Rabu, 24 Oktober 2018

Barang Siapa Banyak Menerima akan Banyak Dituntut


Rabu Pekan Biasa XXIX (H)
Ef. 3:2-12
Yes. 12:2-3,4bcd,5-6
Luk. 12:39-48



Ef. 3:2-12

3:2 -- memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu,
3:3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat.
3:4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus,
3:5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus,
3:6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.
3:7 Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.
3:8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu,
3:9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu,
3:10 supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga,
3:11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
3:12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.


Luk. 12:39-48

12:39 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
12:40 Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan."
12:41 Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?"
12:42 Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
12:43 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
12:44 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.
12:45 Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk,
12:46 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.
12:47 Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.
12:48 Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."





Barang Siapa Banyak Menerima akan Banyak Dituntut

Saudara terkasih, hari ini kita diajak merenungkan sabda Tuhan mengenai konsekuensi atas berkat dan karunia yang ita terima. Dalam akhir bacaan hari ini, kita diajak untuk tahu bahwa yang banyak menerima berkat akan dituntut banyak. Tuhan bukan pengukum yang kejam sebagaimana gambaran lama, namun adil   karena mengukum sepanjang pengetahuan dan perbuatan masing-masing pribadi.
Orang yang tidak tahu, bagaimana ia harus  melakukan, bagaimana ia dituntut sama dengan orang yang tahu dan mampu bukan? Itulah Tuhan Mahaadil. Ia akan menuntut berbeda antara orang yang kenal atau tidak dengan-Nya. Apalagi orang yang tidak mau tahu akan Tuhan ini berbeda lagi tentunya.
Berkaitan dengan hal itu adalah mengenai kesiapsediaan manusiawi di dalam melaksanakan tugas dan perutusan. Siap sedia bukan karena takut hukuman atau mencari pahala. Siap sedia karena menyadari tugas dan perutusan, orang yang siap sedia karena menyadari konsekuensi atas kepercayaan yang telah diterima. Bagaimana sikap di dalam menjalani kepercayaan itu? Apakah seenaknya sendiri, mendapatkan keuntungan sendiri dengan menekan dan merugikan pihak lain, karena merasa berkuasa.
Sikap sehari-hari kita bisa berperilaku demikian, mencari keuntungan sendiri, pura-pura tidak tahu jika itu merugikan pihak lain. ingat Tuhan hendak menuntut kita masing-masing sesuai dengan porsi kemampuan, pengetahuan, dan perilaku kita sesuai dengan apa yang kita perbuat. Tuhan Mahatahu itu paham dengan baik dan akan meminta pertanggungjawaban kita sepadan dengan apa yang telah kita terima dan kita lakukan. Inilah yang membedakan dengan tuntutan duniawi.
Perilaku yang bisa kita lakukan sepadan dengan apa yang kita terima jika kita dekat dan bersama dengan Tuhan. Tuhan yang memberikan segalanya bagi kita dengan tidak pernah menuntut apapun. Kita diajak untuk berbagi dengan apa yang kita miliki yang berasal dari pada-Nya. BD.eLeSHa.


Selasa, 23 Oktober 2018

Sikap Berjaga-jaga


Selasa Pekan Biasa XXIX (H)
Ef. 2:12-22
Mzm. 85:9-14
Luk. 12:25-38



Ef. 2:12-22

2:12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.
2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
2:16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.
2:17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat",
2:18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.
2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.


Luk. 12:25-38

12:35 "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.
12:36 Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.
12:37 Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.
12:38 Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.



Sikap Berjaga-jaga

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan sabda Tuhan yang berkaitan dengan kesiapsediaan untuk menantikan hidup abadi. Konteks yang dipakai adalah untuk siap sedia dalam melayani majikannya. Orang upahan, konteks budaya waktu itu, budak akan selalu mengikat pinggangnya untuk melayani tuannya. Kesiapan atas tanggung jawab dan kehendak untuk menjalankan tugas dengan baik.
Tuan bisa datang kapan saja, dan bisa saja ada pegawai yang sedang tertidur, sedang berpesta, mabuk-mabukan, atau menyiksa rekannya. Sangat bisa terjadi yang demikian. Bagaimana sikap kita di dalam kondisi yang tidak pasti ini, mau memilih tetap setia, atau mau enaknya sendiri.
Tuhan mengatakan berbahagialah yang tetap setia di dalam penantian, tetap menjalankan apa yang menjadi tanggung jawabnya. Tetap pada proporsi dan kondisi yang seharusnya dilakukan.
Sering kita merasa adanya peluang untuk bersikap abai, memilih bersenang-senang, memenuhi kesenangan sendiri. Ada falsafah yang meyakini, muda foya-foya, tua bahagia, dan mati masuk surga. Kondisi becanda yang tidak patut karena mana ada orang foya-foya bisa siap sedia dan bertanggung jawab. Orang yang abai akan tanggung jawab mana bisa bahagia, apalagi masuk surga. Peringatan yang baik apa yang Tuhan ajarkan. Kesiapsediaan kita bukan karena adanya pengawasan, bukan karena kita takut, namun sadar bahwa kita memang harus demikian. Sikap yang  harus dipilih dan dijalani anak-anak Tuhan yang telah menerima kasih dan kebaikan terlebih dahulu. Hidup bertanggung jawab bukan karena ketakutan  dan kecemasan, namun karena memang konsekuensi atas kasih Tuhan terlebih dahulu yang kita terima.
Berjaga-jaga bukan semata berharap surga dan khawatir atau takut neraka, namun karena kita sudah dipilih Tuhan untuk berbahagia bersama-Nya, tidak patut jika pas dijemput kita dalam kondisi yang tidak semestinya. Apa tidak malu jika ketahuan kita tidak tahu berterima kasih dan bersyukur? BD.eLeSHa.

Senin, 22 Oktober 2018

Kaya di Dalam Tuhan



Senin Pekan Biasa XXIX (H)
Ef. 2:1-10
Mzm. 100:2-5
Luk. 12:13-21




Ef. 2:1-10

2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
2:3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.
2:4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
2:5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -- oleh kasih karunia kamu diselamatkan --
2:6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,
2:7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.
2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.


Luk. 12:13-21

12:13 Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku."
12:14 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?"
12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."



Kaya di Dalam Tuhan

Saudara terkasih, hari ini  kita diajak untuk merenungkan bagaimana Tuhan mengajarkan kita akan harta kekayaan. Kekayaan dalam hidup bisa membuat kita bahagia atau menderita. Kebahagiaan dan penderitaan dalam konteks kekinian, dalam dunia ini, ataupun di dalam alam nantinya.
Jika kita bijak di dalam memilih, kita akan berbahagia dengan kekayaan kita. Kekayaan yang menyelamatkan. Sikap mau berbagi bisa membantu kita tidak menjadi tamak. Orang banyak sering merasa selalu kurang, sehingga menjadi rakus, gaji sudah besar, bisnis banyak, namun masih juga berlaku tidak adil dengan memberikan upah murah pada karyawannya. Menyuap pejabat untuk mendapatkan proyek. Orang demikian, jarang bisa diyakini mau berbagi, mereka akan mengumpulkan dan merasa kurang.
Sadar bahwa itu pemberian Tuhan. Semua adalah anugerah Tuhan semata-mata, upaya kita hanyalah sebuah upaya dan keharusan semata. Jika merasa bahwa karena kerja keras kitalah harta itu, selesailah hidup kita. Kesesatan atau keselamatan yang menjadi pilihan.
Di balik itu, kekayaan dan materi bisa menjadi kesia-siaan, ketika kita menjadi budak atas materi. Hidup konsumeris, hedonis, dengan memuja barang-barang dan harta sebagai segalanya. Hidupnya berorientasi hanya pada pemenuhan materi, melupakan keberadaan Tuhan dan sesama. Seluruh hari dan waktunya hanya untuk bekerja. Hidup sosial dan spiritual dinilai sebagai penghambat mencari uang dan mengumpulkan materi.
Saudara terkasih, Tuhan tidak menyalahkan orang kaya dan  kekayaan, namun bagaimana orang menyikapi kekayaan. Harta benda yang menjauhkan manusia kepada Tuhan dan sesama, itu yang menjadi keprihatinan Tuhan. Materi yang digunakan untuk mendekatkan diri pada sesama dan Tuhan tentu lebih baik. Kebersamaan di dalam Tuhan yang akan membuat semuanya menjadi lebih baik dan materi pun akan menjadi sarana kebaikan. BD.eLeSHa.


Minggu, 21 Oktober 2018

Jabatan adalah Pelayanan


HARI MINGGU BIASA PEKAN XXIX (H)
Yes. 53:10-11
Mzm. 33:4-5,18-19,20,22
Ibr. 4:14-16
Mrk. 10:35-45



Yes. 53:10-11

53:10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
53:11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.


Ibr. 4:14-16

4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.



Mrk. 10:35-45

10:35 Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!"
10:36 Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?"
10:37 Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu."
10:38 Tetapi kata Yesus kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?"
10:39 Jawab mereka: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima.
10:40 Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan."
10:41 Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes.
10:42 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
10:43 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
10:44 dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.
10:45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."



Jabatan adalah Pelayanan

Saudara terkasih, pada hari penuh suka cita ini kita diajak untuk merenungkan sabda Tuhan yang berbicara mengenai pelayanan. Sangat normal, wajar, dan alamiah, jika ada di antara murid itu menghendaki posisi istimewa, kedudukan khusus sebagai murid utama. Ingat mereka adalah manusia normal, berasal dari dunia, dan ada di tengah dunia. Sama dengan kita.
Era kini, viral seolah menjadi vital. Penting dan yang terutama adalah tenar dulu, viral dulu, entah benar entah salah, urusan belakangan. Nomor satu, menjadi yang ter adalah ciri dunia. pun Yohanes dan Yakobus ternyata memiliki faham yang sama. Pola pikir yang sama, bahwa yang terpenting adalah  yang terbesar di antara yang lain.
Kebanggaan, nama diri, kemegahan atas yang lain, adalah upaya-upaya manusiawi. Ternyata Tuhan mempunyai hal yang berbeda. Standart lain atas perilaku manusiawi, di mana ketika orang berlomba menjadi penguasa untuk menguasai pihak lain, ternyata di dalam Yesus tidak demikian, Yesus menghendaki barang siapa mau menjadi yang terbesar, mereka harus mau melayani sesamanya.
Tatanan dunia di balik-balik. Menjadi pelayan menuntut kerendahan hati. Melayani memerlukan kesanggupan dan kehendak yang kuat sehingga memberikan manfaat bagi yang dilayani, bukan yang melayani justru.
Apa yang kita saksikan akhir-akhir ini adalah khas dunia, di mana orang berlomba-lomba hendak berkuasa. Kekuasaan yang ada dipakai untuk mengakali, memperbudak pihak lain, dan menjadikan dirinya bak raja yang minta dilayani, semua adalah bawahan dan pelayannya yang harus memenuhi segala permintaan dan kebutuhannya. Sistem feodalisme yang hendak dikikis Yesus ternyata masih jauh dari harapan. Padahal sudah 2000 tahun dinyatakan oleh Yesus dan dinyatakan dengan perilaku-Nya sendiri.
Yesus memang pembaru yang masih dalam peziarahan, dunia belum sepenuhnya menjadi sebagaimana Tuhan kehendaki. Inilah tugas Gereja di dunia untuk menggarami dunia agar makin seperti yang Tuhan kehendaki.BD.eLeSHa.

Sabtu, 20 Oktober 2018

Doa dan Dosa


Sabtu Biasa Pekan XXVIII (H)
Ef. 1:15-23
Mzm. 8:2-3a,4-7
Luk. 12:8-12



Ef. 1:15-23

1:15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus,
1:16 aku pun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku,
1:17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
1:18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,
1:19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,
1:20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,
1:21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.
1:22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
1:23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Luk. 12:8-12

12:8 Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.
12:9 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.
12:10 Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.
12:11 Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu.
12:12 Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan."



Doa dan Dosa

Saudara terkasih, hari ini  kita diajak untuk merenungkan sabda Tuhan mengenai kemampuan kita mengatasi dosa kita. Sangat sederhana, dosa dan doa hanya beda tipis. Namun sering kita lebih memilih yang banyak huruf yaitu dosa dari pada doa yang lebih singkat dan sederhana. Sangat ringkas, mudah, dan lebih menyenangkan, namun sering kita abaikan.
Dosa itu kondisi di mana kita mengingkari kasih Allah. Allah yang  hadir, Allah yang mengasihi tanpa syarat, dan Allah yang telah memberikan segalanya itu kita tinggalkan, kita memilih berpaling karena kita memilih untuk berbuat sesuka kita sendiri. Kita mengandalkan diri, merasa paling hebat.
Kita abai akan keadaan orang lain, membiarkan orang lain menderita, senang jika orang lain mengalami musibah. Kita meninggalkan tanggung jawab kita demi kesenangan sendiri. Inilah yang dimaksud tidak mengakui Allah di depan sesama. Memang secara harafiah itu mengatakan Allah bukan apa-apa, namun sering kita pun menolak Allah dengan cara kita. Panggilan-Nya kita abaikan karena keasyikan kita. Kita sedang enak-enakan main, asyik dengan hobi, enggan untuk berkumpul bersama saudara kita.
Kita pun bisa dikendalikan kuasa jahat untuk tetap bangga dengan kedosaan kita. Kita asyik dengan perilaku buruk kita, kita malah menabur keburukan dan  kejahatan dengan leluasa, merasa tidak bersalah. Konteks kekinian, sering hoax, berita palsu itu menguasai media kita. Sebagai anak Tuhan kita diajak untuk menjadi agen perubahan, bukan malah ikut menebarkan bahwa kita juga setuju atas perilaku jahat dna bohong itu.
Kita akan mampu berbuat demikian, membedakan mana yang baik dan buruk, benar dan salah, mana yang bohong dan yang sejati, sepanjang kita mendasari hidup kita dengan doa. Doa dalam seluruh tarikan nafas kita. Seluruh aktivitas kita adalah doa. Jika demikian dapat kita yakini Tuhan hadir melalui Roh Kudus yang akan membimbing langkah dan pilihan kita.BD.eLeSHa.


Jumat, 19 Oktober 2018

Ragi Kemunafikan


Jumat Biasa Pekan XXVIII (H)
Ef. 1:11-14
Mzm. 33:1-2,4-5,12-13
Luk. 12:1-7



Ef. 1:11-14

1:11 Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan -- kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya --
1:12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.
1:13 Di dalam Dia kamu juga -- karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu -- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.
1:14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.



Luk. 12:1-7

12:1 Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.
12:2 Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.
12:3 Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.
12:4 Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.
12:5 Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!
12:6 Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah,
12:7 bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.



Ragi Kemunafikan

Saudara terkasih, hari ini kita diajak merenungkan betap bahayanya kemunafikan, dan juga sifat buruk lainnya. Apa artinya ragi? Benda kecil, sedikit, namun memberikan dampak luar biasa, bahkan kadang mengubah bentuk. Di sinilah Tuhan mengehndaki  kita untuk menjauhi hal itu agar kita tidak tersesat oleh pengaruh buruknya kemunafikan. Pun hal buruk lainnya.
Dalam hidup bersama sering kita dihidupi dengan budaya baru yang lebih menghargaan hoax, kebohongan, kepalsuan, dan pengubahan persepsi demi memperoleh pengaruh. Hat-hati karena itu menular dan memberi dampak buruk yang luar biasa besar. Kita sering melihat dan menyaksikan, bagaimana orang yang terbiasa membohongi orang lain, ia sendiri bingung menilai mana yang benar, separo benar, dan mana yang salah. Mereka dikacaukan oleh pemikiran dasar mereka sendiri. Ini berbahaya bagi hidup bersama.
Berkaitan dengan ketidakjujuran dan pengaruh buruk itu, kecenderungan memberikan ketakutan, kecemasan, dan was-was menjadi lebih kuat. Tuhan menghendaki kita untuk tidak takut pada apapun yang tidak mampu membunuh jiwa. Manusia mana yang bisa membunuh jiwa bukan? Ketakutan kita hanya pada Allah. Iyalah, coba bayangkan jika kita dilupakan Allah sekejab saja, apa yang akan terjadi? semua tentu paham bukan.
Sering pula kita minder, merasa kecil, dan merasa kurang ini dan itu. Merasa tidak memiliki apa-apa sebagai keunggulan dan kemampuan lebih lainnya. Padahal  jika mau sedikit saja keluar, betapa Tuhan Mahabaik itu memberikan begitu besar, banyak, dan aneka macam hal yang luar biasa. Rumput yang sederhana itu pun memberikan keindahan jika kita menggunakan hati dan mata batin, bukan semata melihatnya sekilas. Burung-burung yang sangat kecil, namun mampu terbang kian kemari.
Saudara terkasih, belenggu kemunafikan, pengaruh buruk ketidakjujuran membawa kita abai akan kebaikan Tuhan, lebih takut perilaku manusia dan kekuasaan duniawi. Pengaruh ragi pemikiran negatif jauh lebih buruk daripada yang kita kira, kita tidak sadar dan malah bisa membuat keadaan makin buruk jika tidak mau berpaling pada Tuhan. Melihat hal-hal sederhana namun itu hal positif dan baik jauh lebih membantu daripada hal-hal buruk yang kita kembangkan.
Ragi itu tidak perlu banyak untuk memberikan dampak. Bagian kecil yang bisa membuat rusak parang jika itu adalah jahat dan buruk seperti kemunafikan. Namun ragi kebaikan yang perlu kita pilih, sehingga memberikan harapan dunia yang lebih baik. BD.eleSHa.