Rabu, 19 Juli 2017

Perpecahan

SENIN PEKAN BIASA XV (H)
Kel. 1:8-14,22
Mzm. 124:1-3,4-6,7-8
Mat. 10:34-11:1



Kel. 1:8-14,22

1:8 Kemudian bangkitlah seorang raja baru memerintah tanah Mesir, yang tidak mengenal Yusuf.
1:9 Berkatalah raja itu kepada rakyatnya: "Bangsa Israel itu sangat banyak dan lebih besar jumlahnya dari pada kita.
1:10 Marilah kita bertindak dengan bijaksana terhadap mereka, supaya mereka jangan bertambah banyak lagi dan -- jika terjadi peperangan -- jangan bersekutu nanti dengan musuh kita dan memerangi kita, lalu pergi dari negeri ini."
1:11 Sebab itu pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas mereka untuk menindas mereka dengan kerja paksa: mereka harus mendirikan bagi Firaun kota-kota perbekalan, yakni Pitom dan Raamses.
1:12 Tetapi makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu.
1:13 Lalu dengan kejam orang Mesir memaksa orang Israel bekerja,
1:14 dan memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang berat, yaitu mengerjakan tanah liat dan batu bata, dan berbagai-bagai pekerjaan di padang, ya segala pekerjaan yang dengan kejam dipaksakan orang Mesir kepada mereka itu.
1:22 Lalu Firaun memberi perintah kepada seluruh rakyatnya: "Lemparkanlah segala anak laki-laki yang lahir bagi orang Ibrani ke dalam sungai Nil; tetapi segala anak perempuan biarkanlah hidup."


Mat. 10:34-11:1

10:34 "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,
10:36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
10:39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
10:40 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.
10:41 Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.
10:42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."
 11:1 Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.


Perpecahan

Saudara terkasih, Yesus mengisahkan bahwa kedatangan-Nya membawa perpecahan. Bagaimana orang seisi rumah bisa berbeda dalam menyikapi pewartaan-Nya. Ia membawa perselisihan bahkan di dalam rumah sekalipun. Ada yang menolak, namun ada pula yang menerima apa yang Ia sampaikan.
Kesatuan, kerukunan, dan kedamaian suatu keluarga tentu idaman bagi semua orang di dalam keluarga. Tidak akan ada yang memilih untuk ribut tentunya. Rumah dan keluarga sebagai jaminan keamanan, menimba air kehidupan, ketenangan dan kedamaian. Di sinilah Tuhan berperan.
Apa yang Tuhan sampaikan adalah, bahwa mengikuti-Nya adalah total. Totalitas menjadi pokok di dalam mengikuti DIA. Tidak menomorduakan Tuhan. Tuhan menjadi prioritas dan nomor satu. Orang sering salah mengartikan totalitas dan penyerahan diri kepada Tuhan karena berat dengan keluarga, orang tua, anak, dan sebagainya.

Peneguhan usai berkisah mengenai perpecahan, peneguhan untuk siap menjadi utusan, karena utuaan sama dengan Tuhan sendiri. Utusan adalah alter Kristus. Duta atas nama Tuhan. BD.eLeSHa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar