Senin, 19 Oktober 2015

Orang Kaya yang Bodoh

Senin Biasa Pekan XXIX (H)
Rm. 4:20-25
Mzm. Luk. 1:69-70,71-72,73-75
Luk. 12:13-21


Rm. 4:20-25

4:20 Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,
4:21 dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.
4:22 Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.
4:23 Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja,
4:24 tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kita pun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati,
4:25 yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.

Luk. 12:13-21

12:13 Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku."
12:14 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?"
12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.


Orang Kaya yang Bodoh

Saudara terkasih, hari ini Gereja mengajak kita merenungkan mengenai ketakutan akan apa dalam hidup ini. Berkali-kali Yesus mengatakan kita perlu untuk takut pada Allah saja, namun masih ada saja yang datang dengan ketakutan soal harta. Kali ini Yesus mengajak merenungkan bagaimana ada orang yang sangat kaya. Ia memiliki kelimpahan. Hasil tanahnya tidak kurang, bahkan lumbungnya yang kurang. Ia puas kini dan mau beristirahat.
Kepuasannya itu ternyata berbeda dengan keinginan dan rencana Tuhan. Ia beristiahat, sedang Tuhan mengambil jiwanya ketika ia merasa aman. Saudara terkasih, apa yang diilustrasikan oleh Yesus ini juga sering kita lakukan. Kita berorientasi akan uang dan uang, lupa akan DIA yang memberikan kepada kita. Bodoh dalam hal ini sesuai dengan Perjanjian Lama sebagai tidak melibatkan Tuhan. Apa pun yang kita lakukan tanpa melibatkan Tuhan, sebagai tindakan bodoh.

Saudara terkasih, kita hanya perlu melibatkan Tuhan dalam hidup ini dan semua selesai  dengan baik. Usaha mati-matian tanpa melibatkan-Nya sama saja tindakan sia-sia dan malah dikatakan bodoh oleh Yesus. BD.eLeSHa

Minggu, 18 Oktober 2015

Anak Manusia Datang untuk Melayani

HARI MINGGU BIASA XXIX (H)
Yes. 53:10-11
Mzm. 33:4-5,18-19,20,22
Ibr. 4:14-16
Mar. 10:42-45


Yes. 53:10-11

53:10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
53:11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.

Ibr. 4:14-16

4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.


Mar. 10:42-45

10:42 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
10:43 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
10:44 dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.
10:45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.


Anak Manusia Datang untuk Melayani

Saudara terkasih, para murid pun gagal memahami panggilan, perutusan, dan cara kemesiasan Yesus. Bagaimana mereka berebut menjadi yang terbesar dan dijawab oleh Tuhan Yesus dengan cara yang menarik. Cara Yesus berbeda dan sangat bertolak belakang dengan keadaan dan cara yang biasa. Jalan sengsara, menderita, dan tidak enak itu lah penyelamatan-Nya.
Kali ini cara dan sikap yang harus kita ambil bagi orang lain. Kesiapan untuk melayani bukan meminta untuk dilayani sebagaimana para pemimpin di dunia ini, dan hal itu masih pula terjadi di depan mata kita hingga hari ini. Melayani bukan lagi sikap yang membanggakan karena materi menjadi ukuran dan orientasi. Sikap minta dilayani dan dihormati menjadi panglima yang dieluelukan dan menjadi prioritas.
Tuhan hadir untuk melayani bukan untuk dilayani, sikap demikian perlu kita contoh dan lakukan, namun sering kita juga mengikuti pola dunia. Penghormatan dan pelayanan menag lebih menarik dan menyenangkan. Mengalah, berbagi, berkorban, dan melayani menjadi ciri Yesus yang perlu pula kita ikuti dalam hidup kita sehari-hari. BD.eLeSHa.





Sabtu, 17 Oktober 2015

Pengakuan akan Anak Allah

Pw. S. Ignatius dr Antiokhia, UskMrt (M)
Rm. 4:13,16-18
Mzm. 105:6-7,8-9,42-43
Luk. 12:8-12


Rm. 4:13,16-18

4:13 Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman
4:16 Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, --
4:17 seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" -- di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.
4:18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."

Luk. 12:8-12

12:8 Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.
12:9 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.
12:10 Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.
12:11 Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu.
12:12 Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan."



Pengakuan akan Anak Allah

Saudara terkasih, mengakuai tidak hanya iya, aku kenal Yesus, tidak cukup hanya demikian, namun juga menyatakan keterikatan, kesatuan dengan-Nya. Menyatakan itu di depan publik tanpa perlu takut bahwa memang mereka bersatu dan terikat dengan Yesus. Mereka tidak perlu takut di depan banyak orang untuk mengakui imannya. Mengakui juga akan diakui Tuhan dan sebaliknya bahwa siapa yang menyangkal akan juga disangkal oleh Tuhan.
Saudara terkasih, hal ini konkret terjadi, bagaimana sering kita takut mengaki sebagai orang Katolik karena pekerjaan, jabatan, atau sosialitas kita. Ada seorang umat Allah yang harus berpindah agama agar menjadi kepala daerah, dan apa hasilnya, tiga kali pula gagal dan bisnisnya hancur berantakan. Saudara terkasih, soal mengakui Tuhan mengapa harus takut kalau memang harus menghadapi tantangan dan hambatan. Kesaksian dalam aneka bentuk hari ini saatnya kita buktikan. Posisi tidak mau konfik atau takut dimusuhi juga sering kita ambil yang penting tidak dimusuhi. Sikap yang demikian bukan sikap yang bijaksana, namun menghadapi orang dengan tidak memandang tempat dan waktu juga bukan sikap bijaksana, bagaimana menghadapi orang desa yang tidak berpengetahuan harus dijawab dengan teologi atau filsafat, tentu bukan itu.
Tuhan akan mengutus Roh Kudus-Nya ketika kita menghadapi tantangan untuk menyatakan Siapa Dia. Di sanalah kita menunjukkan kualitas iman kita. BD.eLeSHa.



Jumat, 16 Oktober 2015

Bersaksi dengan Berani

Jumat Biasa Pekan XXVIII (H)
Rm. 4:1-8
Mzm. 32:1-2,5,11
Luk. 12:1-7


Rm. 4:1-8

4:1 Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita?
4:2 Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.
4:3 Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."
4:4 Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.
4:5 Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.
4:6 Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya:
4:7 "Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;
4:8 berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya."


Luk. 12:1-7

12:1 Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.
12:2 Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.
12:3 Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.
12:4 Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.
12:5 Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!
12:6 Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah,
12:7 bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.


Bersaksi dengan Berani

Saudara terkasih, hari ini Gereja mengajak kita merenungkan tugas kita, bagaimana kita harus mewartakan dengan berani tanpa ada yang perlu kita takutkan. Siapapun tidak perlu kita takuti, kecuali Allah saja. Allah sebagai sumber hidup dan mati kita, Dia saja yang harus kita takuti, Dia akan memberikan penjagaan dan pemeliharaan.
Perhatian dalam arti untuk mewaspadai ialah ragi orang Farisi, di mana sikap dan hidup mereka itu sangat merusak. Kerusakan yang terjadi dengan pengaruh mereka, sedikit saja bisa merusak banyak. Itu yang Tuhan nesihatkan. Kemunafikan yang mereka ajarkan perlu untuk menjadi perhatian. Pengadilan bagi mereka dinyatakan oleh Yesus agar kita berhati-hati dan bersikap dengan baik.
Jangan takut, atau beranilah, sering kita dihinggapi ketakutan dan kekhawatiran, padahal burung pipit saja dipelihara dan diingat Allah, apalagi kita yang jauh lebih berharga dan bernilai, tentu sangat diperhatikan dan dipelihara, lebih daripada burung pipit tersebut.
Manusia jauh lebih berharga sebagaimana burung pipit, secara materi, namun juga karena rambut kita pun Allah tahu dengan baik. Allah menjaga semuanya bahkan yang paling kecil sekalipun. Kita sendiri sering tidak memperhatikan kalau ada rambut yang gugur, namun Allah tahu dengan persis rambut itu.BD.eLeSHa.


Kamis, 15 Oktober 2015

Celakalah Kamu!

Pw. S. Teresia dr Avila, PrwPujG (P)
Rm. 3:21-30
Mzm. 130:1-2,3-4b,4c-6
Luk. 11:47-54


Rm. 3:21-30

3:21 Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi,
3:22 yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.
3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
3:26 Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.
3:27 Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman!
3:28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.
3:29 Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain!
3:30 Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman.

Luk. 11:47-54

11:47 Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka.
11:48 Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya.
11:49 Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya,
11:50 supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan,
11:51 mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini.
11:52 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi."
11:53 Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal.
11:54 Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya



Celakalah Kamu!

Celakalah kamu kalau......itu yang diungkapkan Yesus kepada ahi Taurat, kali ini Gereja mengajak kita untuk merenungkan apa yang akan terjadi kalau kita berbuat begini. Ketika melakukan ini akan memperoleh ini, konsekuensi logis karena apa yang mereka tanam akan mereka tuai. Kali ini kelompok yang terkena semprot atau kritikan adalah kelompok ahli Taurat.
Ahli Taurat yang memiliki kemampuan intelektual dan pengetahuan malah menghambat orang-orang yang hendak mendekat kepada Allah karena terhalang oleh penafsiran mereka, dengan banyaknya larangan dan hukum-hukum yang mereka ciptakan. Bukan kemampuan mereka, namun kepandaian yang mereka gunakan justru menjauhkan umat dengan Allah. Mereka juga dikecam karena membangun makam-makam para nabi dengan sangat  indah, padahal nenek moyang merekalah yang membunuhnya.

Sauadara terkasih, apakah kita sering menjadi batu sandungan bagi orang lain untuk makin dekat dengan Allah dengan pemikiran kita, dengan tindakan kita, dengan pilihan kita, ataupun dengan sikap kita? Kalau iya, kita termasuk kelompok yang dikecam Yesus kali ini. Ada orang yang mau beribdat atau kegiatan lingkugan kita katakan sok suci, atau mengolok mereka yang rajin dalam kegiatan keagamaan, tentu tidak jauh berbeda dengan ahli Taurat, dan kecaman itu termasuk kita yang mendapatkannya. BD.eLeSHa.

Rabu, 14 Oktober 2015

Peliharalah Hatimu

Rabu Biasa Pekan XVIII (H)
Rm. 2:1-11
Mzm. 62:2-3, 6-7, 9
Luk. 11:42-46


Rm. 2:1-11

2:1 Karena itu, hai manusia, siapa pun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama.
2:2 Tetapi kita tahu, bahwa hukuman Allah berlangsung secara jujur atas mereka yang berbuat demikian.
2:3 Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga, adakah engkau sangka, bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah?
2:4 Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?
2:5 Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.
2:6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,
2:7 yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan,
2:8 tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.
2:9 Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani,
2:10 tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani.
2:11 Sebab Allah tidak memandang bulu.


Luk. 11:42-46

11:42 Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
11:43 Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar.
11:44 Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya."
11:45 Seorang dari antara ahli-ahli Taurat itu menjawab dan berkata kepada-Nya: "Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga."
11:46 Tetapi Ia menjawab: "Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun



Peliharalah Hatimu

Saudara terkasih, hari ini Gereja mengajak kita merenungkan apa yang menjadi kehendak Yesus, sebagaimana Ia nyatakan kepada orang Farisi dan ahli Taurat. Orang Farisi yang gemar akan ketaatan itu Yesus kecam karena mengedepankan hal-hal yang lahiriah, namun justru hati yang terbuka dan rendah hati, penuh kasih itu tidak ada. Ia menjadi pribadi sombong dan tinggi hati yang berlawanan dengan perilaku beribadat mereka.
Kesucian luaran yang menciptakan sikap tidak adil dan melalaikan kasih Allah. Penghormatan dan perasaan penting mmebuat mereka justru melupakan kasih yang menjadi ciri kerohanian mendalam. Apa yang mereka lakukan belum sepenuhnya tepat bahkan Yesus mengecamnya karena Ia tidak menghendaki anak-anak-Nya berlaku yang sama.
Ahli Taurat dipandang Yesus sebagai penghalang bagi orang yang hendak menuju Allah dengan tradisi-tradisi yang mereka ciptakan. Larangan dan ketaatan yang kadang-kadang tidak bisa dilakukan oleh orang, beban bertumpuk, sedang mereka sendiri tidak melakukan, membangun makam padahal nenek moyang merekalah yang membunuhnya.

Saudara terkasih, Tuhan Yesus menghendaki kita memiliki hati yang penuh kasih dan konsisten. Satu kata dan perbuatan dalam mengasihi Tuhan dan sesama. Memiliki hati yang mengasihi bukan hati yang menghakimi dan merutuki. BD.eLeSHa.

Selasa, 13 Oktober 2015

Kecaman terhadap Orang Farisi

Selasa Biasa. Pekan XXVIII (H)
Rm. 1:16-25
Mzm. 11:37-41
Luk. 11:37-41


Rm. 1:16-25

1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."
1:18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.
1:19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.
1:20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.
1:21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.
1:22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.
1:23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.
1:24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
1:25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.

Luk. 11:37-41

11:37 Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan.
11:38 Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan.
11:39 Tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.
11:40 Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam?
11:41 Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.



Kecaman terhadap Orang Farisi

Saudara terkasih, dalam bacaan kali ini, Yesus makan bersama dengan orang Farisi yang mengundang-Nya. Undangan makan yang membuat Yesus mengecam mereka. Orang Farisi terkenal akan ketatnya dalam menjalankan hukum Taurat namun juga tambahan sendiri yang mereka sebut tradisi nenek moyang, salah satunya adalah kebiasaan cuci tangan sebelum makan ini.
Yesus bukan hanya menjawab keheranan tuan rumah dan orang Farisi lainnya soal cuci tangan ini, namun juga mengenai cara hidup keagamaan yang mereka terapkan. Aturan dan larangan-larangan dalam cara beragama mereka sering membuat orang lain justru makin jauh pada  Allah.
Saudara terkasih, kalau kita membuat orang lain susah dalam memahami agama dan cara beragama kita, kita tidak ada bedanya dengan orang Farisi. Aturan dan pengetahuan seharusnya membawa  lebih dekat kepada Tuhan bukannya sebaliknya. Ketika kita juga lebih memikirkan benar atau salah dalam berdoa dan beribadat kita tentu masih berkutat pada pola pikir kaum Farisi  yang dikecam Tuhan Yesus ini.

Saudara mengikuti Tuhan itu membebaskan bukan membelenggu, lebih dekat kepada-Nya bukan malah menjauh dan jauh karena aturan-aturan manusiawi. Tuhan kita Tuhan penuh kasih yang mendekatkan bukan memisahkan.BD.eLeSHa.

Senin, 12 Oktober 2015

Tanda Yunus

Senin Biasa Pekan XXVIII (H)
Rm. 1:1-7
Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4
Luk. 11:29-32


Rm. 1:1-7

1:1 Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.
1:2 Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci,
1:3 tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud,
1:4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.
1:5 Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya.
1:6 Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus.
1:7 Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.


Luk. 11:29-32

11:29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
11:30 Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.
11:31 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!
11:32 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"


Tanda Yunus

Saudara terkasih, hadir ke hadirat Tuhan, bisa untuk memuji-Nya, mengabdi-Nya, ataupun malah meminta tanda. Tanda sebagai bukti untuk percaya. Perjanjian Lama memberikan tanda sebagai bukti kenabian, ada Musa, ada Elia, dan kali ini orang Yahudi meminta yang sama dari Yesus.
Meminta tanda sebagai bentuk tidak percaya dan keraguan. Padahal jelas-jelas Yesus sering membuat tanda, namun karena memang dasarnya tidak percaya, sama juga akhirnya. Yesus dengan tegas tidak mau akan hal itu.
Tanda yang akan diberikan oleh Yesus adalah peristiwa kematian-Nya di mana Ia akan ada di kubur selama tiga hari dan kemudian akan bangkit dengan mulia, sebagaimana Yunus ada di perut ikan selama tiga hari. Tanda yang besar dan akan berkaitan dengan kehidupan mereka di masa yang akan datang.

Sering kita juga melakukan permintaan yang sama dengan meminta tanda dari Tuhan, kalau anakku sembuh dari sakitnya, aku akan melakukan pengabdian bagi Gereja dan kemanusiaan, atau bentuk yang berbeda dengan makna yang sama. Kalau hujan berhenti aku percaya bahwa Engkau itu baik. Aku akan dilindungi Tuhan meskipun makan seenaknya sendiri. Tuhan berkarya tidak demikian, kita juga perlu melakukan hal yang sebanding, sehingga tidak seenaknya untuk memaksa Tuhan berbuat untuk menjadi pelindung keegoisan kita.BD.eLeSHa.

Minggu, 11 Oktober 2015

Orang Kaya Sukar Masuk Kerajaan Surga

Hari Minggu Biasa Pekan XXVIII (H)
Keb. 7:7-11
Mzm. 90:12-13,14-15,16-17
Ibr. 4:12-13
Mrk. 10:17-30


Keb. 7:7-11

7:7 Maka itu aku berdoa dan akupun diberi pengertian, aku bermohon lalu roh kebijaksanaan datang kepadaku.
7:8 Dialah yang lebih kuutamakan dari pada tongkat kerajaan dan takhta, dan dibandingkan dengannya kekayaan kuanggap bukan apa-apa.
7:9 Permata yang tak terhingga nilainya tidak kusamakan dengan dia, sebab segala emas di bumi hanya pasir saja di hadapannya dan perak dianggap lumpur belaka di sampingnya.
7:10 Ia kukasihi lebih dari kesehatan dan keelokan rupa, dan aku lebih suka memiliki dia dari pada cahaya, sebab kilau dari padanya tidak kunjung hentinya.
7:11 Namun demikian besertanya datang pula kepadaku segala harta milik, dan kekayaan tak tepermanai ada di tangannya.

Ibr. 4:12-13

4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Mrk. 10:17-30

10:17 Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
10:18 Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja.
10:19 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!"
10:20 Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku."
10:21 Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
10:22 Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.
10:23 Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah."
10:24 Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
10:25 Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
10:26 Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
10:27 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.



Orang Kaya Sukar Masuk Kerajaan Surga

Saudara terkasih, pertanyaan orang muda ini bukan pertanyaan sepele, namun oleh orang yang telah melakukan olah kesalehan yang baik tentunya. Tidak heran Yesus hanya meminta satu hal yaitu menjual semuanya dan membagikan itu bagi orang yang membutuhkan.
Kedua soal masuk kerajaan surga, pemahaman Yahudi adalah ketaatan akan hukum Taurat, semakin taat, berarti jaminan masuk surga. Hal ini berbeda dengan apa yang diajarkan Yesus, bahwa masuk kerajaan surga bukan samata perbuatan manusia namun anuegrah yang diberikan-Nya.
Penyerahan diri akan anugerah dari Tuhan masih kurang, nampak dari sulitnya ia menjual  hartanya. Bukan masalah kaya atau banyak harta yang menghambatnya masuk surga namun sikapnya yang lekat akan harta. Kelekatan itu berbagai macam bentuknya. Bisa berupa karir, keluarga, gereja, atau apapun yang menghambat persatuan kita dengan Tuhan. Pasrah diri untuk dibentuk, dibawa, dan diutus Tuhan.
Anugerah itu hadiah dari Allah yang tidak bisa diminta atau dipilih, namun Tuhan bisa memilih kepada siapa hendak diberikan, dan kepada kita semua diberi-Nya anugerah karena kasih-Nya yang demikian besar.BD.eLeSHa.


Sabtu, 10 Oktober 2015

Pribadi yang Berbahagia

Sabtu Biasa Pekan XXVII (H)
Yl. 3:12-21
Mzm. 97:1-2,5-6,11-12
Luk. 11:27-28


Yl. 3:12-21

3:12 Baiklah bangsa-bangsa bergerak dan maju ke lembah Yosafat, sebab di sana Aku akan duduk untuk menghakimi segala bangsa dari segenap penjuru.
3:13 Ayunkanlah sabit, sebab sudah masak tuaian; marilah, iriklah, sebab sudah penuh tempat anggur; tempat-tempat pemerasan kelimpahan, sebab banyak kejahatan mereka.
3:14 Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, sudah dekat hari TUHAN di lembah penentuan!
3:15 Matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menghilangkan cahayanya.
3:16 TUHAN mengaum dari Sion, dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya, dan langit dan bumi bergoncang. Tetapi TUHAN adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, dan benteng bagi orang Israel.
3:17 "Maka kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, adalah Allahmu, yang diam di Sion, gunung-Ku yang kudus. Dan Yerusalem akan menjadi kudus, dan orang-orang luar tidak akan melintasinya lagi.
3:18 Pada waktu itu akan terjadi, bahwa gunung-gunung akan meniriskan anggur baru, bukit-bukit akan mengalirkan susu, dan segala sungai Yehuda akan mengalirkan air; mata air akan terbit dari rumah TUHAN dan akan membasahi lembah Sitim.
3:19 Mesir akan menjadi sunyi sepi, dan Edom akan menjadi padang gurun tandus, oleh sebab kekerasan terhadap keturunan Yehuda, oleh karena mereka telah menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tanahnya.
3:20 Tetapi Yehuda tetap didiami untuk selama-lamanya dan Yerusalem turun-temurun.
3:21 Aku akan membalas darah mereka yang belum Kubalas; TUHAN tetap diam di Sion."

Luk. 11:27-28

11:27 Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau."
11:28 Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."


Pribadi yang Berbahagia

Saudara terkasih, bacaan hari ini sangat-sangat singkat, bagaimana Bacaan Injil hanya dua ayat. Dua ayat yang mewakili dua sudut pandang, bagaimana bahagia menurut pandang manusiawi yang diwakili seorang perempuan yang mendengarkan pengajaran Yesus. Kedua mengenai bahagia versi Yesus. Pertama bagaimana manusia itu memandang bahagia ialah keberhasilan anak cucu. Ibu mana yang tidak berbagia dan bersuka cita ketika ia menyaksikan anak yang ia besarkan dan ia bina, didik, dan rawat itu bisa berguna bagi dunia. Yesus tidak menyalahkan pendapat ibu ini, ibu ini tidak sepenuhnya salah dalam melihat kebahagiaan. Yesus mengajak untuk bisa memaknai lebih jauh mengenai kebahagiaan.
Kebahagiaan Yesus mengajak bahwa kebahagiaan itu ialah ketika mendengarkan sabda Tuhan dan memeliharanya. Dua hal yaitu mendengarkan sabda Tuhan dan memelihara. Mendengarkan dan memelihara sabda berarti juga untuk menjadi sumber hidup di dalam keseharian. Semua berpusat pada Tuhan dan sabda-Nya. Sosok yang telah berbahagia ialah Maria, bukan semata karena Yesus yang telah ia lahirkan, namun meresapkan sabda Tuhan dalam hatinya. Ia setia dengan kehendak Tuhan dalam segala caranya.

Saudara terkasih, bagaimana hidup kita, apakah sudah mendengarkan sabda Tuhan dan memelihara untuk menjadi penerang hidup?BD.eLeSHa.

Jumat, 09 Oktober 2015

Yesus dan Beelzebul serta Kembalinya Roh Jahat

Jumat Biasa Pekan XXVII (H)
Yl. 1:13-15,2:1-2
Mzm. 9:2-3,6,16,8-9
Luk. 11:15-26


Yl. 1:13-15,2:1-2

1:13 Lilitkanlah kain kabung dan mengeluhlah, hai para imam; merataplah, hai para pelayan mezbah; masuklah, bermalamlah dengan memakai kain kabung, hai para pelayan Allahku, sebab sudah ditahan dari rumah Allahmu, korban sajian dan korban curahan.
1:14 Adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah para tua-tua dan seluruh penduduk negeri ke rumah TUHAN, Allahmu, dan berteriaklah kepada TUHAN.
1:15 Wahai, hari itu! Sungguh, hari TUHAN sudah dekat, datangnya sebagai pemusnahan dari Yang Mahakuasa
2:1 Tiuplah sangkakala di Sion dan berteriaklah di gunung-Ku yang kudus! Biarlah gemetar seluruh penduduk negeri, sebab hari TUHAN datang, sebab hari itu sudah dekat;
2:2 suatu hari gelap gulita dan kelam kabut, suatu hari berawan dan kelam pekat; seperti fajar di atas gunung-gunung terbentang suatu bangsa yang banyak dan kuat, yang serupa itu tidak pernah ada sejak purbakala, dan tidak akan ada lagi sesudah itu turun-temurun, pada masa yang akan datang.


Luk. 11:15-26

11:15 Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan."
11:16 Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.
11:17 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.
11:18 Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.
11:19 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.
11:20 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
11:21 Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.
11:22 Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.
11:23 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."
11:24 "Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.
11:25 Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur.
11:26 Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula."




Yesus dan Beelzebul serta Kembalinya Roh Jahat

Saudara terkasih, kali ini Gereja mengajak kita untuk merenungkan kemampuan kita, dan bagaimana kita memerlukan Tuhan dalam segala sesuatu. Kita perlu bersama dengan DIA agar mampu mengusir roh jahat dan menjaga hati kita tetap bersih dan teratur. Bersatu dan bersama dengan DIAlah semua terjadi dan itu adalah baik adanya.
Peritistiwa kedua ialah mengenai keadaan kita yang telah rapi teratur karena bersama Yesus membersihkannya, namun perlu tetap berusaha keras hidup di dalam kasih-Nya. Keadaan yang berssih tentu menggoda setan untuk kembali. Ingat setan pernah mundur dari hadapan Yesus dan menyatakan akan kembali. Pribadi yang pernah mampu mengusir setan namun tidak mampu menjaga dan mempertahankannya akan didatangi oleh setan dan teman-temannya yang jauh lebih kuat. Mereka datang berdelapan, bukan hanya satu, karena yang satu mengajak tujuh rekannya yang lain.
Saudara terkasih, kita tidak boleh lengah dan diam saja dalam keadaaan kita, kita tetap harus berjuang dan bersatu dengan Allah agar ada yang menjaga kita. Kita tidak didiamkan sendirian yang akan dijadikan pesta oleh setan dan kawan-kawannya. Sikap sadar diri dan tahu diri sangat membantu kita menjaga hatu tetap bersih di dalam Tuhan. Godaan tidak akan pernah berhenti namun kita boleh yakin akan Yesus yang menjaga kita.BD.eLeSHa.




Kamis, 08 Oktober 2015

Doa yang Tidak Kenal Henti

Kamis Biasa Pekan XVII (H)
Mal. 3:13-18
Mzm. 1:1-2,3,4,,6
Luk. 11:5-13



Mal. 3:13-18

3:13 Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?"
3:14 Kamu berkata: "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?
3:15 Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allah pun, mereka luput juga."
3:16 Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya."
3:17 Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.
3:18 Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya


Luk. 11:5-13

11:5 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti,
11:6 sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;
11:7 masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.
11:8 Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.
11:9 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
11:10 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
11:11 Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
11:12 Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
11:13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."


Doa yang Tidak Kenal Henti

Saudara terkasih, bagaimana kita berdoa yang selaras dengan kehendak Yesus? Yaitu yang tidak kenal henti. Ilustrasi yang dipakai Yesus untuk menerangkan cara kita berdoa hendak memperlihatkan Bapa Yang Murah Hati itu berbedadengan tetangga yang memberikan bantuan karena tidak mau terganggu. Tuhan yang berbeda dan tidak merasa terganggu tentu akan memberikan apa yang kita perlukan. Lihat manusia saja yang jahat dan bisa kejam mau terbuka meski motivasinya tidak baik. Apalagi Tuhan Yang Murah Hati itu pasti jauh lebih terbuka untuk membantu dan memberikan apa yang kita perlukan.
Bagaimana kita selama ini memiliki bapak-bapak masing-masing memenuhi apapun kepentingan dan kebutuhan kita, dan kita juga melakukan bagi anak-anak kita. Pada waktu yang sama berbeda konteks, tempat, dan waktu bisa memarahi dan berbuat buruk kepada mereka. Tuhan yang jauh daripada ini tentu memiliki hati yang jauh lebih baik tidak akan menolak apa yang kita mintakan.
Beranikah kita meminta dan mencari dengan tiada kendal henti dan menyadari bahwa Bapak kita adalah Bapa Yang Murah Hati?BD.eLeSHa.