Kamis, 28 Agustus 2014

Berjaga-jagalah

Kamis, 28 Agustus 2014, Pw. St. Agustinus
1 Kor.1:1-9
Mat. 24:42-51

1 Kor.1:1-9

1:1 Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita,
1:2 kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.
1:3 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
1:4 Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus.
1:5 Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan,
1:6 sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu.
1:7 Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karunia pun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.
1:8 Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.
1:9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.


Mat. 24:42-51

24:42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
24:43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
24:44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."
24:45 "Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?
24:46 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
24:47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.
24:48 Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya:
24:49 Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,
24:50 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya,
24:51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

Saudara terkasih, Injil hari ini mengajarkan kepada kita arti dan konsekuensi kelengahan dan kesiapsediaan. Kelengahan sering menjadikan kita lupa segalanya. Lupa tanggung jawab, lupa tugas, lupa displin, lupa kewajiban, melalaikan hal yang kecil sekalipun. Penyebab kelalaianpun beranekaragam, dapat karena kebiasaan, karena tidak pernah dibina sejakkecil untuk bertanggung jawab, karena meremehkan banyak hal, karena kebiasaan menunda-nunda.
Saudara terkasih, zaman modern ini kesiap-siapkan kita mudah teralihkan dengan hal yang remeh dan karena keasyikan kita bermain-main dengan hobby kita. Karena gila kerja, suatu hari eksekutif muda harus mengakhiri sisa hidupnya di rumah sakit jiwa. Suatu hari istrinya sedang mandi dan diminta menjaga puteranya yang masih balita. Asyik kerja menjadikan dia lupa semuanya. Saat istrinya minta mengecek kondisi puteranya dia sama sekali tidak mendengar karena headset menemani kerjanya. Apa yang terjadi? Rumah itu terbakar karena anaknya menyalakan kompor tanpa dia tahu. Istri dan anaknya tidak terselamatkan, dia selamat karena bantuan tetangganya. Hari-hari ini eksekutif tersebut selalu memainkan kotak korek api dan menyatakan seandainya...berulang-ulang di rumah sakit jiwa. Kelengahannya, ketidaksiapannya membawa akibat luar biasa.

Hari ini Gereja memperingati St. Agustinus, seorang pemikir besar Gereja yang berangkat dari seorang pendosa. Hidup di dalam kedosaan bahkan memiliki anak di luar nikah. Doa ibunya Santa Monika yang luar biasa, dan pengalamannya yang bertemu anak-anak yang bermain pasir di tepi laut menggugah dia untuk menyadari kesalahan pemahaman imannya. “Nak apa yang kamu lakukan,” saat melihat anak kecil membuat sumur di pantai dan memindahkan air laut ke sumur kecilnya. Aku manusia berotakkecil yang hendak memindahkan Tuhan Allah Yang Begitu Besar di dalam otakku?BD.eLeSHa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar