standartnya aku, merasa lapar dan tidak cukup karena abai untuk melihat
di sekitarnya juga ada yang lebih menderita.
Saudara terkasih, jika bisa menepiskan keakuan
sedikit saja, memilih untuk menjadi pribadi yang mau berbagi, melayani, dan
mengalahkan diri demi kemuliaan Allah dan sesama. Itulah surga. Kita bisa
dengan rela hati berbagi, melihat penderitaan orang lain terlebih dulu, baru
melihat keberadaan diri, mengerti Allah dengan segala kehendak-Nya, bukan malah
memaksakan keinginan sendiri yang sering dipakai untuk gaya hidup semata.
Pandangan pada lingkungan dan ibu bumi juga
penting. Alam semesta bukan untuk semata dieksploitasi, namun dimanfaatkan
dengan bijaksana dan penuh pengertian. Hidup dengan selaras dan saling menjaga bukan
membinasakan. BD.eLeSHa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar