Sabtu, 07 Juli 2018

Berpuasa


Sabtu Biasa Pekan XIII (H)
Am. 9:11-15
Mzm. 85:9,11-12,13-14
Mat. 9:14-17




Am. 9:11-15

9:11 "Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala,
9:12 supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku," demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini.
9:13 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman TUHAN, "bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran.
9:14 Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya.
9:15 Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka," firman TUHAN, Allahmu.


Mat. 9:14-17

9:14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"
9:15 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
9:16 Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.
9:17 Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."



Berpuasa

Saudara terkasih hari ini kita diajak untuk merenungkan hal berpuasa berkaitan dengan kontroversi pembaruan Yesus. Hal yang baru di mana mereka para murid ini tidak berpuasa wajib dalam budaya dan tradisi Yahudi tentunya. Puasa kesalehan pribadi bukan puasa agung atau puasa wajib. Hal ini yang menjadi pertanyaan dan kemudian menjadi kontroversial, dikiranya Yesus mengubah tradisi yang sudah ada.
Puasa itu akan terjadi jika mempelai sudah diambil dan para tamu tentu tidak akan berpuasa. Mana ada dukacita di dalam pesta pernikahan.  Ilustrasi yang memudahkan untuk memberikan gambaran bagi para murid dan penanya era Yesus.
Ilustrasi kedua mengenai kantung dan anggur juga hendak menekankan puasa yang sebaiknya dilakukan. Pengajaran yang baru dan lama tidak akan bisa disatukan, namun ada titik temu dalam sebuah kondisi yang sama-sama disadari. Jika tidak, akan saling merusak dan meniadakan. Kantong lama, dalam hal ini adalah ajaran tradisi Yahudi tidak akan dipakai untuk menyimpan anggur baru, ajaran Yesus, namun akan saling melengkapi. Dengan demikian bisa berjalan seiring sejalan.
Saudara terkasih, kita sering mencari perbedaan, memperbesar perbedaan, abai untuk menemukan titik temu atau persamaan bila mungkin. Dalam hidup sehari-hari, hidup bersama di dalam Gereja ataupun masyarakat, hal ini menjadi gejala umum. Keakuan dan liyan, pihak lain sebagai berhadap-hadapan, padahal tidak selalu demikian. masalah politik, sepak bola saja bisa menjadi ramai berlebihan. Mengapa? Karena kasih yang ada di dalam hati sudah digantikan dengan haus kemegahan diri, hatinya dipenuhi dengan kebanggaan semu jika mengalahkan pihak lain.
Puasa bukan semata untuk tidak makan dan minum, namun bagaimana mengubah hidup menjadi lebih baik. Mengarahkan kembali hati kepada Allah. Berbalik arah itu menjadi penting dan utama. Lapar dan haus saja gampang, namun haus dan lapar yang bermakna, memperbaiki diri dan hati. Apakah dengan puasa menjadikan kita makin dekat pada sesama dan Allah atau malah sebaliknya. Menuntut ini dan itu, lebih boros dalam hal belanja, atau malah lebih peduli dan mau berbagi? Itu adalah pilihan dan ada di dalam ajaran Tuhan mana yang harus dipilih. BD.eLeSHa.


Jumat, 06 Juli 2018

Ikutlah Aku


Jumat  Pekan Biasa XIII (H)
Am. 8:4-6,9-12
Mzm. 119:2,10,20,30,40,131
Mat. 9:9-13



Am. 8:4-6,9-12

8:4 Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini
8:5 dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu,
8:6 supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?"
8:9 "Pada hari itu akan terjadi," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan membuat matahari terbenam di siang hari dan membuat bumi gelap pada hari cerah.
8:10 Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan. Aku akan mengenakan kain kabung pada setiap pinggang dan menjadikan gundul setiap kepala. Aku akan membuatnya sebagai perkabungan karena kematian anak tunggal, sehingga akhirnya menjadi seperti hari yang pahit pedih."
8:11 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.
8:12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.

Mat. 9:9-13

9:9 Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.
9:10 Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.
9:11 Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
9:12 Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.
9:13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."



Ikutlah Aku

Saudara terkasih, hari ini kita diajak Bunda Gereja untuk merenungkan panggilan Kristiani. Panggilan Tuhan yang menuntut totalitas sebagaimana bacaan yang kita renungkan kemarin, hari ini secara spesifik mengenai panggilan Matius. Ikutlah Aku, panggilan untuk mengikuti Yesus. Dan reaksi dengan baik, tidak ada penolakan, hanya sikap menimbang saja tidak ada apalagi menolak.
Panggilan Yesus dilengkapi dengan akan bersama di rumah pmungut cukai. Ingat pemungut cukai itu dimusuhi karena menjadi kaki tangan penjajah. Dan perilaku mereka sering berpusat pada mengambil keuntungan mereka sendiri. Mereka sering mengutip pajak melebihi yang seharusnya mereka ambil. Di sinilah yang tidak disukai oleh orang Yahudi. Mereka masuk kelompok pendosa.
Panggilan ini membawa konsekuensi, lagi-lagi berkaitan dengan adat dan budaya. Mereka, kaum Farisi tidak bisa menerima keberadaan Yesus yang makan bersama para pendosa. Pemungut cukai tidak layak makan bersama Guru, dalam hal ini Yesus bukan semata guru.
Namun Yesus memberikan jawaban yang patut menjadi perhatian kita. Bagaimana IA menyatakan datang untuk pendosa. Sangat wajar, bagaimana orang biasanya berkumpul dengan orang baik. Yesus merasa tidak cukup dengan perilaku demikian. orang sakit yang memerlukan tabib. Coba buat apa orang datang ke dokter jika sehat. Di sinilah yang membedakan, Yesus datang untuk membebaskan para pendosa agar mendapatkan kegembiraan akan harapan keselamatan.  Keberadaan Yesus itu bagi orang berdosa, kalau orang tidak bersalah, tidak perlu penyelamat. Mereka sudah barang tentu selamat karena memang jalannya benar. Coba bayangkan siapa sih yang lebih memerlukan nasihat, orang yang jalan dengan benar atau tersesat? Jika kita berjalan dengan orang benar ya bukan prestasi, tidak menolong, dan tidak menyelamatkan. Orang yang tersesat yang perlu teman, pendamping, rekan untuk memberikan nasihat, bantuan, dan menujukkan jalan yang benar.
Ini yang membedakan apa yang sering orang lakukan dan murid Yesus pilih. Sering kita memilih orang baik semata. Padahal begitu banyak orang yang tersesat, orang sakit, dan orang kesepian. Jika kita tidak membantu mereka, buat apa menjadi pengikut Yesus. Kita diundang di dalam kedosaan kita agar kita meninggalkan dunia lama kita dan ikut DIA. BD.eLeSHa.

Kamis, 05 Juli 2018

Dosamu Sudah Diampuni!


Kamis Biasa Pekan XIII (H)
Am. 7:10-17
Mzm. 19:8,9,10,11
Mat. 9:1-8




Am. 7:10-17

7:10 Lalu Amazia, imam di Betel, menyuruh orang menghadap Yerobeam, raja Israel, dengan pesan: "Amos telah mengadakan persepakatan melawan tuanku di tengah-tengah kaum Israel; negeri ini tidak dapat lagi menahan segala perkataannya.
7:11 Sebab beginilah dikatakan Amos: Yerobeam akan mati terbunuh oleh pedang dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan."
7:12 Lalu berkatalah Amazia kepada Amos: "Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah makananmu di sana dan bernubuatlah di sana!
7:13 Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab inilah tempat kudus raja, inilah bait suci kerajaan."
7:14 Jawab Amos kepada Amazia: "Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan.
7:15 Tetapi TUHAN mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, dan TUHAN berfirman kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel.
7:16 Maka sekarang, dengarlah firman TUHAN! Engkau berkata: Janganlah bernubuat menentang Israel, dan janganlah ucapkan perkataan menentang keturunan Ishak.
7:17 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Isterimu akan bersundal di kota, dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang; tanahmu akan dibagi-bagikan dengan memakai tali pengukur, engkau sendiri akan mati di tanah yang najis, dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan."


Mat. 9:1-8

9:1 Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.
9:2 Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."
9:3 Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah."
9:4 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
9:5 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?
9:6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
9:7 Dan orang itu pun bangun lalu pulang.
9:8 Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.



Dosamu Sudah Diampuni!

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan kuasa Yesus yang membuat banyak orang terhenyak. Kisah penyembuhan orang lumpuh ini sedikit berbeda dengan kisah di Markus. Titik pokok Mateus pada Yesus dan si lumpuh, teman yang membuka atap dan memikul si lumpuh menjadi latar belakang. Kuasa Yesus untuk mengampuni dosa lebih menonjol daripada sekadar menyembuhkan dan membuat si lumpuh berjalan.
Dosamu telah diampuni diikuti dengan menyembuhkan si lumpuh dengan memerintahkan untuk berjalan. Padahal mereka paham, itulah masa Mesianistik, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, termasuk meredakan badai, bahkan kemarin membangkitkan dari kematian, dan kali ini orang lumpuh berdiri.
Kelompok Farisi jelas meradang mengetahui Yesus mengatakan dosamu telah diampuni, hal yang hanya milik dan  kuasa Allah. Kesempatan  emas yang digunakan oleh Yesus ketika mereka mengatakan hanya dalam hati.
Mateus memulai adanya konfrontasi, penolakan dari kelompok orang, adanya kontra atas karya Yesus, pada sisi lain, karya dan sabda Yesus mendapatkan tanggapan baik. Orang tertarik untuk datang mendengarkan pengajaran Yesus. Mereka pun memohon kesembuhan bagi mereka yang sakit. Namun tidak boleh dilupakan, mulai ada yang merasa bahwa Yesus membuat keadaan tidak nyaman.
Kuasa Yesus melampaui para nabi, guru, dan imam Yahudi selama ini. Perbedaan besar mengenai pengampunan dosa. Perbedaan yang sangat signifikan dan bahkan jauh lebih besar daripada siapapun orang Yahudi. BD.eLeSHa.



Rabu, 04 Juli 2018

Yesus dan Pengusiran Setan


Rabu Biasa Pekan XIII (H)
Am. 5:14-15,21-24
Mzm. 50:7,8-9,10-11,12-13,16bc-17
Mat. 8:28-34



Am. 5:14-15,21-24

5:14 Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang kamu katakan.
5:15 Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik; dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang; mungkin TUHAN, Allah semesta alam, akan mengasihani sisa-sisa keturunan Yusuf.
5:21 "Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu.
5:22 Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang.
5:23 Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar.
5:24 Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir."

Mat. 8:28-34

8:28 Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu.
8:29 Dan mereka itu pun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?"
8:30 Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan.
8:31 Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: "Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu."
8:32 Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah!" Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air.
8:33 Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu.
8:34 Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, mereka pun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.



Yesus dan Pengusiran Setan

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan mengenai kuasa dan identitas Yesus yang dikenali oleh setan, dan bagaimana kedudukan setan yang diusir Yesus itu.  Ternyata kali ini setan lagi-lagi menegenali siapa Yesus. Dulu dalam kisah Yesus usai berpuasa di padang gurun, mereka juga tahu jati diri Yesus.
Pengenalan itu pun bukan semata soal siapa Yesus, namun apa yang akan Yesus lakukan, yaitu menghakimi mereka. Penghakiman yang belum saatnya itu yang mereka tanyakan. Mereka tahu belum waktunya penghakiman.
Kali ini setan yang merasa kalah oleh Yesus meminta untuk berpindah pada kawanan babi. Dan kawanan babi itu masuk ke danau dan mati. Mereka pergi begitu mengetahui Yesus, belum sempat Yesus mengusir mereka.
Saudara terkasih, apa yang ditampilkan dalam bacaan ini adalah betapa  kuasa Yesus itu begitu besar, sehingga setan pun takut. Setan minder berhadapan dengan Yesus dan menyingkir. Mereka tidak mau berhadapan, berkonfrontasi, dan mendapatkan hukuman dari Yesus. Mereka paham bahwa Yesus yang berhak menghukum mereka.
Jika Yesus memiliki kekuasaan demikian besar, apakah kita rela  melepaskan berkat luar biasa memperoleh kasih karunia-Nya yang demikian besar. Tuhan yang telah memilih kita, bukan sebaliknya kita memilih-Nya. Pilihan yang begitu berharga dan hendak kita sia-siakan? Kebodohan luar biasa ketika kita malah memilih yang lain. bagaimana setan saja segan, takut, dan menghindar, betapa besarnya kuasa Yesus, kita akan mendapatkan berkat yang luar biasa besar. Setan tidak akan mampu menggoda kita, jika kita hidup di dalamm-Nya, hidup bersama-Nya, dan tidak menolak panggilan-Nya. BD.eLeSHa.


Rasul Thomas


Pesta S. Thomas Ras. (M)
Ef. 2:19-22
Mzm. 116:1,2
Yoh. 20:24-29



Ef. 2:19-22

2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh


Yoh. 20:24-29

20:24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.
20:25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."
20:26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
20:28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
20:29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."



Rasul Thomas

Thomas adalah salah satu dari keduabelas rasul Yesus. Namanya dalam bahasa Syria berarti “kembar”. St. Thomas sangat mengasihi Yesus, meskipun pada mulanya ia kurang percaya. Ketika Yesus harus pergi menghadapi bahaya mati dibunuh oleh para musuh-Nya, para murid yang lain berusaha mencegah kepergian-Nya. Tetapi, St. Thomas berkata kepada mereka, “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.”
Ketika Yesus ditangkap, Thomas kehilangan keberaniannya. Ia melarikan diri bersama para rasul yang lain. Hatinya hancur oleh rasa duka atas wafatnya Kristus yang dikasihinya. Kemudian, pada hari Minggu Paskah, Yesus menampakkan diri kepada para rasul-Nya setelah Ia bangkit dari antara orang mati. Waktu itu Thomas tidak bersama mereka.
Begitu ia datang, para rasul yang lain menceritakan padanya dengan penuh sukacita, “Kami telah melihat Tuhan!” Mereka pikir Thomas akan ikut bergembira bersama mereka. Tetapi, Thomas tidak percaya. “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya,” demikian katanya, “dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”
Delapan hari kemudian, Yesus kembali menampakkan diri kepada para rasul. Kali ini, Thomas juga ada bersama mereka. Yesus memanggilnya dan memintanya untuk mencucukkan jarinya ke dalam luka di tangan-Nya dan luka di lambung-Nya. St. Thomas yang malang! Ia jatuh tersungkur di kaki Gurunya sambil berseru, “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kemudian kata Yesus, “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Sesudah hari raya Pentakosta, Thomas menjadi kuat serta teguh dalam iman dan kepercayaannya kepada Yesus. Menurut tradisi, St. Thomas pergi mewartakan Injil hingga ke India. Setelah mempertobatkan banyak orang, ia wafat sebagai martir di sana[yesaya.indocell.net]


Pemuridan


Senin Biasa Pekan XIII (H)
Am. 2:6-10,13-16
Mzm. 50:16bc-17,18-19,20-21,22-23
Mat.8:18-22



Am. 2:6-10,13-16

2:6 Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Israel, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka menjual orang benar karena uang dan orang miskin karena sepasang kasut;
2:7 mereka menginjak-injak kepala orang lemah ke dalam debu dan membelokkan jalan orang sengsara; anak dan ayah pergi menjamah seorang perempuan muda, sehingga melanggar kekudusan nama-Ku;
2:8 mereka merebahkan diri di samping setiap mezbah di atas pakaian gadaian orang, dan minum anggur orang-orang yang kena denda di rumah Allah mereka.
2:9 Padahal Akulah yang memunahkan dari depan mereka, orang Amori, yang tingginya seperti tinggi pohon aras dan yang kuat seperti pohon tarbantin; Aku telah memunahkan buahnya dari atas dan akarnya dari bawah.
2:10 Padahal Akulah yang menuntun kamu keluar dari tanah Mesir dan memimpin kamu empat puluh tahun lamanya di padang gurun, supaya kamu menduduki negeri orang Amori;
2:13 Sesungguhnya, Aku akan mengguncangkan tempat kamu berpijak seperti goncangan kereta yang sarat dengan berkas gandum.
2:14 Orang cepat tidak mungkin lagi melarikan diri, orang kuat tidak dapat menggunakan kekuatannya, dan pahlawan tidak dapat melarikan diri.
2:15 Pemegang panah tidak dapat bertahan, orang yang cepat kaki tidak akan terluput dan penunggang kuda tidak dapat meluputkan diri.
2:16 Juga orang yang berhati berani di antara para pahlawan akan melarikan diri dengan telanjang pada hari itu," demikianlah firman TUHAN.


Mat.8:18-22

8:18 Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
8:19 Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
8:20 Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
8:21 Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku."
8:22 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."



Pemuridan

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan bagaimana menjadi murid Yesus. Pemuridan yang ditampilkan di antara mukjizat meredakan angin ribut. Hal yang penting untuk memberikan tekanan siapa Yesus.
Pemuridan bukan memberikan jaminan hidup, baik harta ataupun kemudahan hidup. Yesus memberikan gambaran, bahwa burung memiliki sarang, serigala mempunyai liang, namun Yesus untuk meletakan kepala saja tidak punya.  Hal yang sangat bertolak belakang dengan keinginan duniawi, bagaimana orang berlomba-lomba dalam kekayaan, termasuk Gereja dan pimpinannya, ada yang tergoda oleh keberadaan dunia dan materi yang sering tidak sadar menjauhkan dari sifat para murid. Tuhan bukan mengritik mengenai materi, kekayaan, namun sikap batin para murid terhadap harta. Ketergantungan pada materi bisa membuat murid jauh dari Tuhan. Mengandalkan kekayaannya bukan Tuhan di dalam hidupnya.
Sikap murid juga adalah total. Di mana totalitas digambarkan bagaimana murid yang mau menguburkan orangtuanya yang meninggal, hal ini konteks alam budaya Yahudi, di mana memakamkan orangtua itu memiliki peran sentral. Yesus menghendaki murid-Nya menomorsatukan Yesus. Totalitas, mengalahkan apapun dan siapapun, bisa keluarga, pekerjaan, hobi, ataupun suku, dan sebagainya.  Sering kita kalah dengan menomorsekiankan Tuhan. Takut kelaparan mengejar materi, pekerjaan dengan menghalalkan segala cara. Korupsi tanpa merasa bersalah, membenarkan perilaku curang dengan cara menyebut nama Tuhan dan menyitir ayat Kitab Suci.
Saudara terkasih, ikut Tuhan itu harus total, namun tidak mendapatkan jaminan dan kemudahan di dunia ini. Apa yang Tuhan janjikan adalah kehidupan kekal, bukan di dunia ini. Dunia  bisa saja malah menjadi “musuh”. Kesiapan mengikut Tuhan itu total dan tidak main-main. BD.eLeSHa.


Kuasa Yesus dan Kerendahhatian


HARI MINGGU PEKAN BIASA XIII (H)
Keb. 1:13-14,2:23-24
Mzm. 30:2,4,56,11,12a,13b
2Kor. 8:7,9,13-15
Mrk. 5:21-24, 35-43




Keb. 1:13-14,2:23-24

1:13 Memang maut tidak dibuat oleh Allah, dan Iapun tak bergembira karena yang hidup musnah lenyap.
1:14 Sebaliknya Ia menciptakan segala-galanya supaya ada, dan supaya makhluk-makhluk jagat menyelamatkan. Di antaranyapun tidak ada racun yang membinasakan, dan dunia orang mati tidak merajai bumi.
1:15 Maka kesucian mesti baka.
2:23 Sebab Allah telah menciptakan manusia untuk kebakaan, dan dijadikan-Nya gambar hakekat-Nya sendiri.
2:24 Tetapi karena dengki setan maka maut masuk ke dunia, dan yang menjadi milik setan mencari maut itu.

2Kor. 8:7,9,13-15

8:7 Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, -- dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami -- demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini.
8:9 Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.
8:13 Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan.
8:14 Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.
8:15 Seperti ada tertulis: "Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan."


Mrk. 5:21-24,35-43

5:21 Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau,
5:22 datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya
5:23 dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup."
5:24 Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.
5:35 Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?"
5:36 Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!"
5:37 Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorang pun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.
5:38 Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.
5:39 Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!"
5:40 Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.
5:41 Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"
5:42 Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.
5:43 Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorang pun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.




Kuasa Yesus dan Kerendahhatian

Saudara terkasih, dalam bacaan ini ada dua hal besar yang patut kita renungkan. Pertama-tama jelas kuasa Yesus. Salah satunya adalah membangkitkan orang dari kematian, lebih dari sekadar menyembuhkan. Kedua soal kerendahhatian seorang kepala rumah ibadat. Lihat seorang kepala rumah ibadat mau tersungkur di depan kaki Yesus, ingat saat itu, keberadaan Yesus masih belum begitu tenar, juga  sudah mulai ada pro dan kontra. Yairus tidak takut.
Kuasa Yesus kali ini bukan semata menyembuhkan. Namun membangkitkan anak yang sudah mati. Anak ini kata Yesus hanya tidur. Sakit dan mau memohon bantuan Yesus untuk disembuhkan, namun terlambat. Tidak ada yang terlambat di dalam Yesus, dan anak ini bukan semata disembuhkan, bahkan dibangkitkan dari kematian.
Jelas motivasi Yairus adalah kesembuhan sang anak. Demi cintanya pada anaknya, ia mau memohon, bahkan tersungkur di kaki Yesus. Sikap luar biasa, rendah  hati, cinta akan anaknya, dan kemauan untuk memohon pada Sang Guru.
Saudara terkasih, sering kita mentok tidak punya jalan lain, sudah tersudut dan merasa habis harapan, lupa bahwa ada Yesus, ada Sang Guru, ada Sang Penyembuh yang akan memberikan semua penyelesaian. Tidak ada yang tidak mungkin sepanjang di dalam Tuhan. Tidak ada jalan buntu kalau mau melibatkan Tuhan. Ada Tuhan yang akan menyelesaikan apa yang kita tidak  mampu mengatasinya.
Melibatkan Tuhan dalam seluruh hidup kita, bukan dalam arti kita malas dan membebankan pada kuasa Tuhan saja. Tidak. Melibatkan Tuhan itu justru kualitas kita. Keberanian kita bergantung pada Tuhan. Pasrah di dalam Tuhan itu utama. Apa yang membuat kita mampu? Sikap rendah hati. Panggilan Tuhan tidak pernah berhenti. Tuhan selalu hadir, dan kebebasan manusiawi kita yang menjadi pembeda. Tuhan tidak pernah melepaskan kita, namun ingat Tuhan juga memberikan kebebasan manusiawi pada kita.  Tuhan bukan Tuhan yang memaksakan kehendak, termasuk pada manusia ciptaan-Nya sekalipun. Kasih-Nya luar biasa. BD.eLeSHa.