HARI MINGGU
PASKAH IV (P)
Kis. 4:8-18
Mzm.
118:1,8-9,21-23,26,28cd,29
1 Yoh. 3;1-3
Yoh.
10:11-18
Kis. 4:8-18
4:8 Maka jawab
Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua,
4:9 jika kami
sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus
menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan,
4:10 maka
ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama
Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah
dibangkitkan Allah dari antara orang mati -- bahwa oleh karena Yesus itulah
orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.
4:11 Yesus adalah
batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan -- yaitu kamu sendiri --, namun
ia telah menjadi batu penjuru.
4:12 Dan
keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di
bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang
olehnya kita dapat diselamatkan."
1 Yoh. 3;1-3
3:1 Lihatlah,
betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut
anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak
mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.
3:2
Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi
belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila
Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita
akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
3:3 Setiap orang
yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang
adalah suci.
Yoh.
10:11-18
10:11
Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi
domba-dombanya;
10:12
sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba
itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari,
sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.
10:13
Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.
10:14
Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku
mengenal Aku
10:15
sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan
nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.
10:16
Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu
harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan
menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
10:17
Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya
kembali.
10:18
Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya
menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa
mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."
Gembala yang Baik
Saudara terkasih, hari ini kita diajak
untuk merenungkan peran Yesus yang mengambil perumpamaan mengenai gembala yang
baik, jika Yesus berkarya abad ini, dalam
konteks Indonesia, akan menggambarkan peran-Nya sebagai pilot. Lihat bagaimana
gambaran presiden sebagai pilot dan masyarakat atau bangsa dan negara sebagai
pesawat dengan penumpangnya. Sering emerintahan itu digambarkan sebagai autopilot, pemerintahan itu multypilot, sejatinya sama saja.
Yesus yang menggambarkan diri sebagai
gembala itu hendak menyaatakan bahwa gembala yang baik itu akan mengenal
dombanya. Gembala yang baik tidak akan lari jika ada serigala. Serigala tentu
adalah ancaman yang bisa membuat keadaan buruk. Meninggalkan dombanya sendirian
gambaran autopilot juga sangat
relevan. Mengapa? Pemerintah atau gembala yang hanya memikirkan diri sendiri
dan kelompoknya.
Sisi lain, gambaran gembala yang baik
ini berhadapan dengan gembala yang berasal dari orang upahan. Ikatan antara
gembala baik dengan dombanya, pun gembala orang upahan dengan gembalaannya. Meskipun
mereka akan mendapatkan hukuman sangat berat jika ada domba yang hilang baik
karena tersesat, dicuri, atau diterkam binatang buas, toh mereka tetap lari
jika ada bahaya. Mereka merasa tidak memiliki, ikatan kepemilikan yang rendah.
Saudara terkasih hal ini juga sangat
kontekstual dalam hidup kita, menggereja, bekerja, atau pun di dalam apupun
aktivitas kita. Jika merasa ikut memiliki, baik bangsa dan negara, pekerjaan
kita, komunitas kita, lingkungan kita, apalagi jika domba sebagai milik
sendiri, kita akan menjaganya dengan baik. Mengapa orang bisa merasa tidak
memiliki? Karena mereka tidak mau susah dan menghadapi bahaya karena tanggung
jawabnya itu.
Gembala yang baik juga berkaitan
dengan mengenal dombanya. Mengenal bukan semata tahu itu bukan miliknya dan
yang ini adalah kepunyaannya saja. Mengenal juga merasa memiliki, menyatukan
dengan dirinya. Di sinilah letaknya Gembala yang Baik ala Yesus.
Apa yang Yesus gambarkan hari-hari ini
kita saksikan dalam hidup berbangsa bagaimana banyak petualang yang hanya
mencari makan dari negara mereka orang upahan yang bekerja dengan setengah
hati. Tidak perlu jauh-jauh di sekitar kita demikian banyak pekerja model
demikian. Datang terlambat, kinerja rendah, mengeluhkan gaji, dan tanggung
jawab jarang bisa diselesaikan. Ini adalah masalah yang sangat mendasar, tanggung
jawab.
Apalagi jika berbicara mengenai
berkorban, masih jauh dari harapan, sedangkan tanggu jawab saja masih
memprihatinkan. Pengorbannan itu jauh lebih dari sekadar tanggung jawab. Pemberian
lebih, menjadi barang langka dan istimewa di negeri ini. Maka tidak heran susah
berbicara mengenai pengorbanan diri dalam hidup berbangsa dan bernegara bangsa
ini. BD.eLeSHa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar