Jumat, 19 September 2014

Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.

Jumat Biasa (H)
 1 Kor. 15:12-20
Mzm. 17:1,6-7,8b,15
Luk. 8:1-3


1 Kor. 15:12-20

15:12 Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?
15:13 Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
15:14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.
15:15 Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus -- padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan.
15:16 Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
15:17 Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.
15:18 Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus.
15:19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.
15:20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

Luk. 8:1-3

8:1 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
8:2 dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,
8:3 Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.


Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan,
maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.

Saudara terkasih, Injil hari ini memberikan pembelajaran luar biasa indah. Tuhan Yesus menjalankan misi perutusan yang baru. Perempuan yang mengikuti perjalanan pewartaan Khabar Gembira Tuhan untuk melayani dan membantu mencukupi kebutuhan rombongan Tuhan Yesus dan para murid-Nya. Siapa perempuan ini? Mereka adalah yang telah menerima dan merasakan cinta kasih Tuhan dan  curahan kasih-Nya telah memanggil mereka untuk ikut bersama Tuhan dalam pengajarannya. Maria Magdalena dan Yohana bahkan ikut sampai kaki salib dan saksi-saksi pertama kebangkitan.
Paulus menyatakan pengajaran demikian berkaitan dengan iman kepercaaan umat di Korintus. Korintus telah memiliki iman kepercayaan mengenai tiadanya kebangkitan orang mati. Jika orang mati tidak bangkit, untuk apa pengharapan orang beriman. Pekerjaan sia-sia dan itu tidak ada jalan keluar yang ditawarkan iman kepercaan jemaat Korintus. Iman Kristiani memberikan jawaban atas persoalan itu dengan adanya kebangkitan badan. Ilustrasi untuk memudahkan pemahaman kita, bagaimana keadilan Tuhan Allah bagi orang yang baik di dunia ini, namun hidup penuh kesedihan dan penderitaan? Jawabannya Tuhan Allah telah menjanjikan kehidupan mulai bersama-Nya di taman Firdaus.BD.eLeSHa.


Kamis, 18 September 2014

Dosamu telah diampuni, Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!

Kamis Biasa (H)
1 Kor. 15:1-11
Mzm. 118:1-2,16ab-17,28
Luk. 7:36-50


1 Kor. 15:1-11

15:1 Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
15:2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu -- kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.
15:3 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
15:4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;
15:5 bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.
15:6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.
15:7 Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.
15:8 Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
15:9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
15:11 Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.



Luk. 7:36-50

7:36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
7:37 Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
7:38 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.
7:39 Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa."
7:40 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon: "Katakanlah, Guru."
7:41 "Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.
7:42 Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?"
7:43 Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu."
7:44 Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.
7:45 Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.
7:46 Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.
7:47 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih."
7:48 Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni."
7:49 Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?"
7:50 Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"

Dosamu telah diampuni, Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!

Saudara terkasih, Paulus mengajarkan kepada kita mengenai keselamatan, dengan menerima Injil bukan semata pengajaran ataupun doktrin, namun suatu kuasa untuk menyelamatkan. Pusat ajaran Kristen ialah kematian dan kebangkitan Yesus. Empat unsur yang ada di dalam Syahadat ia kutip untuk meyakinkan umat Korintus, Kristus yang wafat, dimakamkan, dibangkitan, dan menampakkan kemuliaan. Pemakaman Kristus adalah penekanan kenyataan kematian-Nya. Tradisi dan pemikiran Yahudi, makam adalah tahap akhir kematian. Tiga hari melambangkan kenyataan kematian dan pemakaman itu. Allah hakim orang hidup dan mati, telah membangkitkan Kristus.
Saudara terkasih, Tuhan Yesus meskipun mau diundang makan dengan orang berdosa, tidak pula menolak diundang oleh orang kaya. Injil hari ini mengajak kita untuk melihat kasih karunia Allah bagi kehidupan kita. Bagaimana kasih itu memampukan kita untuk berbuat kasih yang sama kepada sesama. Orang yang berbuat kasih banyak, tentunya dia juga bisa melakukan kasih yang sama bagi sesamanya yang lain. Ilmu psikologi modern menyatakan hal yang sama. Anak yang dibesarkan di dalam kehidupan demokratis, diberi keleluasaan untuk mengambil keputusan dan dewasa di dalam perbedaan, akan menjadi pribadi yang juga toleran, berani bertanggung jawab, menerima perbedaan dengan jiwa besar. Tawaran kasih karunia Allah menyapa manusia sehingga ia juga tergerak untuk membagikan kasih kepada sesamanya. Gambaran ilustrasi yang digunakan adalah Simon dan perempuan pendosa. Simon dikatakan tidak menyediakan air untuk cuci kaki, namun perempuan tersebut menyeka kaki Tuhan Yesus dengan air matanya, demikian beberapa contoh lain yang dikatakan untuk menunjukkan kasih yang diterima dan diberikan kembali.BD.eLeSHa.


Rabu, 17 September 2014

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Rabu Biasa (H)
1 Kor. 12:31-13:13
Mzm. 33:2-3,4-5,12,22
Luk. 7:31-35


1 Kor. 12:31-13:13

12:31 Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi
13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.
13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
13:9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
13:10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
13:11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.
13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.


Luk. 7:31-35

7:31 Kata Yesus: "Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama?
7:32 Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis.
7:33 Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan.
7:34 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.
7:35 Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Saudara terkasih, pembacaan kita hari inii memberikan gambaran, iman yanag besar kepada Tuhan, namun melupakan sesama ialah ada yang kurang. Salib disusun atas kayu vertikal,ini kehidupan beriman kita. Iman kepada Tuhan sebagai penopang Salib yang kita tidak boleh bahkan hukumnya wajib untuk kita penuhi, banyak cara untuk mewujudkan kehidupan beriman tersebut. Paulus memberikan pendekatan kepada Salib melalui posisi horisontal, di mana relasi dan keberpihakan kepada sesama, dalam hal ini melalui dan berupa kasih itu perlu dan penting. Sama pentingnya dengan iman, karena Salib tersusun atas dua kayu yang saling menopang Tubuh Penyelamat kita.

Bacaan Injil, hari ini hendak menunjukkan betapa susahnya orang itu untuk diyakinkan di dalam kebenaran. Meskipun kebenaran Tuhan Allah tidak akan pernah sama sekali hilang dari dunia. Kebenaran yang selalu diulang-ulang, ditawarkan, dan diberikan kepada manusia, apapun tanggapannya. Yohanes Pembaptis sebagai pendahulu Tuhan Yesus ditolak, demikian juga Yesus ditolak juga. Kedegilan dan kekerasan hati lebih mewarnai kehidupan manusia. Namun Allah dengan Kebijaksanaan dan kasih-Nya selalu hadir dan melunakkan hati yang beku.BD.eLeSHa.

Selasa, 16 September 2014

Tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan

Pw. S. Kornelius, Paus dan Siprianus, UskMrt (M)

1Kor.12:12-14,27-31a
Mzm. 100:2,3,4,5
Luk. 7: 11-17


1Kor.12:12-14,27-31a
12:12 Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.
12:13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.
12:14 Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota
12:27 Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.
12:28 Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.
12:29 Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat,
12:30 atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?
12:31 Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama


Luk. 7: 11-17

7:11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
7:12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
7:13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"
7:14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"
7:15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
7:16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya."
7:17 Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

Tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan

Saudara terkasih, bacaan Injil hari ini menyatakan belas kasih Tuhan telah menghibur janda yang kehilangan anaknya. Cerita dan peristiwa yang cukup berbeda bagaimana sikap aktif dari pihak manusia tidak selalu menjadikan terjadinya berkat itu. Konsep doaku terkabul dengan ini terjawab, bahwa Tuhan tidak harus dimintai, namun bisa juga bahwa berkat itu dianugerahkan dan diberikan secara gratis, Tuhan memberikan berkat-Nya sebagai anugerah luar biasa bagi umat kesayangan-Nya. Rahmat tidak bergantung akan usaha, doa, jerih payah kita. Namun bukan berarti kita diam saja pasti Tuhan sudah tahu akan memberikannya, bukan demikian. Sikap aktif kita perlu dilakukan sebagai konsekuensi logis atas sapaan cinta Tuhan tersebut.

Saudara terkasih, bacaan Injil hari ini menunjukkan bahwa kita sebagai Gereja, merupakan satu anggota di dalam tubuh Gereja tersebut. Banyak penopang dan penyusun sebagaimana tubuh, dengan adanya tangan, kaki, usus, dan sebagainya. Di antara itu semua merupakan satu kesatuan. Peran masing-masing berbeda namun memeliki kedudukan yang sama, untuk menjalankan dan melakukan aktivitas yang berupa tubuh atau badan. Perbedaan hanyalah pada peran masing-masing. Demikian juga di dalam Gereja, hirarkhi, awam, biarawan/biarawati, memiliki kedudukan yang sama, namun fungsi dan peran yang berbeda. Masing-masing memegang dan menjalani perutusan di medan sendiri-sendiri.BD.eLeSHa.

Senin, 15 September 2014

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Pw. SP. Maria Berdukacita (P)
1 Kor. 12:31-13:13
Mzm. 31:2-3a,3b-4,5-6,15-16,20
Yoh. 19:25-27


1 Kor. 12:31-13:13

12:31 Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.
13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.
13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
13:9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
13:10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
13:11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.
13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.


Yoh. 19:25-27

19:25 Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
19:26 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!"
19:27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya


Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Saudara terkasih, Paulus hari ini menunjukkan sikap Salib, di mana palang vertikal saja, yaitu berkaitan dengan iman dan relasional terhadapan Yang Illahiah, perlu disempurnakan dan dilengkapi dengan sikap hati yang baik kepada sesama. Ia menggambarkan apapun keunggulan Ilahiah, kalau pribadi tersebut buruk relasinya, dalam bahasa Paulus adalah kasih tersebut tidak baik akan sia-sia lah apa yang terjadi dengan iman dan keunggulan kita. Sikap hati yang baik kepada Tuhan dan sesama merupakan kesatuan utuh bagi kepribadian berkualitas bagi Paulus.
Tekanan cinta Tuhan dan sesama ini hingga hari ini masih aktual, karena apa yang dilakukan orang biasanya timpang. Pengabdian kepada Tuhan baik dan luar biasa, anak-dan pasangan hidup protes karena sibuknya mengurus Gereja. Demikian pula karena keluarga dan peemnuhan kebutuhan dan persoalan keluarga, dengan enteng meninggalkan kewajiban untuk menjalin relasi dengan Tuhan. Alasan Tuhan Mahakuasa, Tuhan Mahatahu sering dijadikan alat dan pembenaran sikap “malas, enggan, dan menutupi kekurangannya” dalam menjalin komunikasi dengan Tuhan Allah. Peekembangan teknologi yang menghubungkan kemanusiaan tanpa batas, sering juga meninggalkan kasih dan iman yang mendalam bagi manusia. Keasyikan kita dengan media sosial menjadikan kita asyik dengan yang jauh dan antah barantah dibandingkan dengan Tuhan dan keluarga, kerabat, yang ada di dekat kita. Kasih mengatasi sikap buruk kita menjadi manusia yang lebih berkualitas.

Kualitas seperti apa yang Tuhan teladankan kepada kita? Keteladanan bersikap tak berubah dalam segala suasana. Lihat Bunda Maria, berjalan bersama Tuhan di dalam seluruh peristiwa Salib. Sejak penangkapan, penyiksaan, bahkan ketika di bawah kayu salib, Ibu Maria dengan tekun mendampingi Puteranya, meskipun hatinya terkoyak, mana ada seorang ibu yang tidak terkoyak melihat kepedihan, kekejian, kekejaman yang ditimpakan kepada Puteranya. Salib pedih Tuhan itu juga salib yang terperikan kepada Bunda Maria. Ia tetap teguh menjalani itu semua sebagai bagian hidup yang tak terpisahkan. Setia di dalam suka cita banyak yang melakukan, namun di dalam kondisi paling buruk, kondisi terjelek Ibu Maria tetap menjalaninya. Ini semua karena iman, kasih, dan sikap hati Maria.BD.eLeSHa.

Minggu, 14 September 2014

Supaya semua orang percaya, hidup kekal

Pesta Salib Suci (M)
Bil. 21:4-9
Mzm. 78:1-2,34-35,36-37,38
Fil. 2:6-11
Yoh. 3:13-17


Bil. 21:4-9


21:4 Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
21:5 Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak."
21:6 Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.
21:7 Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu.
21:8 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup."
21:9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup


Fil. 2:6-11

2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa


Yoh. 3:13-17

3:13 Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
3:14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
3:15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia

Supaya semua orang percaya, hidup kekal
Saudara terkasih, berbicara mengenai Salib, orang sering salah menafsirkan, dan menghayatinya, pokoknya beban hidup, permasalahan yang menimpa, kesulitan hidup dianggap sebagai Salib. Salib merupakan tanggungan kita sebagai konsekuensi umat beriman di dalam menjalani kehidupan ini sebagai peziarahan menuju kepada Bapa di Surga. Di dalam menjalankan tugas perutusan kita dan mendapatkan hadangan, fitnah karena kita beriman Kristiani, itu baru Salib. Rekan-rekan saya yang mengabdikan diri sebagai guru di sekolah negeri, sering diintimidasi untuk mengikuti iman mayoritas, dan dipersulit ketika ada pengangangkatan, kalau rezeki tidak dibagi, namun pekerjaan selalu dibebankan kepada mereka, karena imannya kepada Tuhan, inilah Salib. Syarat berikutnya ialah diikuti dengan setia, dan sabar.
Saudara terkasih, sabar bukan berati tidak melakukan. Namun tanpa emosi dan kecewa berlebihan, mengadakan permenungan, perhitungan, dan melakukan tindakan yang bijaksana. Emosi, ketergesa-gesaan bukan tindakan bijaksana, karena bisa digunakan roh jahat untuk membelokkan kita kepada kuasa  gelap dan menjauhkan adri DIRI dan kuasa-NYA.

Saudara terkasih, apapun yang Tuhan Allah kehendaki kita patut melaksanakan dan menjalaninya dengan suka cita dan rendah hati. Iman kita sudah tepat, beriman kepada YANG BENAR dan kita akan beroleh hidup yang kekal. Selamat berhari Tuhan. BD.eLeSHa.

Sabtu, 13 September 2014

Apa yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya

Pw. S. Yohanes Krisostomus, UskPujG (P)
1 Kor. 10:14-22
Mzm. 116:12-13, 17-18
Luk. 6:43-49

1 Kor. 10:14-22

10:14 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala!
10:15 Aku berbicara kepadamu sebagai orang-orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah sendiri apa yang aku katakan!
10:16 Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?
10:17 Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.
10:18 Perhatikanlah bangsa Israel menurut daging: bukankah mereka yang makan apa yang dipersembahkan mendapat bagian dalam pelayanan mezbah?
10:19 Apakah yang kumaksudkan dengan perkataan itu? Bahwa persembahan berhala adalah sesuatu? Atau bahwa berhala adalah sesuatu?
10:20 Bukan! Apa yang kumaksudkan ialah, bahwa persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat.
10:21 Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat.
10:22 Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia?

Luk. 6:43-49

6:43 "Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.
6:44 Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.
6:45 Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya."
6:46 "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
6:47 Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya -- Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan --,
6:48 ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.
6:49 Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.

Apa yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya

Saudara terkasih, Paulus menyatakan kita untuk menjauhi penyembah berhala, mau tidak mau, kita juga dilarang menyembah berhala. Delat dengan penyembahnya saja dilarang apalagi melakukannya. Berhala zaman sekarang tidak mesti sama persis dengan apa yang terjadi pada waktu itu. Perkembangan zaman menciptakan berhala-berhala gaya baru. Uang, jabatan, kekuasaan, kemampuan, otak atau intelektual kita, ilmu pengetahuan, teknologi, telah menjadi berhala gaya baru. Bagaimana tidak ketika kita hanya mengandalkan diri dan kemampuan kita atau orang lain dalam hidup kita, kalau bukan itu berhala kita. Beribadat malah asyik dengan smartphone, gadget, atau sosial media kita. Komunikasi dengan Tuhan telah terinterupsi oleh bip-bip nada getar dan lampu dengan perangkat kita. Lama tidak misa, berminggu-minggu tidak terima komuni santai saja, namun terpisah sekian detik saja dengan hp kita telah blingsatan seperti sakau. Materi, kekuasaan, dan jabatan sering memabukkan kita. Lupa kanan-kiri, depan-belakang, saudara, teman, sahabat tidak lagi dikenal, tidak sejalan adalah musuh. Melupakan Tuhan Sang Pencipta dan mengandalkan diri, kemampuan, dukungan temannya dalam segala hal.

Saudara terkasih, mengapa itu terjadi? Lukas menyatakan hal demikian itu hidup, menggejala, dan mewarnai hidup manusia karena memiliki hati yang rapuh. Mulut menyatakan kehendak Tuhan, namun hatinya telah terikat pada berhala mereka. Mulut dan hati yang tidak sama. Mengungkapkan dengan fasih ayat-ayat sabda Tuhan, namun di belakang menikam saudara-saudarinya yang tidak sependapat dengannya. Menyatakan keadilan dan kebenaran dengan berapi-api namun mendesak-desak koleganya untuk melakukan suap, manipulasi, dan menggandakan aggaran.BD.eLeSHa.

Jumat, 12 September 2014

Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar dari matamu..

Jumat Biasa (H)
1 Kor.9:16-19,22-27
Mzm. 84:3-4,5-6,12
Luk. 6:39-42


1 Kor.9:16-19,22-27

9:16 Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.
9:17 Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.
9:18 Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.
9:19 Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.
9:22 Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.
9:23 Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.
9:24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!
9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
9:26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.
9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Luk. 6:39-42

6:39 Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?
6:40 Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.
6:41 Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?
6:42 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar dari matamu..
Saudara terkasih, gambaran selalu hangat ialah gampang melihat kesalahan orang dibandingkan dengan apa yang yang ada di dalam diri sendiri. Penyakit jiwa manusia atau memang sudah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kemanusiaan kita? Persoalan klasik dan modern masih tetap sama, mengenai kesalahan dan kedosaan. Tidak ada evolusi dan revolusi untuk hal ini. Lihat saja sekarang ini betapa lebih banyak dan sering orang memperlihatkan sikap sok baik dan menasihati orang lain, sedang dirinya sendiri penuh dengan sikap buruk lainnya, dan itu dengan bangga dipertontonkan di depan media massa. Gejala zaman ini, terutama di Indonesia, ketika sudah menjadi kesalahan umum, maksudnya lebih banyak yang berbuat sudah dianggap benar, walaupun itu jelas-jelas salah. Sejak era reformasi, euforia kebebasan itu sudah seharusnya dihentikan. Kembali tertib penuh kesadaran bukan tertib karena ketakutan seperti zaman Eyang Suharto, masa lalu yang penuh represi dan kekhawatiran.
Orang berbuat salah, malah melotot, membentak, mengintimidasi, saat ini masyarakat sedang sakit karena lamanya ditekan, namun bukan menyesali keadaan dengan seenaknya bertindak, saat ini, saat untuk kembali ke jalan dan trek yang benar. Keadaan bukan membaik, namun memburuk kalau terus-terusan dirusak oleh perilaku buruk kita sendiri.

Materi dan sikap matre menjadi bagian yang mulai melekat di semua lini kehidupan dewasa ini. Matre dan pekerja layak mendapat upah suatu perbedaan yang mencolok san jauh berbeda. Pribadi matre itu apa-apa uang, kalau tidak ada penghargaan berupa uang dianggap percuma, merugikan, dan sia-sia. Berbeda dengan pekerja layak mendapat upah, ialah “pengganti” atas keringat, tenaga, dan pikiran yang telah dikeluarkan. Adanya penghargaan yang layak dan sepantasnya atas apa yang telah dilakukan. Orientasi atas pekerjaan bukan uang, namun konsekuensi atas kerja adalah mendapatkan balasan setimpal.BD.eLeSHa.

Kamis, 11 September 2014

Pribadi Berkuaitas


Hari Biasa, (H)
1 Kor. 7:25-31
Mzm. 45:11-12,14-15,16-17
Luk. 6:12-19

1 Kor. 8:1a-7,11-13

8:1a" Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.
8:2 Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.
8:3 Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.
8:4 Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."
8:5 Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi -- dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian --
8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
8:7 Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya.
8:11 Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena "pengetahuan"mu.
8:12 Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus.
8:13 Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku


Luk.  6:27-38

6:27 "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
6:28 mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.
6:29 Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.
6:30 Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.
6:31 Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.
6:32 Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.
6:33 Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.
6:34 Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.
6:35 Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.
6:36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."
6:37 "Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

Pribadi Berkuaitas

Saudara terkasih, Tuhan menghendaki kita bukan sebagai yang biasa-biasa saja. Tuhan menghendaki kita memiliki kepribadian dan kualitas hidup yang lebih dari pada manusia biasa dan kebanyakan. Kualitas pribadi menjadi pokok tuntutan Tuhan atas diri kita. Bukan orang yang biasa-biasa saja, namun pribadi yang luar biasa. Orang berdosa pun bisa melakukan hal itu, kita sebagai umat pilihan yang dimeterai kekal dengan cinta kasihnya yang abadi perlu lebih dari pada mereka. Seluruh Injil hari ini mengungkapkan perbandingan antara semua yang bisa orang lakukan, dan apa yang seharusnya kita lakukan sebagai orang Katolik.
Pengalaman saya aktif di sosial media, menampakkan hal ini telah menjadi karakter sebagian besar orang Katolik, tidak menjelek-jelekkan, meskipun dijelek-jelekkan, bahkan mengenai Tuhan, agama, ataupun imannya. Melihat perbedaan sebagai hal yang wajar dan bersikap santun meskipun dikata-katai dengan sengit dan intimidatif. Tidak pernah ikut campur dengan mencari-cari kejelekan dan kelemahan pihak lain, untuk bahan candaan dan tertawaan. Sangat berbeda memang kualitas itu. Tuhan telah memberikan benih karakter kepada kita dan kita patut berbangga dengan itu.
Di dalam kehidupan sosio politik, kita juga memperoleh peran yang selalu menjadi kambing hitam. Persoalan apa, dengan siapa, Katolik menjadi sasaran tembak dan permusuhan terselubung. Saudara terkasih, ketika hal tersebut terjadi kita patut berbangga menjadi Katolik, karena kita ternyata telah menjadi murid Kristus yang sejati. Murid yang bukan biasa-biasa saja, namun pribadi luar biasa. Bahkan ada seorang tokoh agama cukup besar di Indonesia karena dia tidak tahu esensi namun berpikir harafiah menyatakan kalau dipukul pipi kiri berikan kanan, diteruskan dengan bonyok semua, semoga dia diampuni Kristus, karena dia sudah almarhum. Nyata punya telinga namun tidak mendengar, punya mata namun tidak melihat.

Namun, masih ada juga orang yang terpancing emosi ketika direndahkan, dilecehkan, dan dibully, Saudara terkasihh Paulus menyatakan bahwa itu adalah orang yang masih berkutat di dalam pengetahuan. Pengetahuan membuat orang sombong, namun kasih yang menjadikan kita mampu sebagaimana kehendak Tuhan Yesus melalui bacaan Injil tadi. BD.eLeSHa.

Rabu, 10 September 2014

Sabda Bahagia dan Peringatan

Rabu Biasa (H)
1 Kor. 7:25-31
Mzm. 45:11-12,14-15,16-17
Luk. 6:21-26


1 Kor. 7:25-31

7:25 Sekarang tentang para gadis. Untuk mereka aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercayai karena rahmat yang diterimanya dari Allah.
7:26 Aku berpendapat, bahwa, mengingat waktu darurat sekarang, adalah baik bagi manusia untuk tetap dalam keadaannya.
7:27 Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mencari seorang!
7:28 Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu dari kesusahan itu.
7:29 Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;
7:30 dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;
7:31 pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu


Luk. 6:21-26

6:21 Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.
6:22 Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.
6:23 Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.
6:24 Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.
6:25 Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.
6:26 Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu."

Sabda Bahagia
dan Peringatan

Saudara terkasih, Tuhan kita Mahabaik, itu adalah penamaan yang kita berikan bukan klaim sepihak dari pihak Tuhan. Apa maknanya? Ialah Ia sungguh-sugguh baik dan kebaikannya itu kita akui dan kita apresiasi. Sayang paling tidak bisa mengerti ketika ada orang atau sekelompok orang yang mendua, mengatakan Tuhan Yang Mahabaik, namun serentak memahami dan mewartakan sebagai Sosok yang arogan, pemarah, pendendam, dan penghukum.
Saudara terkasih bacaan kita hari ini mengetengahkan apa yang menjadi pedoman hidup orang beriman. Keadaan hidup ini ada yang mengatur, yaitu DIA Yang Mahabaik itu. Kesedihan, kelaparan, dan apapun keadaan kita ini tidak ada yang lepas dari rencana dan kehendak-Nya. Nah apa yang menjadi pokok persoalan ialah bagaimana sikap kita menghadapi kesulitan hidup itu. Tuhan menghendaki kita untuk tetap taat, setia, dan percaya akan rencana dan kehendak-Nya akan indah pada waktunya. Pilihan yang ada bisa kita pilih, karena lapar kita bisa mencuri, pergi ke dukun untuk mendapatkan jalan pintas untuk mendapatkan kekayaan duniawi, korupsi, dan pilihan-pilihan yang menggiurkan serta instan lainnya yang begitu menarik. Namun sudahkah itu sesuai dengan kehendak cinta kasih-Nya?

Mengenai kecaman atau peringatan setelah ucapan bahagia di atas ialah bagi siapa saja yang mendapatkan apa yang mereka miliki, baik kekayaan, nama baik, suka cita namun bukan karena Allah. Tawaran indah dan menarik berseliweran setiap waktu, kemegahan diri baik yang semu ataupun nyata banyak jalan ditawarkan. Allah menghendaki kita memilikinya karena semata berkat dari DIA. Usaha manusia wajib dan baik, namun usaha yang melibatkan Tuhan dan tidak merugikan satu sama lain.BD.eLeSHa.

Selasa, 09 September 2014

Berdoa dan Berkarya

Selasa Biasa (H) Pfak S. Petrus Klaver, Im (P)
1 Kor. 6:1-11
Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b
Luk. 6:12-19


1 Kor. 6:1-11

6:1 Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus?
6:2 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti?
6:3 Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.
6:4 Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat?
6:5 Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya?
6:6 Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya?
6:7 Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?
6:8 Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu.
6:9 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit,
6:10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
6:11 Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.


Luk. 6:12-19

6:12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
6:13 Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
6:14 Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,
6:15 Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
6:16 Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
6:17 Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.
6:18 Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
6:19 Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

Berdoa dan Berkarya

Saudara terkasih, bacaan kita hari ini sungguh bermanfaat dan benar-benar konkret menjadi nasihat dan penguatan bagi keadaan kita. Bacaan Pertama oleh Paulus, hakim dan penghakiman adalah perosalan penting. Penggambaran mengenai mencari keadilan kepada orang yang tidak adil, lihat betapa banyaknya persoalan yang sama sedang kita hadapi. Hakim lalim yang membebaskan “pembunuh”, pemerkosa, pengedar obat terlarang karena ada uang, ada suap, dan kekuasaan yang menekan pihak pengadil. Pengadilan justru dipenuhi orang yang tidak benar. Tidak benar mengadilan ketidakbenaran, akan bisa disimpulkan akan mendukung ketidakbenaran pula. Bagaimana kebaikan dan kebenarana akan dihasilkan dari peradilan demikian ini?
Saudara terkasih, apa yang Tuhan Yesus lakukan ketika hendak melakukan karya, atau melakukan keputusan sesuatu? Berdoa. Semalam-malaman berdoa kemudian paginya memilih dan memanggil para murid. Apa yang dilakukan Tuhan Yesus memberikan contoh dan keteladanan yang luar biasa apa yang harus kita lakukan yaitu dengan berdoa. Sudahkah kita berdoa ketika kita menghadapi persoalan untuk memilih, berdoa mohon berkat Tuhan untuk melakukan suatu karya dan kerja? Melibatkan Tuhan di dalam seluruh dimensi hidup manusiawi kita. Ada unsur kepasrahan total, kerendahan hati, keterbukaan akan kehendak Tuhan, dan mengakui diri lemah di hadapan Tuhan sumber kekuatan kita.BD.eLeSHa.