Selasa, 11 April 2017

Pengurapan di Betania

SENIN DALAM PEKAN SUCI (U)
Yes. 42:1-7
Mzm. 27:1,2,3,13-14
Yoh. 12:1-11



Yes. 42:1-7

42:1 Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
42:2 Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
42:3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.
42:4 Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.
42:5 Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya:
42:6 "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,
42:7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.

Yoh. 12:1-11

12:1 Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
12:2 Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
12:3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
12:4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
12:5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
12:7 Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
12:8 Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."
12:9 Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati.
12:10 Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga,
12:11 sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.



Pengurapan di Betania

Saudara terkasih, hari ini kita merenungkan bagaimana Yesus hendak menyongsong sengsara-Nya. Ia akan diserahkan dengan cara yang tidak biasa, dikhianati murid-Nya sendiri. Dalam kisah di sini, Yudas digambarkan sebagai pribadi yang “seolah” peduli, karena mengritik perbuatan Maria yang menghabiskan uang sekitar 300 dinar, di mana upah sepanjang tahun bagi pekerja.
Yudas seolah peduli terhadap orang miskin, namun keterangan selanjutnya menyatakan hal yang berbeda, ia memiliki niat buruk karena ternyata ia suka mencuri. Hal ini mungkin kontekstual di mana pejabat kita suka berbicara manis, peduli orang miskin, namun bagian orang miskin pun masih dicurinya. Hal ini setiap saat, setiap hari selalu saja terdengar. Ternyata hal ini juga terjadi pada murid Yesus yang bergaul, hidup di samping Yesus sendiri.
Berbeda dengan orang-orang yang datang karena ingin menyaksikan Lazarus yang dibagkitkan Yesus. Orang yang dekat malah berbeda pemikiran, yang jauh malah mendekat. Saudara terkasih, hal ini sering terjadi dalam hidup kita. Bagaimana sering kita abai dengan apa yang seharusnya namun malah ribut dengan hal yang jauh dan tidak penting.
Kepedulian pun bukan semacam Yudas, namun berdasar belas kasih dan cinta kepada sesama. Tidak mengandung kepentingan diri. Hal ini juga ditunjukkan oleh  imam-imam kepala yang memikirkan reputasinya sendiri. Yesus mengajarkan kepada kita soal belas kasih dan tanpa pamrih. BD.eLeSha.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar