Minggu, 24 Mei 2020

Selesaikan Tugasmu!


MINGGU PASKAH PEKAN VII (P)
Kis. 1:12-14
Mzm. 27:1,4,5-8a,
1 Pet. 4:13-16
Yoh. 17:1-11




Kis. 1:12-14

1:12 Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.
1:13 Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus.
1:14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus


1 Pet. 4:13-16

4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.
4:15 Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau.
4:16 Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu


Yoh. 17:1-11

17:1 Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.
17:2 Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.
17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
17:4 Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.
17:5 Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.
17:6 Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.
17:7 Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu.
17:8 Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
17:9 Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu
17:10 dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.
17:11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu.


Selesaikan Tugasmu!

Saudara terkasih hari ini kita bersama Bunda Gereja merenungkan firman Tuhan mengenai penyelesaian perutusan Tuhan Yesus di tengah dunia. IA menjalankan apapun yang Allah Bapa perintahkan untuk kebaikan dunia. Salah satu point sangat penting adalah pernyataan-Nya jika apa yang IA lakukan sebagai wujud nyata kuasa Allah atas dunia. Hal yang  perlu kita sadari dan camkan dengan baik.
Kita pun dengan kapasitas yang menjadi tugas kita memiliki tanggung jawab dan perutusan yang sama. Tugas baik menjadi sebuah tuntutan dan perlu kita upayakan dengan sebaik-baiknya. Semua orang tanpa kecuali memiliki tugas dan peran yang tidak bisa dianggap sepele dan remeh. Demi kesempurnaan dunia orang bahu membahu saling melengkapi untuk kebaikan.
Di tengah pandemi covid yang sangat merisaukan dunia ini, semua memiliki tugas. Semua menjadi kata kunci dan penting. Tidak ada yang hanya menjadi penonton, atau malah perusak untuk kebaikan bersama. Orang tua perlu menjaga aanak-anak dan keluarganya agar tertib dan tidak malah merusak keadaan yang memang tidak mudah. Mereka berperan menjaga kondisi tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Jika harus bekerja, mereka menjaga diri dengan protookol kesehatan yang terbaik dan mendengarkan semua petunjuk dari pemerintah yang sudah teruji, bukan semata sok tahu dan memilih untuk merusak keadaan dengan sikap keras kepala. Guru-guru menjamin pendidikan anak didiknya. Nakes bekerja sesuai dengan tugas yang dipercayakan kepada mereka.
Memang kondisi tidak nyaman ini membuat bosan. Nah ketika tidak setia dengan keadaan tidak enak, tidak nyaman, dan maunya bebas, konsekuensinya akan semakin lama dalam kondisi seperti ini. kesetiaan menyelesaikan tugas dan perutusan baik menjadi penting.
Saudara terkasih, Tuhan Yesus menyelesaikan tugas-Nya dengan purna, tuntas, dan sempurna demi Allah Bapa yang mengutus-Nya. Kita mengambil teladan dan menjalani sesuai dengan kapasitas kita. Jatuh bangun demi memperbaiki diri, bukan semata mengatakan kan manusia tidak bisa sempurna. Itu godaan yang perlu kita sadari dan enyahkan.
Tuhan mengutus RK untuk kita agar mampu menghadapi dunia. Dunia bukan untuk kita musuhi, namun menjadi sarana untuk kita memuliakan Allah Bapa. Medan peziarahan kita. BD.eLeSHa.

Sabtu, 23 Mei 2020

Mintalah di Dalam Tuhan


Sabtu Pekan Paskah VI (P)
Kis. 18:23-28
Mzm. 47:2-3,8-9,10
Yoh. 16:23-28




Kis. 18:23-28

18:23 Setelah beberapa hari lamanya ia tinggal di situ, ia berangkat pula, lalu menjelajahi seluruh tanah Galatia dan Frigia untuk meneguhkan hati semua murid.
18:24 Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci.
18:25 Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes.
18:26 Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Tetapi setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah.
18:27 Karena Apolos ingin menyeberang ke Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya maka ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya.
18:28 Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias


Yoh. 16:23-28

16:23 Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.
16:24 Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.
16:25 Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu.
16:26 Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,
16:27 sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.
16:28 Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.



Mintalah di Dalam Tuhan

Saudara terkasih, hari ini kita belajar bersama Bunda Gereja soal melibatkan Tuhan. Salah satunya adalah melibatkan Tuhan di dalam memohon kepada Bapa. Doa Bapa Kami ada permohonan-permohonan yang kita lakukan. Mohon kehadiran Tuhan, memohon rezeki, memohon pengampunan, dan itu doa yang diajarkan Yesus. Jelas tidak ada yang salah dengan meminta kepada Allah Bapa.
Seorang praktisi  doa di padang gurun memiliki pendapat, jika doa itu masih ada permohonan tidak layak disebut doa. Wajar jika Vatikan memasukkannya ke dalam pendapat yang tidak layak. Benar sebagaimana penghayatan tokoh ini, ia memang tidak lagi memiliki keinginan. Sudah usai dengan diri dan hidupnya. Memuliakan Tuhan semata yang menjadi tujuan dan jalan hidup hariannya.
Penghayatan hidup pribadi yang  baik dan benar, namun di tengah Gereja dan dunia, hal itu belum bisa sepenuhnya dijadikan sebuah paham doa yang baik. Begitu banyak orang masih membutuhkan ini dan itu. Toh Tuhan bahkan menganjurkan mintalah, dan libatkan Tuhan di sana.
Dikotomi dunia yang penuh keinginan dan surga yang melepaskan, kadang membuat orang jadi takut untuk meminta. Melibatkan Tuhan dalam seluruh rencana yang memiliki harapan, keinginan, dan permintaan seolah adalah hal yang buruk. Lah memangnya Tuhan menganjurkan yang buruk jika demikian, kan ada perintah mintalah dari Tuhan?
Memang, ketika di dalam doa kog hanya meminta saja, atau doa ketika memiliki kehendak, permintaan saja, itu yang perlu kita sadari dan bukan semestinya demikian. Perlu ada kesadaran bahwa berdoa bukan hanya meminta. Namun meminta juga tidak ada salahnya, wong Tuhan saja mengatakan dan mengajak agar selalu melibatkan dan meminta di dalam Tuhan.
Saudara terkasih, jika memang memiliki keinginan yang sangat besar, dan merasa itu adalah mustahil, mohonkan di dalam dan bersama Tuhan. Sepanjang itu demi kebaikan dan kebenaran diri dan bersama. Tuhan akan mendengarkan dan mengabulkannya. Ingat jalin relasi dan komunikasi, bukan hanya meminta dan ingat Tuhan saat butuh saja. BD.eLeSHa.

Jumat, 22 Mei 2020

Duka Cita Menjadi Suka Cita


Jumat Pekan Paskah VI (P)
Kis. 18:9-18
Mzm. 47:2-3,4-5,6-7
Yoh. 16:20-23





Kis. 18:9-18

18:9 Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!
18:10 Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini."
18:11 Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan dan ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah mereka.
18:12 Akan tetapi setelah Galio menjadi gubernur di Akhaya, bangkitlah orang-orang Yahudi bersama-sama melawan Paulus, lalu membawa dia ke depan pengadilan.
18:13 Kata mereka: "Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum Taurat."
18:14 Ketika Paulus hendak mulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu: "Hai orang-orang Yahudi, jika sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu,
18:15 tetapi kalau hal itu adalah perselisihan tentang perkataan atau nama atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian."
18:16 Lalu ia mengusir mereka dari ruang pengadilan.
18:17 Maka orang itu semua menyerbu Sostenes, kepala rumah ibadat, lalu memukulinya di depan pengadilan itu; tetapi Galio sama sekali tidak menghiraukan hal itu.
18:18 Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar. Priskila dan Akwila menyertai dia.


Yoh. 16:20-23

16:20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.
16:21 Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.
16:22 Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.
16:23 Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.



Duka Cita Menjadi Suka Cita

Saudara terkasih hari ini kita bersama Bunda Gereja merenungkan bagaimana duka cita itu berbuah suka cita. Ilustrasi dalam bacaan Injil menggunakan peristiwa ibu melahirkan. Ketakutan, kecemasan, dan juga kesakitan yang amat sangat itu pupus begitu melihat si buah hati di  depan matanya. Semua hilang meskipun masih penuh peluh dan darah. Suka cita yang lebih besar mengalahkan duka dan kesakitan yang baru saja dialami.
Peristiwa besar dan sangat dramatis berbicara kelahiran. Siapapun mengalami dilahirkan, namun melahirkan hanya sebagian dari ibu yang hebat yang telah mengandung sembilan bulan. Berbagi ruang yang demikian sempit. Jantung, paru-paru, ginjal, usus yang berdesakan dengan si anak yang makin hari makin gede, ruangnya tidak akan bisa nambah terlalu luas lagi.
Kenyamanan bayi di dalam rahim dengan perlindungan total itu pun harus  berakhir karena dunia lebih luas membutuhkannya. Perjalanan dalam kandungan selama sembilan bulan itu belum cukup sempurna bagi bayi. Jika menunggu sempurna malah tidak bisa lahir. Oleh karenanya ia masih harus banyak bergantung pada pribadi dewasa di hidupnya kemudian. Pengalaman yang sangat tidak mudah, jika itu dilihat dengan kacamata ilmu jiwa. Perjuangan sangat berat, jika kelahiran normal, akrobatik yang sangat berat bagi ibu dan anak.
Saudara terkasih, gambaran luar biasa baik, bagus, dan tepat digunakan Yesus menggambarkan duka cita, perjuangan, proses, dan para murid yang ketakutan usai ditinggalkan. Di depan mata penganiayaan pasti akan terjadi. Mereka paham itu. Permusuhan yang mereka terima telah mereka ketahui. Itu sangat tidak mudah. Ketergantungan pada Yesus mutlak kini berakhir.  Kedewasaan yang belum mereka dapatkan kini harus mereka upayakan.
Konkrit bahwa iman juga perlu perjuangan. Mengalahkan ketakutan, kecemasan, dan kegalauan untuk memilih keluar dari kungkungan dunia yang seolah akan mencengkeram. Itu fakta yang pasti terjadi. Keadaan yang harus dihadapi. Pilihan ada pada para murid berani atau tetap takut. Kelahiran pun sama, tetapi tidak ada pilihan harus keluar jika mau hidup.
Kehidupan harus diambil dan diperjuangan. Suka cita yang lebih besar mengalahkan kecemasan dan ketakutan.BD.eLeSHa.

Kamis, 21 Mei 2020

Naik Level Perlu Perjuangan


HARI RAYA KENAIKAN TUHAN (P)
Kis. 1:1-12
Mzm. 98:1,2-3b,3c-4
Ef. 1:17-23
Mat. 28:16-20



Kis. 1:1-12

1:1 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,
1:2 sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.
1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.
1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang -- demikian kata-Nya -- "telah kamu dengar dari pada-Ku.
1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."
1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"
1:7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."
1:12 Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.


Ef. 1:17-23

1:17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
1:18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,
1:19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,
1:20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,
1:21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.
1:22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
1:23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu


Mat. 28:16-20

28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."



Naik Level Perlu Perjuangan

Saudara terkasih, hari ini kita merayakan Kenaikan Tuhan ke Surga, anugerah luar biasa yang layak kita renungkan kembali dengan  kondisi kita hari ini. Mengapa anugerah? Tuhan kembali ke dalam surga, ini adalah tujuan hidup kita di dunia yang sementara ini. keberadaan Tuhan Yesus adalah jaminan bagi akhir kita pada nantinya. Ada tempat yang telah Yesus sediakan.
Perlu kita renungkan pula, bagaimana Tuhan berkehendak atas hidup kita, agar nantinya mampu dan diterima di dalam surga. Benar bahwa Tuhan telah memenangkan atas dosa dan maut, kita ikut di dalam itu semua, namun apakah juga enak-enakan saja tanpa ada kontribusi sama sekali? Hanya mau enaknya dan dompleng begitu saja?
Kita perlu juga melihat, di dalam kenaikan mau pangkat, kelas, atau peringkat itu perlu yang namanya kerja keras, perjuangan, dan adanya ujian. Itu semua adalah konsekuensi dan tanggungan yang harus kita jalani. Tidak kemudian berleha-leha karena toh sudah ditebus Tuhan. Tidak begitu juga, di mana keadilan jika demikian. Tuhan Mahaadil, kita juga perlu bersikap adil. Ketika kebaikan dan proses juga akan mendapatkan penghargaan tinggi.
Dapat kita lihat, sekolah saja yang hampir semua menjalani, atau pernah menjalani. Jika tidak pernah bekerja keras dengan belajar, tertib masuk sekolah, mendengarkan guru, dan melakukan ujian, apakah akan naik kelas dan jenjang pendidikan? Tidak akan ada. Benar bahwa membayar sekolah, tetapi itu bukan untuk membeli nilai apalagi ilmu. Kita tetap harus membayar dengan belajar dan sekolah dengan tekun dan rajin.
Ada suatu saat kegagalan, bahkan tinggal kelas atau tidak lulus. Atau remidi dan perbaikan, itu adalah bagian dari proses dan perjuangan. Naik level dan mendapatkan peningkatan sebagai sebuah hasil dari kerja keras, perjuangan tidak kenal henti, dan memperoleh kebahagiaan dan penghargaan pada akhirnya.
Saudara terkasih, di dalam Kenaikan Tuhan ke surga, kita juga melihat bagaimana Tuhan pun berjuang. Melawan sengitnya kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat, dan akhirnya bisa menang dan mengalahkan itu semua. Tuhan akhirnya naik ke surga dan bertahta bersama Bapa. Itu semua berproses dan menang atas itu semua, termasuk maut.
Kita diajak untuk tetap berjuang, melawan kejahatan, dan setia di dalam kebenaran tidak semata enak-enakan selama di dunia ini. Godaan dunia itu perlu dikalahkan dulu, bukan malah diikuti namun maunya surga pula. BD.eLeSHa.

Rabu, 20 Mei 2020

Roh Kebenaran


Rabu Pekan Paskah IV (P)
Kis. 17:15,22-18:1
Mzm. 148:1-2,11-12b,12c-14a
Yoh. 16:12-15




Kis. 17:15,22-18:1

17:15 Orang-orang yang mengiringi Paulus menemaninya sampai di Atena, lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka selekas mungkin datang kepadanya.
17:22 Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: "Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa.
17:23 Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.
17:24 Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia,
17:25 dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.
17:26 Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka,
17:27 supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.
17:28 Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.
17:29 Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia.
17:30 Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.
17:31 Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati."
17:32 Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata: "Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu."
17:33 Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka.
17:34 Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka.
18:1 Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus.


Yoh. 16:12-15

16:12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.
16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.
16:15 Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.



Roh Kebenaran

Saudara terkasih, hari ini kita bersama Bunda Gereja merenungkan bagaimana hidup di dalam Troh Kebenaran itu utama. Setiap saat, dalam hidup kita dihadapkan pada pilihan untuk mengambil satu dan meninggalkan yang lain. Melakukan yang ini dan bukan yang itu, atau memilih dan memilah dalam berbagai segi hidup. Hal yang  tidak bisa disangkal.
Era modern ini, pertimbangan  dengan mudah kita temukan. Mana yang lebih baik dengan berbagai disiplin ilmu untuk menimbang dan melakukan kalkulasi. Mau ekonomi, sosial, atau bidang kajian apapun semua tersedia. Informasi begitu melimpah ruah sebagai pembantu untuk mengambil keputusan yang terbaik bagi hidup kita. Semua tersedia dan tinggal mengakses.
Begitu banyaknya data dan fakta untuk membantu memilah dan memilih, toh banyak pula apa yang tersaji itu salah, menyesatkan, dan tidak sebagaimana mestinya. Pilihan kita kadang sudah secara spontan terjadi, bagaimana melangkah, atau berkedip, kita tidak pernah akan perlu waktu dan memberikan kesempatan berpikir. Sudah begitu saja. Hal-hal rutin kadang membuat kita juga tidak memberikan perhatian. Berlangsung begitu saja, semua sudah memberikan fungsi dan tugasnya, tanpa kita perintah lagi.
Saudara terkasih, di antara pilihan-pilihan yang ada di tengah dunia ini, toh kita juga menghadapi pilihan pelik, tidak mudah, sama-sama baik namun perlu yang terbaik bagi kita. Atau ada yang perlu kita tinggalkan karena tidak baik. Data menunjukkan semua relatif sama, bagaimana kita mau memilih dan menentukan. Tanya sana-sini sama saja. Galau, bingung, cemas, dan bisa salah langkah jika tidak hati-hati.
Tuhan Yesus telah mengutuh Roh Kebenaran. Dialah yang akan memberikan bantuan kepada kita untuk bisa menentukan pilihan dengan bijaksana dan terbaik bagi kita. Salah pilih atau salah langkah akan minim jika melibatkan Roh Kebenaran di dalam mengambil keputusan. Pilihan demikian beragam dan bagaimana kita menyikapi itu.
Membangun komunikasi dengan nurani dan Roh Kebenaran akan menjawab di sana. Jika nurani kita tumpu, kita menjadi tuli. Asyik dengan kesenangan bukan soal kebenaran dan kebaikan, membuat kita abai akan Roh Kebenaran. Memberikan perhatian, pujaan pada kejahatan dan kesalahan membuat nurani kita tumpul, dan tidak akan memberikan bisikan untuk memilih yang baik dan lebih baik. BD.eLeSHa.


Selasa, 19 Mei 2020

Perpisahan itu Kadang Bermanfaat


Selasa Pekan Paskah VI (P)
Kis. 16:22-34
Mzm. 138:1-2a,2b-3,7c-8
Yoh. 16:5-11



Kis. 16:22-34

16:22 Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka.
16:23 Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh.
16:24 Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.
16:25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
16:26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.
16:27 Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri.
16:28 Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!"
16:29 Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas.
16:30 Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?"
16:31 Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."
16:32 Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.
16:33 Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis.
16:34 Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah


Yoh. 16:5-11

16:5 tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi?
16:6 Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita.
16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;
16:9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;
16:10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;
16:11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum


Perpisahan itu Kadang Bermanfaat

Saudara terkasih, hari ini kita bersama Bunda Gereja merenungkan sabda Tuhan dan perpisahan Tuhan Yesus. Tuhan mengatakan kepada para murid untuk berpamitan. Kata-Nya, dengan berpisah justru mendapatkan bantuan dan bermakna baik karena akan ada Roh Kudus yang hadir utuk memberikan semangat, penghiburan, dan bimbingan bagi hidup manusia.
Tanpa kepergian Yesus orang tidak akan mendapatkan Roh Kudus yang berasal dari Bapa dan Putera untuk menjadi pembimbing manusia di dalam melakukan peziarahan di muka bumi. Para murid awalnya enggan, berat, dan merasa tidak rela jika harus berpisah dengan Yesus sebagai Guru dan Pembimbing mereka. Gambaran manusiawi yang tidak sepenuhnya tepat.
Kita pun kadang meratapi kepergian kekasih, orang tua, atau anak karena sesuatu hal. Perpisahan pindah kota misalnya, atau malah meninggal. Di balik itu padahal ada yang lebih bermanfaat, berdaya guna, dan membantu kedua belah pihak untuk semakin maju dan berkembang lebih baik lagi. Berpikir ke depan kadang tidak mudah.
Peristiwa sederhana, bagaimana anak untuk disapih dari menyusu ibunya juga sangat sulit. Padahal jelas demi kebaikan dan kedewasaan si anak. Berat karena kebiasaan dan rutinitas yang sudah dijalani sekian lamanya, dan itu nyaman. Berbeda ketika sekolah, untuk naik level tentu berpisah dengan guru atau kelasnya. Hal yang sangat disadari keberadaannya, tidak ada yang enggan untuk berpisah.
Pun dalam relasi muda-mudi, kadang perpisahan itu dibutuhkan dan menjadi penting karena menyatukan dua hati sangat tidak mudah. Jauh lebih baik dari pada usai menikah baru mengatakan tidak ada kecocokan lagi. Ini ironis. Begitu banyak perpisahan yang pernah dan akan kita hadapi, namun bagaimana bisa mengambil makna, menemukan nilai positif dari padanya.
Saudara terkasih, pamitan dan perpisahan Yesus itu sangat berat, namun bombongan, ungkapan membesarkan hati dari Yesus yang akan mengirimkan pengganti itu menenteramkan. Roh Kudus yang menyemangati, menggelorakan jiwa untuk tetap setia dan menjalani hari-hari berat dengan penuh harapan. Semua sudah dipersiapkan dengan sangat baik. Kita hanya tinggal menjalankannya. BD.eLeSHa.

Senin, 18 Mei 2020

Kesaksian Iman Penting bagi Agama


Senin Paskah Pekan VI (P)
Kis. 1611-15
Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a
Yoh. 15:26-16:4a



Kis. 1611-15

16:11 Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis;
16:12 dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari.
16:13 Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ.
16:14 Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.
16:15 Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia mendesak sampai kami menerimanya.

Yoh. 15:26-16:4a

15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.
16:1 "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.
16:2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.
16:3 Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.
16:4a Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu."


Kesaksian Iman Penting bagi Agama

Saudara terkasih, hari ini kita merenungkan sabda Tuhan mengenai saksi iman. Rupa dan wajah iman yang hendak kita tampilkan. Allah menciptakan kita sebagai citra Allah, gambaran Allah yang ada di muka bumi ini. Allah yang tidak kelihatan fisiknya itu bisa dipahami, dikenali, dan menjadi sebuah figur melalui  apa yang kita tampilkan.
Allah Penuh Kasih itu bukan semata konsep, gambaran, kata-kata saleh di atas mimbar. Aplikasi dalam hidup harian. Kasih itu seperti apa, bukan definisi tertulis sebagaimana dalam kamus. Pun bukan semata-mata kata-kata santo dan santa ini bagaimana kasih itu. Apa yang telah Allah lakukan dan orang suci perbuat bagi sesamanya.
Melihat dan merasakan anak-anak Allah sama juga melihat Allah. Perilaku kita, bahasa kita, dan pilihan sikap  harian kitalah wajud Allah di tengah dunia ini. Gambaran nyata, bukan semata  ilustrasi  dengan gaya seperti ini atau itu. kesiapan berbuat kasih satu sama lain. itulah wujud dan kesaksian iman.
Keluarga Kristiani menjadi Gereja Mini karena mereka paguyuban kasih, persaudara umat beriman dan ada di tengah-tengah dunia. Corak lain  hidup membiara. Bagaimana kasih dalam keluarga dan biara tercermin dalam aksi kasih mereka setiap hari. Apakah hanya cek cok atau harmonis penuh dukungan satu sama lain? Di sanalah wajah Allah hadir. Allah nyata dalam kesaksian itu.
Saudara terkasih, kasih dan kesaksian itu perjuangan. Orang bisa salah tafsir, baik kurang atau berlebihan. Menggambarkan kesalehan dengan ritual dan aksi berlebihan. Misa ditinggal lari-lari demi mengejar novena di Gua Maria. Baik, tetapi tidak tepat, apalagi jika sampai mengabaikan keluarga dan tanggung jawabnya.
Ada pula imam demi tidur siang menolak memberikan Sakramen Pengurapan Orang Sakit. Tindak religius apa dengan lebih memilih tidur siang atau badminton dan menunda pelayanan yang lebih penting. Hal yang seolah sederhana namun abai akan kesaksian. Ada pula imam atau biarawan-biarawati yang saking asyiknya pelayanan abai hidup doa dan hidup bersama.
Kesaksian itu penting bagaimana rupa, wajah, dan citra Allah di hadapan dunia. keteladanan Yesus dalam hidup selayaknya menjadi tuntunan  perilaku di dalam dunia ini. BD.eLeSHa.

Minggu, 17 Mei 2020

Peduli itu Sederhana


HARI MINGGU PASKAH VI (P)
Kis. 8:5-8, 14-17
Mzm. 66:1,3a,4-5,6-7a
1 Pet. 3:15-18
Yoh. 14:15-21


Kis. 8:5-8, 14-17

8:5 Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ.
8:6 Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu.
8:7 Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan.
8:8 Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu
8:14 Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ.
8:15 Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus.
8:16 Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorang pun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.
8:17 Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus


1 Pet. 3:15-18

3:15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,
3:16 dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.
3:17 Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.
3:18 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh


Yoh. 14:15-21

14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.
14:19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup.
14:20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.


Peduli itu Sederhana

Saudara terkasih, hari ini kita bersama Bunda Gereja merenungkan Sabda Tuhan yang berkaitan dengan solidaritas dan kepedulian. Sangat sederhana sebenarnya, hari-hari ini pun kita akan demikian kenyang dengan dua kata tersebut. Di tengah pandemi ini kita biasa diajak untuk peduli dan solider. Namun apakah kata yang sering kita ucap dan dengar itu acap pula kita lakukan?
Peduli, berarti memberikan hati kepada sesama,lingkungan, dan bumi ini. memerhatikan, memelihara, dan memberikan apa yang sekiranya diperlukan, dibutuhkan, dan dikehendaki sesama dan juga bumi. Sering kita jatuh malah pada ekspolitasi, secara berlebihan pula. Orang lain dan bumi dianggap sebagai aset yang diperas tanpa memberikan kesempatan.
Miris jika melihat polah dan perilaku kita terhadap alam, ciptaan, dan sesama. Maunya memperoleh manfaat, tanpa mau memberikan timbal balik secukupnya. Kepedulian malah hilang dan berganti pada saling memanfaatkan, aku mendapatkan apa dengan melakukan itu.
Solidaritas, aksi atas kepedulian. Hidup bersama sebagai medan karya untuk berbuat baik, bukan memanfaatkan dan menggunakan kesempatan untuk memperoleh untung. Tidak salah memang ketika bisnis misalnya, namun apakah juga memberikan dampak baik bagi komunitas itu. mau berbagi dan berkembang bersama, bukan semata aku duluan yang dominan. Tabiat yang perlu dikembangkan menjadi budaya, sehingga orang bisa dengan spontan peduli dan solider ketika ada orang yang membutuhkan, bukan malah pura-pura tidak tahu.
Bacaan Injil hari ini memberikan inspirasi bagaimana Yesus hadir di tengah dunia karena solidaritas-Nya pada anak-anak manusia. IA  peduli keadaan manusia yang ada dalam genggaman maut. Pengorbanan yang tidak akan mampu jika bukan karena kasih. Roh Kudus pun melakukan tugas yang sama. Peduli pada keberadaan manusia, menjadi penunjuk arah dan pembimbing manusia.
Solidaritas dan peduli itu sederhana, namun apakah sudah dalam tataran aplikasi? Tindak nyata dalam hidup harian itu menjadi penting. Slogan, jargon, kata-kata sih mudah, namun bagaimana menerapkannya dalam hidup. Pandemi ini saatnya konkret untuk peduli dan solider satu sama lain.  Jangan malah  hanya mencari keuntungan, minta bantu, sumbangan, dan sejenisnya semata. BD.eLeSHa.