Kamis, 19 November 2015

Yesus Menangisi Yerusalem

Kamis Biasa Pekan XXXIII (H)
1 Mak. 2:15-29
Mzm. 50:1-2,5-6,14-15
Luk. 19:41-44


1 Mak. 2:15-29

2:15 Kemudian para pegawai raja yang bertugas memaksa orang-orang Yahudi murtad datang ke kota Modein untuk menuntut pengorbanan.
2:16 Banyak orang Israel datang kepada mereka. Adapun Matatias serta anak-anaknya berhimpun pula.
2:17 Pegawai raja itu angkat bicara dan berkata kepada Matatias: "Saudara adalah seorang pemimpin, orang terhormat dan pembesar di kota ini dan lagi didukung oleh anak-anak serta kaum kerabat saudara.
2:18 Baiklah saudara sekarang juga maju ke depan sebagai orang pertama untuk memenuhi penetapan raja, sebagaimana telah dilakukan semua bangsa, bahkan orang-orang Yehuda dan mereka yang masih tertinggal di Yerusalem. Kalau demikian, niscaya saudara serta anak-anak saudara termasuk ke dalam kalangan sahabat-sahabat raja dan akan dihormati dengan perak, emas dan banyak hadiah!"
2:19 Tetapi Matatias menjawab dengan suara lantang: "Kalaupun segala bangsa di lingkungan wilayah raja mematuhi seri baginda dan masing-masing murtad dari ibadah nenek moyangnya serta menyesuaikan diri dengan perintah-perintah seri baginda,
2:20 namun aku serta anak-anak dan kaum kerabatku terus hendak hidup menurut perjanjian nenek moyang kami.
2:21 Semoga Tuhan mencegah bahwa kami meninggalkan hukum Taurat serta peraturan-peraturan Tuhan.
2:22 Titah raja itu tidak dapat kami taati dan kami tidak dapat menyimpang dari ibadah kami baik ke kanan maupun ke kiri!"
2:23 Matatias belum lagi selesai mengucapkan perkataan tadi maka seorang Yahudi sudah tampil ke muka di depan umum untuk mempersembahkan korban di atas perkorbanan di kota Modein menurut penetapan raja.
2:24 Melihat itu Matatias naik darah dan gentarlah hatinya serta meluap-luaplah geramnya yang tepat. Disergapnya orang Yahudi itu dan digoroknya di dekat perkorbanan itu.
2:25 Petugas raja yang memaksakan korban itu dibunuhnya pula pada saat itu juga. Kemudian perkorbanan itu dirobohkannya.
2:26 Serupalah kerajinannya untuk hukum Taurat itu dengan apa yang telah dilakukan dahulu oleh Pinehas kepada Zimri bin Salom.
2:27 Lalu berteriaklah Matatias dengan suara lantang di kota Modein: "Siapa saja yang rindu memegang hukum Taurat dan berpaut pada perjanjian hendaknya ia mengikuti aku!"
2:28 Kemudian Matatias serta anak-anaknya melarikan diri ke pegunungan. Segala harta miliknya di kota ditinggalkannya.
2:29 Kemudian turunlah ke padang gurun banyak orang yang mencari kebenaran dan keadilan


Luk. 19:41-44

19:41 Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya,
19:42 kata-Nya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.
19:43 Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan,
19:44 dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau."


Yesus Menangisi Yerusalem

Saudara terkasih, hari ini Gereja mengajak kita merenungkan apa yang membuat Tuhan sedih dan merasa berduka, ialah hilangnya damai di hati manusia. Kedatangan kehancuran tinggal menunggu waktu ketika kita tidak memiliki damai. Damai itu menjauh ketika manusia berpaling dari Damai Sejati yaitu Dia sendiri.
Saudara tentu kita merasakan bagaimana orang menjadi jahat, jengkel, dan merasa tidak nyaman ketika jauh dari Tuhan. Hal-hal inilah yang membuat semuanya menjadi rusak dan hancur. Keterpisahan apalagi penolakan akan kasih-Nya yang egitu besar.

Pengetahuan kita akan hadir-Nya Tuhan tentu sangat menentukan sehingga kita memilih untuk mempersiapkan hati dan budi kita dengan lebih baik dan bersungguh-sungguh. Kita yang abai dan mengatakan ah nanti saja, masih lama, aku masih muda, kematianku belum akan datang, dan berbuat seenaknya sendiri. Di sinilah peran hidup beriman. Memilih tetap setia dalam mengabdi Tuhan atau meninggalkan-Nya demi memilih kebebasan dan dunia yang menyenangkan?BD.eLeSHa.

Rabu, 18 November 2015

Siapa Memiliki akan Ditambah dan Siapa Tidak Mempunyai akan Diambil

Rabu Biasa Pekan XXXIII (H)
2 Mak. 7:1,20-31
Mzm. 17:1,5-6,8b,15
Luk. 19:11-28


2 Mak. 7:1,20-31

7:1 Terjadi pula yang berikut ini: Tujuh orang bersaudara serta ibu mereka ditangkap. Lalu dengan siksaan cambuk dan rotan mau dipaksa oleh sang raja untuk makan daging babi yang haram.
7:20 Tetapi terutama ibu itu sungguh mengagumkan secara luar biasa. Ia layak dikenang-kenangkan baik-baik. Ia mesti menyaksikan ketujuh anaknya mati dalam tempo satu hari saja. Namun demikian, itu ditanggungnya dengan besar hati oleh sebab harapannya kepada Tuhan.
7:21 Dengan rasa hati yang luhur dihiburnya anaknya masing-masing dalam bahasanya sendiri, penuh dengan semangat yang luhur. Dengan semangat jantan dikuatkannya tabiat kewanitaannya lalu berkatalah ia kepada anak-anaknya:
7:22 "Aku tidak tahu bagaimana kamu muncul dalam kandungku. Bukan akulah yang memberi kepadamu nafas dan hidup atau menyusun bagian-bagian pada badanmu masing-masing!
7:23 Melainkan Pencipta alam semestalah yang membentuk kelahiran manusia dan merencanakan kejadian segala sesuatunya. Dengan belas kasihan-Nya Tuhan akan memberikan kembali roh dan hidup kepada kamu, justru oleh karena kamu kini memandang dirimu bukan apa-apa demi hukum-hukum-Nya."
7:24 Adapun raja Antiokhus mengira bahwa ibu itu menghina dia dan ia menganggap bicaranya suatu penistaan. Anak bungsu yang masih hidup itu tidak hanya dibujuk dengan kata-kata, tetapi sang raja juga menjanjikan dengan angkat sumpah bahwa anak bungsu itu akan dijadikannya kaya dan bahagia, asal saja ia mau meninggalkan adat istiadat nenek moyangnya. Bahkan ia akan dijadikannya sahabat raja dan kepadanya akan dipercayakan pelbagai jabatan negara.
7:25 Oleh karena pemuda itu tidak menghiraukannya sama sekali, maka sang raja memanggil ibunya dan mendesak, supaya ia menasehati anaknya demi keselamatan hidupnya.
7:26 Sesudah ia lama mendesak barulah ibu itu menyanggupi untuk meyakinkan anaknya.
7:27 Kemudian ia membungkuk kepada anaknya lalu dengan mencemoohkan penguasa yang bengis itu berkatalah ia dalam bahasanya sendiri: "Anakku, kasihanilah aku yang sembilan bulan lamanya mengandungmu dan tiga tahun lamanya menyusuimu. Akupun sudah mengasuhmu dan membesarkanmu hingga umur sekarang ini dan terus memeliharamu.
7:28 Aku mendesak, ya anakku, tengadahlah ke langit dan ke bumi dan kepada segala sesuatunya yang kelihatan di dalamnya. Ketahuilah bahwa Allah tidak menjadikan kesemuanya itu dari barang yang sudah ada. Demikianpun bangsa manusia dijadikan juga.
7:29 Jangan takut kepada algojo itu. Sebaliknya, hendaklah menyatakan diri sepantas kakak-kakakmu dan terimalah maut itu, supaya aku mendapat kembali engkau serta kakak-kakakmu di masa belas kasihan kelak."
7:30 Ibu itu belum lagi mengakhiri ucapannya itu, maka berkatalah pemuda itu: "Kamu menunggu siapa? Aku tidak mentaati penetapan raja. Sebaliknya aku taat kepada segala ketetapan Taurat yang sudah diberikan oleh Musa kepada nenek moyang kami


Luk. 19:11-28

19:11 Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan.
19:12 Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali.
19:13 Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali.
19:14 Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.
19:15 Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing.
19:16 Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina.
19:17 Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.
19:18 Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina.
19:19 Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota.
19:20 Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan.
19:21 Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur.
19:22 Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur.
19:23 Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya.
19:24 Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu.
19:25 Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina.
19:26 Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.
19:27 Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku."
19:28 Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.


Siapa Memiliki akan Ditambah dan Siapa Tidak Mempunyai akan Diambil

Saudara terkasih, menarik dalam bacaan kali ini. Pertama soal tanggung jawab, kedua mengembangkan talenta, dan ketika siapa memiliki akan ditambahkan dan siapa yang tidak memiliki akan diambil dari padanya.
Pertama, tanggung jawab. Kita masing-masing diberikan oleh Tuhan tanggung jawab. Setiap orang tentu berbeda-beda dan sesuai dengan kemampuan dan perannya dalam dunia ini. Tidak ada orang yang tidak memiliki tanggung jawab sama sekali. Semua memiliki peran dan tugas masing-masing untuk mampu saling mengisi dan menyempurnakan.
Kedua, talenta. Tidak ada seorangpun yang tidak memiliki kekuatan atau talenta atau kelebihan dalam hidup ini. Sering kita malah asyik menemukan kekurangan dan meratapi hal ini, bukan itu maksud Tuhan. Tuhan menghendaki kita mampu meningkatkan kelebihan dan kekuatan kita agar makin berkualitas dan menguatkan orang lain dan sesama sebagai satu saudara.

Ketika, siapa yang memiliki akan diberikan oleh Tuhan untuk memberikan penghargaan atas usaha, talenta, dan tentu perjuangan untuk mengembangkan diri dan talenta kita. Sesuatu yang wajar dan logis ketika Tuhan memberikan tambahan bagi orang yang telah memberikan sepenuh daya untuk mengembangkan diri dan keperyaan yang telah Tuhan anugerahkan. Siapa yang tidak memiliki akan diambil adalah gambaran orang yang seenaknya saja untuk tidak mengusahakan apa yang dimiliki, diam dengan apa yang Tuhan anugerahkan dan tidak mau mengembangkan diri lebih baik lagi. Sikap seenaknya sendiri, puas diri, malah mencari kambing hitam di dalam diri pribadi lain sebagai penyebab, membuat Tuhan tidak akan memberikan anugerah lagi.BD.eLeSHa.

Selasa, 17 November 2015

Perjumpaan yang Mengubah

Pw. S. Eliasabet dr Hungaria, Biarw. (P)
2 Mak.  6:18-31
Mzm. 4:2-3,4-5,6-7
Luk. 19:1-10


2 Mak.  6:18-31

6:18 Eleazar adalah seorang ahli Taurat yang utama. Ia sudah lanjut umurnya dan terhormatlah tampan rupanya. Ia dibuka mulutnya dengan kekerasan dan begitu dipaksa makan daging babi.
6:19 Tetapi dengan mengutamakan kematian terhormat dari pada hidup ternista ia menuju tempat pukulan dengan rela hati, setelah daging itu dimuntahkannya kembali.
6:20 Dan demikian mestinya tindakan orang yang berani menolak apa yang bahkan karena cinta kepada hidup sekalipun tidak boleh dikecap.
6:21 Tetapi para pengurus perjamuan korban yang tak halal menyendirikan Eleazar, oleh karena sudah lama mereka kenal baik dengan orang itu. Lalu mereka mengajak dia untuk mengambil daging yang boleh dipakai dan yang dapat disediakannya sendiri. Cukuplah kalau dari daging korban itu ia hanya pura-pura makan apa yang dititahkan raja.
6:22 Dengan berbuat demikian ia dapat meluputkan diri dari kematian dan mendapat perlakuan baik demi persahabatan lama di antara mereka.
6:23 Tetapi Eleazar mengambil keputusan mulia, yang pantas bagi umurnya, bagi kehormatan usianya, bagi ubannya yang jernih dan teramat mulia, pantas bagi cara hidupnya yang jernih sejak masa mudanya dan terlebih pantas bagi perundang-undangan suci yang diberikan oleh Allah sendiri. Dengan tegas dimintanya, supaya segera dikirim ke dunia orang mati saja.
6:24 Katanya: "Berpura-pura tidaklah pantas bagi umur kami, supaya janganlah banyak pemuda kusesatkan juga, oleh karena mereka menyangka bahwa Eleazar yang sudah berumur sembilan puluh tahun beralih kepada tata cara asing.
6:25 Boleh jadi mereka kusesatkan dengan berpura-pura demi hidup yang pendek dan fana ini dan dalam pada itu kuturunkan noda dan aib kepada usiaku.
6:26 Kalaupun sekarang aku lolos dari dendam dari pihak manusia, tetapi tidak dapatlah aku melarikan diri dari tangan Yang Mahakuasa, baik hidup maupun mati.
6:27 Dari sebab itu dengan berpulang sebagai lelaki aku sekarang mau menyatakan diri layak bagi usiaku.
6:28 Dengan demikian akupun meninggalkan suatu teladan luhur bagi kaum muda untuk dengan sukarela yang mulia mati bagi hukum Taurat yang mulia dan suci itu." Setelah berkata demikian, Eleazar segera menuju tempat siksaan.
6:29 Adapun orang-orang yang mengantarnya ke sana merubah kesudian yang belum lama berselang mereka taruh terhadapnya menjadi permusuhan. Itu dikarenakan oleh perkataan yang baru diucapkan Eleazar dan yang mereka pandang sebagai kegilaan belaka.
6:30 Ketika sudah hampir mati karena pukulan-pukulan, maka mengaduhlah Eleazar, katanya: "Bagi Tuhan yang mempunyai pengetahuan yang kudus ternyatalah bahwa aku dapat meluputkan diri dari maut dan bahwa aku sekarang menanggung kesengsaraan hebat dalam tubuhku akibat deraan itu. Tetapi dalam jiwa aku menderita semuanya itu dengan suka hati karena takut akan Tuhan."
6:31 Demikian berpulanglah Eleazar dan meninggalkan kematiannya sebagai teladan keluhuran budi dan sebagai peringatan kebajikan, tidak hanya untuk kaum muda saja, tetapi juga bagi kebanyakan orang dari bangsanya


Luk. 19:1-10

19:1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.
19:2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
19:4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
19:5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."
19:6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."
19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."
19:9 Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.
19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."



Perjumpaan yang Mengubah

Saudara terkasih, apa yang Yesus sampaikan dalam ilustrasi di atas kita patut untuk bersyukur bahwa Tuhan hadir untuk semuaa orang, termasuk yang tidak layak bagi penilaian khalayak ramai. Pemungut cukai merupakan pekerjaan yang dinilai sangat buruk, maka aneh bagi Seorang Guru Besar mau makan di rumah pendosa tersebut.
Kedua, bahwa perjumpaan dengan Tuhan Yesus mengubah perilaku bahkan hati dari pribadi yang seperti apapun. Berubah menjadi lebih baik. Lihat bagaimana pemungut cukai tersebut tergerak untuk membagikan hartanya apalagi ia sadar bahwa telah merugikan banyak orang dengan pekerjaan dan perilakunya selama ini.
Saudara terkasih, Allah kita Allah Bapa yang baik hati, bukan pendendam dan penghukum, Maha Pengampun dan pemberi rahmat. Tidak ada yang perlu kita takuti atas apa yang kita lakukan, asal ada penyesalan dan pertobatan. Bukan berbangga atas dosa dan kelemahan dan berhenti. Kasih-Nya menggerakkan kita untuk makin dekat pada-Nya.
Bagaimana keakraban dan keintiman kita itu berhadapan dengan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Makin dekat pada Tuhan dan baik baik kepada sesama. Sama sekali bukan sebaliknya demi menjalin keintiman dengan Tuhan namun malah mengecewakan dan menyakiti sesama. Tentu bukan demikian kualitas pribadi yang melekat pada Tuhan. Demi Tuhan namun membunuh dan menyakiti Tuhan, apakah demikian? Tentu bukan. Tergerak untuk makin mengasihi dan mencintai sesama.BD.eLeSHa.


Senin, 16 November 2015

Imanmu Telah Menyelamatkanmu

Senin Biasa Pekan XXXIII (H)
1 Mak.1:10-15, 43-43
Mzm. 119:53,61,134,150,155,158
Luk. 18:35-43


1 Mak.1:10-15, 43-43

1:10 Dari pada mereka itulah terbit sebuah tunas yang berdosa, yaitu Antiokhus Epifanes putera raja Antiokhus. Ia telah menjadi sandera di Roma. Antiokhus Epifanes menjadi raja dalam tahun seratus tiga puluh tujuh di zaman pemerintahan Yunani.
1:11 Di masa itu tampil dari Israel beberapa orang jahat yang meyakinkan banyak orang dengan berkata: "Marilah kita pergi dan mengadakan perjanjian dengan bangsa-bangsa di keliling kita. Sebab sejak kita menyendiri maka kita ditimpa banyak malapetaka."
1:12 Usulnya itu diterima baik.
1:13 Maka beberapa orang dari kalangan rakyat bersedia untuk menghadap raja. Mereka diberi hak oleh raja untuk menuruti adat istiadat bangsa-bangsa lain.
1:14 Kemudian orang-orang itu membangun di Yerusalem sebuah gelanggang olah raga menurut adat bangsa-bangsa lain.
1:15 Merekapun memulihkan kulup mereka pula dan murtadlah mereka dari perjanjian kudus. Mereka bergabung dengan bangsa-bangsa lain dan menjual dirinya untuk berbuat jahat
1:43 Juga dari Israel ada banyak orang yang menyetujui pemujaan raja. Dipersembahkan oleh mereka korban kepada berhala dan hari Sabat dicemarkan.
1:44 Kemudian dikirimlah oleh raja dengan perantaraan pesuruh-pesuruh surat penetapan ke Yerusalem dan semua kota daerah Yehuda lainnya, bahwasanya mereka harus menuruti adat istiadat luar negeri juga,
1:45 dengan menghentikan korban bakaran, korban sajian dan korban tuangan di Bait Suci, dengan mencemarkan hari Sabat dan hari-hari raya
1:54 Pada tanggal lima belas bulan Kislew dalam tahun seratus empat puluh lima maka raja menegakkan kekejian yang membinasakan di atas mezbah korban bakaran. Dan mereka mendirikan juga perkorbanan di segala kota di seluruh Yehuda.
1:55 Pada pintu-pintu rumah dan di lapangan-lapangan dibakar korban.
1:56 Kitab-kitab Taurat yang ditemukan disobek-sobek dan dibakar habis.
1:57 Jika pada salah seorang terdapat Kitab Perjanjian atau jika seseorang berpaut pada hukum Taurat maka dihukum mati oleh pengadilan raja
1:62 Namun demikian ada banyak orang Israel yang menetapkan hatinya dan memasang tekad untuk tidak makan apa yang haram.
1:63 Lebih sukalah mereka mati dari pada menodai dirinya dengan makanan semacam itu dan begitu mencemarkan perjanjian kudus. Dan sesungguhnya mereka mati juga.
1:64 Kemurkaan yang hebat sekali menimpa Israel


Luk. 18:35-43

18:35 Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis.
18:36 Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: "Apa itu?"
18:37 Kata orang kepadanya: "Yesus orang Nazaret lewat."
18:38 Lalu ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"
18:39 Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"
18:40 Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya:
18:41 "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang itu: "Tuhan, supaya aku dapat melihat!"
18:42 Lalu kata Yesus kepadanya: "Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!"
18:43 Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.




Imanmu Telah Menyelamatkanmu

Saudara terkasih, kisah di atas menyatakan bahwa iman orang yang menderita buta, memperoleh kesembuhan karena imannya. Yesus tidak melakukan tindakan apapun. IA hanya menyatakan bahwa iman orang itu telah menyembuhkannya.
Yesus melakukan banyak munjizat dengan berbagai cara, ada yang melakukan tindakan seperti memegang, mengoles, atau menyentuhnya. Ada pula membuat “ramuan” dari tanah dan ludah-Nya sebagaimana pernah pula IA lakukan. Tindakan-Nya ada karena permintaan seperti kisah di sini, ada pula yang tanpa ada permintaan sama sekali. Tergerak oleh belas kasihan. Apa artinya? Bahwa Tuhan bisa melakukan apapun bagi anak-anak yang IA kasihi. Baik karena  permintaan atau karena kehendak-Nya sendiri.
Saudara terkasih, dari sini kita bisa belajar, kita bisa saja memohon dan meminta kepada-Nya untuk memberikan sesuatu bisa kesembuhan, bantuan dalam finansial, bantuan untuk memperoleh jalan keluar dari masalah, namun bisa pula kita tidak melakukan apapun namun akan diberikan-Nya rahmat yang tidak disangka-sangka.
Kita perlu menyadari bahwa apa yang kita minta dan mohonkan belum tentu sesuai dengan rancangan-Nya dan bagi kita membahasakan bahwa itu tidak terkabulkan doa kita. Sejatinya bukan demikian, namun kita perlu melihat apa yang menjadi kehendak-Nya. Bukan doa kita namun kasih dan rahmat-Nya lah yang berlaku bagi kita.BD.eLeSHa.



Minggu, 15 November 2015

Peka

HARI MINGGU BIASA PEKAN XXXIII (H)
Dan. 12:1-3
Mzm. 16:5,8,9-10,11
Ibr. 10:11-14,18
Mrk. 13:24-32



Dan. 12:1-3

12:1 "Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.
12:2 Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.
12:3 Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.


Ibr. 10:11-14,18

10:11 Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa.
10:12 Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah,
10:13 dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya.
10:14 Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.
10:18 Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa


Mrk. 13:24-32

13:24 "Tetapi pada masa itu, sesudah siksaan itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya
13:25 dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan goncang.
13:26 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
13:27 Dan pada waktu itu pun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit.
13:28 Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.
13:29 Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.
13:30 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya itu terjadi.
13:31 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
13:32 Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja."


Peka

Saudara terkasih, berbicara mengenai akhir zaman orang selalu saja berpikir mengenai tanda dan cirinya. Berbondong-bondong orang mencari tahu ada tidak kebenaran mengenai hal itu. Ironis ketika kita justru asyik mencari secercah tanda yang sama sekali tidak ada jaminan kebenarannya, karena itu hak Allah sepenuhnya. Lihat bacaan Injil Minggu ini mengatakan hal itu, malaikat, Anak, pun tidak ada yang tahu saatnya itu.
Menarik bagi kita sejatinya adalah peka untuk melihat tanda itu bagi kita untuk mengubah hati dan perilaku kita menjadi lebih baik. Apa toh akhir zaman itu? Suasana di mana semua berakhir yang ada pengadilan, tidak ada lagi kebersamaan dengan yang lain. Coba kalau kita itu mencari dan mencari tanda malah tidak berbuat. Menelantarkan keluarga dan sesama padahal itu juah lebih penting. Kebersamaan yang penuh cinta, memberikan yang  terbaik untuk dunia tentu lebih penting daripada menemukan tanda. Tanda yang mengubah justru sangat penting sehingga kita beraksi bukan hanya mencari dan mencari.

Peka untuk melihat tanda dan melakukan perubahan yang lebih baik, pertobatan, makin berbuat kasih, dan perilaku baik lainnya. Tidak ada yang salah mencari-cari bukti, tanda-tanda itu, namun apakah tanda itu menggerakkan kita untuk berubah atau tidak? Perubahan menuju kepada kebaikan itu justru jauh lebih baik dan bermanfaat.BD.eLeSHa.

Sabtu, 14 November 2015

Perumpamaan Hakim Lalim dan Janda yang Setia

Sabtu Biasa Pekan XXXII (H)
Keb, 18:14-16,19:6-9
Mzm. 105:2-3,36-37,42-43
Luk. 18:1-8


Keb, 18:14-16,19:6-9

18:14 Sebab sementara sunyi senyap meliputi segala sesuatu dan malam dalam peredarannya yang cepat sudah mencapai separuhnya,
18:15 maka firman-Mu yang mahakuasa laksana pejuang yang garang melompat dari dalam sorga, dari atas takhta kerajaan ke tengah tanah yang celaka. Bagaikan pedang yang tajam dibawanya perintah-Mu yang lurus,
18:16 dan berdiri tegak diisinya semuanya dengan maut; ia sungguh menjamah langit sambil berdiri di bumi
19:6 Sungguh seluruh ciptaan dalam jenisnya dirubah kembali sama sekali oleh karena taat kepada perintah-perintah-Mu, supaya anak-anak-Mu jangan sampai mendapat celaka.
19:7 Maka orang melihat awan membayangi perkemahan, tanah kering muncul di tempat yang tadinya ada air, jalan yang tidak ada rintangannya muncul dari Laut Merah, dan lembah kehijau-hijauan timbul dari empasan ombak yang hebat.
19:8 Di bawah lindungan tangan-Mu seluruh bangsa berjalan lewat di tempat itu, seraya melihat pelbagai tanda yang mentakjubkan.
19:9 Seperti kuda ke padang rumput mereka pergi dan melonjak-lonjak bagaikan anak domba, sambil memuji Engkau, ya Tuhan, yang telah menyelamatkan mereka


Luk. 18:1-8

18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
18:2 Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun.
18:3 Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.
18:4 Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun,
18:5 namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."
18:6 Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!
18:7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"



Perumpamaan Hakim Lalim dan Janda yang Setia

Saudara terkasih, pekan-pekan ini kita diajak untuk merenungkan komitmen kita dalam mengikuti Tuhan. Kesetiaan dalam berusaha dan selalu bertekun di dalam upaya kita, termasuk ketika sepertinya Tuhan tidak berbuat apa-apa. Penggambaran Tuhan menggunakan ilustrasi hakim yang tidak takut akan Allah, yang selalu saja diketuk oleh seorang janda yang meminta bantuan keadilan. Namun daripada terganggu terus menerus ia membuka kesempatan untuk membantunya.
Saudara terkasih, motivasi hakim ini memang tidak baik atau sangat buruk, menghindari kesulitan dan bukan membela kebenaran, namun dia tetap saja membantu, meski dalam arti yang tidak semestinya. Yesus mengajak kita untuk melihat bagaimana kasih dan kebaikan Tuhan yang tidak ada batasnya tentu tidak akan diam saja. Ia selalu tergerak untuk membantu dan meringankan beban anak-anak-Nya.

Motivasi baik tentu menjadi dambaan setiap orang bisa melakukannya. Pemurnian motivasi terus menerus tentu sangat penting dan mendesak untuk dilakukan. Penjernihan sebagai upaya perbaikan terus menerus, alangkah baiknya ketika sejak awal telah baik dan semakin baik, bukan malah menurun dan menjadi buruk. BD.eLeSHa.

Jumat, 13 November 2015

Barangsiapa Memelihata Nyawanya akan Kehilangan Nyawanya, Barangsiapa Kehilangan Nyawanya akan Menyelamatkannya

Jumat Biasa Pekan XXXII (H)
Keb. 13:1-9
Mzm. 19:2-3,4-5
Luk. 17:26-37


Keb. 13:1-9

13:1 Tobit mengarang doa ini untuk menyatakan sukacitanya:
13:2 "Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya, dan kerajaan-Nyapun tetap untuk sekalian abad. Memang Ia menyiksa tapi juga mengasihani, Ia menurunkan ke dunia orang mati, tetapi menaikkan daripadanya juga; tiada seorangpun luput dari tangan-Nya.
13:3 Muliakanlah Dia, hai orang Israel, di hadapan sekalian bangsa, sebab kita telah dicerai-beraikan-Nya di antara mereka.
13:4 Wartakanlah kebesaran-Nya di sana, agungkanlah Dia di hadapan segala yang hidup. Sebab Dialah Tuhan kita dan Allah, Ia adalah Bapa kita untuk selama-lamanya.
13:5 Oleh karena kejahatan kita maka kita disiksa-Nya, tetapi kita dikasihani-Nya lagi dan dikumpulkan-Nya dari antara sekalian bangsa, di mana kamu terserak-serak.
13:6 Jika dengan segenap hati kamu berbalik kepada-Nya, dan dengan segenap jiwa berlaku benar di hadapan-Nya, niscaya Iapun berbalik kepada kamu, dan tidak disembunyikan-Nya wajah-Nya terhadap kamu.
13:7 Maka pandanglah apa yang akan dikerjakan-Nya bagi kamu, muliakanlah Dia dengan segenap mulut. Pujilah Tuhan yang adil dan agungkanlah Raja kekal.
13:8 Aku memuliakan Dia di tanah pembuanganku, dan kunyatakan kekuasaan serta kebesaran-Nya kepada kaum berdosa. Bertobatlah, hai orang-orang yang berdosa, dan lakukanlah apa yang benar di hadapan-Nya. Siapa tahu kalau-kalau Ia berkenan kepadamu dan menjalankan belas kasihan kepada kamu.
13:9 Aku hendak mengagungkan Allahku dan Raja sorgawi dan hatiku hendak bersorak karena kebesaran-Nya


Luk. 17:26-37

17:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:
17:27 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.
17:28 Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
17:29 Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.
17:30 Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.
17:31 Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali.
17:32 Ingatlah akan isteri Lot!
17:33 Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.
17:34 Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.
17:35 Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan."
17:36 [Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.]
17:37 Kata mereka kepada Yesus: "Di mana, Tuhan?" Kata-Nya kepada mereka: "Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar."


Barangsiapa Memelihata Nyawanya akan Kehilangan Nyawanya,
Barangsiapa Kehilangan Nyawanya akan Menyelamatkannya


Saudara  terkasih, apa yang Yesus sampaikan pada bacaan hari ini, mengajak kita untuk semakin merenungkan bagaimana sikap kita di dalam mengikuti-Nya. Komitmen menjadi bagian yang diulang-ulang sepanjang pekan ini. Peran penting bagi kita untuk selalu memegang komitmen dan kesetiaan, serta menomorsatukan Tuhan Allah dalam hidup kita.
Apa yang perlu kita lakukan ialah Tuhan segalanya, di atas apapun itu termasuk nyawa kita sendiri. Mengapa demikian, Saudara sering orang diintimidasi masih mampu melewatinya, ketika nyawanya hendak dicabut atau dibunuh kekhawatiran itu akan datang dan bisa menyangkal Tuhan, demi selamat dia sendiri. Menyelamatkan nyawa dalam hal berkaitan dengan kepercayaan dan iman kepada Tuhan tentunya. Kita hampir setiap saat tahu dengan baik bagaimana konsekuensi ikut Yesus di negara seperti ini, dan itulah saat bagi kita menunjukkan komitmen, berani menghadapi dunia demi DIA. Ketakutan kita di dunia tentu tidak berdasar, ketika kita bisa memiliki segalanya di dalam DIA. Pengalaman istri Lot, pengalaman masa Nuh membuat kita berkaca, bahwa DIA lebih dari segalanya. BDD.eLeSHa.


Kamis, 12 November 2015

Tanda-Tanda Kedatangan Kerajaan Allah

Pw. S. Yosafat, UskMrt. (M)
Keb. 7:22-8:1
Mzm. 119:89,90,130,135,175
Luk. 17:20-25


Keb. 7:22-8:1

7:22 Sebab di dalam dia ada roh yang arif dan kudus, tunggal, majemuk dan halus, mudah bergerak, jernih dan tidak bernoda, terang, tidak dapat dirusak, suka akan yang baik dan tajam,
7:23 tidak tertahan, murah hati dan sayang akan manusia, tetap, tidak bergoyang dan tanpa kesusahan, mahakuasa dan memelihara semuanya serta menyelami sekalian roh, yang arif, murni dan halus sekalipun.
7:24 Sebab kebijaksanaan lebih lincah dari segala gerakan, karena dengan kemurniannya ia menembusi dan melintasi segala-galanya.
7:25 Kebijaksanaan adalah pernafasan kekuatan Allah, dan pancaran murni dari kemuliaan Yang Mahakuasa. Karena itu tidak ada sesuatupun yang bernoda masuk ke dalamnya.
7:26 Karena kebijaksanaan merupakan pantulan cahaya kekal, dan cermin tak bernoda dari kegiatan Allah, dan gambar kebaikan-Nya.
7:27 Meskipun tunggal namun kebijaksanaan mampu akan segala-galanya, dan walaupun tinggal di dalam dirinya, namun membaharui semuanya. Dari angkatan yang satu ke angkatan yang lain ia beralih masuk ke dalam jiwa-jiwa yang suci, yang olehnya dijadikan sahabat Allah dan nabi.
7:28 Tiada sesuatupun yang dikasihi Allah kecuali orang yang berdiam bersama dengan kebijaksanaan.
7:29 Sebab ia adalah lebih indah dari pada matahari, dan mengalahkan setiap tempat bintang-bintang.
7:30 Berbanding dengan siang terang dialah yang unggul, sebab siang digantikan malam, sedangkan kejahatan tak sampai menggagahi kebijaksanaan
8:1 Dengan kuat ia meluas dari ujung yang satu ke ujung yang lain, dan halus memerintah segala sesuatu.


Luk. 17:20-25

17:20 Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,
17:21 juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu."
17:22 Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya.
17:23 Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut.
17:24 Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya.
17:25 Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.


Tanda-Tanda Kedatangan Kerajaan Allah

Saudara terkasih, pertanyaan mengenai tanda kehadiran Kerajaan Allah dan waktunya Tuhan selalu hadir sepanjang sejarah manusia. Bagaimana ternyata orang Farisi-pun menanyakan pertanyaan yang sama hingga ribuan tahun kemudian. Jawaban Yesus jelas dan sama sepanjang segala abad yaitu, tidak akan ada tanda-tanda yang diberikan.
Mengapa tanda itu tidak diberikan? Orang akan mempersiapkan diri begitu tanda itu datang dan ada. Sepanjang hal itu belum ada orang akan bertindak semau-maunya sendiri. Ini yang tidak Tuhan kehendaki. Apa bedanya dengan anak-anak yang asyik bermain dan begitu bel masuk sekolah berbunyi baru berlari menuju kelas dengan tanya kita mengenai kehadiran Kerajaan Allah itu?
Kita siap sedia setiap saat agar hidup kita bukan hidup yang berpamrih dan berharap akan kehidupan baik namun tidak mau bersusah payah dan berusaha keras. Tidak heran ketika ada orang-orang yang mengatakan bisa menerka atau mengatakan kapan kiamat akan dihadiri berbondong-bondong dan berduyun-duyun. Orang akan bersiasat dengan apa yang diketahui itu.
Saudara terkasih yang utama adalah bukan waktu dan tandanya namun hidup kita yang sejalan dengan rancangan-Nya dan kehendak-Nya. Tanda lahiriah tidak akan diberikan. BD.eLeSHa.


Rabu, 11 November 2015

Keselamatan bagi Semua Orang

Pw. S. Martinus dr Tours, Usk (P)
Keb. 6:1-11
Mzm. 82:3-4,6-7
Luk. 17:11-19


Keb. 6:1-11

6:1 Adapun anak muda itu berangkat dengan disertai malaikat itu. Anjingpun ikut serta dengan mereka. Mereka berdua berjalan terus. Ketika menjadi malam pada hari pertama bermalamlah mereka di dekat sungai Tigris.
6:2 Pemuda itu turun untuk membasuh kakinya di sungai Tigris. Tetapi dari dalam airnya melonjaklah seekor ikan besar mau menelan kaki pemuda itu. Maka menjeritlah ia.
6:3 Tetapi kata malaikat itu kepadanya: "Tangkaplah dan peganglah ikan itu!" Ikan itupun lalu digagahi oleh pemuda itu dan dihelanya ke darat.
6:4 Kemudian malaikat itu menyuruh: "Siatlah ikan itu, ambillah kantung empedu, jantung dan hatinya dan simpanlah. Isi perutnya hendaklah kaubuang. Sebab empedu, jantung dan hatinya adalah obat mujarab."
6:5 Maka disiatlah ikan itu oleh pemuda itu dan dipungutnya kantung empedu, jantung dan hati. Ikan itu dipanggangnya, lalu dimakannya dan sebagian diasinkannya.
6:6 Lalu berjalanlah mereka terus bersama sampai di dekat negeri Media.
6:7 Maka bertanyalah pemuda itu kepada malaikat itu: "Saudara Azarya, obat apa ada di dalam jantung dan hati ikan itu dan di dalam empedunya?"
6:8 Sahut malaikat itu: "Jantung dan hati itu boleh diasapkan di depan laki-laki atau perempuan yang kerasukan setan atau roh jahat. Lalu segenap gangguan lenyap dari padanya dan tidak tinggal lagi padanya untuk selama-lamanya.
6:9 Empedu itu hendaknya diurapkan pada orang yang matanya kena bintik-bintik putih, niscaya bintik-bintik itupun hanya tinggal ditiupi saja lalu sembuh pulalah orang itu."
6:10 Mereka memasuki negeri Media dan sudah sampai di dekat kota Ekbatana.
6:11 Lalu berkatalah Rafael kepada pemuda Tobia: "Hai saudara Tobia!" Sahutnya: "Ada apa?" Rafael menyambung pula: "Malam ini kita harus bermalam pada Raguel. Dia itu seorang kerabatmu dan mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Sara.

Luk. 17:11-19

17:11 Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
17:12 Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh
17:13 dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!"
17:14 Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.
17:15 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,
17:16 lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
17:17 Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
17:18 Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?"
17:19 Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."


Keselamatan bagi Semua Orang

Saudara terkasih, menarik merenungkan kisah 10 orang kusta yang disembuhkan. Bagaimana sikap kita ketika memperoleh berkat sebagaimana yang kita kehendaki. Apa yang kita lakukan jarang untuk bersyukur, lebih banyak menikmati itu dengan siapa yang kita sukai, bahkan tidak jarang lupa mengucapkan syukur dan ingat siapa yang memberikan.
Bagaimana Tuhan memberikan ilustrasi bahwa orang Samaria yang dalam sejarah pergaulan Yahudi sering tersingkir dan bahkan dianggap kafir itu jauh lebih tahu berterima kasih dan bersyukur. Mereka bersepuluh itu sakit dan tanpa berbuat apa-apa Yesus memberikan pemulihan bagi mereka. Kesembuhan bukan hanya sakit fisik namun termasuk dipulihkan dari status kemanusiaannya. Sembilan orang terus saja dan lupa kepada Pemberinya, sedang yang satu justru datang dan itu orang kafir.
Kita bisa mengerti dan paham bahwa orang yang paling bersyukur adalah orang yang paling banyak mendapatkan anugerah. Namun apakah demikian pengikut Yesus? Tuhan tidak menghendaki hal yang demikian, ungkapan terimakasih dan syukur itu spontan dan merupakan konsekuensi logis yang tidak perlu kita katakan, nyatakan, ungkapkan karena kita mendapatkan  terlebih dahulu. Apa bedanya dengan orang tidak beriman?

Keselamatan berlaku bagi semua orang, Tuhan menyatakan dengan jelas bukan masalah ras, suku, bangsa, namun seluruh umat akan diselamatkan dan telah diselamatkan, sepanjang ia hidup di dalam naungan belas kasih Tuhan. Sekat-sekat manusiawi tidak menghalangi kasih Allah bagi semua orang yang Allah ciptakan. BD.eLeSHa.

Selasa, 10 November 2015

Kerendahan Hati dan Lepas Kepentingan

Pw. Leo Agung, PausPujG. (P)
Keb. 2:23-3:9
Mzm. 34:2-3,16-17,18-19
Luk. 17:7-10


Keb. 2:23-3:9

2:23 Sebab Allah telah menciptakan manusia untuk kebakaan, dan dijadikan-Nya gambar hakekat-Nya sendiri.
2:24 Tetapi karena dengki setan maka maut masuk ke dunia, dan yang menjadi milik setan mencari maut itu.
3:1 Tetapi jiwa orang benar ada di tangan Allah, dan siksaan tiada menimpa mereka.
3:2 Menurut pandangan orang bodoh mereka mati nampaknya, dan pulang mereka dianggap malapetaka,
3:3 dan kepergiannya dari kita dipandang sebagai kehancuran, namun mereka berada dalam ketenteraman.
3:4 Kalaupun mereka disiksa menurut pandangan manusia, namun harapan mereka penuh kebakaan.
3:5 Setelah disiksa sebentar mereka menerima anugerah yang besar, sebab Allah hanya menguji mereka, lalu mendapati mereka layak bagi diri-Nya.
3:6 Laksana emas dalam dapur api diperiksalah mereka oleh-Nya, lalu diterima bagaikan korban bakaran.
3:7 Maka pada waktu pembalasan mereka akan bercahaya, dan laksana bunga api berlari-larian di ladang jerami.
3:8 Mereka akan mengadili para bangsa dan memerintah sekalian rakyat, dan Tuhan berkenan memerintah mereka selama-lamanya.
3:9 Orang yang telah percaya pada Allah akan memahami kebenaran, dan yang setia dalam kasih akan tinggal pada-Nya. Sebab kasih setia dan belas kasihan menjadi bagian orang-orang pilihan-Nya.


Luk. 17:7-10

17:7 "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
17:8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
17:9 Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
17:10 Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."



Kerendahan Hati dan Lepas Kepentingan

 Saudara terkasih, apa yang Tuhan sampaikan dalam bacaan hari ini sungguh menggugah kita untuk bersikap rendah hati. Ada dua hal yaitu sebagai majikan dan sebagai hamba. Pertama, majikan, bagimana mereka menghargai pekerjanya dengan mengucapkan terimakasih kepada karyawan atau orang upahan yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik, ataukah malah meminta mereka masih melayani makan dan minumnya? Tidak heran kalau ada lebih banyak pilihan kedua, yaitu untuk tetap melayani baru kebutuhan mereka ada di urutan belakang. Kejadian ini tidak jarang menimbulkan kekerasan dalam keluarga terutama terhadap asisten rumah tangga dan pekerja domestik ini.
Kedua sikap sebagai orang upahan atau hamba. Kita sebagai hamba sering meminta lebih dan merasa berjasa. Demikian pula kita di dalam hidup spiritual. Relasi dengan Tuhan hitung-hitungan, karena telah melakukan banyak olah kesalehan tentu Tuhan akan mengganjar dengan lebih banyak. Tuhan berbeda dan tidak akan berbanding lurus tersebut, aagr kita tidak berpamrih dan menghitung kebaikan yang kita lakukan.

Saudara terkasih sikap rendah hati akan memampukan kita kebaikan apa yang telah kita lakukan hanyalah tindakan yang sudah seharusnya dan tidak pantas kita menantikan balasan apalagi dari Tuhan. Apa yang Tuhan ajarkan untuk mengubah mentalitas dan pola pikir Yahudi sat itu yang dipertontonkan oleh ahli Taurat dan para Farisi yang sering mencari penghormatan dan menghitung balasan dalam aktivitas mereka.BD.eLeSHa.