Sabtu, 27 Januari 2018

Ciri Orang Percaya

Sabtu Pekan Biasa III (H)
2 Sam. 12:1-7a ,10-17
Mzm. 51:12-13,14-15,16-17
Mrk. 4:35-41




2 Sam. 12:1-7a ,10-17

12:1 TUHAN mengutus Natan kepada Daud. Ia datang kepada Daud dan berkata kepadanya: "Ada dua orang dalam suatu kota: yang seorang kaya, yang lain miskin.
12:2 Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi;
12:3 si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain dari seekor anak domba betina yang kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar padanya bersama-sama dengan anak-anaknya, makan dari suapnya dan minum dari pialanya dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya.
12:4 Pada suatu waktu orang kaya itu mendapat tamu; dan ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing dombanya atau lembunya untuk memasaknya bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Jadi ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu."
12:5 Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan: "Demi TUHAN yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati.
12:6 Dan anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena ia telah melakukan hal itu dan oleh karena ia tidak kenal belas kasihan."
12:7a Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: "Engkaulah orang itu!
12:10 Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.
12:11 Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari.
12:12 Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan."
12:13 Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.
12:14 Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati."
12:15 Kemudian pergilah Natan ke rumahnya. Dan TUHAN menulahi anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit.
12:16 Lalu Daud memohon kepada Allah oleh karena anak itu, ia berpuasa dengan tekun dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman itu ia berbaring di tanah.
12:17 Maka datanglah kepadanya para tua-tua yang di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi ia tidak mau; juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.



Mrk. 4:35-41

4:35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."
4:36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
4:37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
4:39 Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
4:40 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"
4:41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"



Ciri Orang Percaya

Saudara terkasih, ciri orang percaya kepada Tuhan dan kehendak-Nya itu sederhana. Tidak pernah takut. Jangan kemudian dipelesetkan dan dibuat candaan, termasuk tidak takut  berbuat dosa dan melanggar kehendak-Nya lho ya. Dalam bacaan Injil sangat jelas Yesus mengatakan, mengapa engkau takut hai yang tidak percaya? Artinya, bagi yang tidak takut adalah orang percaya. Mereka bersama Yesus saja masih takut, padahal mereka sudah menyaksikan yang jauh lebih luar biasa kuasa-Nya. Ingat mereka sudah pernah melihat orang lumpuh balik dengan memanggul tilamnya. Hanya karena angin mereka merasa khawatir.
Bacaan pertama, kisah fenomenal yang dilakoni oleh Daud. Kali ini memperlihatkan ketidaktakutan Daud akan dosa dibayar mahal. Syukurnya adalah ia masih takut akan utusan Tuhan. Dan dengan sekali peringatan ia tah bahwa ialah si pendosa itu. Ia disindir dan merasa bahwa ia yang melakukan perbuatan tidak adil, berdosa, dan menutupinya sedemikian rapat.
Perilaku pejabat kekinian jauh dengan apa yang dilakukan Daud. Sudah ketahuan berbuat dosa saja mereka merasa tidak bersalah. Menutup-nutupi dengan berbagai cara. Mencari kambing hitam, menuduh pihak lain sebagai pelaku dan yang menyebabkan itu semua. Pemimpin zaman ini, terutama di Indonesia, cenderung bebal, pintar mencari pembenar dan bahkan memfitnah Tuhan. Dengan mengatasnamakan nafsunya sendiri sebagai kehendak Tuhan. Berbeda dengan Daud yang langsung malu serta bertobat.
Dosa dan tindakan kurang percaya harus menerima konsekuensinya. Meskipun sudah bertobat, toh anak Daud tetap mati, namun kasih karunia Tuhan juga memberikan kesempatan dan kerahiman-Nya benar-benar terjadi, sehingga Daud tidak mati. Tuhan membalas sesuai dengan perbuatan bukan berlebihan dan penghukum yang keji. Sering kita salah memahami hal ini. Tuhan itu Mahabaik dan tetap demikian.
Apa yang ditampilkan bacaan hari ini adalah konsekuensi atas ketidakpercayaan perlu kita terima dan jalani. Pertobatan tidak menghapuskan konsekuensi itu, meskipun juga tidak akan ada tindakan Tuhan Yang Berbelaskasih itu berlebih-lebihan. IA Mahakasih, bukan penghukum apalagi pendendam. Sapaan-Nya adalah bentuk kasih dan sayang-Nya yang tidak terbatas. BD.eLeSHa.




Jumat, 26 Januari 2018

Biji Sesawi, Kebaikan atau Kejahatan?

Pw. Timotius dan Titus, Usk. (P)
2 Sam. 11:1-2,4a,5-10a, 13-17
Mzm. 51:1,3-4,5-6a,6bc-7,10-11
Mrk. 4:26-34



2 Sam. 11:1-2,4a,5-10a, 13-17

11:1 Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.
11:2 Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.
11:4a Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia
11:5 Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: "Aku mengandung."
11:6 Lalu Daud menyuruh orang kepada Yoab mengatakan: "Suruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku." Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud.
11:7 Ketika Uria masuk menghadap dia, bertanyalah Daud tentang keadaan Yoab dan tentara dan keadaan perang.
11:8 Kemudian berkatalah Daud kepada Uria: "Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu." Ketika Uria keluar dari istana, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah raja.
11:9 Tetapi Uria membaringkan diri di depan pintu istana bersama-sama hamba tuannya dan tidak pergi ke rumahnya.
11:10a Diberitahukan kepada Daud, demikian: "Uria tidak pergi ke rumahnya."
11:13 Daud memanggil dia untuk makan dan minum dengan dia, dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring tidur di tempat tidurnya, bersama-sama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya.
11:14 Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria.
11:15 Ditulisnya dalam surat itu, demikian: "Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati."
11:16 Pada waktu Yoab mengepung kota Raba, ia menyuruh Uria pergi ke tempat yang diketahuinya ada lawan yang gagah perkasa.
11:17 Ketika orang-orang kota itu keluar menyerang dan berperang melawan Yoab, maka gugurlah beberapa orang dari tentara, dari anak buah Daud; juga Uria, orang Het itu, mati.


Mrk. 4:26-34

4:26 Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,
4:27 lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
4:28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
4:29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."
4:30 Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?
4:31 Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.
4:32 Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya."
4:33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,
4:34 dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.



Biji Sesawi, Kebaikan atau Kejahatan?

Saudara terkasih, menarik apa yang patut kita renungkan hari ini. dalam bacaan Injil dinyatakan bahwa biji sesawi yang sangat kecil itu bisa menjadi tumbuhan di mana burung bisa bertengger, bahkan bisa bersarang. Sungguh menarik jika dikaitkan dengan bacaan Pertama di mana berkisah mengenai kisah Daud dan Batsyeba. Di mana nafsu yang berkembang makin besar pada diri Daud.
Semua bisa berkembang, bagaimana kita mengembakannya, apakah yang positif atau negatif. Sesuatu yang buruk, negatif, kedosaan, biasanya diawali dengan hal yang sangat kecil, sepele, dan awalnya biasa banget. Awalnya Cuma melihat pemandangan. Apa coba salahnya melihat pemandangan, sore hari, bangun tidur? Sama sekali tidak ada yang salah ataupun dosanya. Tetapi jangan terlena atau salah, di sana ada setan yang mengintip untuk datang menggoda, beda jika malaikat yang hadir untuk mensyukuri apa yang nampak itu, ternyata Daud mendapatkan godaan yang tidak ia sadari. Ia mengikuti gejolak nafsunya, dan mengundang perempuan yang membuatnya berhasrat itu. Sesuatu yang netral menjadi kesalahan dan dosa. Menutupi salah bukan dengan tanggung jawab, ia malah mengajak bersekongkol. Prajuritnya yang setia ia kelabuhi. Upaya makin meningkat, memberi Uria hadiah untuk pulang, eh memilih yang berbeda, ia bela rasa pada prajuritnya dan setia pada rajanya.
Kedosaan itu akan berkembang. Usai tidak mempan dengan halus, ia mengajaknya makan untuk membuatnya mabuk. Uria memilih sikap yang sama. Tidak bisa lagi, akhirnya Daud bersiasat dan mengirim prajuritnya yang baik untuk menyongsong kematiannya dengan surat yang ia bawa. Kematian atas kedosaan piahk lain.
Saudara terkasih, kita bisa memlih untuk setia di dalam Tuhan atau malah memilih untuk berperilaku sebagaimana Daud? Semua bebas sebagaimana Tuhan yang memberikan kita kebebasan. Kebebasan yang akan menerima konsekuensiinya tentu. BD.eLeSHa.





Kamis, 25 Januari 2018

Pertobatan itu Balik Arah

Pesta Pertobatan S. Paulus, Ras. (P)
Kis. 22:3-16
Mzm. 116:1,2
Mrk. 16:15-18



Kis. 22:3-16

22:3 "Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini.
22:4 Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara.
22:5 Tentang hal itu baik Imam Besar maupun Majelis Tua-tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang terdapat juga di situ dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum.
22:6 Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku.
22:7 Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?
22:8 Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu.
22:9 Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar.
22:10 Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu.
22:11 Dan karena aku tidak dapat melihat oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik.
22:12 Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ.
22:13 Ia datang berdiri di dekatku dan berkata: Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah! Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia.
22:14 Lalu katanya: Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya.
22:15 Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar.
22:16 Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!

Mrk. 16:15-18

16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
16:18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."



Pertobatan itu Balik Arah

Saudara terkasih, berbicara mengenai pertobatan, kita pasti ingat kisah Rasul Paulus. Bagaimana ia menjadi pewarta ulung dan pembela iman, padahal sebelumnya ia adalah pengejar para pengikut jalan Tuhan. Dikisahkan juga siapa dia, reputasinya sebagai orang Yahudi yang tidak bisa diragukan lagi. Beberapa hal yang patut direnungkan mengenai tobat.
Pertama, ada inisiatif, sentuhan, inspirasi daru Tuhan. Dalam hal Paulus, Tuhan hadir yang membuatnya silau dan buta. Buta hati sehingga ia dibukakan mata batinnya oleh Tuhan. Dalam hidup kita, bisa beraneka macam jalan dan cara Tuhan untuk menyapa. Bisa dengan cara membuat usaha kita bangkrut. Sindiran atau sapaan saudara, atau melihat pengalaman orang lain. inisiatif dari Tuhan. Kita perlu menjawab atau memberikan tanggapan.
Kedua, berbalik arah, bukan semata kalimat atau janji, namun benar-benar berbaalik arah, balik kanan, kembali ke jalan yang berseberangan dengan yang sudah biasa dijalani.  Tentu ke arah yang lebih baik, bukan sebaliknya. Jika belum berbalik arah, masih patut dipertanyakan. Apa yang membuat kita masih enggan putar balik.
Ada yang mendampingi, membimbing, dan mengarahkan. Roh Kudus, pun bisa melalui orang-orang di sekitar kita. Membuat kita mantab dan melangkah dengan pasti, bukan malah ragu dan kemudian takut. Roh Kudus datang juga melalui saudara kita yang akan menguatkan.
Ciri pertobatan, juga dinyatakan dalam bacaan Injil, kita diutus untuk mewartakan khabar gembira. Khabar suka cita ke seluruh bumi dan kepada seluruh makhluk. Memiliki kemampuan untuk mengusir setan dan menyembuhkan penyakit. Jika masih suka maksiat, berarti kita belum mendapatkan pertobatan kita. Ada orang sakit namun tidak peduli dan malah asyik dengan diri sendiri, pun itu ciri yang belum mendapatkan sentuhan Allah untuk bertobat. Apakah pilihan kita atas tawaran Allah untuk bertobat? BD.eLeSHa.


Rabu, 24 Januari 2018

Santo Fransiskus dari Sales

Pw. St. Fransiskus de Sales, UskPujG (P)
2 Sam. 7:4-17
Mzm. 89:4-5,27-28,29-30
Mrk. 4:1-20



2 Sam. 7:4-17

7:4 Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian:
7:5 "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami?
7:6 Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel dari Mesir sampai hari ini, tetapi Aku selalu mengembara dalam kemah sebagai kediaman.
7:7 Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umat-Ku Israel, demikian: Mengapa kamu tidak mendirikan bagi-Ku rumah dari kayu aras?
7:8 Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel.
7:9 Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi.
7:10 Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu,
7:11 sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan kepadamu.
7:12 Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.
7:13 Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.
7:14 Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia.
7:15 Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu.
7:16 Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya."
7:17 Tepat seperti perkataan ini dan tepat seperti penglihatan ini Natan berbicara kepada Daud.


Mrk. 4:1-20

4:1 Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu.
4:2 Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka:
4:3 "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
4:4 Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
4:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
4:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
4:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.
4:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat."
4:9 Dan kata-Nya: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
4:10 Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu.
4:11 Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan,
4:12 supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun."
4:13 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?
4:14 Penabur itu menaburkan firman.
4:15 Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.
4:16 Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,
4:17 tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.
4:18 Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
4:19 lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
4:20 Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."



Santo Fransiskus dari Sales

Santo Fransiskus dari sales lahir pada tanggal 21 Agustus 1567 dari keluarga bangsawan di Savoy, sebuah kota yang terletak antara Perancis dan Italia. Ia adalah anak sulung dari 13 bersaudara. Pada masa mudanya, ia belajar retorika, humaniora, dan teologi di bawah bimbingan para pastor Jesuit di Paris. Setelah mengalami peristiwa rohani yang luar biasa, ia mengucapkan kaul kemurnian dan mempersembahkan dirinya kepada Bunda Maria. Kemudian ia belajar di Padua sampai memperoleh gelar doktor di bidang ilmu kemasyarakatan dan hukum. 
Setelah berhasil menyakinkan orang tuanya akan panggilan Allah yang tertuju padanya, fransiskus memilih mempersembahkan diri seutuhnya pada Tuhan. Ia menjadi imam dan tak lama kemudian dipercaya sebagai pejabat tertinggi kedua di Keuskupan Jenewa. Karena begitu percaya pada penyelenggaraan Alla, tanpa menghiraukan bahaya yang mengancamnya, Fransiskus pergi berkeliling di wilayahnya yang pada waktu itu di bawah pengaruh kuat Kalvinis. Ia giat mewartakan Kerajaan Allha dengan berkotbah, menerimakan pengakuan dosa, dan bekerja keras mengembalikan putra-putri gereja yang tersesat ke pangkuan Bunda Gereja.
Sebagai buah dari kerja dan imannya, tak kurang dari 72.000 orang di Cablais kembali ke pangkuan Gereja. Selain itu, ia makin dikenal karena nasehat rohani dan teladan hidupnya. Karena kemasyurannya dalam memberi penerangan iman bagi yang sesat, Raja Henry IV memintanya secara khusus untuk berkhotbah dan menjadi pembimbing rohani bagi orang-orang di penjara.

USKUP JENEWA
Pada tahun 1602, Fransiskus dari Sales diangkat menjadi Uskup Jenewa. Sebagai uskup, ia selalu siap melayani umatnya. Ia juga tekun dalam membaharui iman melalui katekese, pembaharuan kehidupan religius, dan kunjungan ke paroki-paroki. Sepanjang hidupnya, Fransiskus dari Sales yang juga dijuluki sebagai "Pembawa Damai", selalu siap sedia membawa kedamaian Allah bagi umatnya melalui sakramen pengakuan dan bimbingan spiritual. Banyak bimbingan spiritual yang dilakukannya secara tertulis di antara ribuan karyanya. Maka tak heran apabila Gereja Katolik menetapkan Fransiskus dari Sales sebagai Pujangga Gereja dan Pelindung Mass Media dan Jurnalis.
  
PAUS & ST.FRANSISKUS dari SALES
Paus Pius XI menyebut Santo Fransiskus dari Sales sebagai model untuk kelembutan dan kebaikan hati. Uskup Jenewa ini meninggal secara mendadak pada tanggal 28 Desember 1622. Walaupun usianya masih terhitung singkat (55 tahun), Fransiskus dari Sales berhasil membawa surga ke dunia nyata. Untuk menjadi kudus, orang tidak harus pergi ketempat sunyi dan bertapa, melainkan menjalankan tigas sehari-harinya sebagai tugas yang dipercayakan Tuhan kepadanya.





Selasa, 23 Januari 2018

Ibu dan Saudara Yesus

Selasa pekaan Biasa III (H)
2 Sam 6:12-15, 17-19
Mzm. 24:7,8,9,10
Mrk. 3:31-35



2 Sam 6:12-15, 17-19

6:12 Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: "TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu." Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita.
6:13 Apabila pengangkat-pengangkat tabut TUHAN itu melangkah maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan.
6:14 Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.
6:15 Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala.
6:17 Tabut TUHAN itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, di dalam kemah yang dibentangkan Daud untuk itu, kemudian Daud mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN.
6:18 Setelah Daud selesai mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama TUHAN semesta alam.
6:19 Lalu dibagikannya kepada seluruh bangsa itu, kepada seluruh khalayak ramai Israel, baik laki-laki maupun perempuan, kepada masing-masing seketul roti bundar, sekerat daging, dan sepotong kue kismis. Sesudah itu pergilah seluruh bangsa itu, masing-masing ke rumahnya.


Mrk. 3:31-35

3:31 Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.
3:32 Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau."
3:33 Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?"
3:34 Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
3:35 Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."



Ibu dan Saudara Yesus

Saudara terkasih, hari ini kita diajak Bunda Gereja untuk merenungkan dengan demikian mendalam mengenai Jati Diri yang utama Yesus. Keberadaan ibu dan saudara-Nya di luar merupakan bekal pengajaran yang sangat baik. IA menggunakan dua hal dalam bahasa Markus, pertama, ada di luar. Kedua, motivasi kedatangan.
Pertama mengenai keberadaan para saudara dan ibu-Nya yang ada di luar, bagaimana mereka “sulit” memahami siapa Yesus. Dan memilih ada di luar, bukan di dalam dan mengikuti pengajaran Yesus. Sangat wajar karena kontroversi yang mereka dengar membuat mereka kalut. Peran Maria belum nampak, ingat kondisi saat itu, kontekstual, perempuan tidak berdaya di dalam keluarga. Bisa saja Maria percaya sepenuhnya, namun kalah suara para lelaki, yang tentunya “malu” bahwa kerabatnya “gila” dan di depan umum lagi. Sangat alamiah jika terjadi demikian.
Kedua, motivasi kedatangan. Kerabat Yesus terhasut dna berpikir bahwa IA tidak waras. Berbeda dengan para pendengar yang kagum dan melihat Yesus sebagai Pribadi yang berkuasa. Perbedaan ini pun memberikan ppenegasan bukan karena hubungan darah yang membawa kepada iman, namun karena kasih karunia Allah. Mereka ingin disembuhkan,  mereka ingin dekat dengan orang yang berkuasa tersebut.

Dari sanalah Yesus menyatakan diri siapa yang menjadi saudara-Nya. Kerabat-Nya, dan bahkan ibu-Nya. Tidak terbatas oleh sekat apapun. Tidak memerlukan syarat, kecuali yang mau mendengarkan-Nya. Siapa yang melakukan kehendak Allah, ialah saudara-Nya. Melakukan kehendak-Nya untuk saling mengasihi dan membawa khabar suka cita. BD.eLeSHa.

Senin, 22 Januari 2018

Kuasa Beelzebul, Hoax Zaman Yesus

Senin Pekan Biasa III (H)
2 Sam. 5:1-7.10
Mzm. 89:20.21-22,25-26
Mrk. 3:22-30




2 Sam. 5:1-7.10

5:1 Lalu datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron dan berkata: "Ketahuilah, kami ini darah dagingmu.
5:2 Telah lama, ketika Saul memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Dan TUHAN telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel."
5:3 Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan TUHAN; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel.
5:4 Daud berumur tiga puluh tahun, pada waktu ia menjadi raja; empat puluh tahun lamanya ia memerintah.
5:5 Di Hebron ia memerintah atas Yehuda tujuh tahun enam bulan, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun atas seluruh Israel dan Yehuda.
5:6 Lalu raja dengan orang-orangnya pergi ke Yerusalem, menyerang orang Yebus, penduduk negeri itu. Mereka itu berkata kepada Daud: "Engkau tidak sanggup masuk ke mari; orang-orang buta dan orang-orang timpang akan mengenyahkan engkau!" Maksud mereka: Daud tidak sanggup masuk ke mari.
5:7 Tetapi Daud merebut kubu pertahanan Sion, yaitu kota Daud.
5:10 Lalu makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab TUHAN, Allah semesta alam, menyertainya.

Mrk. 3:22-30

3:22 Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: "Ia kerasukan Beelzebul," dan: "Dengan penghulu setan Ia mengusir setan."
3:23 Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: "Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?
3:24 Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan,
3:25 dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.
3:26 Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya.
3:27 Tetapi tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu.
3:28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.
3:29 Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal."
3:30 Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.



Kuasa Beelzebul, Hoax Zaman Yesus

Saudara terkasih, hoax ternyata juga sudah ada zaman Yesus. Bagaimana IA dituduh mengusir setan dengan kuasa iblis. Jawaban atas keanehan ini sangat telak di mana, Yesus menyatakan kalau setan mengusir setan, mana bisa mereka menjadi besar. Tuduhan yang bernada iri ini sebenarnya berimplikasi sangat besar dan telak.
Mereka menuduh Yesus yang sudah diurapi Roh Kudus. Tuduhan yang sangat berbahaya bagi mereka sendiri, karena mereka tahu, penghujatan Roh Kudus itu dosa yang tidak terampunkan. Dalam konteks Yahudi, bahkan akan dengan segera menerima balasan yang mereka paham luar biasa. Mereka menuduh Yesus yang mengusir setan dengan kuasa setan, padahal mereka juga tahu Yesus menerima pengurapan Roh Kudus.
Mengapa dosa tidak terampunkan? Karena  dengan itu, mereka meolak tawaran keselamatan yang diberikan Allah. mereka memilih untuk tidak bersama Allah di dalam kemuliaan-Nya. Pilihan sadar.  Mereka tentu tahu konsekuensinya, mereka juga paham akan ajaran Taurat dan nenek moyang.
Saudara terkasih, hari-hari ini, kita disuguhi berbagai macam berita, terutama elit politik bangsa yang hendak menyesatkan hidup berbangsa ini dengan muslihat mereka. Mereka tahu apa yang mereka nyatakan itu kebenarannya hanya separo, jika diuji dan dijawab akan seperti ahli Taurat yang dijawab Yesus dengan telak tersebut. Mereka menyembunyikan fakta sebagian demi kepentingan sendiri dan kelompok. Dalam hal inilah kritis, ranah Roh Kudus dalam diri kita yang memegang peran penting, sehingga tidak dikelabui atau diombang-ambingkan setan untuk tersesat. Persilakan Roh Kudus berkarya dalam diri kita, dan percaya, setan tidak akan mampu menggoda apalagi menipu kita. BD.eLeSHa.