Senin, 20 April 2015

Hidup Kekal

Senin Biasa Pekan III Paskah (P)
Kis. 6:8-15
Mzm. 119:23-24,26-27,29-30
Yoh. 6:22-29


Kis. 6:8-15

6:8 Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.
6:9 Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini -- anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria -- bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus,
6:10 tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara.
6:11 Lalu mereka menghasut beberapa orang untuk mengatakan: "Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah."
6:12 Dengan jalan demikian mereka mengadakan suatu gerakan di antara orang banyak serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat; mereka menyergap Stefanus, menyeretnya dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama.
6:13 Lalu mereka memajukan saksi-saksi palsu yang berkata: "Orang ini terus-menerus mengucapkan perkataan yang menghina tempat kudus ini dan hukum Taurat,
6:14 sebab kami telah mendengar dia mengatakan, bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan merubuhkan tempat ini dan mengubah adat istiadat yang diwariskan oleh Musa kepada kita."
6:15 Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.


Yoh. 6:22-29

6:21 Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.
6:22 Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.
6:23 Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.
6:24 Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.
6:25 Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"
6:26 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.
6:27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."
6:28 Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?"
6:29 Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."


Hidup Kekal

Saudara terkasih, hidup kekal itu berkaitan secara langsung dengan Yesus. Hari ini kita diajak untuk merenungkan apa yang menjadi motivasi kita mengikuti DIA. Kisah di atas menyatakan bahwa banyak orang yang datang dan mencari DIA karena mereka telah kenyang dna merasakan enaknya ikut DIA, dalam arti tidak perlu bersusah payah dalam mengusahakan makan, atau perut pasti kenyang. Kisah di atas tidak bisa lepas dari kisah sebelumnya berkaitan dengan penggandaan roti.
Yesus meluruskan apa yang harus mereka jadi motivasi ialah mengenal DIA secara pribadi dan menyeluruh bukan semata akan keenakan dalam hal perut kenyang. Yesus meneruskan apa yang biasanya mereka pahami, bahwa hidup kekal berkaitan dengan pekerjaan atau melakukan aktivitas, budaya Yahudi mengenal kehidupan kekal berkaitan dengan melakukan Hukum Taurat dengan tekun dan tanpa cacat. Yesus kembali meluruskan hal ini. Melakukan kehendak Allah saja tidak cukup, apa yang perlu bagi mereka ialah percaya kepada-Nya.
Saudara terkasih, kita patut berbangga dan bersyukur memiliki Tuhan sebagai DIA, yang selalu mengenalkan diri, membimbing, dan meluruskan ketika kita melakukan kesalahan. Bapa Mahabaik bukan Bapa yang mengukum namun mengenalkan kebenaran dengan sabar dan berulang-ulang. Apa yang telah dimiliki tidak dihukum, namun dibenarkan. Sudahkah kita bersyukur atas adanya DIA?. BDD.eLeSHa.


Minggu, 19 April 2015

Mesias harus Menderita dan Bangkit

HARI MINGGU PASKAH III (P)
Kis. 3:13-15,17-19
Mzm. 4:2,4,7,9
1 Yoh. 2:1-5
Luk. 24:35-48


Kis. 3:13-15,17-19

3:13 Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan.
3:14 Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu.
3:15 Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.
3:17 Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpin kamu.
3:18 Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.
3:19 Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,

1 Yoh. 2:1-5

2:1 Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.
2:2 Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.
2:3 Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.
2:4 Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.
2:5 Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna


Luk. 24:35-48

24:35 Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
24:36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"
24:37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.
24:38 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?
24:39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."
24:40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.
24:41 Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"
24:42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.
24:43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.
24:44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
24:45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
24:46 Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,
24:47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
24:48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini.




Mesias harus Menderita dan Bangkit

Saudara terkasih, iman kita adalah iman kepada Yesus yang menderita namun bangkit. Bangkit menjadi penting, karena kalau tidak demikian, percuma iman kita. Sengsara dan mati itu banyak, namun siapa yang bangkit, hanya DIA. Bangkit dan tidak mati lagi.
Mengapa murid sering salah mengenali Yesus yang selalu bersama-sama dengan DIA? Karena kedegilan hati murid dan dalam hal ini  kita juga. Keasyikan dalam banyak hhal membuat kita lupa menjalin relasi dengan DIA. Kemampuan kita, pengetahuan kita, kadang juga materi yang kita miliki. Lupakah yang memberikan itu semua adalah DIA? Tidak heran kita lupa dengan Sang Pemberi, segalanya, kita syik dengan kedirian kita sendiri.
Dia datang untuk mengenalkan diri dan memberikan perutusan untuk mewartakan pertobatan dan pengampunan dosa kepada segala bangsa. Tugas perutusan termasuk kita hari ini. Pertobatan sebagai rasa sesal dan menyadari kerapuhan manusiawi. Pengampunan, merupakan berkat yang luar biasa indah dan layak kita syukuri karena kita memperoleh pengampunan dari Dia yang telah kita lupakan. Dia tidak pernah mengingat-ingat apa yang sudah kita lupakan, berbeda dengan apa yang kita lakukan. Betapa kita kejam dan bengis kepada sesama atau juga kita sendiri kalau bebuat salah.
Saudara terkasih. Mengampuni termasuk pengampunan pada diri sendiri, memberikan toleransi atas kesalahan bukan dalam arti untuk meratapi keelmahan, namun bukan untuk menghakimi  dan menghukum diri sendiri.BD.eLeSHa.



Sabtu, 18 April 2015

Hari Mulai Malam, Mereka Ketakutan

Sabtu Biasa Pekan II Paskah (P)
Kis. 6:1-7
Mzm. 33:1-2,405,18-19
Yoh. 6:16-21


Kis. 6:1-7

6:1 Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.
6:2 Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja.
6:3 Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu,
6:4 dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman."
6:5 Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.
6:6 Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itu pun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka.
6:7 Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.


Yoh. 6:16-21

6:16 Dan ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu
6:17 dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka,
6:18 sedang laut bergelora karena angin kencang.
6:19 Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka.
6:20 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Aku ini, jangan takut!"
6:21 Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui


Hari Mulai Malam, Mereka Ketakutan

Saudara terkasih, Yohanes senang sekali menggunakan kata malam dan siang hari. Selalu kata malam ini dihubungkan dengan ketakutan ketidakpercayaan, ketidakkenalana akan DIA, dan yang sejenis. Siang atau terang berkaitan dengan Terang Yesus yang telah datang.
Konsekuensi malam adalah gelap, tidak tahu apa yang ada di depan kita secara menyeluruh, selain sangat dekat baru kita paham, meskipun masih juga belum jelas apa yang terjadi. Demikian para murid kali ini mereka menghadapi malam dalam arti spiritualitas dan juga fenomena alam. Bagaimana mereka menjadi ketakutan dan karena yesus jauh dari mereka. Malam berkaitan dengan posisi Yesus yang jauh dari mereka.
Saudara terkasih, tidak heran kita sering khawatir dan galau kalau jauh ari DIA, Terang Sejati yang akan menuntun kita sampai ke tujuan. Terang menuntun ke arah yang kita tuju bahkan hingga sampai ke tujuan, lihat begitu Yesus datang mereka langsung sampai ke tujuan.
Apa yang perlu kita lakukan ialah berserah diri dalam kuasa-Nya bukan mengandalkan diri dan kemampuan kita. Para murid yang memang hidup dalam danau, karea mereka adalah nelayan, tentu tidak akan gentar dengan angin. Kegentaran mereka karena jauh dari Yesus.
Bagaimanakah kita dalam berelasi dengan Yesus? Jauh atau dekat? BD.eLeSHa.


Jumat, 17 April 2015

Kalau Berasal dari Manusia Tentu akan Lenyap

Jumat, Pekan Biasa II Paskah (P)
Kis. 5:34-42
Mzm. 27:1,4,13-14
Yoh. 6:1-15


Kis. 5:34-42

5:34 Tetapi seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, bangkit dan meminta, supaya orang-orang itu disuruh keluar sebentar.
5:35 Sesudah itu ia berkata kepada sidang: "Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini!
5:36 Sebab dahulu telah muncul si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap.
5:37 Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya.
5:38 Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap,
5:39 tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah." Nasihat itu diterima.
5:40 Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan.
5:41 Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.
5:42 Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.


Yoh. 6:1-15

6:1 Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias.
6:2 Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.
6:3 Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.
6:4 Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.
6:5 Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?"
6:6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.
6:7 Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja."
6:8 Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:
6:9 "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"
6:10 Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.
6:11 Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.
6:12 Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."
6:13 Maka mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.
6:14 Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia."
6:15 Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.




Kalau Berasal dari Manusia Tentu akan Lenyap

Saudara terkasih, ungkapan indah dari Imam Gamaliel yang menyatakan apa yang diwartakan oleh para rasul sebagai berasal dari Allah akan berlaku apapun yang bisa manusia lakukan. Demikian pula kalau perbuatan itu berasal dari  manusia, tentu dengan mudah akan berantakan, baik karena mereka sendiri atau oleh pihak yang berwenang.
Sering kita berpikir bahwa kekuatan kita bisa menyelesaikan semuanya, lupa melibatkan Tuhan dan memohon bahwa rencana kita sama dengan kehendak Tuhan Allah. Apa yang kita lakukan sebagai kemampuan diri sendiri, tidak ada peran Tuhan dalam kinerja kita. Pemikiran demikian sering membuat persoalan karena kita menjadi panik, gelisah, dan penuh kekhawatiran. Melibatkan Tuhan dalam rencana kita, memudahkan, karena DIA yang melakukannya untuk kita. Demikian pula kita sering mencurigai perbuatan orang lain sebagai jahat, buruk, menghujat Tuhan dan berhak untuk menghukum, bukan karena perbuatan orang tersebut, namun karena kepentingan kita, pemikiran kita, atau pilihan kita terganggu oleh apa yang orang lain tidak kita sukai itu.
Yesus memberikan contoh luar biasa, ketika ada dalam posisi terpojok, DIA melibatkan Tuhan Allah, dalam mencukupi kebutuhan pengikut-Nya. Dia berdoa dan menumpangkan tangan untuk memberkati roti tersebut, dan melimpah, bahkan bersisa. Bukan semata cukup malah lebih.BD.eLeSHa.


Kamis, 16 April 2015

Utusan Allah

Kamis Biasa Pekan II Paskah (P)
Kis. 5:27-33
Mzm. 34:2,9,17-18, 19-20
Yoh. 3:31-36


Kis. 5:27-33

5:27 Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka,
5:28 katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami."
5:29 Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.
5:30 Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh.
5:31 Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.
5:32 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."
5:33 Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu.

Yoh. 3:31-36

3:31 Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.
3:32 Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorang pun yang menerima kesaksian-Nya itu.
3:33 Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar.
3:34 Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.
3:35 Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.
3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."


Utusan Allah

Saudara terkasih, Yesus menyatakkan Diri berasal dari atas, di mana konteks saat itu, tahta Allah ada di langit yang di atas. Hingga kini pun sering kita menyatakan Tuhan Allah di atas, sebenarnya hanya ingin menunjukkan bahwa DIA melebihi kita, itu yang di atas. Atas sebagai gambaran kita yang membutuhkan DIA. Siapa yang telah melihat Bapa, hanya DIA yaitu Anak-Nya. Apapun telah diserahkan kepada-Nya.
Apa artinya ialah, bahwa yang percaya kepada-Nya, memperoleh hidup yang kekal. Konsekuensi sebaliknya ialah yang tidak percaya, tidak akan melihat hidup, bahkan murka Allah.
Saudara terkasih, apa yang kita pilih dalam hidup ini tentu akan memperoleh konsekuensinya. Percaya berarti hidup dan kalau menolak akan mendapatkan murka Allah. Pilihan ini pun sebenarnya DIA yang memilih, bukan karena kemampuan kita, atau jasa kita, namun berkat-Nya ang terlebih dagulu hadir bagi kita untuk menyelamatkan kita.
Kita bersyukur karena memiliki Tuhan sebaik Allah kita yang mau menyelamatkan kita dengan berbagai cara, bahkan mengutus Putera-Nya sendiri. Pemazmur menyatakan bahwa siapakah kita ini, sehingga DIA mengingat kita manusia. Ungkapan kerendahan hati atas kebaikan dan cinta-Nya yang begitu besar. BD.eLeSHa.



Rabu, 15 April 2015

Terang Telah Datang

Rabu Biasa Pekan II Paskah (P)
Kis. 5:17-26
Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9
Yoh. 3:16-21


Kis. 5:17-26

5:17 Akhirnya mulailah Imam Besar dan pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang dari mazhab Saduki, bertindak sebab mereka sangat iri hati.
5:18 Mereka menangkap rasul-rasul itu, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota.
5:19 Tetapi waktu malam seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar, katanya:
5:20 "Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak."
5:21 Mereka mentaati pesan itu, dan menjelang pagi masuklah mereka ke dalam Bait Allah, lalu mulai mengajar di situ. Sementara itu Imam Besar dan pengikut-pengikutnya menyuruh Mahkamah Agama berkumpul, yaitu seluruh majelis tua-tua bangsa Israel, dan mereka menyuruh mengambil rasul-rasul itu dari penjara.
5:22 Tetapi ketika pejabat-pejabat datang ke penjara, mereka tidak menemukan rasul-rasul itu di situ. Lalu mereka kembali dan memberitahukan,
5:23 katanya: "Kami mendapati penjara terkunci dengan sangat rapinya dan semua pengawal ada di tempatnya di muka pintu, tetapi setelah kami membukanya, tidak seorang pun yang kami temukan di dalamnya."
5:24 Ketika kepala pengawal Bait Allah dan imam-imam kepala mendengar laporan itu, mereka cemas dan bertanya apa yang telah terjadi dengan rasul-rasul itu.
5:25 Tetapi datanglah seorang mendapatkan mereka dengan kabar: "Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara, ada di dalam Bait Allah dan mereka mengajar orang banyak."
5:26 Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah, lalu mengambil kedua rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut, kalau-kalau orang banyak melempari mereka.

Yoh. 3:16-21

3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
3:19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
3:20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
3:21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.


Terang Telah Datang

Terang telah datang, apa maksudnya, bahwa Terang itu memberikan Diri, sedangkan apa  sikap yang didatangi untuk menyambutnya, sepenuhnya tergantung mereka. Ada yang menolak, ada yang menerima, ada yang ragu-ragu. Kasih Allah tidak mengikat namun membebaskan, bahkan ketika orang menolak-Nya sekalipun. Perlu dicatat meskipun orang menolak-Nya, bukan berarti Dia membiarkan yang tidak menerima itu binasa.
Saudara terkasih, Yesus menyatakan dengan terus terang, bahwa Terang telah datang. Pemisahan dengan jelas Ia ungkapakan. Siapa yang suka kebaikan berarti menyambut Terang dan yang suka dalam kejahatan tidak menyukai Terang itu. Terang dan gelap tidak akan bisa bergandengan selain saling meniadakan. Terang datang akan tersaput kegelapan itu.
Siapa yang menyukai Terang ialah mereka yang melakukan kebaikan demi kebaikan. Terang identik dengan yang bernilai baik dan positif. Terang yang menerangi orang sehingga mengusir kegelapan dalam hidupnya.
Gelap, malam, suram merupakan lawan dari terang dan tindakan terang. Jahat dan kejahatan melingkupi hati orang yang menolak Terang. Tetap dalam gelap dan memilih gelap berarti lebih memilih kejahatan dan perilaku jahat dalam hidup mereka.
Saudara terkasih, Tuhan Allah memberikan kebebasan dan sepenuhnya pilihan ada di tangan manusia. Apakah yang kita pilih, itu Terang, atau gelap?BD.eLeSHa.


Selasa, 14 April 2015

Bagaimanakah Mungkin Hal Itu?

Selasa Biasa Pekan II Paskah (P)
Kis. 4:32-37
Mzm. 93:1ab,1c-2,5
Yoh. 3:7-15


Kis. 4:32-37

4:32 Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.
4:33 Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.
4:34 Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa
4:35 dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.
4:36 Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.
4:37 Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul


Yoh. 3:7-15

3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."
3:9 Nikodemus menjawab, katanya: "Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?"
3:10 Jawab Yesus: "Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?
3:11 Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.
3:12 Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?
3:13 Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
3:14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
3:15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal


Bagaimanakah Mungkin Hal Itu?

Saudara terkasih, pertanyaan Nikodemus kepada Yesus, adalah pertanyaan dan ungkapan kelemahaman manusiawi, bagaimana sejarah panjang membuktikan, Sara yang telah tua juga bertanya demikian ketika ia dinyatakan akan hamil. Elisabet, Ibu Maria dengan rendah hati juga menanyakan dengan pertanyaan demikian ketika menerima khabar gembira dari malaikat Tuhan. Pola pikir manusia yang demikian menguasai hati orang sehingga melepaskan kebesaran Tuhan. Tuhan dan kehendak-Nya melebihi kemampuan logika dan pemikiran manusia. Nikodemus juga mengajukan pertanyaan yang sama.
Yesus dengan sabar membimbing dan menjelaskan kepada Nikodemus, bagaimana dia seorang pengajar masih belum mengerti apa yang dikatakan Yesus. Saudara mengapa begitu “bebal?” karena Nikodemus berbicara berbeda dengan apa yang dinyatakan Yesus. Yesus memberikan titik temu kepada Nikodemus dan kepada kita. Bagaimana pengajaran surgawi bisa masuk dalam hati kita yang diwarnai kehendak dan pemikiran duniawi yang tidak pernah kita kendalikan.
Saudara terkasih, pola pikir dan spiritualitas mendalam tentu berperan bagi kita untuk mengerti apa yang enjadi kehendak dan rencana Tuhan Allah dalam hidup kita. Sering kita telah memiliki keputusan kehendak sendiri sehingga kita tidak bisa menerima rencana Tuhan dalam hidup kita. Tuhan hadir untuk menemukan titik temu agar kita mampu menerima khabar baik keselamatan itu. BD. eLeSHa.



Senin, 13 April 2015

Pelajaran kepada Nikodemus

Senin Biasa Pekan II Parkah (P)
Kis. 4:23-31
Mzm. 2:1-3,4-6,7-9
Yoh. 3:1-8


Kis. 4:23-31

4:23 Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka.
4:24 Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.
4:25 Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?
4:26 Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya.
4:27 Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi,
4:28 untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu.
4:29 Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu.
4:30 Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus."
4:31 Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Yoh. 3:1-8

3:1 Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi.
3:2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya."
3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."
3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"
3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."


Pelajaran kepada Nikodemus

Saudara terkasih, hari ini Bunda Gereja mengajak kita untuk merenungkan peran Yesus dalam katekese calon baptis. Nikodemus sebagai calon baptisan baru datang kepada Yesus Sang Katekes Sejati. Datang pada waktu malam, berarti bahwa Nikodemus mendatangi Yesus dalam suasana gelap, belum memperoleh terang. Padahal Nikodemus adalah salah satu tokoh dalam agama Yahudi. Nikodemus seorang pejabat yang berani untuk mengakui keterbatasannya untuk datang kepada Terang.
Pelajaran pertama mengenai kelahiran sama sekali dia tidak tahu, Yesus dengan sabar melanjutkan pelajaran makna kelahiran, yaitu kelahiran spiritualitas. Kelahiran roh yang melambangkan kehadiran Roh, dibandingkan dengan kelahiran daging sebagaimana telah semua orang alami.
Saudara terkasih, apa yang terjadi pada Nikodemus merupakan kehidupan kita yang tidak tahu apa-apa dan perlu belajar kepada Guru Agung di mana DIA dengan sabar mengajari kita, untuk mengenal DIA.
Guru atau katekis perlu menyelami pola pikir anak didik bukan sebaliknya. Yesus mengajarkan kepada para guru untuk bersikap membimbing dengan hati tulus dan sabar. Mengerti anak bukan minta dimengerti anak. Sikap ini sungguh membantu demi pengenalan Yesus dengan tepat dan menyeluruh.
Sikap terbuka dalam menyerap pelajaran dan pengenalan akan Pribadi Yesus jauhh lebih penting dan mendasar, daripada siapa gurunya atau apa yang diajarkannya. Sikap ini mengatasi kesulitan yang biasanya timbul dalam pelajaran baptis. BD.eLeSHa.


Minggu, 12 April 2015

Tuhanku dan Allahku



MINGGU PASKAH II
Kis. 4: 32-35
Mzm. 118:2-4,16ab-18, 22-24
1Yoh. 5:1-6
Yoh. 20:19-31


Kis. 4: 32-35

4:32 Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.
4:33 Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.
4:34 Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa
4:35 dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.


1Yoh. 5:1-6

5:1 Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya.
5:2 Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.
5:3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,
5:4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.
5:5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
5:6 Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran.


Yoh. 20:19-31

20:19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.
20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."
20:24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.
20:25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."
20:26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
20:28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
20:29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
20:30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,
20:31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.


Tuhanku dan Allahku

Pengakuan iman yang mendalam melalui Thomas. Perjalanan iman dan kepercayaan yang panjang bagi seorang Thomas hingga bisa mengatakan Tuhanku dan Allahku. Kepercayaan yang berawal dari ketidakpercayaan setelah dia tidak menyaksikan Tuhan sendiri. Tipikal iman yang jamak terjadi. Umat percaya karena melihat karya Yesus yang begitu fenomenal, dan banyak, serta luar biasa, menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, dan banyak lagi. Thomas memiliki pola yang demikian. Kepercayaan model inilah yang Yesus kritik dan tidak kehendaki.
Yesus datang malam hari, merupakan bahasa Yohanes yang melambangkan bahwa keadaan masih gelap dalam hal iman kepercayaan, mereka belum paham. Gelap dan tidak tahu, tidak kenal, dan masih perlu terang.
Terang itu datang untuk memberikan perutusan. Mereka ada dalam tempat yang  terkunci, hendak mengatakan bahwa Yesus bisa masuk ke dalam kondisi demikian, berarti bukan badan fisik, namun Roh lah yang  menghampiri mereka. Namun soal ketakutan wajar juga mereka alami terjadap kejaran bangsa Yahudi.
Luka dan lambung yang Uesus tunjukkan merupakan pengenalan Diri Pribadi yang sama dengan Pribadi yang pergi ke mana-mana sebelum peristiwa salib. Yesus yang datang Pribadi yang sama dengan yang mereka kenal dahulu.
Saudara terkasih, perutusan yang diberikan Tuhan kepada para rasul, merupakan perutusan kita pula. Yesus datang untuk memberikan Roh Kudus yang akan mendampingi, menguatkan, dan menjadi pendamping kita dalam menjalankan perutusan di dunia ini. BD.eLeSHa.


Sabtu, 11 April 2015

Penampakan dan Perutusan

SABTU DALAM OKTAF PASKAH (P)
Kis. 4:13-21
Mzm. 118:1,14-15,16ab-18,19-21
Mrk. 16:9-15

Kis. 4:13-21

4:13 Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.
4:14 Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya.
4:15 Dan setelah mereka menyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang, berundinglah mereka,
4:16 dan berkata: "Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mujizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya.
4:17 Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapa pun dalam nama itu."
4:18 Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus.
4:19 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.
4:20 Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."
4:21 Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi.

Mrk. 16:9-15

16:9 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
16:10 Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
16:11 Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
16:12 Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
16:13 Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.
16:14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.


Penampakan dan Perutusan

Saudara Terkasih, hari ini Bunda Gereja mengajak kita untuk merenungkan bagaimana Yesus memperkenalkan diri-Nya kembali. Pengenalan karena kedegilan hati para murid. Tiga kali Yesus datang, kepada Maria Magdalena, kepada murid yang sedang ke luar kota, oleh Markus demikian disebut, sedangkan dalam Yohanes disebut sebagai perjalanan ke Emaus, dan kemudian datang kepada mereka secara lengkap. Mereka masih saja degil dan Yesus menegur mereka. Mereka sejak awal telah ditegur namun masih juga melakukan yang sama. Bagaimana mereka mempersoalkan roti, saat Yesus menyatakan ragi, Mrk. 4. Yesus kembali membimbing iman kepercayaan mereka.
Kedua, Yesus mengutus para murid. Perutusan yang didahului dengan bekal yang sangat cukup, berkaitan dengan pengenalan secara utuh atas pribadi yang hendak diwartakan, yaitu Yesus. Yesus tidak pernah meninggalkan murid-Nya sendirian dan tidak berdaya. DIA datang dengan kekuatan dan kemuliaan.

Saudara terkasih, kedegilan para murid merupakan kedegilan kita juga. Bagaimana kita selalu saja memohon-mohon kepada Tuhan untuk semua hal, namun lupa kita memohon kepada siapa, dan kadang kita memaksakan kehendak pada DIA, yang telah kita mintai semuanya itu. Pengenalan kita yang sering tidak semestinya. Demikian juga kalau Tuhan menghendaki kita untuk apapun, DIA pula yang telah menyediakan perbekalan dan kebutuhan kita dengan cukup. Dengan demikian apa yang perlu kita takutkan? DIA ada untuk menguatkan kita dan membimbing kita ke dalam kasih-Nya. BD.eLeSHa.