Selasa, 24 April 2018

Yesus Ditolak Orang


Selasa Biasa Pekan IV Paskah (P)
Kis. 11:19-26
Mzm. 87:1-3,4-5,6-7
Yoh. 10:22-30



Kis. 11:19-26

11:19 Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja.
11:20 Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan.
11:21 Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.
11:22 Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia.
11:23 Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan,
11:24 karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.
11:25 Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.
11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.


Yoh. 10:22-30

10:20 "Ia kerasukan setan dan gila; mengapa kamu mendengarkan Dia?"
10:21 Yang lain berkata: "Itu bukan perkataan orang yang kerasukan setan; dapatkah setan memelekkan mata orang-orang buta?"
10:22 Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.
10:23 Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.
10:24 Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."
10:25 Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,
10:26 tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
10:29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
10:30 Aku dan Bapa adalah satu."



Yesus Ditolak Orang 

Saudara terkasih, orang Yahudi selalu bertanya apakah Yesus itu Mesias, dan Yesus menjawab dengan sebuah pernyataan. Mereka susah menerima karena otak dan pemikiran sendiri, meskipun perbuatan besar Yesus menampilkan ciri-ciri era Mesianisme hadir.  Orang buta disebuhkan, orang mati dibangkitkan, dan orang bisu bisa berbicara, dan tidak ketinggalan, orang tuli bisa mendengar. Hak-hal ini   tidak mau didengar dan dilihat oleh mereka.
Saudara terkasih, dalam sebuah kisah rohani menceritakan, seorang pemuda yang jatuh cinta pada seorang gadis. Saking takutnya, khawatirnya, dan tidak berani menghadapi kenyataan, hanya berkhayal, dan menuangkan dalam tulisan. Suatu hari, si gadis mengajak pertemuan. Akhirnya hari yang dinantikan itu terjadi, ia bacakan semua tulisannya, puisi, surat cinta, kerinduan, dan cintanya yang besar. Berjam-jam ia baca dan baca. Si gadis menjadi jemu dan jengkel, seharian bersama hanya diajak untuk mendengarkan cinta dan kerinduan membosankan tersebut.
Di sinilah apa yang dilakukan orang Yahudi, dan kita lakukan, bagaimana Tuhan ada di dalam hati kita. Tuhan hadir untuk membawa kita untuk mengenal-Nya, namun kita malah asyik dengan pikiran kita, pencarian kita, diskusi kita, dan perdebatan kita mengenai Tuhan. Konsep Tuhan yang kita gambarkan, yakini, dan perdebatkan, membuat kita salah menilai dan melihat Tuhan yang telah di depan kita.
Orang Yahudi menolak bukan karena mereka tidak tahu, namun mereka tidak mau tahu akan perbuatan besar dan ajaib dari Yesus.  Mereka memang tidak mau menjadi bagian utuh dalam kesatuan dengan Yesus. Mereka bukan domba yang mau digembalakan Yesus. Merasa bahwa mereka lebih dari segalanya, bahkan mereka menilai Yesus dengan miring padahal mereka tahu Kitab Suci dengan baik, mereka paham semua itu, dan mereka gagal menggunakan hati mereka untuk menimbang itu semua. Kegagalan ini karena memang mereka, pun kita bisa juga tidak mau. Tawaran Allah tetap sama. BD.eLeSHa.


Senin, 23 April 2018

Gembala baik dan Orang Asing


Senin Biasa Pekan IV Paskah (P)
Kis. 11:1-18
Mzm. 42:2-3,43:3,4
Yoh. 10:1-10



Kis. 11:1-18

11:1 Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah.
11:2 Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat berselisih pendapat dengan dia.
11:3 Kata mereka: "Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka."
11:4 Tetapi Petrus menjelaskan segala sesuatu berturut-turut, katanya:
11:5 "Aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi dan aku melihat suatu penglihatan: suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku.
11:6 Aku menatapnya dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat dan binatang liar dan binatang menjalar dan burung-burung.
11:7 Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!
11:8 Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku.
11:9 Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram!
11:10 Hal itu terjadi sampai tiga kali, lalu semuanya ditarik kembali ke langit.
11:11 Dan seketika itu juga tiga orang berdiri di depan rumah, di mana kami menumpang; mereka diutus kepadaku dari Kaisarea.
11:12 Lalu kata Roh kepadaku: Pergi bersama mereka dengan tidak bimbang! Dan keenam saudara ini menyertai aku. Kami masuk ke dalam rumah orang itu,
11:13 dan ia menceriterakan kepada kami, bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya dan berkata kepadanya: Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus.
11:14 Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu.
11:15 Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita.
11:16 Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.
11:17 Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?"
11:18 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup."


Yoh. 10:1-10

10:1 "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
10:2 tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.
10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."
10:6 Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.
10:7 Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu.
10:8 Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.
10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.



Gembala baik dan Orang Asing

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan bagaimana Tuhan Yesus  menggambarkan diri sebagai Gembala yang baik, Gembala yang berlawanan dengan orang asing, pencuri, atau hewan ternak. Penggambaran yang dipakai adalah, bagaimana ternak itu dikandangkan denga pagar untuk melindungi pencuri dan hewan buas.
Gembala Baik itu dikenal dan juga mengenal domba dengan baik, ternak akan mengekor di belakang Gembala Baik yang melalui pintu di dalam mengeluarkan dombanya. Beda dengan pencuri dan hewan buas.
Apa yang ditampilkan sangat kontras dan bertolak belakang, bagaimana Gembala Baik akan memberikan jaminan dan hidup. berbeda dengan pencuri yang bisa membahayakan, yang penting adalah memperoleh domba itu, mau hidup ataupun mati. Selain cara memasuki kandang, akibatnya pun berbeda.
Saudara terkasih, Yesus adalah pintu, di mana jalan yang dilalui para domba. Jaminan keselamatan yang diberikan Yesus adalah karena belas kasih-Nya. Apa yang disampaikan adalah janji kepada kita sebagai domba-domba-Nya.
Apa yang kita dapatkan, apa yang kita peroleh, dan apa yang kita dapatkan memang berbeda dengan apa yang diperoleh oleh penggembalaan bukan Gembala Yang Sejati. Jaminan keselamatan oleh Gembala Sejati adalah milik kita. Sering bukan kita mendengar bahwa ada yang belum tahu ke mana usai mati, perlu kerja keras untuk berhitung untuk dapat masuk surga dan menghindari neraka. Dan itu tidak perlu karena semua sudah dilakukan Yesus sebagai pintu yang mengantar kita kepada keselamatan. BD.eleSHa.


Minggu, 22 April 2018

Gembala yang Baik


HARI MINGGU PASKAH IV (P)
Kis. 4:8-18
Mzm. 118:1,8-9,21-23,26,28cd,29
1 Yoh. 3;1-3
Yoh. 10:11-18



Kis. 4:8-18

4:8 Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua,
4:9 jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan,
4:10 maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati -- bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.
4:11 Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan -- yaitu kamu sendiri --, namun ia telah menjadi batu penjuru.
4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

1 Yoh. 3;1-3

3:1 Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.
3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Yoh. 10:11-18

10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
10:12 sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.
10:13 Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.
10:14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku
10:15 sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.
10:16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
10:17 Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.
10:18 Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."



Gembala yang Baik

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan peran Yesus yang mengambil perumpamaan mengenai gembala yang baik, jika Yesus berkarya abad ini, dalam  konteks Indonesia, akan menggambarkan peran-Nya sebagai pilot. Lihat bagaimana gambaran presiden sebagai pilot dan masyarakat atau bangsa dan negara sebagai pesawat dengan penumpangnya. Sering emerintahan itu digambarkan sebagai autopilot, pemerintahan itu multypilot, sejatinya sama saja.
Yesus yang menggambarkan diri sebagai gembala itu hendak menyaatakan bahwa gembala yang baik itu akan mengenal dombanya. Gembala yang baik tidak akan lari jika ada serigala. Serigala tentu adalah ancaman yang bisa membuat keadaan buruk. Meninggalkan dombanya sendirian gambaran autopilot juga sangat relevan. Mengapa? Pemerintah atau gembala yang hanya memikirkan diri sendiri dan kelompoknya.
Sisi lain, gambaran gembala yang baik ini berhadapan dengan gembala yang berasal dari orang upahan. Ikatan antara gembala baik dengan dombanya, pun gembala orang upahan dengan gembalaannya. Meskipun mereka akan mendapatkan hukuman sangat berat jika ada domba yang hilang baik karena tersesat, dicuri, atau diterkam binatang buas, toh mereka tetap lari jika ada bahaya. Mereka merasa tidak memiliki, ikatan kepemilikan yang rendah.
Saudara terkasih hal ini juga sangat kontekstual dalam hidup kita, menggereja, bekerja, atau pun di dalam apupun aktivitas kita. Jika merasa ikut memiliki, baik bangsa dan negara, pekerjaan kita, komunitas kita, lingkungan kita, apalagi jika domba sebagai milik sendiri, kita akan menjaganya dengan baik. Mengapa orang bisa merasa tidak memiliki? Karena mereka tidak mau susah dan menghadapi bahaya karena tanggung jawabnya itu.
Gembala yang baik juga berkaitan dengan mengenal dombanya. Mengenal bukan semata tahu itu bukan miliknya dan yang ini adalah kepunyaannya saja. Mengenal juga merasa memiliki, menyatukan dengan dirinya. Di sinilah letaknya Gembala yang Baik ala Yesus.
Apa yang Yesus gambarkan hari-hari ini kita saksikan dalam hidup berbangsa bagaimana banyak petualang yang hanya mencari makan dari negara mereka orang upahan yang bekerja dengan setengah hati. Tidak perlu jauh-jauh di sekitar kita demikian banyak pekerja model demikian. Datang terlambat, kinerja rendah, mengeluhkan gaji, dan tanggung jawab jarang bisa diselesaikan. Ini adalah masalah yang sangat mendasar, tanggung jawab.
Apalagi jika berbicara mengenai berkorban, masih jauh dari harapan, sedangkan tanggu jawab saja masih memprihatinkan. Pengorbannan itu jauh lebih dari sekadar tanggung jawab. Pemberian lebih, menjadi barang langka dan istimewa di negeri ini. Maka tidak heran susah berbicara mengenai pengorbanan diri dalam hidup berbangsa dan bernegara bangsa ini. BD.eLeSHa.

Sabtu, 21 April 2018

Pernyataan ini Keras, Banyak yang Mengundurkan Diri


Sabtu Biasa Pekan III Paskah (P)
Kis. 9:31-42
Mzm. 116:12-13,14-15,16-17
Yoh. 6:60-69




Kis. 9:31-42

9:31 Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.
9:32 Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan ke mana-mana. Dalam perjalanan itu ia singgah juga kepada orang-orang kudus yang di Lida.
9:33 Di situ didapatinya seorang bernama Eneas, yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh.
9:34 Kata Petrus kepadanya: "Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!" Seketika itu juga bangunlah orang itu.
9:35 Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan.
9:36 Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita -- dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.
9:37 Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas.
9:38 Lida dekat dengan Yope. Ketika murid-murid mendengar, bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan: "Segeralah datang ke tempat kami."
9:39 Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup.
9:40 Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: "Tabita, bangkitlah!" Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.
9:41 Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup.
9:42 Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.

Yoh. 6:60-69

6:60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
6:61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
6:62 Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?
6:63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.
6:64 Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya." Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia.
6:65 Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya."
6:66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.
6:67 Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?"
6:68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;
6:69 dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah."




Pernyataan ini Keras, Banyak yang Mengundurkan Diri

Saudara terkasih, hari ini kita diajak Bunda Gereja untuk merenungkan mengenai betapa banyaknya murid atau pendengar yang mengundurkan diri. Mereka merasa apa yang Yesus sampaikan sangat keras. Nampaknya, apa yang keras adalah mengenai  memakan Daging-Nya, sudah bagi mereka untuk bisa mencerna hal ini. Roti hidup  yang turun dari surga merupakan hal yang sangat susah mereka cerna, pahami, dan terima. Hal ini yang membuat mereka memilih mundur.
Pernyataan berbeda disampaikan para murid dengan wakil oleh Petrus, yang menyatakan kepercayaannya, bahwa Yesus adalah Yang Kudus turun dari surga. Pernyataan iman yang mendalam kita, melalui perwakilan Petrus.
Saudara terkasih, keras, sebagaimana dipahami para pendengar Yesus kala itu, pun kita alami dalam bentuk lain. Bagaimana kita kini sering mendapatkan perlakuan yang sangat tidak mengenakan. Pun banyak di antara kita yang tidak tahan dan mundur. Ada yang ditolak oleh calon mertua demi mendapatkan pasangan hidup akhirnya meninggalkan iman kepercayaan pada Tuhan. Ada juga yang demi menjadi pejabat ini dan itu, bahkan setingkat RT saja ada yang rela melepaskan iman kepercayaannya kepada Yesus. Hal ini identik dengan apa yang para murid dengar dari Yesus. Jika mereka tidak mampu menerima pengajaran Yesus mengenai Roti Hidup, kini kita menghadapi kerasnya perlakuan sesama atas nama mayoritas dan minoritas. Atau atas nama kebutuhan ekonomi, kebutuhan akan jabatan, dan sebagainya, rela mengundurkan diri dari iman kepada Yesus.
Intinya sama enggan merasakan tekanan untuk tetap setia. Padahal jika mau sedikit bertahan, janji Allah tidak akan pernah diingkari-Nya. Alam Mesianisme sungguh terbukti ketika orang lumpuh bisa berjalan dan orang mati dibangkitkan, sebagaimana dalam bacaan pertama. Di sanalah peran iman kepercayaan kita, sebagai jawaban atas sapaan dan tawaran Allah. Masihkah kita  mau mengalahkan iman kita, demi kepuasan duniawi? BD.eLeSHa.

Jumat, 20 April 2018

Makan dan Ekaristi adalah Keajaiban Sehari-hari


Jumat Biasa Pekan III Paskah (P)
Kis. 9:1-20
Mzm. 117:1,2
Yoh. 6:52-59-




Kis. 9:1-20

9:1 Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
9:2 dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.
9:3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
9:4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"
9:5 Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu.
9:6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat."
9:7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun.
9:8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.
9:9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.
9:10 Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!"
9:11 Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,
9:12 dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi."
9:13 Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.
9:14 Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu."
9:15 Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
9:16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."
9:17 Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus."
9:18 Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.
9:19a Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya.
9:19b Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik.
9:20 Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.


Yoh. 6:52-59-

6:52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."
6:53 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.
6:54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.
6:55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.
6:56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.
6:57 Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.
6:58 Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."
6:59 Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat



Makan dan Ekaristi adalah Keajaiban Sehari-hari

Saudara terkasih, setelah beberapa hari kita merenungkan mengenai Roti Hidup dan percaya, kini Yesus menunjuk langsung bagaimana pribdi yang makan, langsung, bukan lagi mengatakan barang siapa datang. Datang saja masih belum cukup  menjawab apa yang Tuhan Allah kehendaki. Dengan makan Tubuh Kristus, berarti menerima seutuhnya apa yang Tuhan kehendaki atas hidup kita.
Pertanyaan yang berulang dalam bagaimana bisa makan Tubuh-Nya, sebagaimana dulu Nikodemus bertanya mengenai lahir lagi. Kedatangan Yesus yang dari Allah kini menjadi santapan bagi para pengikut-Nya untuk memperoleh hidup kekal.
Saudara terkasih, kita sering merasa mengikuti Ekaristi hanya karena kewajiban, rutinitas, bisa setiap Minggu, atau sehari-hari dalam Misa harian. Namun apakah sampai menyadari kehadiran Yesus dalam rupa roti itu benar-benar Tubuh-Nya sendiri? Di sinilah peran iman kita. Memang sangat tidak mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Pengalaman harian kita  mungkin identik dengan orang yang mendengar pengajaran Yesus atau Nikodemus. Kita masih perlu banyak belajar secara spiritual sebagaimana Paulus.
Bagaimana Saulus yang berangkat untuk membinasakan cikal bakal Kekristenan justru dipanggil Tuhan di tengah jalan. Ia menjadi buta dan kembali menjadi manusia baru. Lahir baru dan menjadi pewarta utama. Mukjizat demikian masih terjadi dengan berbagai  cara dan warna. Ada yang karena melihat tetangga pengikut Kristus baik dna kemudian mencari tahu, belajar, dan mengimani Kristus. Atau ada yang merasa tertarik karena merasa ada panggilan Tuhan dalam bencana yang dialami. Bahwa pengalaman Paulus sangat besar iya, namun pengalaman kita pun tetap berharga.
Mengenal Yesus dengan berbagai cara dan jalan masing-masing. Khas milik kita bersama Tuhan. Menyantap apa yang IA sediakan dengan penuh iman dan percaya. Bersama DIAlah keselamatan. Keselamatan abadi. BD.eLeSHa.

Kamis, 19 April 2018

Iman Berbuah Hidup Kekal


Kamis Biasa Pekan III Paskah (P)
Kis. 8:26-40
Mzm. 66:8-9,16-17,20
Yoh. 6:44-51



Kis. 8:26-40

8:26 Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi.
8:27 Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah.
8:28 Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya.
8:29 Lalu kata Roh kepada Filipus: "Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!"
8:30 Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: "Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?"
8:31 Jawabnya: "Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?" Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya.
8:32 Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya.
8:33 Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi.
8:34 Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: "Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?"
8:35 Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.
8:36 Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?"
8:37 [Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah."]
8:38 Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.
8:39 Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.
8:40 Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.

Yoh. 6:44-51

6:44 Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
6:45 Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.
6:46 Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.
6:47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.
6:48 Akulah roti hidup.
6:49 Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.
6:50 Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.
6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."




Iman Berbuah Hidup Kekal

Saudara terkasih, apa yang Tuhan kehendaki ialah kita selamat. Keselamatan mengandaikan ada tawaran dari Allah yang akan ditanggapi manusia dengan semestinya. Keselamatan itu asli berkat karunia Allah secara cuma-cuma, dan sudah layak dan sepantasnya kita menjawab, menanggapi, dan merespons sebagaimana mestinya.  Contoh bahasa mudahnya, jika kita ditawari untuk berjalan-jalan gratis, tanpa syarat lagi,  apakah kita akan menolak dan malah mencibirnya? Tentu saja akan menerima dengan suka cita bukan? Tentu jawaban kita diperlukan agar bisa mendapatkan hadiah jalan-jalan tersebut.
Iman kita di dalam konteks bacaan hari ini adalah, kesiapan diajar oleh Allah, tanpa kita susah-susah mencari apaapun itu. Apa yang kita lakukan, hanya membuka hati untuk menerima dan menjawab ya atas tawaran Allah.
Kemarin, kita merenungkan Roti Hidup, dan kali ini Yesus mengajak kita merenungkan makan. Roti yang kemarin kita renungkan, hari ini, kita makan. Dulu, saat Musa keluar dari Mesir orang Yahudi makan manna dan mereka kemudian mati. Roti yang ditawarkan Yesus ini akan membawa kehidupan kekal. Roti Hidup yang akan memberikan hidup abadi. Roti ini adalah Tubuh-Nya sendiri.
Saudara terkasih, untuk memperoleh hidup kekal, kita perlu membiarkan diri untuk diajar Allah. Diajar agar mengenai siapa DIA dan apa yang Ia kehendaki atas hidup kita. Kita membiarkan Tuhan berkarya atas hidup kita. Tawaran Allah yang demikian besar, sepantasnya kita jawab dengan yakin dan mantab, YA, tanpa ada syarat, karena Tuhan juga memberikannya tanpa syarat. Dengan menyantap Tubuh-Nya kita percaya bahwa IA datang untuk menyelamatkan kita. Kita hanya diminta untuk percaya dan ikut DIA saja. BD.eLeSHa.