Jumat, 25 Mei 2018

Karakter Pengikut Kristus


Jumat Biasa Pekan VII (H)
Yak. 5:9-12
Mzm. 103,1-2,3-4,8-9,11-12
Mrk. 10:1-12



Yak. 5:9-12

5:9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.
5:10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.
5:11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.
5:12 Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman.


Mrk. 10:1-12

10:1 Dari situ Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situ pun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula.
10:2 Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: "Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?"
10:3 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Apa perintah Musa kepada kamu?"
10:4 Jawab mereka: "Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai."
10:5 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.
10:6 Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,
10:7 sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
10:8 sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
10:9 Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
10:10 Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu.
10:11 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.
10:12 Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."



Karakter Pengikut Kristus

Saudara terkasih, dari dua bacaan hari ini, kita belajar mengenai karakter sebagai pengikuti Kristus. Pertama mengenai katakan “Ya” jika ya dan “tidak” jika memang demikian. hal yang tidak mudah, apalagi jika menyangkut kehidupan bersama. Perasaan, keamanan apalagi jika politik, dan banyak kendala. Mengatakan kebenaran sebagai kebenaran ketika bicara prinsip menjadi penting, meskipun risikonya adalah kematian sekalipun. Tidak bisa ditawar-tawar, apalagi menghadapi kehidupan bersama, ketika iman menjadi taruhannya. Tidak perlu takut untuk hal yang prinsip dan mendasar, apalagi jika berkaitan dengan hidup dan iman.
Kedua, adalah soal perceraian, khas Katolik, di mana perkawinan adalah persekutuan dari Allah. sangat tidak mudah, apalagi dihadapan kemajuan teknologi yang demikian masif ini. Pernah dalam  perbincangan dengan seorang rekan yang ingin bercerai, yang dalam kepercayaannya memang boleh, bertanya bagaimana jik Gereja Katolik melihat itu. Rekan kaget dan merasa berat melihat tidak ada kata perceraian dalam kamus Gereja. Dan ini memang tidak mudah, bagi umat sendiri. Mengapa demikian? penyatuan dua pribadi sangat sulit.
Dalam perkembangan pernikahan yang diawali dengan cinta tidak mesti akan demikian, jika terus menerus tidak menghidupi cinta yang sama. Kehidupan sehari-hari bisa menggerus itu. Godaan yang tidak dikelola dengan baik bisa menjadi masalah. Dunia akan menawarkan hal-hal yang berwarna dan itu sangat menggoda, dan di sinilah peran iman itu.
Kata kunci, dua pribadi yang disatukan Allah, menjadi penting, tidak membuka lagi adanya pribadi lain di dalam hidup berkeluarga mereka. Apakah otomatis demikian? Tidak. Lihat bagaimana pola pikir dan pola tindak yang cukup berbeda itu. Jika tidak menyadari kehendak Allah bisa menjadi berabe.
Pengampunan, ini juga menjadi salah satu bagian utuh di dalam perkawinan dan iman. Bagaimana bisa langgeg jika mengungkit-ungkit kekurangan pasangan saja. Hal ini sering menjadi penyebab kerusakan relasi dalam keluarga.
Karakter baik ini perlu kita kembangkan, bukan malah menjadi beban jika di dalam iman dan Tuhan, semua adalah mungkin. Jangan lupa memohon pada Tuhan agar mampu berbuat demikian. BD.eLeSHa.


Hendaklah Kamu Selalu Mempunyai Garam dalam Dirimu


Kamis Pekan Biasa VII (H)
Yak. 5:1-5
Mzm. 49:14-15ab,15cd,16,17-18,19-20
Mrk. 9:41-50



Yak. 5:1-5

5:1 Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu!
5:2 Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat!
5:3 Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.
5:4 Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu.
5:5 Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan.

Mrk. 9:41-50

9:41 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya."
9:42 "Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.
9:43 Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;
9:44 [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.]
9:45 Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka;
9:46 [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.]
9:47 Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,
9:48 di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.
9:49 Karena setiap orang akan digarami dengan api.
9:50 Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."


Hendaklah Kamu Selalu Mempunyai Garam dalam Dirimu

Saudara terkasih, dalam bacaan hari ini, apa yang Yesus sampaikan bukan mengenai kesadisan atau mutilasi, namun bahwa jangan salah satu bagian tubuh ini menjadi agen atau pembawa dosa. Jangan sampai satu saja bagian tubuh itu menjadi penyebab dosa. Hal berbicara mengenai pengorbanan diri, termasuk di dalamnya adalah anggota tubuh yang paling penting.
Hidup para murid harus di dalam kesatuan dengan Allah, dengan keseluruhan tubuh yang baik dan kudus.  Jangan sampai salah satu itu di bawah kuasa jahat yang bisa menyesatkan.
Saudara terkasih, Yesus menghendaki bahwa para murid dan kita diajak untuk hidup yang dipersembahkan dan dibumbui dengan garam. Kadang bumbu dan garam ini ada dalam korban dan derita. Di sinilah derita yang kita renungkan mendapatkan apa yang seharusnya. Derita demi pemurnian hidup kita. Bukan menyintai derita sebagai perilaku kelainan, namun persembahan kepada Tuhan. Hidup selaras dengan kehendak Tuhan, jika itu pun tidak mudah.
Bacaan pertama membawa kita pada pemahaman mengenai harta, bukan soal kekayaan yang salah, namun sikap kita di dalam memandang harta dan kekayaan. Di mana kita melihat kekayaan sebagai segala-galanya, menggunakannya dengan tidak bijaksana, dan malah berpesta secara berlebihan. Di sanalah yang menjadi masalah, sikap batin kita, bukan mengenai hartanya. BD.eLeSHa.

Rabu, 23 Mei 2018

Sikap Percaya


Rabu Biasa Pekan VII (H)
Yak. 4:13-17
Mzm. 49:2-3,6-7,8-10,11
Mrk. 9:38-40



Yak. 4:13-17

4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung",
4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
4:15 Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."
4:16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.
4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.


Mrk. 9:38-40

9:38 Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."
9:39 Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.
9:40 Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.



Sikap Percaya

Saudara terkasih, merenungkan bacaan singkat ini, kita perlu juga merenungkan kelanjutan dari bacaan kemarin. Di mana para murid kemarin kena tegur Yesus karena sikap mereka yang gagal memahami pengajaran Yesus. Mengenai kisah sengsara, ataupun yang terbesar di antara mereka.
Nampaknya masih berlangsung kegagalan para murid hingga hari ini, di sini para murid yang digawangi Yohanes mengeluhkan adanya orang yang mengusir orang yang kerasukan dalam nama Yesus. Dalam hal ini bisa saja para murid ini iri, malu, atau jengkel, bahwa mereka tidak mampu, eh orang yang bukan murid malah mampu. Mereka melarang orang itu karena bukan murid.
Apa yang dinyatakan Yesus berbeda dengan apa yang dinyatakan para murid. Yesus menyatakan siapa yang berbicara dalam kuasa di dalam Yesus tidak akan serta merta melawan Yesus dan para murid. Yang mengusir dalam nama Yesus tentu memiliki kepercayaan pada Yesus.
Apa yang terjadi dalam bacaan hari ini sebenarnya sangat wajar, manusiawi, dan normal. Bagaimana kita merasa jauh lebih dibandingkan orang lain. dan ketika menghadapi keadaan yang faktual, baru teruji mana yang lebih berkualitas. Dulu ada teman yang mengatakan, kita sering mengutuk korupsi, belum tentu demikian, jika memang keadaan memungkinkan. Artinya bisa saja kita juga terlena. Ternyata para murid mengalami hal yang sama. Mereka tidak berdaya mengusir orang kesurupan. Mengapa demikian? Bisa saja para murid itu lupa daratan dan merasa tidak perlu melibatkan Tuhan.
Sering kita di dalam hidup ini juga berlaku demikian. Kita mengabaikan kekuasaan Tuhan, melupakan untuk melibatkan Tuhan dalam usaha dan upaya kita. Kita mengupayakan dengan kemampuan kita sendiri. Jika demikian, iblis sukses memisahkan kita dengan kesatuan bersama Tuhan. Iblislah yang membuat kita merasa mampu, kita harus berusaha, padahal ada ranah di mana kita perlu berserah pada kehendak dan jalan Tuhan. Hal yang tidak mudah, di tengah budaya cepat, kerja keras, dan mengandalkan diri, dan  kemajuan ilmu pengetahuan.
Saudara terkasih, percaya di dalam Tuhan itu mengandalkan Tuhan di dalam hidup kita. Doa adalah segalanya. BD.eLeSHa.


Selasa, 22 Mei 2018

Jalan Kemuliaan Melalui Penderitaan



Selasa Biasa Pekan VII (H)
Yak. 4:1-10
Mzm. 55:7-8,9-10a,10b-11a,23
Mrk. 9:30-37




Yak. 4:1-10

4:1 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?
4:2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.
4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
4:5 Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!"
4:6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
4:7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!
4:8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!
4:9 Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita.
4:10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.


Mrk. 9:30-37

9:30 Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang;
9:31 sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit."
9:32 Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.
9:33 Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?"
9:34 Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.
9:35 Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya."
9:36 Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka:
9:37 "Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku."



Jalan Kemuliaan Melalui Penderitaan

Saudara terkasih, dalam bacaan hari ini Bunda Gereja mengajak kita untuk merenungkan, bagaimana kemuliaan itu harus dicapai. Kemuliaan melalui penderitaan dan kematian sebagaimana Yesus juga mengalami peristiwa atau jalan demikian.
Sering kita merasa penderitaan itu akibat perbuatan kita, atau perlu disingkirkan karena mengganggu keyamanan hidup kita. Apa yang kita maui itu yang nyaman-nyaman saja, enak, bukan yang tidak nyaman. Apa yang tidak menyenangkan dibuang, padahal bukan demikian. Di sana ada kehendak Tuhan untuk mendewasakan kita. Tuhan memiliki rencana dengan keadaan yang tidak enak tersebut. Tentu bukan menikmati penderitaan demi kepuasaan psikologis atau masochis lho ya? Namun bahwa bukan menghindarkan diri dari keadaan sulit dan susah.
Para murid diharapkan mampu seperti anak kecil, di mana anak kecil itu sepenuhnya bergantung pada pihak dewasa. Di sini para murid, termasuk kita diharapkan untuk bergantung sepenuhnya pada Tuhan. Bergantung artinya berpasrah di dalam Tuhan. Membiarkan Tuhan melakukan apapun pada hidup kita. Termasuk adalah jika berupa penderitaan.
Ada anggapan bahwa penderitaan itu akibat perbuatan buruk kita, kesalahan kita yang dibalaskan, padahal tidak mesti demikian. Ada derita karena rencana Tuhan, atau karena keadaan yang tidak memungkinkan kita atasi. Contoh politis atau kebijakan yang membuat kita susah di dalam banyak hal. Di sana kita diajak untuk bertekun di dalam rencana-Nya. BD.eLeSHa.




Senin, 21 Mei 2018

Pengusiran Roh dan Iman Kepercayaan


Senin Pekan Biasa VII (H)
Yak. 3:13-18
Mzm. 19:8,9,10,15
Mrk. 9:14-29



Yak. 3:13-18

3:13 Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan.
3:14 Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran!
3:15 Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan.
3:16 Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.
3:17 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.
3:18 Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai.


Mrk. 9:14-29

9:14 Ketika Yesus, Petrus, Yakobus dan Yohanes kembali pada murid-murid lain, mereka melihat orang banyak mengerumuni murid-murid itu, dan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan  sesuatu dengan mereka.
9:15 Pada waktu orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia.
9:16 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?"
9:17 Kata seorang dari orang banyak itu: "Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia.
9:18 Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat."
9:19 Maka kata Yesus kepada mereka: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"
9:20 Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa.
9:21 Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya.
9:22 Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami."
9:23 Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"
9:24 Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"
9:25 Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"
9:26 Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya  seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: "Ia sudah mati."
9:27 Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri.
9:28 Ketika Yesus sudah di rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?"
9:29 Jawab-Nya kepada mereka: "Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa."




Pengusiran Roh dan Iman Kepercayaan

Saudara terkasih, hari ini kita merenungkan mengenai kepercayaan, melalui peristiwa pengusiran roh jahat. Dikisahkan, bahwa banyak murid tidak mampu mengusir roh jahat dalam anak kecil. Mereka gagak karena iman mereka yang tidak teguh, dan merasa tidak mampu karena tidak bersama dengan Yesus.
Si bapak yang merasa menderita karena penderitaan ini memohon pada Yesus dengan menyatakan jika Engkau dapat, sebuah bentuk permohonan yang sebenarnya secara manusia meremehkan dan menyangsikan kemampuan Yesus. Jawaban Yesus juga membuat si bapak tersentak, bahwa ia kurang pantas.
Ketidakpantasan ini dibarengi dengan sikap tahu diri, bukan malah meradang karena pernyataan Yesus mengenai kurang percaya itu. Di sinilah ada peran iman, jembatan antara yang mengantarkan pribadi ragu dan rapuh, bahkan tidak percaya menjadi percaya. Si bapak tidak menjadi jengkel atas pernyataan Yesus, namun menjawab sebagaimana mestinya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini. Ungkapan kerendahan hati dan kepasrahan.
Penyembuhan ini hanya sebagian dari apa yang Tuhan kehendaki. Apa yang Tuhan harapkan justru adalah kepercayaan. Peristiwa ini membawa orang pada kepercayaan kepada Yesus dan implikasinya adalah kesembuhan.
Pertanyaan para murid jelas, mengapa mereka tidak mampu mengusir roh ini? Yesus menyatakan doa. Iman dan doa menjadi penting dan kesatuan yang utama. Sering merasa mampu dan melupakan Tuhan. Kepasrahan total terlibat di dalamnya.
Saudara terkasih, sering kita lupa, abai, dan merasa mampu, tanpa mau melibatkan Tuhan. Tuhan selalu memberikan apa yang kita minta. Tuhan hadir untuk menyelesaikan apa yang tidak mampu kita selesaikan. Percaya dengan penuh kepasrahan. Doa juga adalah usaha, jangan sepelekan doa, jika kita sebagai orang beriman.
Tuhan membawa kita kepada kepercayaan kepada-Nya. Percaya juga bahwa IA bisa melakukan dan memberikan apapun yang kita perlukan. Apakah kita sudah memohon kepada-Nya dengan penuh percaya? BD.eLeSHa.



Minggu, 20 Mei 2018

Roh Kudus dan Karya-Nya


HARI RAYA PENTAKOSTA (M)
Kis. 2:1-11
Mzm. 104:1ab,14ac,29bc,30,31,34
Gal. 5:16-25
Yoh. 15:26-27, 16:12-15



Kis. 2:1-11

2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
2:5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.
2:6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
2:7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?
2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:
2:9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
2:10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,
2:11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."

Gal. 5:16-25

5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.
5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.
5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
Yoh. 15:26-27, 16:12-15

15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."
16:12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.
16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.
16:15 Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku."



Roh Kudus dan Karya-Nya

Saudara terkasih, tentu tidak ada yang pernah melihat Roh Kudus, namun tentu semua pernah mendapatkan bimbingan dan pendampingan Roh Kudus. Bagaimana Roh Kudus memberikan bimbingan, dalam konteks bacaan dan pengalaman para Rasul adalah menjelaskan karya Yesus dalam bahasa masing-masing pendengar yang berbagai-bagai itu asalnya.
Dalam kekinian, kita pun selalu mendapatkan penjelasan, bimbingan, dan pengarahan Roh Kudus dalam hidup kita. Ada yang tiba-tiba membatalkan perjalanan, eh ternyata angkutan yang kita ikuti mengalami kecelakaan, Roh Kudus yang berperan. Atau bisa memilih pilihan yang sulit dan berat, namun berani mengambil, itu siapa? Roh Kudus.
Hari-hari ini, kita sebagai pengikut Yesus di Indonesia sedang mengalami kejadian yang cukup berat, namun mengapa kita tetap saja setia dan tidak takut? Karena adanya Roh Kudus. Ada pendampingan Roh Kudus yang memampukan kita. Sering kita merasa tidak mampu, mengapa kita memilih untuk tetap setia? Karena bukan kita yang berkehendak, karena Roh Kudus yang menguatkan hati kita.
Saudara terkasih, dalam Roh Kudus, satu yang sangat penting di dalam hidup bersama sebagai bangsa dan negara adalah sikap menyatukan. Persatuan Indonesia yang demikian berat dan terkoyak akhir-akhir ini perlu jembatan pemersatu. Sebagai pengikut Kristus yang sering mendapatkan perlakuan tidak adil, sikap kita sangat penting. Bagaimana apakah kita mau membalas? Tentu tidak. Sikap pengikut Kristus tetap. Mengampuni, memberikan kesempatan untuk membangun persatuan, merobohkan egoisme, dan terutama di era digital yang parah secara etis ini, peran apa yang bisa diambil?
Pengikut Kristus bukan menjadi agen kerusuhan dengan menyebarkan berita salah, apalagi pemutarbalikan data. Jika tidak berani menyatakan kebenaran dengan lantang, cukup tidak menebarkan kejahatan.  Sikap minimalis malum ini, jauh lebih biijak karena tidak semua berani menanggung risiko di tengah budaya kekerasa verbal yang luar biasa masif ini.
Roh Kudus juga memberikan kesetiaan di dalam hidup bersama kita. Bagaimana beratnya untuk menjadi pengikut Yesus, di tengah bangsa ini, toh kita mampu. Siapa coba yang memberikan kekuatan dan kesetiaan itu. Roh Kudus. BD.eLeSHa.