Selasa, 20 Januari 2015

Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat

Selasa Pekan Biasa II  (H), Hari Ketiga Pekan Doa Sedunia
Ibr. 6:10-15
Mzm. 111:1-2,4-5,9,10c
Mrk. 2:23-28


Ibr. 6:10-15

6:10 Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.
6:11 Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya,
6:12 agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.
6:13 Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya,
6:14 kata-Nya: "Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak."
6:15 Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.
6:16 Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan.
6:17 Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah,
6:18 supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.
6:19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,
6:20 di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.


Mrk. 2:23-28

2:23 Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum.
2:24 Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
2:25 Jawab-Nya kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan,
2:26 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu -- yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam -- dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?"
2:27 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,
2:28 jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."

Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat

Saudara terkasih, Yesus memperoleh kritikan karena Farisi melihat para murid-Nya memetik bulir-bulir gandum. Memetik oleh Farisi dianggap sebagai memanen yang memang melanggar hukum hari Sabat. Jawaban Yesus sekali lagi mematahkan alibi Farisi yang selalu berkutat dengan dirinya dan memandang pihak lain sebagai salah. Yesus menggunakan peristiwa Daud dan pengikutnya yang makan roti persembahan.
Orang cenderung mengikuti hukum dan taat hukum buta tanpa mengerti esensi di baliknya. Mengapa Indoesia masih saja kacau dan keadaannya demikian? Hukum legalistik tanpa mau berubah dan berkembang. Pemahaman hukum sebatas legalitas formal dan melupakan nilai etis yang ada. Sebagai contoh, polisi menangkap orang yang melanggar lampu merah karena membawa orang kritis ke rumah sakit, padahal lampu yang diterobos lengang tidak ada yang dibahayakan sama sekali di sana.
Saudara terkasih, hukum Sabat diturunkan untuk menjamin kesejahteraan umat manusia. Itu tidak salah, namun Yesus menghendaki bahwa hukum tersebut diterapkan dan diterjemahkan dalam terang kasih Ilahi. Taat hukum saja masih belum cukup kalau masih merendahkan orang lain, mengambil keuntungan sepihak, dan perilaku lainnya yang mengabaikan kasih demi hukum tersebut.
Hari Ketiga Pekan Doa Sedunia, tema yang dutawarkan Prasangka, sumber Yoh. 4:17, peran perempuan sudah saatnya setara dalam bidang apapun, memang ada batasan berkaitan dengan hirarkhi, bidang lainnya perempuan sudah setara dengan kaum laki-laki, apakah kita masih memandang rendah dan sepele perempuan dengan berbagai hal? Dan juga apakah telah melindungi dan membela keberadaan perempuan dengan semestinya?BD.eLeSHa.



Senin, 19 Januari 2015

Hal Berpuasa

Senin Biasa Pekan II (H)
Ibr. 5:1-10
Mzm. 110:1,2,3,4
Mrk. 2:18-22


Ibr. 5:1-10

5:1 Sebab setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa.
5:2 Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan,
5:3 yang mengharuskannya untuk mempersembahkan korban karena dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri.
5:4 Dan tidak seorang pun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri, tetapi dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti yang telah terjadi dengan Harun.
5:5 Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini",
5:6 sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek."
5:7 Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.
5:8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,
5:9 dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,
5:10 dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek.


Mrk. 2:18-22

2:18 Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: "Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"
2:19 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.
2:20 Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
2:21 Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.
2:22 Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."



Hal Berpuasa

Saudara terkasih, puasa merupakan bentuk kesalehan yang biasa dilakukan zaman Yesus. Murid Farisi dan murid Yohanes berpuasa Senin-Kamis sebagaimana budaya kita terutama yang berasal dari Jawa, bukan puasa wajib sebagaimana puasa hari Penebusan. Yesus hendak menekankan  bagaimana motivasi berpuasa yang tepat bagi umat Kristiani.
Yesus memberikan jawaban mengenai puasa dengan sebuah perumpamaan mengenai jamuan perkawinan. Bagaimana sahabat dari mempelai laki-laki harus berpuasa, sedangkan suasana sedang berpesta. Puasa selain bentuk kesalehan juga mengandung unsur duka. Sangat tidak elok, ketika berpesta malah berpuasa. Yesus dengan demikian hendak menyatakan sedang mengajarkan bahwa kedatangan-Nya membawa damai sejahtera dan sukacita bukan bentuk kedukaan, yang sangat tidak layak malah berpuasa. Yesus menyatakan ketika Dia tidak ada di antara para murid, waktu itulah saatnya untuk berpuasa. Puasa merupakan bentuk kesalehan bersamaan dengan derma dan doa. Mengenai penggambaran kain dan kantong anggur tua dan baru hendak menyatakan kondisi baru yang Yesus bawa berkaitan dengan kehidupan zaman murid Farisi dan murid Yohanes Pembaptis. Ada ketidaksesuaian dengan kebaharuan yang telah Yesus bawa serta berikan. Puasa dalam masa Yohanes Pembaptis dan Farisi adalah persiapan menyambut Kerajaan Allah, sedang para murid sudah hidup dalam Kerajaan Allah dengan kedatangan Yesus di tengah mereka. Puasa kita ialah puasa dalam mewartakan pengharapan dalam kepenuhan persatuan dengan Yesus yang akan datang untuk kedua kalinya.

Saudara terkasih, Hari Kedua Pekan Doa Sedunia, memberikan pembicaraan mengenai Persaingan. Persaingan di dalam Gereja apalagi antargereja. Hampir setiap hari kita sering memikirkan persaingan dan rivalitas daripada berjalan bersama seiring sejalan. Keberhasilan sebagai kesempatan untuk menindas pihak lain, dan oleh kelompok yang merasa terkalahkan menjadi beban untuk mencari kesempatan menjatuhkan atau mencari-cari kesalahan pihak lainnya. Yesus yang telah membaptis lebih banyak dari pada Yohanes Pembaptis menimbulkan ketegangan dan ketidaknyamanan dari kelompok Farisi. Yesus menyingkir, karena letih Ia mencari sumur (Yoh. 4:6). Sumur tempat untuk bersandar, berisitirahat, dan melepaskan perselisihan. Apakah kita pernah menimbulkan perselisihan atau mengapa ada perselisihan di tempat kita? Mari kita temukan “sumur”  itu. BD.eLeSHa.  

Minggu, 18 Januari 2015

Marilah dan Lihatlah

Hari Minggu Biasa II (H)
1 Sam. 3:3b-10,19
Mzm. 40:2,4ab,7-8a,8b-9,10
1 Kor. 6:13c-15a, 17-20
Yoh. 1:35-42


1 Sam. 3:3b-10,19

3:3 Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah.
3:4 Lalu TUHAN memanggil: "Samuel! Samuel!", dan ia menjawab: "Ya, bapa."
3:5 Lalu berlarilah ia kepada Eli, serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil; tidurlah kembali." Lalu pergilah ia tidur.
3:6 Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi. Samuel pun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali."
3:7 Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya.
3:8 Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Ia pun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Lalu mengertilah Eli, bahwa TUHANlah yang memanggil anak itu.
3:9 Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: "Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar." Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya.
3:10 Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar."
3:19 Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satu pun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur.


1 Kor. 6:13c-15a, 17-20

6:13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.
6:14 Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.
6:15 Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!
6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.
6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.
6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu


Yoh. 1:35-42

1:35 Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya.
1:36 Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"
1:37 Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.
1:38 Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?"
1:39 Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.
1:40 Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.
1:41 Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)."
1:42 Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).




Marilah dan Lihatlah

Saudara terkasih, kalau ada yang bertanya mengenai Kekristenan paling mudah  dengan jawaban dari  sabda Yesus, datang dan lihatlah. Orang yang datang dan melihat memiliki pandangan yang jauh lebih jernih dan menyeluruh. Pengajaran dan kata orang masih kurang memberikan penggambaran yang lebih mendasar dari pada pengalaman sendiri. Mengalami dengan datang dan melihat sendiri. Seluruh indera terlibat ketika datang, ada interaksi, ada pengenalan, ada komunikasi. Melihat memberikan sajian visual mengenai apapun yang ingin diketahui lebih jauh.
Bacaan hari ini juga berkaitan dengan panggilan para murid. Panggilan dalam Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama. Samuel yang masih muda bahkan kanak-kanak belum mengerti apa kehendak Allah, bahkan dia kira adalah Eli yang memanggilnya. Mengerti kehendak Tuhan agar tidak salah mengerti, mana kehendak Tuhan dan mana kehendak kita. Kalau kebalik-balik bisa menyesatkan dan membuat sengsara. Kehendak saya ditanggapi sebagai kehendak Tuhan, sedang kehendak Tuhan kita abaikan seolah-olah itu adalah kehendak kita sendiri. Mengenal Tuhan itu berarti tahu kehendak-Nya.
Saudara terkasih untuk mengenal kehendak Tuhan dalam diri kita, kita perlu datang dan melihat dalam hati kita. Bagaimana kita datang ke dalam hati kita, dengan akrab diri dan menjalin relasi dengan Tuhan Allah secara intim, melalui doa, meditasi, dan tentunya merenungkan sabda Tuhan secara rutin.
Pekan Biasa II ini juga pembukaan Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristen. Hari pertama ini mengajak kita untuk melihat mengenai melintasi Samaria (Yoh. 4:4), keluar dari diri dan kelompok dan mengenal pihak lain dengan lebih baik. Mengedepankan persamaan dari pada perbedaan. Apakah aku masih asyik dengan duniaku, sehingga seperti katak dalam tempurung atau mau belajar memperoleh keluasan pengetahuan mengenai saudara-saudara yang berbeda dengan kita?BD.eLeSHa.


Sabtu, 17 Januari 2015

Bukan Orang Sehat yang Memerlukan Tabib

Pw. S. Antonius, Abbas (P)
Ibr. 4:12-16
Mzm. 19:8-9,10,15
Mrk. 2:13-17


Ibr. 4:12-16

4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.
4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Mrk. 2:13-17

2:12 Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."
2:13 Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.
2:14 Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.
2:15 Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.
2:16 Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
2:17 Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."


Bukan Orang Sehat yang Memerlukan Tabib

Saudara terkasih, bacaan hari ini menyatakan karya Yesus yang berbeda dengan para ahli kitab Yahudi. Guru yang satu ini justru memanggil orang yang sama sekali tidak dilirik oleh guru umumnya. Guru-guru Yahudi akan memilih murid yang baik, pintar, saleh, dan kesucian lainnya. Yesus justru memanggil pemungut cukai, orang yang karena pekerjaannnya sangat tidak disukai, bahkan bisa dianggap pendosa. Jawaban Yesus menghentikan perselisihan dan kontroversi di antara mereka, bahwa hanya orang sakit yang memerlukan tabib. Orang sehat tidak akan memerlukan tabib.
Panggilan dari Yesus sebagai perwujudan perutusan-Nya berkonsentrasi pada pribadi-pribadi yang tersingkir, tidak mendapat kesempatan, tidak memperoleh perhatian. Bukan orang yang cerdik pandai, namun pribadi yang sederhana bahkan tersingkir.
Saudara terkasih Yesus tidak menghendaki kesemurnaan kita, namun kesiapan kita untuk mengikuti-Nya dengan bersegera dan sepenuh hati. Panggilan-Nya bukan pilihan kita untuk memperoleh bagian dalam hidup Yesus. Kita yang sederhana yang apa adanya, namun mau dan sanggup untuk meninggalkan semuanya demi DIA. Sering kita berpikir apakah aku mampu, apakah aku layak, dan seterusnya. Padahal itu sarana roh jahat untuk menghambat kemajuan rohani kita dalam menjawab uluran tangan-Nya yang penuh kasih itu. Biarkan Tuhan yang bekerja dalam diri kita, bukan kita menyempurnakan diri untuk mencari-Nya. BD.eLeSHa.

Jumat, 16 Januari 2015

Dosamu Diampuni

Jumat Biasa Pekan I (H)
Ibr. 4:1-5,11
Mzm. 78:3,4bc,6c-7,8
Mrk. 2:1-12


Ibr. 4:1-5,11

4:1 Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku.
4:2 Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya.
4:3 Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: "Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku," sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan.
4:4 Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: "Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya."
4:5 Dan dalam nas itu kita baca: "Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."
4:11 Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga


Mrk. 2:1-12

2:1 Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.
2:2 Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,
2:3 ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.
2:4 Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.
2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"
2:6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:
2:7 "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"
2:8 Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?
2:9 Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?
2:10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --:
2:11 "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
2:12 Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."


Dosamu Diampuni

Saudara terkasih, pernyataan tegas, keras, dan kontroversial dalam budaya saat itu benar-benar menggugah ata kalau boleh dengan kata yang keras menyentakkan ahli-ahli Taurat dan para ahli Kitab yang lain. Pengampunan dosa hanya hak Allah. Yesus yang menyatakan mengampuni dosa tentu sebagai hujat pada Allah. Cerita ini merupakan reaksi Yesus atas iman dan kepercayaan penderita lumpuh terutama empat sahabatnya yang membuka atap demi bisa membawa sahabatnya tiba dekat dengan Yesus, padahal pintu dan jalan lain telah dipenuhi oleh orang yang sama-sama ingin sembuh. Orang yang berjejalan dengan kepentingan yang sama akan sulit untuk mengalah, menyingkir barang sejenak.  
Yesus melihat itu dan mengampuni dosanya, bukan semata menyembuhkan sebagaimana yang dimintanya. Permintaan diberikan jauh lebih besar dan bukan sembuh namun juga dosanya diampuni. Pengampunan jauh lebih penting dan berharga daripada kesembuhan fisik seperti sakit lumpuh tersebut.
Saudara terkasih penutup perikop ini menunjukkan kehendak Tuhan atas kasih dan berkat-Nya, yaitu memuji Allah. Banyak orang menjadi salah dengan meneluelukan dan menceritakan karya Yesus, namun Yesus menghendaki untuk lebih memuliakan Allah.

Sering kita salah menangkap dan mengerti rencana Tuhan dan melakukan kesenangan kita sendiri. Kepuasan manusiawi lebih menguasai kita.BD.eLeSHa.

Kamis, 15 Januari 2015

Orang Kusta Disembuhkan dan Kesalahmengertian

Kamis Pekan Biasa I (H)
Ibr. 3:7-14
Mzm. 95:6-7, 8-9, 10-11
Mrk. 1:40-45


Ibr. 3:7-14

3:7 Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,
3:8 janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun,
3:9 di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya.
3:10 Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku,
3:11 sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."
3:12 Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.
3:13 Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.
3:14 Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.

Mrk. 1:40-45

1:40 Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku."
1:41 Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir."
1:42 Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.
1:43 Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras:
1:44 "Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka."
1:45 Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.


Orang Kusta Disembuhkan dan Kesalahmengertian

Saudara terkasih, belas kasih Yesus terhadap orang kusta menggerakkan-Nya untuk mengulurkan tangan dan dia sembuh. Kesembuhan yang direspons dengan kegembiraan yang baik, bahkan berlebihan. Orang kusta selain sakit fisik berupa kusta itu, juga sakit dalam arti sosial mereka dikucilkan dan diasingkan dari orang-orang terkasihnya juga dari masyarakat secara umum. Bisa dimengerti bagaimana reaksi kesembuhan itu bisa berlebihan, bahkan hingga menghambat karya Yesus, sebagaimana ayat 45 yang menyatakan tidak lagi bisa terang-terangan masuk kota.
Kita sebagai pengikut Kristus yang mengaku Kristen, perlu untuk setia menjalankan kehendak-Nya, pertama, Jadilah tahir,  ataupun Jangan menceritakan hal ini kepada siapapun. Seluruh perintah dan kehendak Tuhan harus kita jalankan dengan setia dan bukan pilih-pilih.

Saudara terkasih, kehendak baik dan perbuatan baik, belum tentu akan menghasilkan kebaikan pula. Lihat apa yang telah Yesus lakukan di atas, semuanya kebaikan, belas kasih, penyembuhan, dan pemulihan, namun menghasilkann reaksi yang justru membahayakan Yesus dan karya-Nya lebih besar lagi. Dengan demikian, apabila kita berbuat baik namun menerima balasan yang tidak semestinya, bahkan bisa berupa sikap curiga, bermusuhan, dan membahayakan diri kita, bisa sebagai hal yang wajar, bahkan Yesus pun mengalami. Bagaimana sikap kita kalau menghadapi dan menerima tanggapan yang demikian? Marah, emosi, menggerutu atau bersyukur mendapatkan pengalaman baru? BD.eLeSHa.

Rabu, 14 Januari 2015

Semua orang mencari Engkau

Rabu Biasa Pekan I (H)
Ibr. 2:14-18
Mzm. 105:1-2,3-4,6-7, 8-9
Mrk. 1:29-39


Ibr. 2:14-18

2:14 Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;
2:15 dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.
2:16 Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.
2:17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
2:18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

Mrk. 1:29-39

1:29 Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas.
1:30 Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.
1:31 Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.
1:32 Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.
1:33 Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.
1:34 Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.
1:35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.
1:36 Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;
1:37 waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau."
1:38 Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."
1:39 Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.


 Semua orang mencari Engkau

Saudara terkasih, Yesus menyembuhkan mertua Petrus dengan satu sentuhan. Hari pertama pelayanan Yesus tidak dikalahkan terbenamnya matahari, datangnya malam waktu itu banyak tamu yang datang untuk disembuhkan. Seluruh kota berkumpul untuk menerima penyembuhan dan pembebasan dari kerasukan setan. Malam itu juga mereka bebas, namun Jati Diri Kemesiasan Yesus lindungi dengan menghardik setak untuk tidak berbicara, karena mereka kenal siapa Dia. Yesus  tidak menghendaki DIA dikenal sebagai pembuat mukjizat saja, namun keseluruhan perutusan-Nya terutama dalam kayu salib.
Saudara terkasih, mengikuti orang terkenal, membuat pekerjaan luar biasa, menyembuhkan merupakan fenomena alamiah dan semua manusia tentu kagum akan perbuatan-perbuatan ajaib tersebut. Yesus tidak menghendak pengenalan dan ikut dengan dasar yang seperti itu. Pengikuti DIA berarti utuh yaitu hingga yang paling berat salib. Bukti nyata ini ialah pernyataan orang-orang yang menghendaki DIA turun dari salib ketika penyaliban. Demikian yang dilakukan penduduk Galilea, mereka datang karena Yesus membuat tindakan ajaib dalam pandangan mereka.
Saudara terkasih Mesias bukan semata mukjizat penyembuhan dan tindakan ajaib-Nya, namun juga jalan perutusan yang menjadi pilihan Yesus yaitu salib. Derita yang membawa keselamatan dan kemuliaan. Barangsiapa tidak setia dengan salibnya sendiri, dia belum mengenal Mesias yang sejati secara utuh.

Sudahkah kita mengikuti Yesus secara utuh, ataukah hanya mengikuti pekerjaan ajaib-Nya dan meninggalkan jalan salib-Nya? BD.eLeSHa.

Selasa, 13 Januari 2015

Yesus Di Rumah Ibadat Di Kapernaum

Selasa Biasa Pekan I (H)
Ibr. 2:5-12
Mzm. 8:2a,5,6-7,8-9
Mrk. 1:21b-28


Ibr. 2:5-12

2:5 Sebab bukan kepada malaikat-malaikat telah Ia taklukkan dunia yang akan datang, yang kita bicarakan ini.
2:6 Ada orang yang pernah memberi kesaksian di dalam suatu nas, katanya: "Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya, atau anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
2:7 Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat,
2:8 segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya." Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatu pun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya.
2:9 Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.
2:10 Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah -- yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan --, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.
2:11 Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara,
2:12 kata-Nya: "Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat,"

Mrk. 1:21b-28

Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
1:22 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.
1:23 Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak:
1:24 "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."
1:25 Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!"
1:26 Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.
1:27 Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya."
1:28 Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.


Yesus Di Rumah Ibadat Di Kapernaum

Saudara terkasih, hari ini Bunda Gereja mengajak kita merenungkan karya Yesus yang masih sangat dini. DIA memulai karya-Nya di rumah ibadat, setelah memanggil murid-murid pertama-Nya. Pusat rumah ibadat sebagai sentral permulaan pewartaan-Nya menunjukkan kualitas beriman dan hidup  beragama Yesus. Ia mengajar dengan penuh kuasa yang dinyatakan hingga dua kali dalam perikopa yang cukup pendek ini, yaitu ayat 22 dan 27. Akibat apa yang ditimbulkan dari pengajaran yang penuh kuasa itu ialah banyak orang yang kagum, bahkan roh jahatpun takut lihat ayat 26. Markus mengajak kita melihat bahwa Yesus mengajar dengan kuasa bukan hanya dalam kata-kata, namun dilengkapi dengan utuh oleh perbuatan yang penuh kuasa pula.
Setan dan kuasa jahat merepresentasi pada kesehatan dan kebaikan yang terkungkung kuasa mereka, sehingga orang menjadi sakit dan jahat. Sakit dan jahat melambangkan kuasa jahat menguasai hidup manusia. Perlawanan dari itu ialah kesehatan yang prima dan kebaikan menjadi bagian hidup manusia sebagai kedatangan dan kekuasaan Allah atas hidup manusia.
Markus membawa jemaat dan pembacanya untuk mengenal Yesus sebagai Guru sekaligus penyembuh. Keheranan dan kekaguman sebagai daya tarik bagi orang-orang yang hendak mengikuti-Nya. Yesus bukan hanya menghendaki mereka untuk kagum dan heran, namun lebih jauh dari itu ialah pengikut-Nya juga berjalan dan menapaki apa yang telah IA tempuh, yaitu salib.
Saudara terkasih, kagum dan heran akan dunia dan isinya ini mudah dan banyak sekali yang bisa mengajak orang untuk berdecak kagum. Ungkapan pujian, sorak-sorai karena perbuatan yang luar biasa bisa dita temui setiap saat. Yesus menghendaki kita bukan berhenti sampai di situ, namun ikut dalam cara hidup-Nya. Melihat fenomena alam yang dasyat dan luar biasa apakah cukup kita membagikannya dengan orang lain melalui banyak media yang tersedia saat ini, mengabadikannya dengan berbagai sarana yang makin bagus dan canggih? Belum, karena jauh lebih penting ialah membawa itu semua kepada rasa syukur ada Allah yang telah memberikan-Nya.

Saudara terkasih, semua berkat di dunia diberikan Allah dengan cuma-cuma. Allah memberikan kepada kita dengan bebas dan seluas-luasnya, namun jangan lupa untuk mensyukuri karena kita sama sekali tidak berperan dalam itu semua, selain kasih karunia-Nya semata. BD.eLeSHa.

Senin, 12 Januari 2015

Mari, Ikutlah Aku

Senin Biasa, Pekan I (H)
Ibr. 1:1-6
Mzm. 97:1,2b,6,7c,9
Mrk. 1:14-20


Ibr. 1:1-6

1:1 Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,
1:2 maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.
1:3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,
1:4 jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.
1:5 Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?" dan "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?"
1:6 Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia."



Mrk. 1:14-20

1:14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
1:15 kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"
1:16 Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
1:17 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
1:18 Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
1:19 Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.
1:20 Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.


Mari, Ikutlah Aku

Saudara terkasih, mengawali masa biasa di tahun baru liturgi ini, Gereja mengajak kita untuk merenungkan pemuridan. Yesus memanggil para murid awalnya, oleh Markus mendapatkan porsi yang penting, maka ada pada awal-awal Injilnya. Pertama, ikut pribadi Yesus bukan program kerja atau visi misi Yesus bahasa modern. Yesus belum memulai pengajaran dan menyatakan apa yang hendak terjadi. Kedua, para murid ikut bukan karena adanya mukjizat yang telah Yesus lakukan sehingga seolah-olah mereka kagum akan kekuatan Yesus dengan mukjizat-Nya. Ketiga, kesederhanaan nelayan dalam kaitan dengan kehidupan religius dan keagamaan bukan dalam status sosial, lihat mereka memakai nama yang berkaitan dengan bahasa Yunani. Mereka bersentuhan dengan budaya lain, dalam hal ini Yunani yang saat itu sudah maju. Demikian pula sekitar  danau Galilea dikenal kampung yang lebih maju dan sejahtera. Berarti bukan berkaitan dengan ekonomi dan status sosial. Keempat, inisiatif itu Yesus, ikutlah Aku, bukan kehendak para murid. Kelima, kesiapsediaan, bukti konkrit dalam kisah tersebut yaitu adanya cerita meninggalkan jala berkaitan dengan profesi dan jamin hidup, meninggalkan orang tua, relasional dengan keluarga dan ikatan eksklusif kekerabatan, serta orang upahan, menunjukkan status sosial sebagai majikan yang memiliki kuasa dan kekayaan.
Saudara terkasih, ikatan keluarga, kekayaan, status sosial, dan jaminan masa depan ditinggalkan demi mengikuti panggilan-Nya. Panggilan untuk menjadi penjala manusia, berkaitan dengan memanggil dan menyelamatkan manusia yang  berkaitan dengan keselamatan abadi dan ikut ambil bagian dalam karya Yesus untuk  mewartakan Kerajaan Surga. BD.eLeSHa.


Minggu, 11 Januari 2015

Engkaulah Anak-Ku yang Ku-kasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.

Pesta Pembaptisan Tuhan (P)
Yes. 55:1-11
Yes. 12:2-3,4bcd,5-6
1 Yoh. 5:1-9
Mrk. 1:7-11


Yes. 55:1-11

55:1 Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!
55:2 Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.
55:3 Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.
55:4 Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa;
55:5 sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau.
55:6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!
55:7 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.
55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
55:10 Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan,
55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.


1 Yoh. 5:1-9

5:1 Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya.
5:2 Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.
5:3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,
5:4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.
5:5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
5:6 Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran.
5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.
5:8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.
5:9 Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.


Mrk. 1:7-11

1:7 Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.
1:8 Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."
1:9 Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.
1:10 Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.
1:11 Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan”.


Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.

Saudara terkasih, pembaptisan merupakan wujud pertobatan dari kedosaan manusia. Baptis hendak mengembalikan status anak Allah yang sempat lepas dan retak karena kedosaan. Yesus minta baptisan Yohanes bukan karena kedosaan namun mengambil peran sepenuhnya sebagai seprang insan yang hendak menunjukkan empati-Nya tidak setengah-setengah.
Baptis juga merupakan salah satu tanda masuk dalam keanggotaan Gereja saat ini, menjadi aneh ketika orang mengatakan kristenisasi dengan mie instan, sekarung beras, dan segala yang berciri manusiawi. Bagaimana proses panjang dengan pelajaran dan pengujian yang berjenjang, maka tidak heran banyak yang bosan atau frustasi dengan sulitnya proses yang perlu dijalani demi sebuah baptis.
Yohanes sebagai pendahulu Yesus membaptis dengan air, dan yang datang kemudian akan membaptis dengan Roh, datang kepada Yohanes untuk dibaptis. Pewartaan Yohanes ternyata dikukuhkan dan diteguhkan oleh Allah sendiri yang menyatakan, Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan. Pernyataan dari Allah yang menyatakan Yesus sebagai Anak Allah, namun jangan salah, bukan karena pembaptisan DIA menjadi Putera Allah. Dia menjadi Putera Allah jauh sebelum itu, sejak awal DIA telah menjadi Putera Allah.
Berbahagialah kita, yang telah mendengarkan panggilan Allah dan dipersatukan dalam kesatuan dengan-Nya dalam pembaptisan. Pembaptisan kita menjadikan kita sebagai anak Allah, status yang menjanjikan, bukan sembarangan, apalagi konsekuensi yang akan kita peroleh. Keselamatan telah terjadi, dan kita peroleh, bukan semata hidup di dunia ini, namun hidup kekal dan berbahagia bersama dalam kesatuan dengan kasih Allah Bapa di surga.
Perayaan Pesta Pembaptisan Tuhan mengakhiri perayaan seputar Natal dan esok hari memasuki masa biasa. Masa di mana akan ditandai dengan warna liturgi Hijau. Masa biasa kali ini adalah masa biasa B/I. BD. eLeSHa.