Minggu, 25 September 2016

Jalan Salib, di antara Pujian

Sabtu Biasa Pekan XXV (H)
Pkh. 11:9-12:8
Mzm. 90:3-4,5-6,12-13,14,17
Luk. 9:43b-45



Pkh. 11:9-12:8

11:9 Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!
11:10 Buanglah kesedihan dari hatimu dan jauhkanlah penderitaan dari tubuhmu, karena kemudaan dan fajar hidup adalah kesia-siaan.
12:1 Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: "Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!",
12:2 sebelum matahari dan terang, bulan dan bintang-bintang menjadi gelap, dan awan-awan datang kembali sesudah hujan,
12:3 pada waktu penjaga-penjaga rumah gemetar, dan orang-orang kuat membungkuk, dan perempuan-perempuan penggiling berhenti karena berkurang jumlahnya, dan yang melihat dari jendela semuanya menjadi kabur,
12:4 dan pintu-pintu di tepi jalan tertutup, dan bunyi penggilingan menjadi lemah, dan suara menjadi seperti kicauan burung, dan semua penyanyi perempuan tunduk,
12:5 juga orang menjadi takut tinggi, dan ketakutan ada di jalan, pohon badam berbunga, belalang menyeret dirinya dengan susah payah dan nafsu makan tak dapat dibangkitkan lagi -- karena manusia pergi ke rumahnya yang kekal dan peratap-peratap berkeliaran di jalan,
12:6 sebelum rantai perak diputuskan dan pelita emas dipecahkan, sebelum tempayan dihancurkan dekat mata air dan roda timba dirusakkan di atas sumur,
12:7 dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.
12:8 Kesia-siaan atas kesia-siaan, kata Pengkhotbah, segala sesuatu adalah sia-sia.


Luk. 9:43b-45

9:43b Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:
9:44 "Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia."
9:45 Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.



Jalan Salib, di antara Pujian

Saudara terkasih hari ini kita diajak untuk merenungkan pengalaman Yesus di anta puja dan puji pendengar-Nya. Diungkapkan di sana bagaimana orang heran akan segala perbuatan-Nya. Heran di sini dalam artian positif, memuji, kagum, dan menaruh penghormatan yang besar. Apa yang terjadi? Yesus menggunakan itu untuk mengingatkan kembali para murid jalan sengsara yang menghadang. Apa yang mereka dengar, apa yang Yesus alami tidak mengubah keadaan mesianisme yang harus Ia tempuh.
Apa yang disampaikan ini merupakan kontras dengan apa yang mereka saksikan. Bisa saja para murid jatuh mentalnya karena adanya perbedaan bahkan bertolak belakang ini. Kebingungan ini menjadi tanya besar dan mereka tidak berani menanyakan apa artinya itu. Baru usai kebangkitan mereka mengerti dan memahami apa yang Tuhan sampaikan.
Saudara terkasih, apa yang Tuhan sampaikan ini merupakan sebuah permenungan, bagaiman mengikuti Tuhan itu tidak mudah dan bahkan membutuhkan perjuangan. Tantangan dan hambatan itu bagian utuh dari proses kemuliaan. Tidak ada jalan enak untuk memperoleh berkat luar biasa. Perlu juga ingat dan sadar kala mendapatkan pujian dan tepuk tangan, waktu roda berputar di atas, untuk tetap waspada dan ingat bahwa itu hanya sebagian kecil bukan utuh hidup ini. Yesus mengajarkan kepada kita untuk ingat apa yang Tuhan Allah kehendaki dalam hidup ini. Jika kita ingat apa yang Allah rencanakan mampu menjalani itu dengan suka cita dan ringan. BD.eLeSHa.




Jumat, 23 September 2016

Siapakah AKU dan Pengakuan Petrus

Jumat Biasa Pekan XXV (H)
Pkh. 3:1-11
Mzm. 144:1a,2abc,3-4
Luk. 9:18-22



Pkh. 3:1-11

3:1 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.
3:2 Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam;
3:3 ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun;
3:4 ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;
3:5 ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk;
3:6 ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang;
3:7 ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara;
3:8 ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.
3:9 Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah?
3:10 Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya.
3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.


Luk. 9:18-22

9:18 Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: "Kata orang banyak, siapakah Aku ini?"
9:19 Jawab mereka: "Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit."
9:20 Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah."
9:21 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun.
9:22 Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.



Siapakah AKU dan Pengakuan Petrus

Saudara terkasih, hari ini kita merenungkan bacaan yang merupakan kelanjutan bacaan kemarin. Kali ini kembali Yesus bertanya, siapakah AKU? Kembali jawaban yang mirip sebagaimana pengenalan akan informasi Herodes, yaitu Yohanes Pembaptis, Elia, dan nabi yang bangkit. Mereka tidak salah, namun tidak sepenuhnya tepat. Apa yang dilakukan Yesus memang karya kenabian.
Yesus tahu bahwa para murid belum sepenuhnya mengenal DIA, Ia mengajak mrid-Nya untuk semakin tahu dengan lebih baik, siapakah DIA itu. Jawaban Petruslah yang purna, utuh, penuh, dan Yesus secara keseluruhan. Yaitu MESIAS dari Allah.
Pengenalan Petrus dan para murid, Petrus adalah wakli para murid jelas beraspek Kristologis, di mana peran Yesus sebagai juru selamat. Juru selamat dari keturunan Daud yang mereka nantikan.
Pengakuan Petrus yang dibenarkan Yesus mengajak para murid untuk diam karena konsekuensi atas peran itu adalah derita dan kematian. Mereka belum siap untuk bisa menerima dan memahami mesias dan derita.
Pengenalan mereka tentang Mesianik Yesus belum sepenuhnya bisa mereka pahami, apalagi diikuti dengan derita. Di sinilah pengajaran Yesus berlanjut untuk memberikan pemahaman bagi mereka untuk bisa memahami dengan baik.

Saudara terkasih, karya keselamatan Yesus tidak bisa dipisahkan dengan penderitaan. Jalan salib yang harus diikuti termasuk kita sebagai anak-anak Allah. Penolakan dan kesalahan dari dunia yang sering dinilai sebagai derita itulah jalan yang harus kita jalani.BD.eLeSHa.

Keingintahuan Herodes dan Pengenalan Kita akan Yesus

Kamis Biasa Pekan XXV (H)
Pkh, 1:2-11
Mzm. 90:3-4,5-6,12-13
Luk. 9:7-9


Pkh, 1:2-11

1:2 Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.
1:3 Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?
1:4 Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada.
1:5 Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali.
1:6 Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali.
1:7 Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu.
1:8 Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.
1:9 Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.
1:10 Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: "Lihatlah, ini baru!"? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada.
1:11 Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datang pun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya.


Luk. 9:7-9

9:7 Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan ia pun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati.
9:8 Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.
9:9 Tetapi Herodes berkata: "Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?" Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.

Keingintahuan Herodes dan Pengenalan Kita akan Yesus

Saudara terkasih, penguasa politik yang satu ini sangat kental dengan keberadaan Yohanes dan Yesus karena ia berkuasa ketika Yesus dan Yohanes berkarya. Karya mereka mirip dan tidak heran kalau orang termasuk Herodes berpikir bahwa Yesus adalah Yohanes yang telah ia penggal dan bangkit kembali.
Siapa Yesus ada yang mengatakan sebagai Elia, yang datang kembali. Hal ini juga akan diulang ketika Petrus ditanya siapakah Yesus itu, bahwa nabi yang lalu telah datang kembali.
Informasi ketiga yang beredar adalah salah satu nabi (termasuk Elia), bangkit lagi. Artinya apa? Bahwa kondisi politik bagi Herodes bisa berbahaya. Kedatangan dari kebangkitan nabi di masa lal merupakan harapan religius, namun kaitannya dengan Herodes sebagai penguasa politik sangat tahu. Bagaimana mereka (penjajah, dan Herodes) menerapkan pajak dan perilaku yang sangat menindas tentu sangat terancam. Di sinilah peran Herodes dengan bekerja sama dengan Pilatus menghantar Yesus melakukan perutusan-Nya dengan purna.
Keingintahuannya membawanya ingin bertemu Yesus. Apa yang mendorongnya ingin bertemu adalah karena tahu apa yang dilakukan Yesus, meskipun dalam sudut pandang yang berbeda.

Saudara terkasih, kita juga bersikap seperti Herodes, bagaimana kita mengenal dan memahami siapa Yesus. Kalau hanya datang ketika butuh dan meminta, artinya Yesus hanya demi memenuhi keinginan. Mengeluh dan datang untuk mencari ketenangan, apa Yesus itu obat penenang? Sikap kita dalam mengenal-Nya itulah kualitas iman kita. BD.eLeSHa.

Rabu, 21 September 2016

Mateus

Pesta S. Mateus, RasPenInj (M)
Ef. 4:1-7,11-13
Mzm. 19:2-3,4-5
Mat. 9:9-13



Ef. 4:1-7,11-13

4:1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
4:2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
4:4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,
4:5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
4:6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
4:7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.
4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus


Mat. 9:9-13

9:9 Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.
9:10 Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.
9:11 Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
9:12 Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.
9:13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."



Mateus

Saudara terkasih, hari ini kita merayakan Pesta Santo Mateus. Mateus sebagai penulis Injil mengisahkan dirinya dalam bacaan kita hari ini. Pemungut cukai yang mendapatkan panggilan Yesus dan tanpa ada penolakan sama sekali atau apalagi menunda akan panggilan Tuhan tersebut. Bukan hanya mau ikut Tuhan bahkan ia mengundang Yesus untuk makan di rumahnya.
Persitiwa makan ini menjadi sarana untuk mewartakan karya Yesus, yaitu untuk menyelamatkan orang berdosa. Apa yang Tuhan kehendaki bukan persembahan namun adalah belas kasihan. Kita sering melakukan banyak memberikan persembahan, menyumbang banyak aksi sosial, namun sering pula melakukan kekerasan dan menyiksa asisten rumah tangganya. Pimpinan biara yang kejam dan tega kepada para pegawai di yayasannya, sedangkan kalau berkotbah sangat berapi-api untuk menyatakan khabar gembira. Bagaimana mereka berbelaskasihan ketika mereka menggaji karyawan dan pegawainya atas nama pengabdian? Yesus mengatakan bahwa Ia datang untuk menyelamatkan orang berdosa bukan orang baik. Bagaimana orang baik itu tidak perlu untuk mendapatkan bantuan dan penyelamatan.
Mateus merupakan contoh bahwa orang berdosa yang mendapatkan kasih karunia dari Tuhan untuk merasakan keselamatan, ada tanggapan dan sikap timbal balik untuk menerima tawaran kasih-Nya. Tanggapan baik dan responsif dari Mateus untuk mendengarkan tawaran Tuhan Allah. Inilah sikap yang Tuhan kehendaki dari kita jika mendengar kehendak dan panggilan Tuhan. BD.eLeSHa.



Keluarga Yesus


Pw. S. Andreas Kim taegon, Im dan Paulus Chong Ha-Sang dkkMrt, Korea (M)
Ams. 21:1-6.10-13
Mzm. 119:1,27,30,34,44
Luk. 8:19-21


Ams. 21:1-6.10-13

21:1 Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini.
21:2 Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati.
21:3 Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban.
21:4 Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa.
21:5 Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.
21:6 Memperoleh harta benda dengan lidah dusta adalah kesia-siaan yang lenyap dari orang yang mencari maut.
21:10 Hati orang fasik mengingini kejahatan dan ia tidak menaruh belas kasihan kepada sesamanya.
21:11 Jikalau si pencemooh dihukum, orang yang tak berpengalaman menjadi bijak, dan jikalau orang bijak diberi pengajaran, ia akan beroleh pengetahuan.
21:12 Yang Mahaadil memperhatikan rumah orang fasik, dan menjerumuskan orang fasik ke dalam kecelakaan.
21:13 Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.

Luk. 8:19-21

8:19 Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak.
8:20 Orang memberitahukan kepada-Nya: "Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau."
8:21 Tetapi Ia menjawab mereka: "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya."
8:19 Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak.
8:20 Orang memberitahukan kepada-Nya: "Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau."
8:21 Tetapi Ia menjawab mereka: "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya."


Keluarga Yesus

Yesus bergaul dengan berbagai golongan dan lapisan masyarakat. Kali ini keluarga-Nya datang di antara murid dan para pendengar. Siapa yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakan adalah model keluarga Yesus.
Keluarga itu yang mau mendengarkan dan melakukan sabda Tuhan di dalam hidupnya. Keluarga dalam ranah rohani dan spiritualitas, bukan semata dalam kaitan darah, sebagaimana kisah dalam Injil Sinoptik. Berbeda dengan kisah Sinoptik yang memberikan pembedaan antara keluarga dalam kaitan darah dan biologis dengan spiritualitas.
Mendengarkan bukan semata mendengar, di mana sepenuh hati untuk tahu apa kehendak Tuhan. Di sinilah beda dengan semata menggunakan telinga untuk mendengar. Di lanjutkan dengan melakukan kehendak-Nya bukan hanya mendengarkan semata, namun melakukannya. Bukan hanya mendengar dan berhenti namun juga melakukannya. Menghidupi di dalam hidup sehari-hari.

Hari ini kita merayakan bagaimana Martir Korea yang menumpahkan darah untuk membela iman akan Tuhan. Darah yang tertumpah untuk kesaksian iman dan keberanian berkorban. Saudara terkasih, inilah keluarga yang mau berkorban dan menyerahkan nyawanya untuk kebahagiaan yang dicintai dan dikasihi. Melaksakan sabda Tuhan dalam hidup mereka. Melakukan bukan hanya merenungkan atau mendengar saja. Berkorban dan menumpahkan darah mereka. BD.eLeSHa.

Senin, 19 September 2016

Perumpamaan tentang Pelita

Senin Biasa Pekan XXV (H)
Ams. 3:27-34
Mzm. 15:2-3ab,3cd-4ab,5
Luk. 8:16-18


Ams. 3:27-34

3:27 Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.
3:28 Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: "Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi," sedangkan yang diminta ada padamu.
3:29 Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau.
3:30 Janganlah bertengkar tidak semena-mena dengan seseorang, jikalau ia tidak berbuat jahat kepadamu.
3:31 Janganlah iri hati kepada orang yang melakukan kelaliman, dan janganlah memilih satu pun dari jalannya,
3:32 karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat.
3:33 Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya.
3:34 Apabila Ia menghadapi pencemooh, maka Ia pun mencemooh, tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya.


Luk. 8:16-18

8:16 "Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.
8:17 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.
8:18 Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."




Perumpamaan tentang Pelita


Saudara terkasih, bacaan hari ini masih berkaitan dengan yang lalu di mana pengajaran Yesus masih belum ditangkap, Ia gunakan perumpaan yang baru. Ia mengajar itu pada posisi yang tinggi agar bisa diihat dan dimengerti. Pesannya bukan lewat begitu saja.
Kedatangannya untuk memberitahukan bukan untuk justru menghalangi atau menutupi. Apa yang Ia ajarkan sebenarnya telah mereka mengerti yaitu Kerajaan Allah.
Pernyataan ketiga, mengenai cara mendengar. Bagaimana Yesus memahami bahwa mereka bisa memahami dengan berbagai cara. Sebuah perumpamaan kepada orang yang berbicara banyak dan mendengar banyak. Artinya bahwa  bagi mereka yang mau menggunakan dan melibatkan pemikiran dan pengertiannya dalam memahamo kata-kata Yesus.
Saudara terkasih Tuhan Allah menghendaki kita menggunakan seluruh akal budi  kita untuk mengerti, memahami, dan menerapkan sabda-Nya dalam hidup sehari-hari. Dalam terang Roh Kudus kita diajak untuk mendengarkannya bukan hanya telinga namun dengan hati di dalam memahaminya. BD.eLeSHa.

Hari ini juga bagi keluarga besar MSF merayakan Hari Raya Bunda Maria Lasalette, Pelindnung Kongregasi

Selamat kepada keluarga besar MSF di manapun berada. 

Minggu, 18 September 2016

Standart Ganda

HARI RAYA MINGGU KE XXV (H)
Am. 8:4-7
Mzm. 113:1-2,4-6,7-8
1 Tim. 2:1-8
Luk. 16:1-13



Am. 8:4-7

8:4 "Hai para pria, kepadamulah aku berseru, kepada anak-anak manusia kutujukan suaraku.
8:5 Hai orang yang tak berpengalaman, tuntutlah kecerdasan, hai orang bebal, mengertilah dalam hatimu.
8:6 Dengarlah, karena aku akan mengatakan perkara-perkara yang dalam dan akan membuka bibirku tentang perkara-perkara yang tepat.
8:7 Karena lidahku mengatakan kebenaran, dan kefasikan adalah kekejian bagi bibirku.


1 Tim. 2:1-8

2:1 Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,
2:2 untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.
2:3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,
2:4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.
2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,
2:6 yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.
2:7 Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul -- yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta -- dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran.
2:8 Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.


Luk. 16:1-13

16:1 Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.
16:2 Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.
16:3 Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.
16:4 Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.
16:5 Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?
16:6 Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.
16:7 Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.
16:8 Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.
16:9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."
16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?
16:12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?
16:13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."



Standart Ganda

Saudara terkasih kemarin kita tercengang mendengar seorang pejabat tinggi negara, level elit, pimpinan lagi ditangkap aparat penegak  hukum karena sedang menerima uang suap. Lebih memedihkan lagi nilai korupsinya jauh dari nilai jabatannya. Entah sedang apa bangsa ini sehingga bisa demikian. apa yang terjadi ini ternyata ribuan tahun lalu juga terjadi. Yesus mengisahkan dalam sabda-Nya yang sama.
Mengabdi pada dua tuan, mendua, standart ganda, dan model seperti ini ternyata menjadi gaya hidup yang tidak hanya pejabat tinggi negara, hingga paling bawah pun biasa menjalani laku ini. Paling banyak adalah orang yang mencari untung sendiri dan enaknya sendiri. Soal orang lain menderita, tersakiti, tidak menjadi perhatian. Kita bisa menyaksikan banyak hal, dari keluarga, lingkungan kita, hingga di puncak pimpinan bernegara ada.
Tidak mungkin kita bisa mengabdi jika kita masih saja mendua, bahkan mentiga dan selanjutnya. Tidak jarang kita bekerja, beribadah, atau melakukan aktivitas yang lain masih juga asyik memandang layar hape kita. Ini sudah menggejaa di banyak Gereja, bahkan antri komuni pun bisa-bisanya telpon. Memangnya semendesak apa sih telponnya? Atau demi membuka status medsos yang maaf sering remeh itu harus membahayakan orang lain di jalanan.
Kesetiaan kita dilihat dari yang kecil-kecil. Bagaimana sikap kita bertanggung jawab, menjalankan tugas kita, atau memegang apa yang menjadi tugasnya dengan baik. Di sinilah kita dinilai pribadi kita. BD.eLeSHa.


Sabtu, 17 September 2016

Perumpamaan tentang Penabur

Sabtu Biasa Pekan XXIV (H)
1 Kor. 15:37-39, 42-49
Mzm. 56:10,11,-12,13-14
Luk. 8:4-15



1 Kor. 15:37-39, 42-49

15:37 Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain.
15:38 Tetapi Allah memberikan kepadanya suatu tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya: Ia memberikan kepada tiap-tiap biji tubuhnya sendiri.
15:39 Bukan semua daging sama: daging manusia lain dari pada daging binatang, lain dari pada daging burung, lain dari pada daging ikan.
15:42 Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.
15:43 Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.
15:44 Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.
15:45 Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.
15:46 Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah.
15:47 Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.
15:48 Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga.
15:49 Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

Luk. 8:4-15

8:4 Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan:
8:5 "Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.
8:6 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air.
8:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati.
8:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat." Setelah berkata demikian Yesus berseru: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
8:9 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu.
8:10 Lalu Ia menjawab: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.
8:11 Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.
8:12 Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.
8:13 Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.
8:14 Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.
8:15 Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."



Perumpamaan tentang Penabur

Saudara terkasih, perumpamaan digunakan untuk memberikan pengajaran, dengan pendengar yang bersungguh-sungguh. Mengapa harus bersungguh-sungguh? Perumpamaan diberikan dengan mmeberikan gambaran tidak secara langsung, mereka harus memperhatikan dan kemudian menerjemahkan, berbeda dengan indoktrinasi yang harus disampaikan dengan lugas, tegas, dan singkat.
Di dalam perumpamaan tentang penabur ini ternyata benar mereka bingung menghadapi pengajaran Yesus. Tidak heran kalau mereka bingung dan memerlukan penjelasan secara lebih jauh oleh Yesus. Bisa pula orang masih bertanya-tanya apakah pemahaman tersebut sama dengan apa yang dimaui oleh pengajar dalam hal ini Yesus.
Yesus memberikan peluang penafsiran bagaimana mereka hendak memahami pengajaran-Nya. Sabda Tuhan yang menyatakan, barangsiapa memiliki telinga, hendaklah mendengarkan. Pesan yang disampaikan menggunakan perumpamaan dunia agraris. Sebagian besar pendengar memang hidup dalam dunia agraris.
Saudara terkasih, apa yang disampaikan Yesus adalah sabda Tuhan, sebagai benih tersebut. Apa yang disampaikan untuk membuat mereka memahami bagaimana sabda Tuhan itu kita hidupi. Apa yang kita dengar dari sabda Allah, bisa bertahan di dalam hati kita dan berbuah, namun bisa pula sejenak dan hanya membuat pijar namun tidak menyala, bahkan ada yang sama sekali tidak membawa bekas atau pengaruh dalam hidup ini.
Saudara terkasih, kita layak menyediakan hati kita menjadi ladang yang subur dan mendengarkan sabda yang harus kita hidupi, bukan menyenangkan di telinga dan kemudian terbang entah ke mana. Apa yang bisa kita lakukan adalah memohon kepada-nya agar memelihara budi dan hati kita, agar tidak mudah tergoda. BD.eLeSHa.



Jumat, 16 September 2016

Kornelius Paus

Pw. S. Kornelius, Paus dan S. Siprianus UskMrt (M)
1 Kor. 15:12-20
Mzm. 17:1,6-7,8b,15
Luk. 8:1-3


1 Kor. 15:12-20

15:12 Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?
15:13 Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
15:14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.
15:15 Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus -- padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan.
15:16 Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
15:17 Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.
15:18 Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus.
15:19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.
15:20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

Luk. 8:1-3

8:1 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
8:2 dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,
8:3 Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.



Kornelius Paus

Sepeninggalan Paus Fabianus pada tahun 250, Tahta Suci mengalami kekosongan  kepemimpinan. Masalah-masalah yang menyelimuti Gereja tentu saja meningkat. Akhirnya pada 25 Maret 251 kekosongan itu terisi lagi dengan terpilihnya Kornelius sebagai Paus.
Kornelius lahir kira-kira pada awal abad ke-3 di Roma. Ia seorang imam yang saleh dan bijaksana. Namun terpilihnya ia menjadi Paus tidak serta merta menyelesaikan semua masalah yang ada di Gereja. Gereja terus saja dirongrong baik dari luar ataupun dalam. pihak kekaisaran terus mendesak dan melancarkan aksi penganiayaan yang mengakibatkan banyak orang Kristen murtad dari imannya. Dalam tubuh Gereja sendiri, banyak imam di Roma dan Afrika bersikap keras terhadap orang yang murtad itu. Di bawah kepemimpinan Novatianus, imam-imam itu mengajarkan bahwa tak seorangpun yang telah menyangkal imannya dapat kembali ke dalam pangkuan Gereja, kendatipun telah menyesal dan tobat yang mendalam ataupun denda yang mahal. Ajaran ini untuk melindungi tata tertib Gereja, namun secara tidak saar justru bertentangan dengan asas-asas Injil Kristus.
Terhadap Novatianus ia bertindak tegas dengan mengundang uskup untuk membahas  sikapnya tersebut. Semua uskup yang hadir dalam konsili itu mengutuk ajaran Novatianus. Dasar itu ialah sikap Yesus yang memanggil orang berdosa bukan orang saleh.
Kaisar Gayus Decius meninggal, keadaan makin gawat dengan kaisar baru Gayus Vibus Trebunianus Gallus terus mengejar dan menganiaya orang Kristen. Paus Kornelius ditangkap dan dibuang ke Civita Vecchia pada tahun 253. Dari tempat pembuangannya ia tetap menulis surat untuk sahabatnya Uskup Siprianus di Kartago untuk meneguhkan hatinya di dalam memimpin umat. Ia meninggal di tempat pembuangan dan dimakamkan di pemakaman Santo Kallistus di Roma. BD.eLeSHa.


Kamis, 15 September 2016

Mater Dolorosa

Pw. Maria Berdukacita (P)
1 Kor. 15:1-11
Mzm. 31:2-3a, 3b-4,5-6,15-16
Yoh. 19:25-27



1 Kor. 15:1-11

15:1 Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
15:2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu -- kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.
15:3 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
15:4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;
15:5 bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.
15:6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.
15:7 Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.
15:8 Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
15:9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
15:11 Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.


Yoh. 19:25-27

19:25 Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
19:26 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!"
19:27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.



Mater Dolorosa

Saudara terkasih hari ini kita diajak untuk mengenangkan duka cita  Bunda Maria. Gereja merangkum tujuh jenis kedukaan Maria dari peristiwa berikut:
Pertama, kedukaan ketika Simeon meramalkan apa yang akan terjadi atas diri Yesus, Anaknya sewaktu ia bersama Yusuf mempersembahkan-Nya di Bait Allah.
Kedua, kedukaan atas pengungsian ke Mesir.
Ketiga, sewaktu ia bersama Yusuf mencari Yesus di Yerusalem.
Keempat, kedukaan ketika bertemu Yesus di jalan salib
Kelima, kedukaan sewaktu Yesus disalib dan wafat.
Keenam, kedukaan sewaktu Yesus dibaringkan di pangkuannya
Ketujuh, kedukaan sewaktu Yesus dimakamkan.
Maria menanggung semua penderitaan itu dengan tabah dan penuh iman karea ia sendiri telah mengatakan dengan bebas kepada malaikat Allah. “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan jadilah padak menurut perkataan-Mu.”

Saudara terkasih, apa yang bisa kita pelajari adalah, bagaimana Maria sebagai bunda kita mampu menjalaninya. Imannya sangat membantu ia mampu mengalami itu dengan hati yang terbuka melihat rencana Tuhan. Sikap terbuka atas kehendak Allah ia menjalani duka itu dengan berani dan tegar. BD.eLeSHa.