Selasa, 21 Juli 2015

Ibu dan Saudara Yesus

Selasa Biasa Pekan XVI (H)
Kel. 14:21-15:1
Kel. 15:8-9,10,12,17
Mat. 12:46-50


Kel. 14:21-15:1

14:21 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.
14:22 Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.
14:23 Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka -- segala kuda Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda -- sampai ke tengah-tengah laut.
14:24 Dan pada waktu jaga pagi, TUHAN yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir, lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu.
14:25 Ia membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata: "Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab TUHANlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir."
14:26 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, meliputi kereta mereka dan orang mereka yang berkuda."
14:27 Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah TUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut.
14:28 Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorang pun tidak ada yang tinggal dari mereka.
14:29 Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut, sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.
14:30 Demikianlah pada hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut.
14:31 Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu.
15:1 Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi TUHAN yang berbunyi: "Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.


Mat. 12:46-50

12:46 Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia.
12:47 Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau."
12:48 Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?"
12:49 Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
12:50 Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."



Ibu dan Saudara Yesus

Saudara terkasih, Yesus dalam sabda-Nya hari ini menyatakan siapakah ibu-Nya dan saudara-Nya. Pembicaraan berkaitan dengan kedatangan ibu dan saudara biologis atau ada hubungan darah dengan DIA. Maria dan saudara Yesus datang dan murid dan orang-orang menyatakan bahwa Yesus dicari ibu dan saudara-Nya. Benar secara darah memang mereka adalah kerabat Yesus. Yesus tidak menyalahkan penilaian itu ataupun menyangkalnya. Itu membatasi persaudaraan dalam konteks kasih Yesus yang tak terbatas.
Saudara-Nya bukan semata yang berkaitan dengan darah atau keturunan namun saudara dalam konteks spiritualitas. Semua yang mengikuti Yesus adalah ibu dan saudara-Nya. Panggilan dan perutusan-Nya tidak hanya dalam kalangan sendiri namun universal.
Saudara terkasih, apa yang Yesus sampaikan merupakan pembelajaran bagi kita. Kita bersaudara dengan semua orang. Diskriminasi, pemisahan, pengkotak-kotakan berdasar apapun telah dirobohkan oleh Yesus. Siapapun adalah sama dan sederajad di dalam naungan belas kasih-Nya. Ini adalah inspirasi dan cerminan kita ketika masih melihat Gereja atau di luar Gereja, atau suku dan bangsa sebagai paling hebat dan ironis lagi kalau sesama Gereja saling menjatuhkan dan melecehkan hanya karena beda dalam mengungkapkan iman. Yesus mengangkat kita dalam status yang sama sebagai sahabat-Nya, saudara-Nya, dan anak-anak Allah yang sama. Perbedaan adalah kekayaan bukan sumber perselisihan. Perdamaian akan tercipta bila kasih dan mengedepankan persamaan daripada mencari-cari cara untuk mengatasi perbedaan. BD.eLeSHa.



Senin, 20 Juli 2015

Tanda Yunus

Senin Biasa Pekan XVI (H)
Kel. 14:5-18
Mzm. 15:1-2,3-4,5-6
Mat. 12:38-42


Kel. 14:5-18

14:5 Ketika diberitahukan kepada raja Mesir, bahwa bangsa itu telah lari, maka berubahlah hati Firaun dan pegawai-pegawainya terhadap bangsa itu, dan berkatalah mereka: "Apakah yang telah kita perbuat ini, bahwa kita membiarkan orang Israel pergi dari perbudakan kita?"
14:6 Kemudian ia memasang keretanya dan membawa rakyatnya serta.
14:7 Ia membawa enam ratus kereta yang terpilih, ya, segala kereta Mesir, masing-masing lengkap dengan perwiranya.
14:8 Demikianlah TUHAN mengeraskan hati Firaun, raja Mesir itu, sehingga ia mengejar orang Israel. Tetapi orang Israel berjalan terus dipimpin oleh tangan yang dinaikkan.
14:9 Adapun orang Mesir, segala kuda dan kereta Firaun, orang-orang berkuda dan pasukannya, mengejar mereka dan mencapai mereka pada waktu mereka berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon.
14:10 Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN,
14:11 dan mereka berkata kepada Musa: "Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir?
14:12 Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini."
14:13 Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.
14:14 TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."
14:15 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.
14:16 Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
14:17 Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku.
14:18 Maka orang Mesir akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda."

Mat. 12:38-42

12:38 Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu."
12:39 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
12:40 Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.
12:41 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!
12:42 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!"


Tanda Yunus

Saudara terkasih, konfrontasi antara orang Yahudi dan Yesus kembali terulang. Apa yang bisa kita petik dari persitiwa kali ini, ialah kesediaan mendengarkan dan menjalankan rencana-Nya, apapun itu bentuknya. Yesus menjawab permintaan para pemuka Yahudi sebagai tanda akan kuasa-Nya. Yesus tidak menjawab dalam bentuk mukjizat sebagaimana mereka inginkan. Mereka sudah terlalu susah dan keras hati untuk melihat tanda dan mukjizat. Hanya saja mereka dipersamakan dengan orang Ninive bahkan lebih jahat lagi, sehingga mereka akan memperoleh hukuman. Bagaimana Yesus akan mendweerita sebagaimana Yunus yang mereka percayai juga mendekam di dalam perut ikan selama tiga tahun. Bagaimana mereka tidak percaya kepada Yesus yang jauh lebih berkuasa itu. Demikian juga dengan Ratu Seba yang mau mendengarkan Salomo jauh-jauh  datang dan percaya, sedangkan apa yang di hadapan mereka dan mereka sangsikan itu jauh lebih besar dari pada salomo.

Saudara terkasih, kita sering bertanya dan bahkan menggugat rencana dan keberadaan Tuhan ketika kita mengalami peristiwa yang tidak kita inginkan. Di mana Tuhan, aku dibiarkann-Nya sendirian seperti ini. Atau kita lari mencari peneguhan dan penghiburan dari luar Tuhan, sedangkan Tuhan ada di dalam diri kita dengan damai-Nya, kasih-Nya yang hangat menguatkan, dan penghiburan tiada henti dari sesama yang penuh kasih cinta Tuhan. Apa yang kita cari  itu ada di depan kita, namun karena kita lemah dan rapuh kita salah mengartikan apa kehendak Tuhan dan rencana bahkan hadir-Nya dalam seluruh peristiwa hidup kita. BD.eLeSHa.

Minggu, 19 Juli 2015

Tugas Gembala

HARI MINGGU BIASA PEKAN XVI (H)
Yer. 23:1-6
Mzm. 23:1-3a, 3b-4, 5,6
Ef. 2:13-18
Mrk. 6:30-34


Yer. 23:1-6

23:1 "Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!" -- demikianlah firman TUHAN.
23:2 Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah Israel, terhadap para gembala yang menggembalakan bangsaku: "Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai, dan kamu tidak menjaganya. Maka ketahuilah, Aku akan membalaskan kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat, demikianlah firman TUHAN.
23:3 Dan Aku sendiri akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku dari segala negeri ke mana Aku mencerai-beraikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke padang mereka: mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak.
23:4 Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekor pun, demikianlah firman TUHAN.
23:5 Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.
23:6 Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN keadilan kita.


Ef. 2:13-18

2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
2:16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.
2:17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat",
2:18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa


Mrk. 6:30-34

6:30 Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.
6:31 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat.
6:32 Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.
6:33 Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.
6:34 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka



Tugas Gembala

Saudara terkasih, Minggu ini Gereja mengajak kita merenungkan kehendak-Nya berkaitan dengan tugas kegembalaan. Tugas Gembala ialah menggembalakan, untuk memberikan pengajaran, menyediakan makanan dan tentu saja menjaga keamanan mereka. Perikopa ini menunjukkan kualitas Yesus dan para murid yang benar-bennar mumpuni.
Bagaimana mereka khususnya para murid yang baru datang dari perutusan, hendak beristirahat dan makan, karena mereka tidak sempat makan karena sibuk mengajar, tergerak oleh belas kasihan dengan orang yang masih datang. Mereka kembali mengajar karena melihat banyaknya kawanan yang seolah tanpa gembala, dan pada ayat-ayat berikutnya akan diceritakan mengenai memberikan makanan.
Saudara terkasih, gembala itu mengajar dan menjaga kawanan tetap aman dan sejahtera, bisa dengan menyediakan makanan agar tetap kawanannya sehat. Sikap keteladanan untuk bersikap bagi yang lain menjadi pilihan luar biasa dari Yesus. Bagaimana mereka letih dna lelah, belum sempat makan tetap saja mengajar karena melihat kawanan yang lapar akan pengajaran dan tentu lapar secara fisik. Mengalahkan diri sendiri dan berorientasi pada orang lain tentu menjadi menarik dan sesuatu yang penting bagi dunia yang mulai bergeser kepada budaya materiliasme dan individualis. Sikap itu yang didobrak Yesus agar kita peduli dan memberikan diri kepada yang lain. Keterbukaan, kerendahatian, dan kehendak yang kuat di dalam iman tentu akan memampukan kita berbeda dengan sikap dunia yang bertolak belakang tersebut.BD.eLeSHa.






Sabtu, 18 Juli 2015

Lihatlah, Ia Hamba yang Kupilih

Sabtu Biasa Pekan XV (H)
Kel. 12:37-42
Mzm. 136:1,23-24,10-12,13-15
Mat. 12:14-21


Kel. 12:37-42

12:37 Kemudian berangkatlah orang Israel dari Raamses ke Sukot, kira-kira enam ratus ribu orang laki-laki berjalan kaki, tidak termasuk anak-anak.
12:38 Juga banyak orang dari berbagai-bagai bangsa turut dengan mereka; lagi sangat banyak ternak kambing domba dan lembu sapi.
12:39 Adonan yang dibawa mereka dari Mesir dibakarlah menjadi roti bundar yang tidak beragi, sebab adonan itu tidak diragi, karena mereka diusir dari Mesir dan tidak dapat berlambat-lambat, dan mereka tidak pula menyediakan bekal baginya.
12:40 Lamanya orang Israel diam di Mesir adalah empat ratus tiga puluh tahun.
12:41 Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan TUHAN dari tanah Mesir.
12:42 Malam itulah malam berjaga-jaga bagi TUHAN, untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Dan itulah juga malam berjaga-jaga bagi semua orang Israel, turun-temurun, untuk kemuliaan TUHAN


Mat. 12:14-21

12:14 Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.
12:15a Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana.
12:15b Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.
12:16 Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia,
12:17 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
12:18 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.
12:19 Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.
12:20 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.
12:21 Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap."



Lihatlah, Ia Hamba yang Kupilih

Saudara terkasih, Gereja hari ini mengajak kita merenungkan jalan perutusan Yesus yang tidak mudah. Orang farisi bahkan sudah dengan jelas menyatakan hendak membunuh-Nya. Bersekongkol untuk membunuh DIA. Menarik ialah bahwa apa yang ditampilkan para Farisi yaitu, menolak-Nya dan sudah memutuskan untuk membunuh-Nya, tidak demikian dengan masyarakat sekitar. Mereka tetap datang dan merasakan betapa ajaran Yesus itu menarik bagi mereka. Tidak ketinggalan Yesus menyembuhkan mereka.
Yesus melarang para pendengar dan pengikut-Nya, yang tentu tahu Yesus itu siapa dilarang dengan penegasan dengan keras dilarang untuk memberitahukan siapakah DIA. Yesus menegasan larangan-Nya tersebut dengan mengutip dari Perjanjian Lama, yaitu dari Yesaya.  Seperti apa perutusan Yesus itu.
Kesulitan, penolakan, dan aneka tantangan tidak akan menyurutkan langkah Yesus untuk menawarkan keselamatan dan cinta kasih Allah. Cara yang ditempuh-Nya adalah dengan menerima apapun yang orang perlakukan kepada-Nya, namun tidak akan surut demi keselamatan semua orang.

Saudara terkasih, sering kita lupa ada Tuhan Allah, yang telah memilih Hamba-Nya yang terpilih untuk selalu menopang kita, menguatkan kita, dan memberikan jalan keluar yang terbaik bagi permasalahan kita. Kita menjadi takut, khawatir, dan gelisah, karena lupa dan tidak menyadari bagaimana DIA telah menyediakan Hamba Terpilih-Nya untuk memberikan kepada kita jaminan kekal itu. Putus asa, cemas, khawatir, dan gelisah tidak perlu lagi dibangun, serahkan saja pada Penyelenggaraan Ilahi dan semua tentu akan terselesaikan. BD.A

Jumat, 17 Juli 2015

Yang Kukehendaki ialah Belas Kasihan dan Bukan Persembahan

Jumat Biasa Pekan XV (H)
Kel. 11:10-12:14
Mzm. 116:12-13,15-16bc,17-18
Mat. 12:1-8


Kel. 11:10-12:14

11:10 Musa dan Harun telah melakukan segala mujizat ini di depan Firaun. Tetapi TUHAN mengeraskan hati Firaun, sehingga tidak membiarkan orang Israel pergi dari negerinya.
12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir:
12:2 "Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.
12:3 Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.
12:4 Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang.
12:5 Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
12:6 Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.
12:7 Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.
12:8 Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.
12:9 Janganlah kamu memakannya mentah atau direbus dalam air; hanya dipanggang di api, lengkap dengan kepalanya dan betisnya dan isi perutnya.
12:10 Janganlah kamu tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi; apa yang tinggal sampai pagi kamu bakarlah habis dengan api.
12:11 Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.
12:12 Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN.
12:13 Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.
12:14 Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.


Mat. 12:1-8

12:1 Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya.
12:2 Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat."
12:3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
12:4 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam?
12:5 Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?
12:6 Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah.
12:7 Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.
12:8 Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."




Yang Kukehendaki ialah Belas Kasihan dan Bukan Persembahan

Saudara terkasih, apa yang Gereja kehendaki hari ini untuk kita renungkan ialah, kehidupan yang jauh lebih bermakna daripada hanya sebatas ritual dan hukum ini dan itu. Memang Yesus tidak mengkritik Hukum Taurat namun perilaku para “pengawal” Hukum Taurat, dalam bacaan ini, Kaum Farisi yang berlebihan. Dua contoh berlebihan dalam perikopa di atas, bagaimana para murid memetik gandum dianggap sebagai melanggar hukum, padahal  memetik dengan tangan bukan sebagai memanen, dalam arti ini Farisi menuntut lebih dari Hukum Taurat sendiri. Kedua, diambil dari masa lalu, di mana Daud dan anak buahnya makan persembahan, dan imam kepala melanggar Hukum Taurat di Bait Allah. Apa yang ditampilkan Farisi telah berlebihan di dalam pandangan Yesus.
Saudara terkasih, sering kita saksikan perilaku kita itu tidak jauh berbeda dengan Farisi ini. Misalnya, imam marah atau menghentikan kegiatan liturgi Ekaristi kalau ada anak menangis di gereja. Anak memuji Allah dalam bahasa anak, yaitu tangisan. Atau kita terlalu asyik dengan hukum boleh dan tidak namun justru melupakan kehendak Tuhan dalam ibadat kita. Konsentrasi kita buyar karena malah memikirkan hal yang berkaitan dengan boleh dan tidak, benar atau salah, dan jangan-jangan ini nanti melanggar aturan.
Saudara terkasih, Yesus menghendak belas kasih. Belas kasih berarti hati yang terbuka kepada-Nya dan sesama. Hati yang penuh cinta dan kasih dan bukan penghukum. Persembahan bukannya jelek, namun kalau dipersembahkan dengan hati yang buruk, menghakimi sesama, menilai sesama, dan tidak mengarahkan hati kepada Allah, bagi Yesus itu belum cukup. BD.eLeSHa.

Kamis, 16 Juli 2015

Aku Akan Memberi Kelegaan Kepadamu

Kamis Biasa Pekan XV (H)
Kel. 3:15-20
Mzm. 105:1,5,8-9,24-25,26-27
Mat. 11:28-30


Kel. 3:15-20

3:15 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.
3:16 Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel dan katakanlah kepada mereka: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, telah menampakkan diri kepadaku, serta berfirman: Aku sudah mengindahkan kamu, juga apa yang dilakukan kepadamu di Mesir.
3:17 Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
3:18 Dan bilamana mereka mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus beserta para tua-tua Israel pergi kepada raja Mesir, dan kamu harus berkata kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah menemui kami; oleh sebab itu, izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami.
3:19 Tetapi Aku tahu, bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kamu pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat.
3:20 Tetapi Aku akan mengacungkan tangan-Ku dan memukul Mesir dengan segala perbuatan yang ajaib, yang akan Kulakukan di tengah-tengahnya; sesudah itu ia akan membiarkan kamu pergi.

Mat. 11:28-30

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."



Aku Akan Memberi Kelegaan Kepadamu

Saudara terkasih, hari ini Gereja mengajak kita merenungkan sabda Tuhan mengenai beban. Berbagai beban bisa saja kita tafsirkan apa yang dimaksudkan Tuhan, bisa hukum,, bagaimana hukum Taurat yang sangat membebani umat, beban hidup sehari-hari, beban perutusan, dan beban apapun itu. Menarik ialah bahwa Tuhan menghendaki siapapun yang memiliki beban untuk membawa ke hadirat-Nya. Jaminan kelegaan akan diperoleh.
Kelegaan, bukan berarti bahwa Tuhan akan meniadakan beban itu, namun beban itu mampu kita pikul dan jalani dengan suka cita, bukan lagi beban yang sangat berat. Mengikuti-Nya juga berarti tidak semata mendengarkan apa yang Ia sampaikan, namun juga mengikuti cara hiduo yang Tuhan tempuh. Hidup-Nya penuh cinta dan kesetiaan kepada Allah Bapa dan sesama.
Saudara terkasih, sering kita memilih melampiaskan beban kita yang tidak tertanggungkan kepada diri sendiri yang akhirnya membuat sakit, stres, menyakiti sesama dengan emosional, atau balas dendam. Lari ke orang lain dengan risiko bocor rahasia kita, atau malah menerima beban yang jauh lebih parah. Yesus mengajak kita hadir kepada-Nya, berserah agar kita mampu menjalaninya. Yesus menyatakan tidak akan mengambil kuk itu, namun memberikan jaminan bahwa kuk itu akan mampu kita tanggung. Apa yang perlu kita takutkan kalau Yesus sendiri yang telah menjaminnya? Semua akan mampu kita atasi dan pikul sepanjang di dalam DIA. BD.eLeSHa.



Rabu, 15 Juli 2015

Doa dan Ajakan Yesus

Pw. S.Bonaventura, UskPujG(P)
Kel. 3:1-6,9-12
Mzm. 103:1-2,3-4,6-7
Mat. 11:25-27


Kel. 3:1-6,9-12

3:1 Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.
3:2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
3:3 Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"
3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."
3:5 Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."
3:6 Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.
3:9 Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka.
3:10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir."
3:11 Tetapi Musa berkata kepada Allah: "Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?"
3:12 Lalu firman-Nya: "Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini."

Mat. 11:25-27

11:25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.
11:26 Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
11:27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.



Doa dan Ajakan Yesus


Saudara terkasih, doa Yesus merupakan doa yang menjadi contoh, inspirasi, dan keteladanan bagi kita. Bagaimana Ia menyatakan Diri sebagai Anak dan Allah sebagai Bapa-Nya. Juga pengenalan timbal bailk yang ada di antara Mereka.  Doa yang Yesus sampaikan, dimulai dengan ungkapan syukur, alamat syukur itu kepada siapa, dan alasan bersyukur. Kali ini Yesus bersyukur kepada Allah, karena pengenalan itu disampaikan kepada orang-orang kecil.
Semuanya, kata-kata yang merangkum apa yang dikemukakan kepada orang kecil, yaitu mukjizat dan perbuatan besr bagi Yesus. Cerdik pandai tidak mau tahu dan menerima, justru orang sederhana yang mau peduli dan bahkan menerima dan mengakui, itu semua karena pilihan Allah bagi mereka.
Saudara terkasih, kesederhanaan merupakan pilihan kita untuk mengosongkan diri dan menyiapkan hati agar Tuhan hadir dan memenuhi hati dan budi kita agar bisa mengenal Tuhan dan rancangan-Nya. Kesederhanaan agar kita tidak menjadi tinggi hati dan merasa hebat dan melupakan Karya Tuhan.

Doa merupakan contoh baik agar kita ungkapkan sebagai sarana mengenal Tuhan dan rencana-Nya. Doa dan kesederhanaan yang perlu bagi hidup kita di dalam Tuhan. Bagaimana kesederhanaan hati dan budi kita memampukan kita berdoa dan mengucap syukur. Jangan sampai dalam doa pun kita pongah dan malah menyombongkan diri dan memamerkan jasa kita di depan-Nya. Yesus sebagai Anak saja berdoa, apalagi kita, manusia yang lemah dan mudah goyah ini. BD.eLeSHa.

Selasa, 14 Juli 2015

Penolakan Terhadap Yesus

Selasa Biasa Pekan XV (H)
Kel. 2:1-15a
Mzm. 69:3,14,30-31, 33-34
Mat. 11:20-24



Kel. 2:1-15a

2:1 Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi;
2:2 lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya.
2:3 Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan t'er, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil;
2:4 kakaknya perempuan berdiri di tempat yang agak jauh untuk melihat, apakah yang akan terjadi dengan dia.
2:5 Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya.
2:6 Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani."
2:7 Lalu bertanyalah kakak anak itu kepada puteri Firaun: "Akan kupanggilkah bagi tuan puteri seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu bagi tuan puteri?"
2:8 Sahut puteri Firaun kepadanya: "Baiklah." Lalu pergilah gadis itu memanggil ibu bayi itu.
2:9 Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: "Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu." Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya.
2:10 Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: "Karena aku telah menariknya dari air."
2:11 Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu.
2:12 Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir.
2:13 Ketika keesokan harinya ia keluar lagi, didapatinya dua orang Ibrani tengah berkelahi. Ia bertanya kepada yang bersalah itu: "Mengapa engkau pukul temanmu?"
2:14 Tetapi jawabnya: "Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami? Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti engkau telah membunuh orang Mesir itu?" Musa menjadi takut, sebab pikirnya: "Tentulah perkara itu telah ketahuan."
2:15 Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa.

Mat. 11:20-24

11:20 Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:
11:21 "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
11:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
11:23 Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.
11:24 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu."


Penolakan Terhadap Yesus

Saudara terkasih, hari ini Bunda Gereja mengajak kita merenungkan mengenai pertobatan, penolakan terhadap Yesus dan karya-Nya, serta arti mukjizat dalam terang iman Katolik. Sering kita hidup dalam budaya lain secara dominan bisa salah paham akan maksud mukjizat dalam kaitannya dengan karya Yesus.
Pertobatan, bagaimana Yesus mewartakan pertobatan. Gambaran kota-kota yang tidak mau bertobat, yang dikatakan Yesus sebagai kota celaka di dalam bacaan tadi, hukuman tidak serta merta atau dalam waktu dekat, namun saat Hari Penghakiman. Kerusakan kota-kota yang dalam sejarah Perjanjian Lama karena ketegaran hati dijadikan sarana pengingat bagi mereka. Oleh Yesus kerusakan yang begitu dasyat masih jauh lebih ringan dari pada ketiga kota tersebut. Sodom dna Gomora masih lebih terberkati.
Penolakan akan Dia. Menolak Dia sebagai bagian atas karya nyata Yesus. Kebebasan bagi umat manusia yang tidak akan pernah dipaksakan oleh Allah untuk percaya, meskipun akibatnya sebagaimana di atas di mana mereka tidak bertobat tentu akan celaka.
Mukjizat. Yesus melakukan mukjizat bukan untuk menampakkan kekuasaan-Nya, namun untuk mengajak dan membangkitkan tanggapan mereka dalam bentuk pertobatan. Mukjizat sebagai tanda kedatangan Kerajaan Allah.

Saudara terkasih, bertobat berarti menerima pewartaan dan menerima Dia, yang akan memperoleh Kerajaan Surga. Kita memiliki Kerajaan Surga tersebut sejak mula, namun godaan dunia dan tawaran manis kuasa gelap sering melenakan kita dan menjauh dari-Nya. Pertobatan membawa kita kembali dalam kesatuan Kasih-Nya untuk masuk di dalam Kerajaan Allah.BD.eLeSHa.

Senin, 13 Juli 2015

Pemisahan sebagai Sarana Mengosongkan Diri

Senin Biasa Pekan XV (H)
Kel. 1:8-14, 22
Mzm. 124:1-3,4-6,7-8
Mat. 10:34-11:1


Kel. 1:8-14, 22

1:8 Kemudian bangkitlah seorang raja baru memerintah tanah Mesir, yang tidak mengenal Yusuf.
1:9 Berkatalah raja itu kepada rakyatnya: "Bangsa Israel itu sangat banyak dan lebih besar jumlahnya dari pada kita.
1:10 Marilah kita bertindak dengan bijaksana terhadap mereka, supaya mereka jangan bertambah banyak lagi dan -- jika terjadi peperangan -- jangan bersekutu nanti dengan musuh kita dan memerangi kita, lalu pergi dari negeri ini."
1:11 Sebab itu pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas mereka untuk menindas mereka dengan kerja paksa: mereka harus mendirikan bagi Firaun kota-kota perbekalan, yakni Pitom dan Raamses.
1:12 Tetapi makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu.
1:13 Lalu dengan kejam orang Mesir memaksa orang Israel bekerja,
1:14 dan memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang berat, yaitu mengerjakan tanah liat dan batu bata, dan berbagai-bagai pekerjaan di padang, ya segala pekerjaan yang dengan kejam dipaksakan orang Mesir kepada mereka itu
1:22 Lalu Firaun memberi perintah kepada seluruh rakyatnya: "Lemparkanlah segala anak laki-laki yang lahir bagi orang Ibrani ke dalam sungai Nil; tetapi segala anak perempuan biarkanlah hidup.


Mat. 10:34-11:1

10:34 "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,
10:36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
10:39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
10:40 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.
10:41 Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.
10:42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."
11:1 Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.


Pemisahan sebagai Sarana Mengosongkan Diri

Saudara terkasih, kedatangan Yesus bukan untuk membawa damai namun pedang. Pedang memiliki makna bahwa akan terjadi pemisahan dan penolakan yang sangat besar akan apa yang bakal terjadi. Pemisahan yang terjadi pula di dalam rumah, di mana rumah sebagai pusat keamanan, jaminan ketenteraman pun malah menimbulkan perbantahan.
Perbantahan dan penolakan serta penerimaan merupakan hal yang hadir sebagai tanggapan akan tawaran Yesus. Perselisihan dalam keluarga ada yang menerima ada yang menolak, pada dasarnya ialah sikap pengosongan diri. Mengosongkan akan cinta kepada keluarga tidak boleh melebihi cinta kepada Yesus. Memikul salib dan mengikuti Dia, barangsiapa yang hendak menyelamatkan diri akan kehilangan nyawanya, bagi yang siap mengorbankan diri dan keselamatannya demi DIA tentu akan memiliki hidupnya tersebut.
Peneguhan sebagaimana janji Yesus merupakan konsekuensi logis atas iman dan kepercayaan para murid yang telah meninggalkan keluarga dan mengikuti DIA. Apa yang dilakukan dengan menyambut Yesus merupakan berkat tidak terkira. Menerima utusan sama juga dengan menerima Pengutusnya, yaitu Yesus sendiri. Siapa yang diutus ialah hingga hari ini dalam diri Gereja. Gereja sebagai persekutuan umat Allah.

Saudara terkasih, kalau kita mendapat tentangan dalam iman kita, jangan pesimis, jangan sedih, dan jangan ragu. Ingat apa yang telah Yesus sabdakan pada hari ini. Semua telah mendapatkan upahnya masing-masing. Kesiapan mengosongkan diri, bergantung sepenuhnya kepada-Nya, dan melepaskan semuanya demi DIA saja.BD.eLeSHa.

Minggu, 12 Juli 2015

Perutusan Keduabelas Rasul

Minggu Biasa XV (H)
Am. 7:12-15
Mzm. 85:9ab, 10, 11- 12,13-14
Ef. 1:3-10
Mrk. 6:7-13


Am. 7:12-15

7:12 Lalu berkatalah Amazia kepada Amos: "Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah makananmu di sana dan bernubuatlah di sana!
7:13 Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab inilah tempat kudus raja, inilah bait suci kerajaan."
7:14 Jawab Amos kepada Amazia: "Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan.
7:15 Tetapi TUHAN mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, dan TUHAN berfirman kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel


Ef. 1:3-10

1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
1:5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,
1:6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.
1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,
1:8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
1:9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus
1:10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi


Mrk. 6:7-13

6:7 Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,
6:8 dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan,
6:9 boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.
6:10 Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.
6:11 Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka."
6:12 Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,
6:13 dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka



Perutusan Keduabelas Rasul

Saudara terkasih, kali ini, Gereja mengajak merenungkan bagaimana Yesus mengutus murid-murid-Nya. Meskipun mereka dinilai tidak percaya dan takut, tidak mengubah misi Yesus untuk mengutus mereka. Mereka diutus berdua-dua.  Tugas mereka tidak dijelaskan dengan eksplisit, namun mereka diberi kuasa untuk mengajak orang bertobat, menggusir setan, dan menyembuhkan orang yang sakit.
Diutus berdua-dua dengan alasan bahwa kesaksian mereka bisa menjadi berarti dalam kaitannya dengan budaya Yahudi waktu itu. Mereka diutus untuk memberitakan kerajaan Allah, dengan saksi dan bukti mereka, yang diutus berdua itu.
Nasihat untuk tidak membawa bekal bisa bermakna macam-macam. Pertama tentu saja soal komitmen dan pilihan untuk bergantung sepenuhnya kepada Yesus semata-mata. Kedua soal waktu perutusan yang tidak lama, sehingga mereka kembali dan mengikuti Yesus terus hingga akhir. Persoalan tidak membawa makanan, mereka mendapatkan bekal jasmani dari orang-orang yang menerima mereka. Keberanian hidup di dalam umat, di tenga umat dan bersama umat.
Mereka akan mendapatkan sambutan yang hangat dan juga tentu akan ada penolakan. Penolakan ini akan menjadi tanda bagi yang menolak itu apa yang akan terjadi. Para murid diajak untuk bisa memberikan peringatan, dengan mengebaskan debu, sebagaimana budaya Yahudi yang ada.

Perutusan dan kuasa untuk mengusir setan, menyembuhkan yang sakit, dan pertobatan merupakan karya Yesus, dengan demikian para murid melakukan karya Yesus sendiri. Perutusan murid tidak terpisah dari karya Yesus sendiri. BD.eLeSHa.