Senin
Biasa Pekan XXVI (H)
Za.
8:1-8
Mzm.
102:16-18,19-21,29,22-23
Luk.
9:46-50
Za.
8:1-8
8:1 Datanglah firman TUHAN
semesta alam, bunyinya:
8:2 "Beginilah firman
TUHAN semesta alam: Aku berusaha untuk Sion dengan kegiatan yang besar dan
dengan kehangatan amarah yang besar.
8:3 Beginilah firman TUHAN:
Aku akan kembali ke Sion dan akan diam di tengah-tengah Yerusalem. Yerusalem
akan disebut Kota Setia, dan gunung TUHAN semesta alam akan disebut Gunung
Kudus.
8:4 Beginilah firman TUHAN
semesta alam: Akan ada lagi kakek-kakek dan nenek-nenek duduk di jalan-jalan
Yerusalem, masing-masing memegang tongkat karena lanjut usianya.
8:5 Dan jalan-jalan kota itu
akan penuh dengan anak laki-laki dan anak perempuan yang bermain-main di situ.
8:6 Beginilah firman TUHAN
semesta alam: Kalau pada waktu itu sisa-sisa bangsa ini menganggap hal itu
ajaib, apakah Aku akan menganggapnya ajaib? demikianlah firman TUHAN semesta
alam.
8:7 Beginilah firman TUHAN
semesta alam: Sesungguhnya, Aku menyelamatkan umat-Ku dari tempat terbitnya
matahari sampai kepada tempat terbenamnya,
8:8 dan Aku akan membawa
mereka pulang, supaya mereka diam di tengah-tengah Yerusalem. Maka mereka akan
menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka dalam kesetiaan dan
kebenaran."
Luk.
9:46-50
9:46 Maka timbullah
pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di
antara mereka.
9:47 Tetapi Yesus mengetahui
pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya
di samping-Nya,
9:48 dan berkata kepada
mereka: "Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku;
dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang
terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar."
9:49 Yohanes berkata:
"Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah
orang itu, karena ia bukan pengikut kita."
9:50 Yesus berkata kepadanya:
"Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak
kamu."
Siapa
yang Terbesar
Saudara terkasih, beberapa saat sebelumnya, Yesus
baru saja berbicara mengenai derita yang akan IA tanggungkan. Ia akan menderita
di tangan manusia, namun malah para murid menjawab dalam kebingungan mereka,
soal siapa yang terbesar di antara mereka. Bisik-bisik karena pemikiran mereka
yang tidak bisa menerima gagasan Mesianisme yang menderita. Permintaan Yesus
untuk para murid agar menyangkal diri justru berjawab dengan pertikaian soal
siapa yang lebih besar.
Siapa yang paling besar, paling hebat, dan paling
unggul adalah seperti kata Yesus yang menyatakan siapa di antara mereka yang
paling besar. Paling besar adalah yang paling kecil di antara mereka. Berkaitan
dengan menyambut-Nya, dan perumpamaan soal anak kecil.
Soal kedua, adalah sangat wajar terjadi secara
manusiawi, di mana eksklusif dan egois itu mewarnai hati dan pikiran kita. Murid
juga merasa heran ketika ada orang lainn menyatakan diri dalam kuasa yesus
untuk mengusir setan. Lihat bagaimana kemanusiaan para murid demikian besar. Setelah
bertengkar soal siapa yang terbesar, kali ini meributkan anugerah yang diterima
orang lain. Keakuan masih begiru kuat dan menonjol.
Saudara terkasih, sering kita berpikir sangat
sempit dan egosektoral, tidak ada apa-apanya di luar sana, orang lain tidak
boleh sama dengan kita, dan milik kita tidak boleh orang lain memiliki yang
sama. Bagaimana sikap kanak-kanak iman para murid diajar oleh Yesus agar
semakin berubah dan berkembang menjadi lebih baik lagi dan lagi.BD.eLeSHa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar