Jumat, 21 Agustus 2015

Hukum yang Terutama

Pw. S. Pius X, Paus (P)
Rut. 1:1,3-6,14b-16,22
Mzm. 146:5-6,7,8-9a,9bc-10
Mat.22:34-40


Rut. 1:1,3-6,14b-16,22

1:1 Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.
1:3 Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya.
1:4 Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya.
1:5 Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.
1:6 Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka
1:14b Rut tetap berpaut padanya.
1:15 Berkatalah Naomi: "Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu."
1:16 Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku
1:22 Demikianlah Naomi pulang bersama-sama dengan Rut, perempuan Moab itu, menantunya, yang turut pulang dari daerah Moab. Dan sampailah mereka ke Betlehem pada permulaan musim menuai jelai


Mat.22:34-40

22:34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka
22:35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:
22:36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."


Hukum yang Terutama

Saudara terkasih, hari ini Gereja mengajak kita untuk merenungkan hukum yang terutama. Yesus menjawab pertanyaan Farisi yang selalu berorientasi pada hukum dengan mengasihi Tuhan Allah dan mengasihi sesama. Kasih kepada Tuhan Allah adalah total yaitu melibatkan hati, jiwa, dan akal budi. Totalisme yang berangkat dari kasih Allah kepada manusia yang total juga. Apa yang kita lakukan ialah meneladan yang telah Tuhan Allah lakukan terleih dahulu.
Hukum yang kedua ialah mengasihi sesama seperti diri sendiri. Keduanya sama dan memang demikian, bagaimana mengasihi Allah tanpa mengasihi sesama? Sesama dan diri sendiri tidak ada perbedaan sehingga orang menjadi terbuka dan tidak egois, semena-mena terhadap orang lain dan berbuat semaunya sendiri demi keuntungan sendiri dengan menggunakan banyak cara termasuk merugikan orang lain.
Saudara terkasih, Tuhan menyatakan bahwa kita dalam mengasihi Tuhan sama dengan mengasihi sesama sebagaimana kita mengasihi diri sendiri berarti bahwa kita perlu mengerti dengan baik untuk memberikan skala prioritas. Jangan sampai pelayanan kepada sesama malah melupakan diri sendiri dan apalagi Tuhan. Demikian pula fokus pada keluarga namun mengabaikan sesama yang membutuhkan dan Tuhan yang memanggil. Tuhan yang menyediakan, Tuhan telah mengatur dan kita tentu dapat menjalani itu semua dengan baik dan proporsional sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya. Kalau kita ikuti kata hati kita sendiri kita akan timpang. Bisa berat kepada pelayanan namun keluarga protes dan merasa keberatan atau sebaliknya semua fokus pada diri sendiri dan melupakan Tuhan dan sesama dalam diri kita sendiri.

Saudara terkasih, hukum itu hanya syarat minimal, masih banyak hal yang bisa kita lakukan untuk melebihi yang minimal tersebut. Tuhan yang memberi Tuhan yang menyelesaikan dan kita menjadi pelaksana saja, jalani itu dengan rendah hati dan semua akan berakhir dengan baik. BD.eLeSHa.

Kamis, 20 Agustus 2015

Sebab Banyak yang Dipanggil, tetapi Sedikit yang Dipilih

Pw. S. Bernardus, AbasPujG(P)
Hak. 11:29-39a
Mzm. 40:5,7-8a,8b-9,10
Mat. 22:1-14


Hak. 11:29-39a

11:29 Lalu Roh TUHAN menghinggapi Yefta; ia berjalan melalui daerah Gilead dan daerah Manasye, kemudian melalui Mizpa di Gilead, dan dari Mizpa di Gilead ia berjalan terus ke daerah bani Amon.
11:30 Lalu bernazarlah Yefta kepada TUHAN, katanya: "Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku,
11:31 maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran."
11:32 Kemudian Yefta berjalan terus untuk berperang melawan bani Amon, dan TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangannya.
11:33 Ia menimbulkan kekalahan yang amat besar di antara mereka, mulai dari Aroƫr sampai dekat Minit -- dua puluh kota banyaknya -- dan sampai ke Abel-Keramim, sehingga bani Amon itu ditundukkan di depan orang Israel.
11:34 Ketika Yefta pulang ke Mizpa ke rumahnya, tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia dengan memukul rebana serta menari-nari. Dialah anaknya yang tunggal; selain dari dia tidak ada anaknya laki-laki atau perempuan.
11:35 Demi dilihatnya dia, dikoyakkannyalah bajunya, sambil berkata: "Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada TUHAN, dan tidak dapat aku mundur."
11:36 Tetapi jawabnya kepadanya: "Bapa, jika engkau telah membuka mulutmu bernazar kepada TUHAN, maka perbuatlah kepadaku sesuai dengan nazar yang kauucapkan itu, karena TUHAN telah mengadakan bagimu pembalasan terhadap musuhmu, yakni bani Amon itu."
11:37 Lagi katanya kepada ayahnya: "Hanya izinkanlah aku melakukan hal ini: berilah keluasan kepadaku dua bulan lamanya, supaya aku pergi mengembara ke pegunungan dan menangisi kegadisanku bersama-sama dengan teman-temanku."
11:38 Jawab Yefta: "Pergilah," dan ia membiarkan dia pergi dua bulan lamanya. Maka pergilah gadis itu bersama-sama dengan teman-temannya menangisi kegadisannya di pegunungan.
11:39 Setelah lewat kedua bulan itu, kembalilah ia kepada ayahnya, dan ayahnya melakukan kepadanya apa yang telah dinazarkannya itu; jadi gadis itu tidak pernah kenal laki-laki


Mat. 22:1-14

22:1 Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:
22:2 "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.
22:3 Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.
22:4 Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.
22:5 Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
22:6 dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.
22:7 Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.
22:8 Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.
22:9 Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.
22:10 Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.
22:11 Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
22:12 Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
22:13 Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
22:14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."


Sebab Banyak yang Dipanggil, tetapi Sedikit yang Dipilih

Saudara terkasih, Allah menawarkan keselamatan-Nya kepada bangsa terpilih, namun ketika anak yang dikasihi-Nya tersebut abai dan malah menolak-Nya, oreintasi-Nya Ia ubah dan memanggil semua orang asal mereka mau dan ikut berpesta. Pertanyaan menarik ialah mengapa Tuhan Allah marah melihat ada tamu yang tidak pantas. Ia ternyata membutuhkan standart yang sama, siapapun yang dipanggil dan diundang itu sanggup luar dalam bukan hanya mengatakan ya, namun tidak melakukan.
Keteladanan yang penting bagi kita agar mampu menjalani pilihan dengan sepenuhnya. Apa yang dijalani dengan jiwa raga, ikut pesta juga berpakaian sepantasnya, kewajiban dan hak perlu seiring sejalan bukan hanya mau enaknya saja, haknya dituntut namun tidak mau konsekuensi atau kewajibannya. Bagaimana kita selama ini sering menyaksikan apa yang dikedepankan adalah menuntut hak namun melupakan bahwa kewajibannya sama sekali tidak dilakukan. Ironis sekali ketika hal itu banyak pengikut dan merasa bahwa hal itu benar dan tidak ada kesalahan apapun di dalam menyuarakannya. Tanpa malu-malu berteriak-teriak menuntut hal padahal kewajiban dan kerjaannya masih belum dilakukan. Dalam Gereja biasa terdengar aku tidak pantas biar orang lain saja untuk menjadi petugas atau pengurus paroki hingga lingkungan. Atau panggilan, aku berdoa buat panggilan untuk anak orang lain asal bukan anakku. Seolah merasa rendah hati dan meminta orang lain, padahal hal itu untuk menutupi ketidakmauannya bukan karena tidak mampu namun tidak mau. Tidak mau terganggu kesibukan dan kesenangannya.
Saudara terkasih, sudah kah kita memberikan diri dengan seutuhnya. Melakukan kewajiban dan hak dengan semestinya, bukan hanya menuntut hak tidak mau menjalankan kewajiban sama sekali.BD.eLeSHa.


Rabu, 19 Agustus 2015

Upah itu Kemurahhatian Allah

Rabu Biasa Pekan XX (H)
Hak.9:6-15
Mzm. 21:2-3,4-5,6-7
Mat. 20:1-16


Hak.9:6-15

9:6 Kemudian berkumpullah seluruh warga kota Sikhem dan seluruh Bet-Milo; mereka pergi menobatkan Abimelekh menjadi raja dekat pohon tarbantin di tugu peringatan yang di Sikhem.
9:7 Setelah hal itu dikabarkan kepada Yotam, pergilah ia ke gunung Gerizim dan berdiri di atasnya, lalu berserulah ia dengan suara nyaring kepada mereka: "Dengarkanlah aku, kamu warga kota Sikhem, maka Allah akan mendengarkan kamu juga.
9:8 Sekali peristiwa pohon-pohon pergi mengurapi yang akan menjadi raja atas mereka. Kata mereka kepada pohon zaitun: Jadilah raja atas kami!
9:9 Tetapi jawab pohon zaitun itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan minyakku yang dipakai untuk menghormati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?
9:10 Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon ara: Marilah, jadilah raja atas kami!
9:11 Tetapi jawab pohon ara itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan manisanku dan buah-buahku yang baik, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?
9:12 Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon anggur: Marilah, jadilah raja atas kami!
9:13 Tetapi jawab pohon anggur itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan air buah anggurku, yang menyukakan hati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?
9:14 Lalu kata segala pohon itu kepada semak duri: Marilah, jadilah raja atas kami!
9:15 Jawab semak duri itu kepada pohon-pohon itu: Jika kamu sungguh-sungguh mau mengurapi aku menjadi raja atas kamu, datanglah berlindung di bawah naunganku; tetapi jika tidak, biarlah api keluar dari semak duri dan memakan habis pohon-pohon aras yang di gunung Libanon


Mat. 20:1-16

20:1 "Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
20:2 Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
20:3 Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
20:4 Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan mereka pun pergi.
20:5 Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
20:6 Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?
20:7 Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.
20:8 Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.
20:9 Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.
20:10 Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga.
20:11 Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
20:12 katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
20:13 Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
20:14 Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.
20:15 Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
20:16 Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.



Upah itu Kemurahhatian Allah

Saudara terkasih, bacaan kali ini memberikan gambaran Allah Yang Baik Hati berhadapan dengan murid atau kita yang bersunguh-sungut atas kebaikan dan kemurahan Allah itu. Ilustrasi yang Tuhan gunakan adalah pekerja kebun anggur. Mereka bekerja dengan waktu mulai yang berbeda-beda, kepada pekerja yang mulai dari awal hari ada kesepakatan mengenai upahnya yaitu satu dinar sepanjang hari. Menarik ialah pengupahan yang justru dimulai dari yang terakhir. Mereka yang  masuk terakhir diberi satu dinar, maka para pekerja yang sudah mulai sejak awal berharap akan mendapatkan yang lebih banyak tentunya. Menerima upah yang sama, mereka bersungut-sungut. Mau tidak mau majikan bereaksi atas sikap pekerja mereka.
Perlu kita sadari bahwa Pemilik Kebun telah bersepakat mengenai upahnya, tentu tidak ada yang tidak adil di sini. Apa yang mau disampaikan ialah kemurahan hati Allah. Allah Yang Murah Hati tersebut tidak merugikan pekerja sejak awal. Apa yang terjadi sama dengan kita ketika keselamatan itu berlaku pada semua orang, baik yang setia sepanjang hidupnya ataupun yang nyawa sudah ada di batas badannya dan sekejap akan meninggalkan raganya. Kita ingat peristiwa penyamun di sisi Tuhan ketika sama-sama disalib.

Saudara terkasih bukan Tuhan yang tidak adil, namun kita yang iri akan kebiakan Tuhan. Kita juga memiliki sikap dengki dengan apa yang orang lain terima. Sikap berpamrih juga memberikan pengaruh sehingga kita merasakan apa yang sama-sama diterima sebagai tidak adil, berharap lebih daripada yang orang lain terima. Upah atau berkat dari Allah adalah hak sepenuhnya ada pada kuasa dan tangan Allah dan kita tidak layak untuk mengatur apa yang Tuhan kehendaki. BD.eLeSHa.

Selasa, 18 Agustus 2015

Tidak Ada yang Mustahil bagi Allah

Selasa Biasa Pekan XX (H)
Hak. 6:11-24a
Mzm. 85:9,11-12,13-14
Mat. 19:23-30


Hak. 6:11-24a

6:11 Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian.
6:12 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani."
6:13 Jawab Gideon kepada-Nya: "Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian."
6:14 Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: "Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!"
6:15 Tetapi jawabnya kepada-Nya: "Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku."
6:16 Berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis."
6:17 Maka jawabnya kepada-Nya: "Jika sekiranya aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, maka berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku.
6:18 Janganlah kiranya pergi dari sini, sampai aku datang kepada-Mu membawa persembahanku dan meletakkannya di hadapan-Mu." Firman-Nya: "Aku akan tinggal, sampai engkau kembali."
6:19 Masuklah Gideon ke dalam, lalu mengolah seekor anak kambing dan roti yang tidak beragi dari seefa tepung; ditaruhnya daging itu ke dalam bakul dan kuahnya ke dalam periuk, dibawanya itu kepada-Nya ke bawah pohon tarbantin, lalu disuguhkannya.
6:20 Berfirmanlah Malaikat Allah kepadanya: "Ambillah daging dan roti yang tidak beragi itu, letakkanlah ke atas batu ini, dan curahkan kuahnya." Maka diperbuatnya demikian.
6:21 Dan Malaikat TUHAN mengulurkan tongkat yang ada di tangan-Nya; dengan ujungnya disinggung-Nya daging dan roti itu; maka timbullah api dari batu itu dan memakan habis daging dan roti itu. Kemudian hilanglah Malaikat TUHAN dari pandangannya.
6:22 Maka tahulah Gideon, bahwa itulah Malaikat TUHAN, lalu katanya: "Celakalah aku, Tuhanku ALLAH! sebab memang telah kulihat Malaikat TUHAN dengan berhadapan muka."
6:23 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati."
6:24 Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan


Mat. 19:23-30

19:23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
19:24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
19:25 Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
19:26 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
19:27 Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?"
19:28 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
19:29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.
19:30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."



Tidak Ada yang Mustahil bagi Allah

Saudara terkasih, hari ini Gereja mengajak kita untuk merenungkan sabda Allah mengenai cara mauk ke dalam Kerajaan Surga. Berkaitan dengan harta benda, kepemilikan, dan keterikatan. Allah tidak melarang orang kaya, tidak memusuhi materi, atau memandang jelek dan buruk akan harta benda. Allah hanya tidak menyetujui orang yang mengandalkan harta bendanya demi keselamatan. Keselamatan adalah pertama-tama rahmat, di mana keselamatan itu akan menjadi milik kita karena anugerah dari Allah tanpa campur tangan kita. Materi bukan jaminan kita selamat.
Saudara terkasih, dalam bacaan tadi, kita perlu melepaskan harta benda dan lekatnya akan materi, sehingga kita justru lupa akan rahmat dari Allah. Kelekatan dewasa ini bukan hanya materi, harta benda, atau kekayaan, namun bisa berupa ilmu dan teknologi, bagaimana orang bisa demikian menomorsatukan iptek, iptek bagi orang-orang ini sudah menjadi allah baru dan bisa mengatur dunia. Orang lain lagi bisa saja lekat akan kemampuan dan pengetahuannya. Bagaimana orang ini demikian begitu menghargai dirinya dengan berlebihan dan memasang tarif mahal untuk kemampuannya dan melupakan sesama dan Tuhan. Tuhan sudah dia gantikan dengan kemampuannya apalagi sesama. Contoh sering kita temui, menghadapi orang yang miskin saja masih minta harga bayaran mahal untuk kemampuannya, bisa di dalam bidang kesehatan, dan banyak lagi.

Saudara terkasih, ketika kita menyatakan tidak mungkin tanpa melibatkan Tuhan Allah, kita telah melekat pada hal yang ada di dunia. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Melibatkan Tuhan dalam hidup kita, menjadikan semuanya adalah mungkin. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Apa yang perlu kita lakukan ialah bergantung dan melekat pada-Nya.BD.eLeSHa.

Senin, 17 Agustus 2015

Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.

HARI RAYA KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA (P)
Sir. 10:1-8
Mzm. 101:1a,2ac,3a,6-7
1 Pet. 2:13-17
Mat. 22:15-21


Sir. 10:1-8

10:1 Pemerintah yang bijak mempertahankan ketertiban pada rakyatnya, dan pemerintahan orang arif adalah teratur.
10:2 Seperti penguasa bangsa demikianpun para pegawainya, dan seperti pemerintah kota demikian pula semua penduduknya.
10:3 Raja yang tidak terdidik membinasakan rakyatnya, tetapi sebuah kota sejahtera berkat kearifan para pembesarnya.
10:4 Di dalam tangan Tuhan terletak kuasa atas bumi, dan pada waktunya Ia mengangkat orang yang serasi atasnya.
10:5 Di dalam tangan Tuhanlah terletak kemujuran seorang manusia, dan kepada para pejabat dikaruniakan oleh-Nya martabatnya.
10:6 Hendaklah engkau tidak pernah menaruh benci kepada sesamamu apapun juga kesalahannya, dan jangan berbuat apa-apa terpengaruh oleh nafsu.
10:7 Kecongkakan dibenci oleh Tuhan maupun oleh manusia, dan bagi kedua-duanya kelaliman adalah salah.
10:8 Pemerintahan beralih dari bangsa yang satu kepada bangsa yang lain akibat kelaliman, kekerasan dan uang.


1 Pet. 2:13-17

2:13 Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi,
2:14 maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.
2:15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.
2:16 Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.
2:17 Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!

Mat. 22:15-21

22:15 Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan.
22:16 Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.
22:17 Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?"
22:18 Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
22:19 Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.
22:20 Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?"
22:21 Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”


Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan
kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.

Saudara terkasih, hari ini merupakan hari yang paling membahagiakan kita sebagai bangsa. Hari kemerdekaan merupakan hari yang bersejarah, di mana kita bebas, merdeka, dan tidak lagi menjadi jajahan. Mgr. Soegija, uskup pribumi pertama menggelorakan semangat perjuangan dengan semboyan 100% Indoneisa 100% Katolik. Beliau telah membumikan sabda Yesus hari ini. Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah yang menjadi hak Allah.
Seolah-olah hendak memisahkan apa yang duniawi dan ilahi, sepakat kalau hal itu adalah agar negara dikelola dengan azas-azas dunia yang lebih tepat dan apa yang berkaitan dengan Keallahan itu demikian adanya. Perselisihan dan pertikaian tidak pernah kenal henti ketika ada pemaksaan dari salah satu pihak. Gereja merasakan hal ini berabad-abad dan terombang-ambing ketika paus un menjadi tarik ulur kepentingan politik. Berkaitan dengan Keindonesiaan dan kekinian bahwa orang Katolik harus terlibat secara politik dengan berbagai cara dan bidang masing-masing. Ingat menjadi orang politik yang Katolik. Ketika perpolitikan Indonesia penuh dengan suap, korup, egoisme, dan hal-hal remeh temeh demikian, Kekatolikan kita menjadi pelita dan garam di sana. Bagaimana kita bisa menjadi nabi yang berteriak-teriak akan ketidakadilan dan kebenaran di tengah budaya menggunakan segala cara demi diri dan kelompok itu tidak makin menguat.BD.eLeSHa.


Minggu, 16 Agustus 2015

Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga

HARI RAYA SP MARIA DIANGKAT KE SURGA (P)
Why. 11:19a-12:1,3-6,10
Mzm. 45:10bc,11,12ab
1 Kor. 15:20-26
Luk. 1:39-56


Why. 11:19a-12:1,3-6,10

11:19 Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat
12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
12:5 Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.
12:6 Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata:  "Sekarang telah tiba  keselamatan dan kuasa  dan pemerintahan Allah kita,  dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya,  karena telah dilemparkan ke bawah  pendakwa saudara-saudara kita,  yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.

1 Kor. 15:20-26

15:20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.
15:21 Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.
15:22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.
15:23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.
15:24 Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.
15:25 Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.
15:26 Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut


Luk. 1:39-56

1:39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
1:40 Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
1:41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,
1:42 lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
1:43 Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
1:44 Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
1:45 Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."
1:46 Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan,
1:47 dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
1:48 sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
1:49 karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
1:50 Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
1:51 Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
1:52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
1:53 Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
1:54 Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,
1:55 seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."
1:56 Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.


Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga

Saudara terkasih, dogma Maria diangkat ke surga sering menjadi pernyataan karena sama sekali tidak secara eksplisit dikatakan dalam Kitab Suci. Perlu menjadi pegangan bahwa Gereja Katolik memiliki yang namanya dogma di mana bahwa suatu ajaran itu diyakini kebenarannya atas buah pikir dan permenungan bapa gereja.
Mengapa Maria diangkat ke surga bisa diyakini sebagai benar adanya? Tentu kita bisa belajar dari lingkungan kita bagaimana anak yang baik, sukses, tentu akan juga membawa nama baik untuk orang tuanya. Maria kudus karena Yesus. Tuhan Allah tentu tidak akan “menitipkan” Putera-Nya yang Tunggal kepada orang yang sembarangan. Kedua, manusia yang terbatas dan lemah saja mau membawa orang tuanya ke kehidupan yang baik. Yesus yang mulia tentu akan membawa Maria mulai bersama-nya di surga. Saudara terkasih, jangan di balik pemahamannya bahwa Maria baik maka Yesus baik, bukan demikian, Maria baik karena Yesus baik  maka Mariapun harus baik pula. BD.eLeSHa.

Sabtu, 15 Agustus 2015

Biarlah Anak-Anak itu Datang Kepada-KU

Sabtu Biasa Pekan XIX (H)
Yos. 24:14-29
Mzm. 16:1-2a,5,7-8,11
Mat. 19:13-15



Yos. 24:14-29

24:14 Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.
24:15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"
24:16 Lalu bangsa itu menjawab: "Jauhlah dari pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain!
24:17 Sebab TUHAN, Allah kita, Dialah yang telah menuntun kita dan nenek moyang kita dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, dan yang telah melakukan tanda-tanda mujizat yang besar ini di depan mata kita sendiri, dan yang telah melindungi kita sepanjang jalan yang kita tempuh, dan di antara semua bangsa yang kita lalui,
24:18 TUHAN menghalau semua bangsa dan orang Amori, penduduk negeri ini, dari depan kita. Kami pun akan beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah kita."
24:19 Tetapi Yosua berkata kepada bangsa itu: "Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah yang kudus, Dialah Allah yang cemburu. Ia tidak akan mengampuni kesalahan dan dosamu.
24:20 Apabila kamu meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada allah asing, maka Ia akan berbalik dari padamu dan melakukan yang tidak baik kepada kamu serta membinasakan kamu, setelah Ia melakukan yang baik kepada kamu dahulu."
24:21 Tetapi bangsa itu berkata kepada Yosua: "Tidak, hanya kepada TUHAN saja kami akan beribadah."
24:22 Kemudian berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Kamulah saksi terhadap kamu sendiri, bahwa kamu telah memilih TUHAN untuk beribadah kepada-Nya." Jawab mereka: "Kamilah saksi!"
24:23 Ia berkata: "Maka sekarang, jauhkanlah allah asing yang ada di tengah-tengah kamu dan condongkanlah hatimu kepada TUHAN, Allah Israel."
24:24 Lalu jawab bangsa itu kepada Yosua: "Kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan."
24:25 Pada hari itu juga Yosua mengikat perjanjian dengan bangsa itu dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka di Sikhem.
24:26 Yosua menuliskan semuanya itu dalam kitab hukum Allah, lalu ia mengambil batu yang besar dan mendirikannya di sana, di bawah pohon besar, di tempat kudus TUHAN.
24:27 Kata Yosua kepada seluruh bangsa itu: "Sesungguhnya batu inilah akan menjadi saksi terhadap kita, sebab telah didengarnya segala firman TUHAN yang diucapkan-Nya kepada kita. Sebab itu batu ini akan menjadi saksi terhadap kamu, supaya kamu jangan menyangkal Allahmu."
24:28 Sesudah itu Yosua melepas bangsa itu pergi, masing-masing ke milik pusakanya.
24:29 Dan sesudah peristiwa-peristiwa ini, maka matilah Yosua bin Nun, hamba TUHAN itu, ketika berumur seratus sepuluh tahun.

Mat. 19:13-15

19:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
19:14 Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga."
19:15 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.


Biarlah Anak-Anak itu Datang Kepada-KU

Saudara terkasih, sapaan, panggilan, dan undangan yang menyenangkan dan menenteramkan dari Yesus untuk anak-anak, termasuk kita. Biarlah datang kepada-Ku. Penerimaan dengan dua tangan terentang dan dada bidang yang akan memeluk siapapun yang hadir dengan penuh kehangatan kasih-Nya. Orang sering terganggu oleh kedatangan anak-anak, yang ributlah, tidak tahu aturan lah, atau macam-macam dalih dan alasan dikemukakan. Padahal, anak itu belum pernah dewasa yang enuh aturan, sedang orang tua tentu saja dan pasti pernah melewati fase anak-anak yang sama, penuh dengan kebebasan dan tidak tahu aturan dan ribut, terbang ke sana ke mari.
Saudara terkasih, namun anak-anak pasti tulus, tidak berpolitik alias main sandiwara, apa adanya dan tergantung sepenuhnya kepada pribadi dewasa di sekitarnya. Lihat saja bagaimana anak itu untuk memilih warna saja masih bertanya kepada orang tua. Tuhan menghendaki kita berorientasi pada yang lain, pada Tuhan untuk segala sesuatu.

Pribadi dewasa memiliki banyak pengetahuan dan ketrampilan serta keinginan, itu tidak jarang menghambat kesatuan dan keintiman dengan-Nya. Cemas, ragu, khawatir, dan gelisah tidak ada dalam pribadi dan hati anak-anak. Anak yang takut atau cemas akan datang ke orang tuanya, mampukah kita juga berbuat demikian tanpa malu dan gengsi untuk hadir kepada Allah? BD.eLeSHa.

Jumat, 14 Agustus 2015

Perceraian

Pw. Maksimilianus Maria Kolbe, ImMrt. (M)
Yos. 24:1-13
Mzm. 136:1-3,16-18,21-22,24
Mat. 19:3-12


Yos. 24:1-13

24:1 Kemudian Yosua mengumpulkan semua suku orang Israel di Sikhem. Dipanggilnya para tua-tua orang Israel, para kepalanya, para hakimnya dan para pengatur pasukannya, lalu mereka berdiri di hadapan Allah.
24:2 Berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa itu: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Dahulu kala di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, dan mereka beribadah kepada allah lain.
24:3 Tetapi Aku mengambil Abraham, bapamu itu, dari seberang sungai Efrat, dan menyuruh dia menjelajahi seluruh tanah Kanaan. Aku membuat banyak keturunannya dan memberikan Ishak kepadanya.
24:4 Kepada Ishak Kuberikan Yakub dan Esau. Kepada Esau Kuberikan pegunungan Seir menjadi miliknya, sedang Yakub serta anak-anaknya pergi ke Mesir.
24:5 Lalu Aku mengutus Musa serta Harun dan menulahi Mesir, seperti yang Kulakukan di tengah-tengah mereka, kemudian Aku membawa kamu keluar.
24:6 Setelah Aku membawa nenek moyangmu keluar dari Mesir dan kamu sampai ke laut, lalu orang Mesir mengejar nenek moyangmu dengan kereta dan orang berkuda ke Laut Teberau.
24:7 Sebab itu berteriak-teriaklah mereka kepada TUHAN, maka diadakan-Nya gelap antara kamu dan orang Mesir itu dan didatangkan-Nya air laut atas mereka, sehingga mereka diliputi. Dan matamu sendiri telah melihat, apa yang Kulakukan terhadap Mesir. Sesudah itu lama kamu diam di padang gurun.
24:8 Aku membawa kamu ke negeri orang Amori yang diam di seberang sungai Yordan, dan ketika mereka berperang melawan kamu, mereka Kuserahkan ke dalam tanganmu, sehingga kamu menduduki negerinya, sedang mereka Kupunahkan dari depan kamu.
24:9 Ketika itu Balak bin Zipor, raja Moab, bangkit berperang melawan orang Israel. Disuruhnya memanggil Bileam bin Beor untuk mengutuki kamu.
24:10 Tetapi Aku tidak mau mendengarkan Bileam, sehingga ia pun memberkati kamu. Demikianlah Aku melepaskan kamu dari tangannya.
24:11 Setelah kamu menyeberangi sungai Yordan dan sampai ke Yerikho, berperanglah melawan kamu warga-warga kota Yerikho, orang Amori, orang Feris, orang Kanaan, orang Het, orang Girgasi, orang Hewi dan orang Yebus, tetapi mereka itu Kuserahkan ke dalam tanganmu.
24:12 Kemudian Aku melepaskan tabuhan mendahului kamu dan binatang-binatang ini menghalau mereka dari depanmu, seperti kedua raja orang Amori itu. Sesungguhnya, bukan oleh pedangmu dan bukan pula oleh panahmu.
24:13 Demikianlah Kuberikan kepadamu negeri yang kamu peroleh tanpa bersusah-susah dan kota-kota yang tidak kamu dirikan, tetapi kamulah yang diam di dalamnya; juga kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun yang tidak kamu tanami, kamulah yang makan hasilnya.


Mat. 19:3-12

19:3 Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?"
19:4 Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
19:7 Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"
19:8 Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
19:9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."
19:10 Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin."
19:11 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.
19:12 Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."


Perceraian

Saudara terkasih, Gereja hari ini memberikan permenungan mengenai perceraian bagi Gereja katolik yang memiliki pemaknaan yang berbeda di negara kita. Sering kita dikacaukan dengan pemahaman tersebut. Gereja tidak pernah mengizinkan perceriaan, meskipun gereja lain ada yang memberikan dalam kasus seperti ini.
Bacaan tersebut juga memberikan perbedaan dalam tradisi Yahudi sebagaimana yang dipertanyakan oleh kaum Farisi. Musa sebagai pembawa Taurat oleh Farisi dikatakan memberikan izin untuk bercerai dengan adanya surat cerai. Kita perlu mengerti konteks apa di balik itu. Yesus menyatakan bahwa karena ketegartegukan mereka sendiri, dalam arti bahwa mereka memiliki pratek yang berbeda dan kejam, maka Musa meminta adanya surat cerai. Batasan dalam Taurat ada, namun mereka melakukan praktek yang berbeda. Perempuan yang diceraikan suaminya tetap milik mantan suaminya tersebut, praktis tidak boleh dan bisa menikah lagi. Bekas istri yang menikah lagi akan dikatakan dan dihukum sebagai pezina yang hukumannya tidak main-mian, yaitu rajam hingga mati. Musa meminta adanya surat cerai untuk menjamin hidup bagi perempuan yang pernah menikah dan bercerai.
Perkawinan dalam pandangan dan ajaran Yesus sungguh radikal karena menyatakan apa yang dipersatukan Allah tidak boleh diceriakan manusia. Luar biasam bagaimana Yesus mengajarkan keterlibatan langsung Allah dalam perkawinan manusia. Tidak heran kalau para murid “ngeri” melihat hal demikian. idealisme yang memang menjadi cita-cita kehidupan yang berpusat pada Allah.

Saudara terkasih, orang sering tidak mau memperbaiki keadaan dan memilih untuk membeli yang baru. Sama dalam hal perkawinan, ada masalah bukannya mencari jalan keluar namun memilih menghindari dan menyatakan selesai. Ungkapan cinta, kasih, perhatian, saling memuji bisa berubah menjadi saling caci hanya karena masalah kecil. Perjalanan waktu sering mengurangi ikatan kasih sayang yang telah terlupa untuk dibangun. Yesus mengajak kita untuk memilih membangun sikap ini, bukan untuk meninggalkan apa yang rusak. Risiko perceraian tentu dapat kita saksikan di sekitar kita. Bagaimana membangun, mempertahankan, dan tetap menggelorakan kasih sayang satu sama lain sebagai satu kekuatan demi menghindari perceraian.BD.eLeSHa.

Kamis, 13 Agustus 2015

Pengampunan itu Belas Kasih

Kamis Biasa Pekan XIX (H)
Yos. 3:7-10a,11,13-17
Mzm. 114:1-2,3-4,5-6
Mat. 18:21-19:1


Yos. 3:7-10a,11,13-17

3:7 Dan TUHAN berfirman kepada Yosua: "Pada hari inilah Aku mulai membesarkan namamu di mata seluruh orang Israel, supaya mereka tahu, bahwa seperti dahulu Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau.
3:8 Maka kauperintahkanlah kepada para imam pengangkat tabut perjanjian itu, demikian: Setelah kamu sampai ke tepi air sungai Yordan, haruslah kamu tetap berdiri di sungai Yordan itu."
3:9 Lalu berkatalah Yosua kepada orang Israel: "Datanglah dekat dan dengarkanlah firman TUHAN, Allahmu."
3:10 Lagi kata Yosua: "Dari hal inilah akan kamu ketahui, bahwa Allah yang hidup ada di tengah-tengah kamu dan bahwa sungguh-sungguh akan dihalau-Nya orang Kanaan, orang Het, orang Hewi, orang Feris, orang Girgasi, orang Amori dan orang Yebus itu dari depan kamu
3:11 sesungguhnya, tabut perjanjian Tuhan semesta bumi berjalan menyeberang di depan kamu, masuk ke sungai Yordan.
3:13 Segera sesudah kaki para imam pengangkat tabut TUHAN, Tuhan semesta bumi, berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai Yordan itu akan terputus; air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir menjadi bendungan."
3:14 Ketika bangsa itu berangkat dari tempat perkemahan mereka untuk menyeberangi sungai Yordan, para imam pengangkat tabut perjanjian itu berjalan di depan bangsa itu.
3:15 Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu -- sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai --
3:16 maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho.
3:17 Tetapi para imam pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu tetap berdiri di tanah yang kering, di tengah-tengah sungai Yordan, sedang seluruh bangsa Israel menyeberang di tanah yang kering, sampai seluruh bangsa itu selesai menyeberangi sungai Yordan.

Mat. 18:21-19:1

18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
18:23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
18:29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
18:30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
18:31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
18:32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
18:33 Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
18:34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
18:35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."
19:1 Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan.

Pengampunan itu Belas Kasih

Saudara terkasih hari ini Tuhan memberikan kita permenungan mengenai belas kasih dan pengampunan. Bagaimana pengampunan itu mengandaikan adanya belas kasihan. Tuhan memberikan ilustrasi adanya seorang yang mendapatkan belaskasih yang dibebaskan hutangnya sangat besar. Tidak lagi memiliki apa-apa selain hidup dan dirinya dan anak istrinya. Besarnya tanggungan itu menghilangkan kehidupan dan kemanusiaannya, itu Ia tidak tega dan membebaskan hutangnya dan juga hidupnya.
Sayangnya, orang yang telah meresakan besarnya pengampunan itu justru dijawab dengan sungguh berbeda. Ia mencekik dan menghukum orang yang berhutang kepadanya. Nilainya jauh dibandingkan jumlah hutangnya sendiri juga ia menghukum badan orang yang berhutang padanya.
Saudara terkasih, Tuhan hendak menyatakan kepada kita bagaimana belas kasih dari-Nya sungguh besar. Kita pun diajak untuk berbelas kasih. Pegampunan dari-Nya tidak ada batasnya, maka kita juga diajak untuk mengampuni dan memiliki belas kasih.

Saudara, kita melihat sekeliling kita, juga diri kita sering lupa adanya belas kasih Tuhan yang begitu besar. Jawaban kita akan belas kasih itu justru kekejaman dan tekanan bagi saudara kita yang meminta bantuan kepada kita. Menekan, menghukum, dan tidak mempunyai belas kasih. Pengampunan yang berbelas kasih bukan hanya sekali dua kali, namun tujuh puluh kali tujuh kali. Pengampunan yang tak terbatas, karena Tuhan juga mengampuni kita tak pernah ada akhirnya. Kejatuhan demi kejatuhan hidup kita bagi-Nya adalah suatu hal yang biasa, tidak membuat-Nya meninggalkan kita. Jika kita bisa mengandalkan Tuhan yang akan mengampuni namun sudahkah kita berbuat yang sama? BD.eLeSHa.