Rabu, 10 April 2019

Siapa Yesus



Sabtu Pekan IV Prapaskah (U)

Keb. 2:1,12-22
Mzm. 7:2-3,9bc-10,11-12
Yoh. 7:40-53



Keb. 2:1,12-22

2:1 Karena angan-angannya tidak tepat maka berkatalah mereka satu sama lain: "Pendek dan menyedihkan hidup kita ini, dan pada akhir hidup manusia tidak ada obat mujarab; seseorang yang kembali dari dunia orang mati tidak dikenal.
2:12 Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita.
2:13 Ia membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah, dan menyebut dirinya anak Tuhan.
2:14 Bagi kita ia merupakan celaan atas anggapan kita, hanya melihat dia saja sudah berat rasanya bagi kita.
2:15 Sebab hidupnya sungguh berlainan dari kehidupan orang lain, dan lain dari lainlah langkah lakunya.
2:16 Kita dianggap olehnya sebagai orang yang tidak sejati, dan langkah laku kita dijauhinya seolah-olah najis adanya. Akhir hidup orang benar dipujinya bahagia, dan ia bermegah-megah bahwa bapanya ialah Allah.
2:17 Coba kita lihat apakah perkataannya benar dan ujilah apa yang terjadi waktu ia berpulang.
2:18 Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Ia akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya.
2:19 Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya.
2:20 Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan."
2:21 Demikianlah mereka berangan-angan, tapi mereka sesat, karena telah dibutakan oleh kejahatan mereka.
2:22 Maka mereka tidak tahu akan rahasia-rahasia Allah, tidak yakin akan ganjaran kesucian, dan tidak menghargakan kemuliaan bagi jiwa yang murni.

Yoh. 7:40-53

7:40 Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang."
7:41 Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!
7:42 Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal."
7:43 Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.
7:44 Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya.
7:45 Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak membawa-Nya?"
7:46 Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!"
7:47 Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: "Adakah kamu juga disesatkan?
7:48 Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi?
7:49 Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!"
7:50 Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka:
7:51 "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?"
7:52 Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea."
7:53 Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya,



Siapa Yesus

Saudara terkasih, hari ini Bunda Gereja mengajak kita untuk merenungkan siapa Yesus itu. Pengenalan  siapa Yesus dan dampaknya bagi hidup bersama. Banyak pengakuan mengenai Yesus, ada yang mengatakan nabi, Mesias, dan Mesias akan lahir di mana, sedang Yesus berasal dari mana. Hal yang menarik, karena itu berkaitan dengan jati diri Mesias.
Imam kepala dan ahli Taurat merasa tersaingi, karena mereka yang sering terkena dampak atas khotbah, pengajaran, dan kata-kata Yesus. Mereka tahu, mereka paham, dan juga jelas bahwa mereka mengerti Mesias itu seperti apa, apa yang dilakukan, dan ciri-ciri itu Yesus lakukan. Tidak mungkin mereka tidak paham akan hal itu, namun karena mereka dipenuhi oleh kebencian, dihidup iri dan dengki, merasa yang paling hebat, benar, paling pinter, membuat mereka melupakan kebenaran, dan perilaku keutamaan di dalam hidup mereka.
Saudara terkasih, dalam hidup bersama kita, sering juga kita merasakan bahwa iri, dengki, dan tidak terima ketika ada orang lain lebih dari kita. Sikap yang kita ambil biasanya bukannya bersyukur bersama yang sedang mendapatkan berkat dan anugerah. Apa yang kita lakukan cenderung juga irrasional dan mengabaikan kebenaran dan nalar. Mempermalukan diri sendiri hanya karena malu dan merasa kalah dari orang lain. Dasarnya adalah  kepengin dan keinginan lebih.
Nikodemus yang hendak meluruskan pendapat sesamanya malah mendapatkan tuduhan yang sama dengan orang-orang yang percaya lainnya. Khas dalam melindungi iri hati, orang cenderung tidak bisa menerima nasihat, masukan, dan kebenaran.  Yang ada adalah pemahaman sendiri, mengandalkan kuasa, dan menekan kebenaran atas nama kuasa, dan banyak orang yang hendak memaksakan kehendak.
Dalam memahami kebenaran itu penting melibatkan Tuhan dan spiritualitas. Di mana orang melepaskan keinginan daging yang ingin dominan, keinginan menonjolkan diri, dan keinginan untuk lebih dari pada orang lain. Di dalam Tuhan kita mampu untuk bersyukur dan melihat kebaikan bukan malah keburukan pihak lain. Inilah  nilai anak-anak Tuhan, sehingga bisa menjadi berkat bagi dunia. Dunia perlu dihuni oleh banyak pribadi yang penuh syukur. BD.eLeSHa.

Jumat, 05 April 2019

Saatnya Belum Tiba


Jumat Pekan IV Prapaskah (U)
Keb. :1, 12-22
Mzm. 34:17-18,19-20,21,23
Yoh. 7:1-2,10,25-30



Keb. :1, 12-22

2:1 Karena angan-angannya tidak tepat maka berkatalah mereka satu sama lain: "Pendek dan menyedihkan hidup kita ini, dan pada akhir hidup manusia tidak ada obat mujarab; seseorang yang kembali dari dunia orang mati tidak dikenal.
2:12 Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita.
2:13 Ia membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah, dan menyebut dirinya anak Tuhan.
2:14 Bagi kita ia merupakan celaan atas anggapan kita, hanya melihat dia saja sudah berat rasanya bagi kita.
2:15 Sebab hidupnya sungguh berlainan dari kehidupan orang lain, dan lain dari lainlah langkah lakunya.
2:16 Kita dianggap olehnya sebagai orang yang tidak sejati, dan langkah laku kita dijauhinya seolah-olah najis adanya. Akhir hidup orang benar dipujinya bahagia, dan ia bermegah-megah bahwa bapanya ialah Allah.
2:17 Coba kita lihat apakah perkataannya benar dan ujilah apa yang terjadi waktu ia berpulang.
2:18 Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Ia akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya.
2:19 Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya.
2:20 Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan."
2:21 Demikianlah mereka berangan-angan, tapi mereka sesat, karena telah dibutakan oleh kejahatan mereka.
2:22 Maka mereka tidak tahu akan rahasia-rahasia Allah, tidak yakin akan ganjaran kesucian, dan tidak menghargakan kemuliaan bagi jiwa yang murni.

Yoh. 7:1-2,10,25-30

7:1 Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya.
7:2 Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun.
7:10 Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam.
7:25 Beberapa orang Yerusalem berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?
7:26 Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?
7:27 Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya."
7:28 Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.
7:29 Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku."
7:30 Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.



Saatnya Belum Tiba

Saudara terkasih, hari ini Bunda Gereja mengajak kita merenungkan bahwa saatnya Tuhan belum tiba, apapun tidak akan bisa terjadi. Dalam kisah hari ini, Injil menceritakan bagaimana  Yesus mau dibbunuhoelh orang Yahudi, namun tidak ada satu tanganpun yang menyentuh-Nya. Padahal mereka bisa mendengarkan pengajaran-Nya yang selama ini dianggap menghujat Allah dengan leluasa.
Dalam hidup kita sering merasa bahwa kita sudah berdoa sungguh-sungguh, berziarah, bernovena, dan sebagainya, namun apa yang menjadi kerinduan, menjadi keinginan, menjadi sebuah permohonan belum juga terkabul.  Sering orang berpikir bahwa doa kita yang utama, padahal bukan. Saat Tuhan, rancangan Tuhan, kehendak Tuhan, dan itu jelas lebih baik dan lebih memenuhi kebutuhan kita. Sering tidak terkabul karena yang kita maui itu hanya sebuah keinginan yang bisa malah menyesatkan.
Kadang pula terjadi kita merasa bahwa yang kita mohonkan adalah yang terbaik dan itu benar-benar yang kita butuhkan, namun apakah susah sesuai dengan rancangan Tuhan? Belum tentu, dan di sanalah saatnya menenantikan waktunya Tuhan untuk berbuat dan terjadi dalam hidup kita.
Saudara terkasih, dalam konteks Yesus dalam bacaan Injil hari ini adalah, saatnya Tuhan itu belum tiba adalah saat untuk kematian-Nya. Waktunya belum tiba, rancangan orang sematang apapun, serapi apapun, dan sesempurna mungkin, jika memang belum waktunya juga tidak akan terjadi.
Apapun juga tidak akan bisa ditahan, tidak bisa ditolak, dan tidak akan bisa ditunda jika memang Tuhan sudah berkehendak. Semua akan terjadi dengan demikian, sebesar apapun upaya kita, sekeras apapun usahanya, untuk menahan, apalagi jika menolak, tetap saja tidak akan dapat menghindarkannya.
Ada ketetapan Tuhan yang tidak akan dapat diubah, namun bukan sebuah nasib, sebuah takdir, karena jika demikian, apakah Tuhan Allah itu demikian kejam jika nasib atau takdir dalam sebuah konsep yang tidak bisa berubah. Allah itu Mahabaik, bukan penuntut balas yang kejam. Apapun bisa dinegosiasikan, dan bisa dimohonkan dengan sepenuh hati. Tuhan pun  akan melihat dan memberikan apa yang memang baik bagi kita. BD.eLeSHa.

Percaya kepada-Nya Membawa Keselamatan


Kamis Pekan IV Prapaskah (U)
Kel. 32:7-14
Mzm. 106:19-20,21-22,23
Yoh. 5:31-47



Kel. 32:7-14

32:7 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya.
32:8 Segera juga mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan korban, sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir."
32:9 Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.
32:10 Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar."
32:11 Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: "Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat?
32:12 Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi? Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu dan menyesallah karena malapetaka yang hendak Kaudatangkan kepada umat-Mu.
32:13 Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya."
32:14 Dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya


Yoh. 5:31-47

5:31 Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar;
5:32 ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.
5:33 Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran;
5:34 tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan.
5:35 Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.
5:36 Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.
5:37 Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat,
5:38 dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.
5:39 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,
5:40 namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.
5:41 Aku tidak memerlukan hormat dari manusia.
5:42 Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah.
5:43 Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia.
5:44 Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?
5:45 Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu.
5:46 Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku.
5:47 Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?"



Percaya kepada-Nya Membawa Keselamatan

Saudara terkasih hari ini Gereja menghendaki kita untuk merenungkan sabda-Nya yang berbicara mengenai kasih dan pengenalan akan Kristus yang membawa keselamatan. Ada tiga  komponen penting untuk memperoleh keselamatan.
Keselamatan memang pada dasarnya adalah kasih karunia, berkat, dan anugerah dari Allah semata. Namun pada sisi sebaliknya, juga harus ada upaya, tanggapan, dan tanggapan yang sepadan dari manusia. Tanggapan atas tawaran kasih Allah sehingga orang tidak menjadi seenaknya, hidup sekehendak hati, dan merasa bahwa kasih Allah menyelamatkan. Tidak demikian tentunya, hidupnya harus selaras dengan kehendak Allah.
Manusia perlu mengenal Yesus agar mampu mengasihi-Nya. Bagaimana mungkin mengasihi jika tidak mengenal-Nya dengan lebih baik. Mengenal Yesus dengan dan dari berbagai-bagai cara dan model. Merenungkan firman-Nya dengan tekun, mendalam, dan juga tentunya penuh kerendahan hati. Ada ungkapan tak kenal maka tak sayang, jelas menemukan faktualisasinya.
Namun bahwa orang Yahudi sejak awal memang sudah tidak mau mengenal siapa Yesus, jelas tidak akan bisa mengasihi-Nya, karena memang sudah menutup diri terlebih dahulu. Mereka tidak mau tahu mengenai apapun soal Yesus. Mereka membaca, menelaah, dan berdiskusi Kitab Suci secara teratur, mendalam, dan rajin, namun memang mereka sudah tidak mau tahu. Kesaksian apapun sama juga bohong ketika sudah mentok dan otak dipenuhi dengan kata tidak.
Saudara terkasih, sering kita juga berlaku demikian. Bagaimana kita  bisa memberikan blokade pada pribadi tertentu dengan berbagai alasan. Apapun kebaikannya, apapun perilakunya, akan juga tidak mau mengenal apalagi mengasihinya. Hal yang patut dicermati adalah, bahwa murid-murid Tuhan perlu untuk semakin sedikit tidak mengenal orang lain, sebagai sarana mengenal Yesus dan mengenal Tuhan Allah.
Mengenal diri cukup membantu untuk mengenal dan mengasihi sesama. Ketika kita tidak mau mengenal diri, susah bagi kita bisa mengenal orang lain apalagi sampai mengasihi mereka. Mengasihi sebagaimana mengasihi diri sendiri.
Saudara terkasih, kita memang terbatas dan mudah goyah, patut memohon bekas kasih Allah terus menerus sehingga kita mampu untuk mengasih Allah sehingga kita selamat. Keselamatan yang sudah dianugerahkan tentu bukan untuk disia-siakan bukan? BD.eLeSHa.

Rabu, 03 April 2019

Bekerjalah, sebagaimana Bapa Bekerja


Rabu Pekan IV Prapaskah (U)
Yes. 49:8-15
Mzm. 145:8-9,13cd-14, 17-18
Yoh. 5:17-30



Yes. 49:8-15

49:8 Beginilah firman TUHAN: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi,
49:9 untuk mengatakan kepada orang-orang yang terkurung: Keluarlah! kepada orang-orang yang ada di dalam gelap: Tampillah! Di sepanjang jalan mereka seperti domba yang tidak pernah kekurangan rumput, dan di segala bukit gundul pun tersedia rumput bagi mereka.
49:10 Mereka tidak menjadi lapar atau haus; angin hangat dan terik matahari tidak akan menimpa mereka, sebab Penyayang mereka akan memimpin mereka dan akan menuntun mereka ke dekat sumber-sumber air.
49:11 Aku akan membuat segala gunung-Ku menjadi jalan dan segala jalan raya-Ku akan Kuratakan.
49:12 Lihat, ada orang yang datang dari jauh, ada dari utara dan dari barat, dan ada dari tanah Sinim."
49:13 Bersorak-sorailah, hai langit, bersorak-soraklah, hai bumi, dan bergembiralah dengan sorak-sorai, hai gunung-gunung! Sebab TUHAN menghibur umat-Nya dan menyayangi orang-orang-Nya yang tertindas.
49:14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau


Yoh. 5:17-30

5:17 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga."
5:18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
5:19 Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
5:20 Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.
5:21 Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.
5:22 Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,
5:23 supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.
5:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
5:25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.
5:26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
5:27 Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.
5:28 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,
5:29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.
5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.


Bekerjalah, sebagaimana Bapa Bekerja

Saudara terkasih, hari ini kita bersama Gereja Semesta merenungkan firman Tuhan mengenai kerja, di mana kerja apapun itu sebagaimana Yesus juga bekerja. Yesus bekerja karena mengikuti kerja Allah Bapa-Nya. Bekerja merupakan ciri dari orang yang hidup.
Kedua adalah mengenai  siapa Yesus. Pengakuan Yesus sebagai Putera Allah, di mana Ia dihujat dan dituduh menghujat Allah. penjelasan mengenai jati diri-Nya dengan bukti-bukti  sahih tetap tidak didengar. Ia melakukan segala sesuatu karena IA adalah utusan dari Bapa.
Ketiga, hakim atas perilaku manusia. Bapa mengutus Yesus untuk menghakimi siapa saja bagi Bapa. Yang percaya kepada Yesus berarti mereka akan selamat dan sebaliknya. Mengapa demikian? menghormati Yesus berarti juga menghormati Allah Bapa-Nya.
Keempat, syarat  untuk selamat dan berbahagia adalah percaya kepada-Nya.  Percaya berarti mendengarkan apa yang IA katakan, ajarkan, dan juga kehendaki. Banyak di antara kita mengatakan  ya Tuhan dan Allahku namun abai untuk mau mendengarkan dan menjalankan apa yang Tuhan kehendaki.
Kelima, konsekuensi atas perilaku, tindak tanduk kita di dalam hidup bersama kita adalah ketika baik akan mendapatkan berkat dan hidup abadi. Satu sisi jika kita melakukan kesalahan dan dosa, kita akan memperoleh hukuman kekal.
Saudara terkasih, kita patut melihat ke dalam diri kita, bagaimana hidup dan pilihan kita di dalam hidup sehari-hari. Apakah menjalankan peran kita masing-masing dengan penuh kesungguhan, bekerja dengan serius sebagaimana  kita melakukannya untuk Tuhan. Kita bekerja juga adalah ibadah, kita melakukannya bukan semata-mata dan utama demi uang, namun demi melakukannya sebagaimana Tuhan Yesus juga bekerja. Yesus bekerja seperti Bapa yang bekerja. Artinya, bahwa kita bekerja sebagaimana Allah bekerja.
Konsekuensi dalam idup kita adalah, bahwa kita akan mendapatkan hukuman jika tidak menjalankan apa yang Tuhan kehendaki. Tuhan menghendak  kita untuk mengasihi satu sama lain. keselamatan sudah ada di tangan, namun perlu untuk kita juga melakukan apa yang seharusnya kita lakukan, ketika kita sudah memperoleh kasih Tuhan, kita membagikannya, kita menyalurkannya. Di sanalah peran kasih dan kerja kita. Kita menyalurkan berkat yang kita peroleh. BD.eLeSHa.

Selasa, 02 April 2019

Air Hidup yang Menyembuhkan


Selasa Pekan IV Prapaskah (U)
Yeh. 47:1-9,12
Mzm. 46:2-3,5-6,8-9
Yoh. 5:1-16




Yeh. 47:1-9,12

47:1 Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.
47:2 Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.
47:3 Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki.
47:4 Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang.
47:5 Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi.
47:6 Lalu ia berkata kepadaku: "Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?" Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai.
47:7 Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana.
47:8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
47:9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.
47:12 Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."


Yoh. 5:1-16

5:1 Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.
5:2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
5:3 dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
5:4 Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya.
5:5 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
5:6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
5:7 Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
5:8 Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
5:9 Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
5:10 Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu."
5:11 Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah."
5:12 Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?"
5:13 Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.
5:14 Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."
5:15 Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.
5:16 Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.



Air Hidup yang Menyembuhkan

Saudara terkasih, hari ini Bunda Gereja mengajak kita merenungkan firman Tuhan mengenai  manfaat kuasa air dan Air Hidup. Tim penyelamat memberikan batasan pencarian adalah sebelas hari jika tanpa air. Artinya manusia tidak akan bisa bertahan lema tanpa air.
Badan atau tubuh manusia juga sebagian besar terdiri atas air. Tubuh menjadi lemas, pikiran tidak fokus, dan banyak kerugian lainnya. Peran air demikian  vital. Dalam bidang yang lain, air juga memiliki manfaat yang cukup penting. Untuk membersihkan dari pengotor, menyucikan dari yang belum bersih, membantu untuk mengalirkan dan mengantar atau distribusi di dalam tubuh dan juga barang dibanyak tempat. Sangat besar manfaatnya.
Penyembuhan pun kadang memerlukan air sebagai sarana pembantu ataupun yang utama. Dalam dunia spiritualitas, baptis itu juga komponen penting dan utama menggunakan air, baik penenggelaman ataupun dengan pencurahan air. Api sebagai penghangus juga akan dikalahkan dengan air.
Kisah Injil di atas berbicara mengenai daya penyembuhan atas si sakit. Daya penyembuh bagi yang masuk ke dalam air. Namun dalam kisah ini, di mana si sakit tidak bisa masuk ke dalam air yang memberikan kesembuhan malah mendapatkan kesembuhan dari Air Hidup langsung.
Saudara terkasih, Air Hidup sebagai sumber dan asal segala sesuatu itu menyembuhkan pada akar masalah dan tidak perlu sarana apapun untuk memberikan daya dan kuasa penyembuhan bagi siapa saja yang sakit. Air Hidup yang ada di dalam Yesus adalah sumber dari segala sumber di dunia ini. Kita layak dan patut belajar dari pada-Nya untuk bisa menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar kita. Air Hidup yang tidak pernah kering dan habis.
Bagaimana Yesus sebagai Air Hidup itu memberikan harapan, kesembuhan, dan puncaknya adalah keselamatan. Peran Yesus itu pun perutusan kita, di dunia ini, agar kita bisa membantu bagi yang menderita, memberikan harapan baik, kita juga diajak untuk menyembuhkan bagi yang sakit, kesepian, dan menderita, sesuai dengan kemampuan kita. Bagi yang terancam bahaya dalam berbagai bentuk, kita perlu memberikan penghiburan, sehingga mereka tidak lagi merasa sendiri apalagi frustasi. BD.eLeSHa.

Senin, 01 April 2019

Mukjizat dari Yesus


Senin Pekan IV Prapaskah (U)
Yes. 65:17-21
Mzm. 30:2,4,5-6,11-12a,13b
Yoh. 4:43-54




Yes. 65:17-21


65:17 "Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.
65:18 Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan.
65:19 Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erang pun tidak.
65:20 Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk.
65:21 Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga.


Yoh. 4:43-54

4:43 Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea,
4:44 sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri.
4:45 Maka setelah Ia tiba di Galilea, orang-orang Galilea pun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiri pun turut ke pesta itu.
4:46 Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.
4:47 Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.
4:48 Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."
4:49 Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati."
4:50 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.
4:51 Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup.
4:52 Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang."
4:53 Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya.
4:54 Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.



Mukjizat dari Yesus

Saudara  terkasih, hari ini Bunda Gereja mengajak kita merenungkan firman Tuhan mengenai buah dan ciri iman. Bagaimana mukjizat itu penting, namun bukan yang utama. Orang bisa salah mencari Tuhan untuk memperoleh mukjizat, namun tidak sampai mengenal Yesus dengan sebagaimana mestinya. Itulah alasan Yesus tidak memberikan mukjizat sering dan bukan itu yang utama.
Mukjizat sebagai sarana, namun bukan tujuan dan sebagai bentuk janji agar mengikuti Yesus. Yesus tidak demikian. Namun bahwa mukjizat dalah sebentuk tanda iya. Oleh karena itu tidak banyak mukjizat yang Yesus lakukan.
Iman adalah melangkah keluar, meninggalkan zona nyaman, dan menemukan sumber utamanya, yaitu dalam diri Yesus. Pegawai istana, di mana itu adalah sumber kekuatan, kekuasaan, dan juga ilmu kala itu, namun peawai itu datang kepada Yesus. Hari-hari ini Paus mengatakan Messi hebat namun Messi bukan Tuhan. Istana itu penuh kuasa, namun istana tidak bisa memberikan kehidupan. Yang mampu memberikan hidup adalah Tuhan. Tuhan yang mampu membantu, menghidupkan, dan mengembalikan.
Buah iman lainnya adalah kesederhanaan. Bagaimana orang sederhana, tidak merasa hebat, merasa paling di antara yang lain. Di sanalah peran iman yang membantu orang untuk tetap sederhana. pegawai istana itu cukup sederhana dan tidak merasa lebih dari siapapun.
Sederhana itu dilengkapi dengan rendah hati. Bagaimana pribadi yang rendah hati, mau memohon bantuan ketika memang tidak mampu. Jangan dianggap sepele, biasa, sederhana lho memohon bantuan itu. Itu adalah  kualitas, prestasi, dan sebuah upaya yang tidak mudah. Nah di sinilah peran iman yang akan membantu hati lebih lembut dan akhirnya rendah hati.
Kebalikan dari rendah hati adalah sombong, tinggi hati, sok, dan itu yang menjauhkan dari Tuhan. Sikap yang tidak sepatutnya di hadapan Tuhan, sikap yang perlu untuk disadari, dikelola, dan diupayakan untuk berubah.
Saudara terkasih, sering di dalam hidup beriman kita, kita mengupayakan mukjizat itu sebagai tujuan, memohonkan hal-hal yang kadang di luar akal, dan itu boleh dan sah-sah saja, namun ingat bahwa hak prerogatif, hak sepenuhnya ada di dalam Tuhan untuk oke atau tidaknya. Hasil adalah hak sepenuhnya Tuhan.  Kita bertugas untuk memohon dan mengupayakannya. BD.eleSHa.