Rabu, 24 April 2019

Tuhan Mengenalkan Diri


SELASA OKTAF PASKAH (P)
Kis. 2:36-41
Mzm. 33:4-5,18-19,20,22
Yoh. 20:11-18




Kis. 2:36-41

2:36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
2:37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
2:39 Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."
2:40 Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."
2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa


Yoh. 20:11-18

20:11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,
20:12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.
20:13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."
20:14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
20:15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."
20:16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.
20:17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."
20:18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya



Tuhan Mengenalkan Diri

Saudara terkasih, hari ini kita bersama Gereja universal merenungkan sekitar peristiwa kebangkitan. Hal baru yang sama sekali tidak dipahami para murid. Jika kita gagal pun sama karena para murid pun gagap memahami kebangkitan. Para murid benar-benar kaget, shock, dan kaget dengan cara kematian Guru mereka dengan cara yang amat nista itu.
Wajar jika mereka takut dan ke makam dengan kebingungan. Maria sebagai murid perempuan, memiliki feeling dan naluri perawat, kelembutan, dan halus, merasa perlu mengunjungi makam pagi-pagi. Dalam benaknya ketika makam kosong dan ada sosok lain di sana, itu adalah orang yang menyembunyikan jenazah Yesus. Jelas demi kepentingan politis ataupun agama sebagaimana pemikiran saat itu. Kalut, cemas, khawatir, bak anak ayam kehilangan induk. Mereka kebingungan, dan mereka tidak tahu harus apa dan bagaimana.
Pengenalan akan kebangkitan itu Yesus. Manusia bagaimanapun tidak akan mampu menyelami hingga mengenal konsep kebangkitan. Maria sebagai gambaran  pemuridan kita pun demikian. ia tidak mengenal Yesus. Ketika Yesus menyapanya, Maria mengenal Yesus. Padahal sebelumnya sudah ada komunikasi. Pengenalan  Yesus sebagai Yang Baru, lagi-lagi inisiatif adalah Yesus.
Permenungan berikut yang patut kita lakukan adalah tugas perutusan kita, sebagaimana perintah Yesus kepada Maria, ia diutus untuk mewartakan dan menyatakan kebangkitan Yesus kepada murid yang lain, kepada semua orang dan semua pihak.  Peristiwa kebangkitan bukan untuk disembunyikan dan hanya milik  Maria saja. Kebangkitan adalah khabar bagi semua orang.
Saudara terkasih, sering kita gagal untuk memahami sesuatu, kita abai bahwa ada Tuhan melalui Roh Kudus-Nya yang akan membantu dan menolong kita memahaminya. Libatkan Tuhan dan Roh Kudus dengan menjaga nurani kita dalam bimbingan-Nya. Nurani kita menjadi tajam sepanjang kita mau melibatkan Tuhan. Tuhan yang menjadi pembimbing langkah kita.
Pilihan kita sering hanya mengandalkan kemampuan kita, memilih untuk mencoba sendiri dan mengabaikan Tuhan karena merasa sudah tahu segalanya. Libatkanlah Tuhan dalam segala sesuatu dan akhirnya menjadi ringan dan mudah. Tuhan selalu berinisiatif untuk membantu dan kita yang perlu menanggapinya dengan sepantasnya. BD.eLeSHa.

Menyembunyikan Kebenaran


SENIN OKTAF PASKAH (P)
Kis. 2:14-22
Mzm. 16:1-2,5,7-8,9-10,11
Mat. 28:8-15


Kis. 2:14-22

2:14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
2:15 Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan,
2:16 tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoël:
2:17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir -- demikianlah firman Allah -- bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
2:18 Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.
2:19 Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.
2:20 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.
2:21 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.
2:22 Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu


Mat. 28:8-15

28:8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
28:9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
28:10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."
28:11 Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.
28:12 Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu
28:13 dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.
28:14 Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."
28:15 Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini



Menyembunyikan Kebenaran

Saudara terkasih, hari ini  Bunda Gereja mengajak kita merenungkan firman-Nya mengenai kebangkitan dan konspirasi untuk menghambat penyebaran kebenaran itu. Konsekuensi kebangkitan yang akan memorakporandakan tatanan budaya, tradisi, dan juga efeknya pada kekuasaan imam kepala dan jajarannya.
Salah satu ketakutan terbesar imam kepala adalah ketahuan kalau mereka telah salah di dalam bersikap, yang kemudian menghukum Orang yang tidak bersalah, dengan dalih agama dan tradisi. Sering orang mengatakan untuk menutupi kebohongan perlu kebohongan lain, dan benar, karena dalam persidangan Yesus mereka itu menuding dan menuduh Yesus sebagai penghujat Allah, fitnah yang mereka lontarkan, berarti kebohongan dan tipu daya yang dipergunakan untuk meyakinkan pemuka negeri. Mereka tahu risiko itu dan mereka akan berupaya untuk tetap menjaga bahwa mereka benar dan Yesus harus tetap salah.
Kebangkitan itu jelas akan menghancurkan reputasi mereka, keberadaan mereka sebagai “penguasa” yang mendapatkan banyak keuntungan dan keadaan enak serta nyaman tentu akan mempertahankan itu. Bukti  harus dibuat, fakta harus sesuai dengan konsep awal mereka. Makam kosong perlu dalih. Konsekuensi logis atas kebangkitan adalah makam kosong, jenazah Yesus tidak ada. Namun makam kosong itu menjadi dalih bagi para imam kepala bahwa para murid mengambil jenazah Yesus.
Makam kosong bukan  bukti kebangkitan, sebagaimana mereka jadikan dalih, bahwa jenazah Yesus diambil para murid. Antisipasi mereka atas pengajaran Yesus soal kebangkitan dipertegas dengan ide mereka menutupi kesalahan dan kejahatan mereka.
Saudara terkasih, dari kisah ini kita belajar bahwa demi kekuasaan orang bisa merekayasa kebenaran. Sangat mudah kita temui bukan? Apalagi bangsa kita sedang dan baru saja usai pemilu. Bagaimana hiruk pikuk saling klaim dan bantah kebenaran yang sejatinya satu. Demi kekuasaan mereka bisa membantah dan menyembunyikan kebenaran.
Makam kosong bukan bukti kebangkitan. Konsekuensi kebangkitan ada makam kosong. Namun dalih yang mereka persiapkan demi kekuasaan dan kebenaran itu tidak terungkap toh akhirnya kalah juga. Serapi apapun upaya dan rekayasa manusiawi, tetap akan kalah dan terbuka.
Kebenaran tidak akan bisa disembunyikan dan dipersalahkan. Mungkin dalam kurun waktu tertentu, dalam konteks terbatas masih bisa, namun untuk lebih luas dan jauh, tidak akan pernah bisa. Di dalam Tuhan dan bersama Tuhan, kebenaran akan menemukan jalannya. BD.eLeSHa.

Minggu, 21 April 2019

Makam Kosong adalah Konsekuensi Bukan Bukti Kebangkitan


HARI RAYA  PASKAH KEBANGKITAN TUHAN (P)



Makam Kosong adalah Konsekuensi Bukan Bukti Kebangkitan

Saudara terkasih, kita bersama Bunda Gereja melakukan perayaan pengenangan kebangkitan Tuhan. Yesus yang telah melewati maut, tiga hari bangkit dari kubur-Nya. Kebangkitan ini yang menjadi pembeda dan titik kritis iman kita. Sia-sialah iman kita jika Tuhan yang kita ikuti tidak hidup. Para murid yang gagap menjadi gagal paham dengan apa yang terjadi.
Saksi kebangkitan awali adalah perempuan. Di mana hari ini sebagai bangsa juga merayakan Hari Kartini, hari peringatan emansipasi perempuan, pejuang kesamaan kesempatan, derajat, dan terutama pendidikan. Salah satu tema sentral Kartini adalah Habis Gelap Terbitlah Terang. Kondisi yang sama dengan Paskah, di mana kegelapan dalam konteks Paskah adalah kematian dan digantikan atau terbitlah terang. Terang Sejati yang telah mengalahkan kematian.
Pemuridan dengan Petrus sebagai ketua para rasul menjadi penting, di mana semua menunggu Petrus dengan setia. Petrus yang telah gagal pada hari sebelumnya tidak berkurang kualitasnya sebagai pemimpin di antara rekan-rekan mereka.
Satu hal yang juga krusial mengenai kebangkitan adalah soal kubur yang kosong. Apakah kubur kosong itu bukti kebangkitan? BUKAN. Kubur kosong bukan bukti, namun konsekuensi atas kebangkitan. Perbedaan cukup signifikan, ketika kubur kosong sebagai bukti, bagaimana bisa dinyatakan demikian coba? Kubur kosong bisa karena dicuri sebagaimana kata penguasa setempat untuk meredam kekacauan yang timbul. Tentu ini adalah cara pandang imam kepala dan orang Farisi yang akan kehilangan pamor mereka.
Makam kosong menemukan kontekstualisasi dan makna mendalam bagi hidup beriman kita. Bangkit menjadi utama dan pertama bagi hidup beriman kita. Pengalaman para murid yang jatuh bangun di dalam mencoba mengerti, memahami cara kerja Tuhan, menjadi pembelajaran kita, mengajak kita makin peduli, belajar untuk mengerti kehendak Tuhan.
Saudara terkasih, apa yang dapat kita jadikan pelajaran adalah, bahwa kepemimpinan itu penting. Pengalaman kejatuhan Petrus tetap ia adalah pemimpin, di sana mereka tetap menghargai keberadaan Petrus dan tidak meninggalkannya.
Keberadaan makam yang kosong adalah konsekuensi bukan semata bukti kebangkitan. Kebangkitanlah yang membuat makam menjadi kosong. Namun makam kosong bisa saja karena hal dan sebab yang lain.
Paskah tidak semata kebangkitan namun juga membawa khabar suka cita bahwa kita mendapatkan keselamatan, memperoleh hidup abadi, dan jaminan berbahagia bersama Tuhan di surga. Namun jangan lupa perlu pertobatan karena kecenderungan kita sebagai manusia yang berdosa. BD.eLeSHa.

Kebangkitan Tuhan itu Hidup Kita


MALAM PASKAH (P)

Kebangkitan Tuhan itu Hidup Kita

Saudara terkasih, hari ini kita merayakan Malam Paskah, malam kebangkitan Tuhan. Kebangkitan yang mengatasi maut, kematian yang tidak semata bangkit dari kubur namun membawa konsekuensi keselamatan sejati dan kekal bagi kita. Liturgi paling kompleks dan rumit, bacaan yang demikian banyak dan panjang, sangat wajar sebagai puncak tahun liturgi Gereja.
Perayaan Malam Paskah dimulai dengan kegelapan dan upacara cahaya, di mana lilin Paskah diarak ke dalam gedung gereja yang gelap gulita. Simbolisasi Terang Sejati yang telah mengalahkan kegelapan dan maut. Maut telah dikalahkan dengan kematian Yesus. Kita sebagai anak-anak-Nya tidak akan dibiarkan dalam kekuasaan maut. Kita diselamatkan dengan pengorbanan Yesus. Kematian-Nya demi hidup abadi kita semua.
Bacaan-bacaan yang panjang dan banyak, mengajak kita merenungkan, bahwa karya keselamatan Allah telah dimulai bahkan sejak Perjanjian Lama, sejak pertama kali penciptaan. Kisah penciptaan yang menitikberatkan pada semua itu baik adanya. Tidak ada keburukan yang berasal dari Allah.
Bacaan berikutnya yang wajib ada adalah kisah keluaran dari perbudakan Mesir. Itu adalah juga simbolisasi kasih Allah yang tidak pernah berubah. Apapun perilaku manusia tidak berpengaruh pada wujud kasih-Nya yang tetap sama.
Liturgi baptis, idealnya ada pembaptisan baru, inisiasi anggota baru ke dalam pangkuan Gereja, namun alasan pastoral,  biasanya kegiatan baptisan baru dilakukan sebelum  perayaan Malam Paskah. Namun ada kegiatan atau liturgi baptis, di mana umat diajak untuk kembali memperbarui janji baptis. Di sana kita diingatkan konsekuensi keselamatan itu tidak serta merta begitu saja, namun ada syarat yang harus dipenuhi, ada batasan-batasan di mana kita tidak boleh berlaku seenaknya sendiri karena merasa sudah mendapatkan jaminan keselamatan. Jika demikian bukan iman namanya.
Pewahyuan, kedatangan Tuhan, tawaran keselamatan itu perlu jawaban dalam perilaku kita, yaitu iman. Iman sebagai  tanggapan atas kasih Allah. Jika kasih-Nya kita lewatkan, jawaban kita adalah penolakan, ya tidak akan ada keselamatan, jatah kita lewat. Allah kita Mahabaik, Mahacinta, dan dari sana IA memberikan kebebasan kepada kita, termasuk untuk berdosa dan memilih jalan yang berbeda.
Lihat, betapa Tuhan itu baik, bukan jahat, apalagi kejam dan tidak mengenal belas kasihan. Ia memberikan kebebasan penuh, tidak setengah-setengah, kebebasan manusiawi tidak direnggut atas nama kasih-Nya. Kita dapat membayangkan sebagai orang tua, apakah berani membebaskan anak-anak kita untuk termasuk melupakan kita? Tidak bukan? Tuhan adalah Kasih itu nyata. Tuhan kita Mahakasih dan Mahasempurna.
Selamat Paskah, Tuhan Bangkit, dan kita hidup. BD.eLeSHa.

Jumat Agung, Sengsara Tuhan



HARI JUMAT AGUNG (M)
Upacara Sengsara Tuhan



Jumat Agung, Sengsara Tuhan

Saudara terkasih, hari ini kita merayakan Jumat Agung. Beberapa hal istimewa dari Jumat Agung adalah, hari di mana Gereja Katolik tidak ada Misa, yang ada adalah ibadat jalan salib, atau ibdadat pengenangan wafat Tuhan dengan pengormatan salib dan penerimaan komuni kudus.
Keheningan paling mendalam dalam keseluruhan liturgi Gereja karena mengenangkan sengara dan wafat, suasana duka, berkabung, dan prihatin. Ditunjukkan dengan berbagai simbolisasi, pengurangan lagu yang megah dan meriah, seminimal mungkin penggunaan alat musik, dan kesenyapan ketika imam dan petugas liturgi memasuki gereja atau tempat ibadat lain.
Salib itu harus dilalui, kemegahan dan suka cita itu harus juga melewati kondisi yang tidak enak, jika kita menghadapi hal demikian, kita tidak sendirian. Tuhan Yesus pun mengalami dan menjalani itu semua dengan konsekuen. Yesus memasuki alam maut, memasuki kubur, dan mati betulan.
Saudara terkasih, konsekuensi dosa, kejahatan, dan kesalahan manusiawi adalah kematian atau maut. Orang yang mengingkari Allah akan terpisah dari kasih abadi dan ada dalam kematian kekal. Tuhan mengalahkan kematian itu untuk mengalahkannya dengan kebangkitan pada Minggu Paskah. Kehendak demi kasih-Nya yang demikian besar Tuhan Yesus memasuki alam maut, kematian yang IA alami adalah pilihan untuk menyelamatkan anak-anak-Nya yang memilih jalan sesat.
Sering dalam media televisi, pemutaran film The Passion of Christ, ada penggambaran filmografis yang sangat mengesan bagi saya, berkali ulang nonton, masih saja saya merasa tersentuh. Ketika Yesus dianiaya, menderita, dan ada gambaran setan berupa anak kecil dalam gendongan yang tertawa mengejek. Dalam renungan saya, tuh lihat, Yesus Kamu menderita demikian, toh mereka tetap memilih aku, iblis.
Setiap apa yang kita lakukan dengan mengingkari kasih adalah menambah luka dan siksaan bagi Yesus. Ketika kita memilih untuk diam saja atas kejahatan dan keburukan merajalela, di sana kita juga ikut menyambuk dan menyiksa Yesus.
Yesus yang menderita demi kita, toh masih saja kita tambahi dengan pilihan-pilihan kita yang seenaknya sendiri. Perbuatan kita yang menyakiti, merasa diri paling benar, menuding sana-sini sebagai pelaku kejahatan, provokasi keburukan, penyembunyian data dan kebenaran, itu juga menyakiti, menyiksa, dan turut mendera Yesus.BD.eLeSHa.


Kamis Putih, Pelayanan Tulus Anak-anak Tuhan


HARI KAMIS PUTIH (P)
Peringatan Perjamuan Tuhan
Kel. 12:1-8,11-14
Mzm. 116:12-13,15-16bc, 17-18
1 Kor. 11:23-26
Yoh. 13:1-15




Kel. 12:1-8,11-14

12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir:
12:2 "Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.
12:3 Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.
12:4 Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang.
12:5 Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
12:6 Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.
12:7 Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.
12:8 Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.
12:11 Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.
12:12 Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN.
12:13 Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.
12:14 Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.


1 Kor. 11:23-26

11:23 Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti
11:24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"
11:25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!"
11:26 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang


Yoh. 13:1-15

13:1 Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.
13:2 Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.
13:3 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.
13:4 Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,
13:5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
13:6 Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?"
13:7 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak."
13:8 Kata Petrus kepada-Nya: "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku."
13:9 Kata Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!"
13:10 Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."
13:11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."
13:12 Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?
13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu;
13:15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.



Kamis Putih, Pelayanan Tulus Anak-anak Tuhan

Saudara  terkasih, hari ini kita bersama Gereja Universal merayakan Hari Kamis Putih, perayaan Perjamuan Terakhir Tuhan. Dalam bacaan Injil hari ini, kita diajak untuk  melihat pelayanan purna dari Yesus sebagai Guru dan Tuhan. Dalam falsafah Jawa dikenal istilah digugu lan ditiru. Peran guru yang bisa menjadi panutan dan bisa diikuti atau dijadikan teladan.
Tuhan Yesus kali ini, di dalam malam terakhir hidup-Nya, IA membasuh kaki para murid-Nya. Membasuh kaki itu pekerjaan budak, hamba, dan pelayan atas tuannya. Membasuh kaki guru oleh murid, anak pada bapak, atau bawahan kepada atasan. Yesus membalik itu, Guru malah membasuh kaki murid-Nya. Radikal dan bertolak belakang dari apa yang biasa terjadi.
Pernyataan Petrus jelas menjadi gambaran kita, pola pikir kita, dan kebiasaan kita. Di mana kita sering merasa sudah bersih, tidak pantas, atau kurang. Ketika Yesus mau membasuh, ia tidak mau, ia merasa tidak pantas Gurunya berlaku demikian. ketika dikatakan perlu bahwa itu tanda pelayanan, ia minta tangan dan kepalanya sekalian.
Semua tidak bersih. Patut menjadi permenungan kita bersama, di mana kita kadang salah dalam memahami, salah dalam melihat, dan salah dalam menilai. Murid Yesus pun ternyata ada yang demikian. Tuhan memberikan kesempatan yang sama.  Namun pilihan bebas manusiawi tetap ada di tangan masing-masing, dan akhirnya Yudas memilih tawaran indah dunia.
Pelayanan dan kasih menjadi titik pokok utama perutusan Yesus. IA datang untuk melayani bukan dilayani dan itu dilakukan. Apa yang Tuhan ajarkan juga IA lakukan. Itu yang belum dimengerti oleh para murid. Ajaran yang berbeda dengan apa yang biasa para guru dan murid lakukan di lingkungan waktu itu.
Toh pengikut Yesus ribuan tahun hingga kini, pun mungkin tidak melakukannya selain dalam ritual dalam Misa, Tuhan menghendaki itu dalam kehidupan sehari-hari, mau melayani dan mau mengasihi satu sama lain tanpa sekat dan kelas masyarakat.
Jelas posisi Guru yang membasuh  kaki, hendak menghilangkan perbudakan, namun berapa belas abad kemudian hal itu baru hilang. Bahkan di era modern ini pun masih saja ada perbudakan dengan cara yang lain. Apa yang Tuhan kehendaki belum sepenuhnya terlaksana.
Peran gereja dan kita adalah mengabarkan kasih Tuhan yang mau melayani dan mengasihi tanpa pamrih itu menjadi penting. Tuhan yang penuh kasih itu bukan semata ucapan namun juga perilaku. Tampaknya masih jauh dari harapan perilaku Yesus di malam terakhir-Nya itu. Perjuangan dan proses ke sana. BD.eLeSHa.

Selasa, 16 April 2019

Murid Utama pun Jatuh


SELASA DALAM PEKAN SUCI (U)
Yes. 49:1-6
Mzm. 71:1-2,3-4a,5ab-6ab,15,17
Yoh. 13:21-33,36-38       





Yes. 49:1-6

49:1 Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.
49:2 Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.
49:3 Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
49:4 Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."
49:5 Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya -- maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku --, firman-Nya:
49:6 "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."


Yoh. 13:21-33,36-38

13:21 Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
13:22 Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.
13:23 Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
13:24 Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!"
13:25 Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?"
13:26 Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
13:27 Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."
13:28 Tetapi tidak ada seorang pun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.
13:29 Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.
13:30 Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.
13:31 Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.
13:32 Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.
13:33 Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.
13:36 Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?" Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku."
13:37 Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!"
13:38 Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."




Murid Utama pun Jatuh

Saudara terkasih, hari ini kita bersama Gereja Semesta merenungkan peristiwa kegagalan para murid dan juga kehendak Allah harus terjadi, meskipun itu juga dengan memperlihatkan Yesus yang kalah. Tentu kalah demi melaksanakan kehendak Bapa-Nya. Mana ada guru yang membuat murid berkhianat namun demi kepentingan lebih besar menerima? Hanya Yesus.
Ada dua murid akan gagal namun masih diajak santap malam bersama. Keduanya menunjukkan jati diri aslinya memang pada Kamis malam esok, kini baru permulaan. Semua murid gagal paham, cemas, dan saling tanya di  antara mereka. Mereka tidak paham ada hal yang jauh lebih utama, namun mereka belum tahu apa yang Tuhan kehendaki. Padahal mereka hidup bersama dengan Tuhan selama ini.
Yudas, jelas sudah sejak awal mula dikatakan ia sebagai pengirim Yesus ke tiang salib, dan kini menemukan buktinya. Yesus tidak menyegahnya karena memang ini bukan jalan dan rancangan-Nya. IA sekadar  menjalani perutusan Allah Bapa, termasuk dikhianati dan disalibkan oleh orang yang IA bantu.
Petrus berkali ulang mengatakan akan menyerahkan nyawanya bagi Yesus. Namun apa yang terjadi sepanjang Kamis malam hingga Jumat pagi adalah kita. Kita pun sering  kog takut mengakui sebagai orang Kristen, takut mengenalkan diri sebagai murid Tuhan, agar aman, selamat, atau karir tetap bisa berlanjut.
Padahal puluhan kali, bahkan ratusan kali mungkin kita mendengar kisah Petrus ini, namun menjadi pelaku pula. Ini adalah manusiawi, inilah fungsi Yesus datang ke dunia ini. Namun jangan kemudian menjadikan kita berbuat semaunya sendiri dengan dalih kan sudah ditebus. Tidak demikian.
Kita pu diharapkan untuk tetap setia, komitmen, dan tetap di dalam jalan Tuhan dengan segala konsekuensinya. Jangan kemudian melepaskan salib kita, dan pada saat memerlukan kita berteriak meminta tolong Tuhan mengirimkan salib untuk bantuan kita. Tentu bukan yang demikian yang Tuhan kehendaki. Memang kita sebagai manusia yang rapuh, lemah, dan sering jatuh memerlukan pertolongan Tuhan selalu. Dan itulah yang memang kita perlukan pertolongan rahmat Tuhan, namun bukan berarti bahwa kita hidup seenaknya sendiri. Tetap di dalam Tuhanlah hidup kita. Terkadang jatuh  itu wajar, namun jika menjatuhkan diri itu kurang ajar.
Pertolongan Tuhan selalu hadir, bagaimana kita menyikapi itu yang utama. Tuhan tidak pernah membiarkan kita tersesat barang sejenakpun. Keselamatan ada di dalam DIA. BD.eLeSHa.

Senin, 15 April 2019

Kegagalan Pemuridan


HARI SENIN DALAM PEKAN SUCI (U)
Yes. 42:1-7
Mzm. 27:1,2,3,13-14
Yoh. 12:1-11




Yes. 42:1-7

42:1 Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
42:2 Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
42:3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.
42:4 Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.
42:5 Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya:
42:6 "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,
42:7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.


Yoh. 12:1-11

12:1 Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
12:2 Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
12:3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
12:4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
12:5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
12:7 Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
12:8 Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."
12:9 Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati.
12:10 Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga,
12:11 sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.




Kegagalan Pemuridan

Saudara terkasih, hari ini kita bersama Bunda Gereja merenungkan peristiwa-peristiwa sekitar salib. Hari ini kita bersama melihat kembali peristiwa Yesus makan bersama para murid. Ada tiga tokoh, tiga pilihan yang ada di dalam kisah ini. Pertama tokoh sentral kita Yesus. Kedua, Lazarus dan Maria, dan ketiga si Yudas dengan aneka sisi hidupnya.
Tokoh pertama jelas Yesus. Apa yang kita pelajari dalam kisah hari ini ialah fokus akan karya-Nya. IA yang diurapi dengan minyak sangat mahal, tidak marah dan melarang itu. Apakah ini karena Yesus lupa pesan-Nya sendiri untuk sederhana? Atau tidak peduli akan keberadaan orang miskin? Tidak. Penghormatan IA terima tanpa melupakan tujuan akhir yang harus IA jalani.
Yesus juga peduli satu demi satu pribadi per pribadi. IA menegur Yudas pada apa yang ia sampaikan, bukan soal penghianatannya. Padahal jelas sangat mungkin jika Yesus mau lepas dari kisah sengsara, namun tidak demikian.
Maria dan Lazarus. Dua saudara yang memegang peran penting di sekitar salib. Maria pribadi saleh yang memilih terus bersama Yesus dan mengurapi kaki Yesus dengan minyak kelas satu. Cintanya tidak melihat apapun selain yang ia cintai, yaitu Yesus. Penghormatan kelas wahid ia berikan.
Lazarus, orang yang sempat mati dan dihidupkan Yesus ini bisa menjadi batu sandungan bagi para pemuka jemaat. Orang mati dan hidup kembali itu hanya karya Mesias. Ini krusial, jika demikian, mereka tidak akan ada lagi pengaruhnya. Murid mereka bisa kabur. Ini soal duniawi bukan soal rohani dan hal yang berkaitan dengan teologi sebenarnya.
Indikasi itu disebutkan di sana, Lazarus harus mati dan dibunuh. Artinya jelas karena diikuti karena itu banyak orang percaya. Dua indikasi jelas arahnya.
Yudas. Apa yang perlu kita renungkan dari pribadi ini adalah soal keberadaan dan perannya di dalam kisah salib.  Pertama ia sebagai bendahara mengatakan bahwa minyak itu bisa dijual untuk orang miskin. Ini ide baik, namun apakah motivasinya baik? Ternyata tidak dengan keterangan ia sering mengambil uang kas untuk kepentingannya sendiri.
Kedua, ia ternyata dalam beberapa literatur adalah penganut paham pembebasan penjajahan dengan kekerasan. Jelas berbeda dengan apa yang ditampilkan dan dicita-citakan Yesus dalam karya-Nya.
Ketiga, apa yang dinyatakan itu baik itu belum tentu demikian, dan adanya satu  kata dan perbuatan menjadi cukup penting dalam hal ini. Orang harus kritis sehingga tidak salah di dalam menilai seseorang.
Saudara terkasih, pribadi-pribadi di sekitar peristiwa salib itu inspiratif, baik ataupun buruk memberikan kepada kita pembelajaran dan peringatan untuk hidup kita bersama. Di sanalah peran nurani dan Roh Kudus sehingga mampu percaya, memilih dengan kritis, dan bersikap bijaksana. Iman dan percaya yang menyelamatkan.BD.eLeSHa.

Minggu Palma


MINGGU PALMA MENGENANG SENGSARA TUHAN (M)
Luk. 19:28-40

Yes. 50:4-7
Mzm.22:8-9,17-18,19-20,23-24
Flp. 2:6-11
Luk. 23:1-49



Luk. 19:28-40

19:28 Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
19:29 Ketika Ia telah dekat Betfage dan Betania, yang terletak di gunung yang bernama Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya
19:30 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu: Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan mendapati seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah ke mari.
19:31 Dan jika ada orang bertanya kepadamu: Mengapa kamu melepaskannya? jawablah begini: Tuhan memerlukannya."
19:32 Lalu pergilah mereka yang disuruh itu, dan mereka mendapati segala sesuatu seperti yang telah dikatakan Yesus.
19:33 Ketika mereka melepaskan keledai itu, berkatalah orang yang empunya keledai itu: "Mengapa kamu melepaskan keledai itu?"
19:34 Kata mereka: "Tuhan memerlukannya."
19:35 Mereka membawa keledai itu kepada Yesus, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan menolong Yesus naik ke atasnya.
19:36 Dan sementara Yesus mengendarai keledai itu mereka menghamparkan pakaiannya di jalan.
19:37 Ketika Ia dekat Yerusalem, di tempat jalan menurun dari Bukit Zaitun, mulailah semua murid yang mengiringi Dia bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring oleh karena segala mujizat yang telah mereka lihat.
19:38 Kata mereka: "Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!"
19:39 Beberapa orang Farisi yang turut dengan orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, tegorlah murid-murid-Mu itu."
19:40 Jawab-Nya: "Aku berkata kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak."


Yes. 50:4-7

19:28 Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
19:29 Ketika Ia telah dekat Betfage dan Betania, yang terletak di gunung yang bernama Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya
19:30 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu: Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan mendapati seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah ke mari.
19:31 Dan jika ada orang bertanya kepadamu: Mengapa kamu melepaskannya? jawablah begini: Tuhan memerlukannya."
19:32 Lalu pergilah mereka yang disuruh itu, dan mereka mendapati segala sesuatu seperti yang telah dikatakan Yesus.
19:33 Ketika mereka melepaskan keledai itu, berkatalah orang yang empunya keledai itu: "Mengapa kamu melepaskan keledai itu?"
19:34 Kata mereka: "Tuhan memerlukannya."
19:35 Mereka membawa keledai itu kepada Yesus, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan menolong Yesus naik ke atasnya.
19:36 Dan sementara Yesus mengendarai keledai itu mereka menghamparkan pakaiannya di jalan.
19:37 Ketika Ia dekat Yerusalem, di tempat jalan menurun dari Bukit Zaitun, mulailah semua murid yang mengiringi Dia bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring oleh karena segala mujizat yang telah mereka lihat.
19:38 Kata mereka: "Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!"
19:39 Beberapa orang Farisi yang turut dengan orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, tegorlah murid-murid-Mu itu."
19:40 Jawab-Nya: "Aku berkata kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak."




Flp. 2:6-11

2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa


Luk. 23:1-49

23:1 Lalu bangkitlah seluruh sidang itu dan Yesus dibawa menghadap Pilatus.
23:2 Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: "Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja."
23:3 Pilatus bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya."
23:4 Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: "Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada orang ini."
23:5 Tetapi mereka makin kuat mendesak, katanya: "Ia menghasut rakyat dengan ajaran-Nya di seluruh Yudea, Ia mulai di Galilea dan sudah sampai ke sini."
23:6 Ketika Pilatus mendengar itu ia bertanya, apakah orang itu seorang Galilea.
23:7 Dan ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem.
23:8 Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda.
23:9 Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apa pun.
23:10 Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia.
23:11 Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus.
23:12 Dan pada hari itu juga bersahabatlah Herodes dan Pilatus; sebelum itu mereka bermusuhan.
23:13 Lalu Pilatus mengumpulkan imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin serta rakyat,
23:14 dan berkata kepada mereka: "Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan rakyat. Kamu lihat sendiri bahwa aku telah memeriksa-Nya, dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya.
23:15 Dan Herodes juga tidak, sebab ia mengirimkan Dia kembali kepada kami. Sesungguhnya tidak ada suatu apa pun yang dilakukan-Nya yang setimpal dengan hukuman mati.
23:16 Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya."
23:17 [Sebab ia wajib melepaskan seorang bagi mereka pada hari raya itu.]
23:18 Tetapi mereka berteriak bersama-sama: "Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi kami!"
23:19 Barabas ini dimasukkan ke dalam penjara berhubung dengan suatu pemberontakan yang telah terjadi di dalam kota dan karena pembunuhan.
23:20 Sekali lagi Pilatus berbicara dengan suara keras kepada mereka, karena ia ingin melepaskan Yesus.
23:21 Tetapi mereka berteriak membalasnya, katanya: "Salibkanlah Dia! Salibkanlah Dia!"
23:22 Kata Pilatus untuk ketiga kalinya kepada mereka: "Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini? Tidak ada suatu kesalahan pun yang kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya."
23:23 Tetapi dengan berteriak mereka mendesak dan menuntut, supaya Ia disalibkan, dan akhirnya mereka menang dengan teriak mereka.
23:24 Lalu Pilatus memutuskan, supaya tuntutan mereka dikabulkan.
23:25 Dan ia melepaskan orang yang dimasukkan ke dalam penjara karena pemberontakan dan pembunuhan itu sesuai dengan tuntutan mereka, tetapi Yesus diserahkannya kepada mereka untuk diperlakukan semau-maunya.
23:26 Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus.
23:27 Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia.
23:28 Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!
23:29 Sebab lihat, akan tiba masanya orang berkata: Berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah melahirkan, dan yang susunya tidak pernah menyusui.
23:30 Maka orang akan mulai berkata kepada gunung-gunung: Runtuhlah menimpa kami! dan kepada bukit-bukit: Timbunilah kami!
23:31 Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?"
23:32 Dan ada juga digiring dua orang lain, yaitu dua penjahat untuk dihukum mati bersama-sama dengan Dia.
23:33 Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.
23:34 Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.
23:35 Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah."
23:36 Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya
23:37 dan berkata: "Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!"
23:38 Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: "Inilah raja orang Yahudi".
23:39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"
23:40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
23:41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
23:44 Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga,
23:45 sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua.
23:46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
23:47 Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: "Sungguh, orang ini adalah orang benar!"
23:48 Dan sesudah seluruh orang banyak, yang datang berkerumun di situ untuk tontonan itu, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.
23:49 Semua orang yang mengenal Yesus dari dekat, termasuk perempuan-perempuan yang mengikuti Dia dari Galilea, berdiri jauh-jauh dan melihat semuanya itu.



Minggu Palma

Saudara terkasih hari ini bersama Gereja Semesta kita merayakan Minggu Palma. Beberapa hal yang patut kita renungkan berkaitan dengan kisah Minggu Palma. Kisah historis dan faktual berkaitan dengan iman kita, juga berkaitan dengan model serta tabiat manusiawi sehari-hari kita. Minggu gembira dengan arak-arakan dan mengamparkan baju, jubah, dan daun-daunan karena menyambut Sang Raja.
Namun, jangan diabaikan, nanti pada Jumat, di mana Pribadi yang sama itu menerima perlakuan yang jauh berbeda, bertolak belakang, dan bahkan penghinaan yang amat dina. Perarakan yang sama namun konten dan konteks yang berbeda sama sekali. Kemuliaan di Minggu menjadi penghinaan di hari Jumat. Luar biasa oleh orang-orang yang sama pula.
Dua peristiwa penting yang ada di dalam Pekan Suci, kemuliaan akan bersanding dengan penghinaan dan salib. Itu satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Ada kelahiran ada kematian, ada siang ada malam, dan itu tidak bisa kita pilih salah satunya. Keduanya perlu kita jalani agar menjadi pribadi utuh. Tidak bisa memilih siang saja atau malam saja. Demikian juga tidak bisa mengambil kemuliaan dan meninggalkan salibnya.
Kerendahan hati Yesus dan kesiapsediaan menjalani tugas  perutusan itu menjadi penting dan utama. Yesus menjalani dan menerima kemuliaan, elu-elu, sorak-sorai, tidak kemudian lupa diri dan lupa daratan. IA menjalani itu dengan kerendahan hati, penuh kesadaran bahwa IA hanyalah alat, sarana Allah Bapa-Nya.
IA fokus pada perutusan itu, bukan mengambil kesempatan untuk diri dan keinginan-Nya saja. Pilihan dan rencana Allah yang Ia jalani dengan tekun dan fokus. Tidak terlena dan malah mengambil kesempatan itu untuk diri sendiri. Ini menjadi referensi penting bagi kita yang hidup di era modern yang mudah digoda untuk beralih pada yang lain.
Kemuliaan yang bukan hak dan milik itu tidak boleh membuyarkan apa yang menjadi tujuan utama kita. Yesus dimuliakan di hari Minggu, padahal bukan ini yang sejati. Kemuliaan sejati-Nya adalah menyurahkan darah-Nya di kayu salib dan menjadi penebusan bagi dosa umat manusia.
Kemegahan Minggu Palma itu tidak bermakna bagi keselamatan umat manusia. Kedosaan tetap ada, tanpa adanya peristiwa salib. Di sinilah puncak karya keselamatan dan kemuliaan itu mendapatkan bentuk dasar yang paling pokok.  Derita dan kemuliaan itu bagian dari hidup yang patut kita jalani dengan fokus dan rendah hati. BD.eLeSHa.