Selasa, 12 Juni 2018

Jati Diri Kristiani adalah Terang dan Garam


Selasa Pekan Biasa X (H)
 1 Raj. 17:7-16
Mzm. 4:2-3,4-5,7-8
                                                                                           Mat. 5:13-16



1 Raj. 17:7-16

17:7 Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.
17:8 Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:
17:9 "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan."
17:10 Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum."
17:11 Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti."
17:12 Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
17:13 Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
17:14 Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."
17:15 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
17:16 Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

                                                                                           Mat. 5:13-16

5:13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."



Jati Diri Kristiani adalah Terang dan Garam

Saudara terkasih, jati diri pengikut Yesus, murid-murid-Nya adalah sebagai garam dan terang. Yesus bukan mengehndaki kita mencoba, mengarah untuk menjadi, namun adalah garam dan terang dunia. Jati diri yang melekat sebagai orang Kristiani.
Garam itu pemberi rasa asin, memberikan rasa yang berbeda sehingga masakan tidak hambar, namun ingat ada beberapa hal yang patut kita renungkan berkaitan dengan garam. Pertama, garam harus sangat pas. Jika berlebihan membuat masakan tidak enak dan tidak sehat. Pun jika kurang demikian juga masakan hambar, tidak membuat selera. Kedua, garam tidak akan pernah berupa kristal garam lagi jika masuk dalam masakan, sudah tidak akan nampak lagi wujud garamnya, namun merasuk dan menjadi bagian utuh yang tidak bisa dipisahkan lagi dalam makanan. Ketiga, selain sebagai bumbu penyedap, garam juga bisa mencegah kebusukan, bisa menghambat bakteri pengurai, sehingga daging atau ikan bisa menjadi awet.
Saudara terkasih, berkaitan dengan murid Kristus, kita harus berperan dalam dunia bukan semata sebagai pribadi yang menonjolkan diri, harus tamppil, dan tampak, yang jauh lebih penting adalah dampak. Dalam falsafah Jawa ada yang namanya, ajur ajer, menyatu yang tidak terpisahkan lagi. Nah di sinilah peran orang Kristiani itu bukan lagi soal label, pakaian, ritualnya, namun jiwa, sikap batin, cara berperan. Karakter, jati diri, bukan semata ayat-ayat Kitab Suci yang berbicara, namun gaya hidup.
Terang, memiliki peran untuk memberikan petunjuk, memberikan bantuan, dan memberikan panduan agar tidak tersesat dan tidak memilih jalan yang salah. Terang juga berperan untuk mengusir kegelapan yang bisa membahayakan. Dalam hal ini membahayakan jiwa.
Keduanya, terang dan garam tidak boleh disembunyikan. Karena itu adalah kekuatan Allah, siapa yang menyembunyikan kekuatan Allah berarti menutupi kehadiran Allah di depan semakin banyak orang. Di sinilah peran pengikut Kristen bukan untuk pamer, namun memperlihatkan kualitas Allah, kekuatan Allah, dan gambaran Allah Mahakasih itu.
Bacaan ini sangat konkret dan kontekstual di dalam dinamika hidup berbangsa yang demikian karut marut. Orang lebih suka akan label, pakaian, dan tidak malu menghianati apa yang menjadi keyakinan, kebenaran, demi kekuasaan dan kepentingan diri sendiri lainnya. BD.eLeSHa.


Senin, 11 Juni 2018

Santo Barnabas Rasul


P.w. S. Barnabas Ras. (M)
Kis. 11:21-26, 13:1-3
Mzm. 97:1-6
Mat. 10:7-13




Kis. 11:21-26, 13:1-3

11:21 Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.
11:22 Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia.
11:23 Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan,
11:24 karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.
11:25 Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.
11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
13:1 Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.
13:2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
13:3 Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.



Mat. 10:7-13

10:7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
10:8 Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.
10:9 Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.
10:10 Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
10:11 Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.
10:12 Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.
10:13 Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.




Santo Barnabas Rasul


Barnabas adalah orang Yahudi dari suku Lewi yang lahir dan tinggal di Siprus.  Nama aslinya adalah Yusuf, tetapi para rasul menamakan dia Barnabas, yang artinya “anak penghiburan”. Meskipun bukan salah seorang dari kedua belas rasul Kristus, Barnabas disebut juga sebagai rasul oleh St. Lukas dalam kitab Kisah para Rasul. Hal ini dikarenakan, sama seperti rasul Paulus, Barnabas menerima suatu tugas perutusan khusus dari Tuhan.
Segera sesudah menjadi seorang Kristen, St. Barnabas menjual segala harta miliknya dan memberikan uangnya kepada para rasul. Ia seorang yang lembut serta baik hati. Ia penuh semangat dalam membagikan iman dan cintanya kepada Yesus. Barnabas diutus ke kota Antiokhia untuk mewartakan Injil. Antiokhia adalah kota terbesar ketiga dalam Kerajaan Romawi.
Di Antiokhia-lah para pengikut Kristus untuk pertama kalinya disebut Kristen. Barnabas menyadari bahwa ia membutuhkan bantuan. Ia berpikir tentang Paulus dari Tarsus. Ia yakin bahwa pertobatan Paulus tulus adanya.
Barnabas-lah yang meyakinkan St.Petrus dan komunitas Kristen akan pertobatan Paulus. Ia meminta Paulus bergabung dan berkarya bersamanya. Barnabas seorang yang rendah hati, ia tidak khawatir berbagi tugas dan tanggung jawab dengan orang lain. Ia tahu bahwa Paulus juga memperoleh karunia luar biasa untuk dibagikan dan ia ingin agar Paulus memperoleh kesempatan untuk itu.
Roh Kudus memilih Paulus dan Barnabas untuk suatu tugas khusus. Kedua rasul itu kemudian pergi melaksanakan suatu tugas perutusan yang berani. Mereka menanggung banyak penderitaan dan bahkan harus mempertaruhkan nyawa mereka. Meskipun demikian, pewartaan mereka berhasil memenangkan banyak jiwa bagi Yesus dan Gereja-Nya.
Kelak, St. Barnabas pergi dalam suatu tugas perutusan lain, kali ini bersama Yohanes Markus, sepupunya. Mereka pergi ke Siprus, daerah asal Barnabas. Begitu banyak orang menjadi percaya melalui pewartaannya, hingga Barnabas dijuluki Rasul dari Siprus. Menurut tradisi, orang kudus yang hebat ini dirajam sampai mati pada tahun 61. Sumber : Katakombe.Org


Minggu, 10 Juni 2018

Tanggung Jawab, Prasangka, dan Hoax


MINGGU BIASA X (H)
Kej. 3:9-15
Mzm. 130:1-2,3-4,5-6b,7b-8
2 Kor. 4:13-5:1
Mrk. 3:20-35




Kej. 3:9-15

3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
3:11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"
3:12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."
3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."
3:14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."


2 Kor. 4:13-5:1

4:13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.
4:14 Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya.
4:15 Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.
4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.
5:1 Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.


Mrk. 3:20-35

3:20 Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat.
3:21 Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.
3:22 Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: "Ia kerasukan Beelzebul," dan: "Dengan penghulu setan Ia mengusir setan."
3:23 Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: "Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?
3:24 Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan,
3:25 dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.
3:26 Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya.
3:27 Tetapi tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu.
3:28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.
3:29 Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal."
3:30 Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.
3:31 Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.
3:32 Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau."
3:33 Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?"
3:34 Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
3:35 Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."



Tanggung Jawab, Prasangka, dan Hoax

Saudara terkasih, hari ini kita diajak Bunda Gereja untuk merenungkan apa yang menimpa Yesus. Yesus menerima label dari prasangka seperti para penyembuh, para nabi, di mana IA dinilai tidak waras lagi. Lebih ironis mereka itu adalah keluarga-Nya sendiri. Hal yang sangat wajar karena mereka di bawah tekanan lingkungan mereka. Hoax  dan khabar bohong yang dikomandoi para imam kepala, ahli-ahli Taurat, dan  kaum Farisi yang sangat ketakutan pengaruh mereka runtuh.
Bacaan pertama kita bisa belajar bahwa orang dengan mudah mencari kambing hitam. Sikap tidak mau bertanggung jawab, dan lebih enak menuding pihak lain sebagai penanggung jawab, sedang kita ini bersih seperti bayi. Bagaimana pertengkaran Adam dan Hawa soal buah terlarang, mereka saling tunjuk, dan saling lempar tanggung jawab.
Hari-hari ini juga masih berlaku dan seolah makin menggejala. Orang yang kehilangan kesempatan dan potensi keuntungan yang mereka dapatkan ada penghalang, mereka menyebarkan berita bohong, berita yang memutarbalikan fakta, dan keadaan yang sebenarnya. Yang penting kepentingan mereka tidak terganggu.
Saudara terkasih, kesempatan yang baik juga untuk Yesus untuk menyatakan siapakah saudara dan ibu-Nya itu. Apa yang menjadi saudara bukan lagi hubungan darah, namun karena kesanggupannya menjalankan kehendak Allah.
Sering kita itu mengaikan diri dengan label, darah, kekerabatan, dan mencari keuntungan dari hal tersebut. Yesus mengubah keadaan itu. Kaitan relasional dan darah saja tidak cukup ketika berbicara spiritualitas dan konsep keselamatan.
Saudara terkasih, kita hidup dalam alam yang memang lemah, tidak mau bertanggung jawab, menimpakan kesalahan pada pihak lain, dan jatuh pada prasangka. Akhirnya bermuara pada penyebaran berita bohong, hozx. Hal ini masih sangat kontekstual dan banyak di antara kita pun jadi pelakunya. Mau ikut Yesus dan menjadi saudara-Nya atau memilih terpisah dengan-Nya? BD.eLeSHa.





Sabtu, 09 Juni 2018

Hati Tersuci Maria


P.w. Hati Tersuci SP Maria (P)
Yes. 61:9-11
1 Sam. 2:1,4-5,6-7,8abcd
Luk. 2:41-52




Yes. 61:9-11

61:9 Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN.
61:10 Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.
61:11 Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.



Luk. 2:41-52

2:41 Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah.
2:42 Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.
2:43 Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.
2:44 Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka.
2:45 Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.
2:46 Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.
2:47 Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.
2:48 Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau."
2:49 Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?"
2:51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.



Hati Tersuci Maria

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan hati tersuci Maria. Kemarin kita merayakan dan merenungkan Hati Kudus Yesus, kini dilanjutkan untuk erenungkan hati Maria. Maria sebagai teladana keibuan kita, memiliki hati yang mendekati apa yang dimiliki Yesus.
Kesucian hati Maria, salah satu yang paling mendasar adalah mengenai kesiapannya menerima dan menyimpan segala sesuatunya sendiri, di dalam hati, dan menyerahkan kepada kehendak Bapa. Menerima dan menyimpanya dalam hati. Pengalaman kehilangan, kebingungan, dan mencari Yesus, eh dijawab dengan mengapa engkau mencari aku.
Peristiwa yang bagi kita, atau orang biasa menjadi marah dan jengkel. Sekali lagi karena kesucian hati Maria, hal tersebut disimpannya sendiri. Hal yang sama juga ketika siap menerima tawaran Allah untuk menjadi Bunda Penebus. Keadaan yang sangat tidak mudah, nyawanya bisa terancam karena sosial budaya, namun ia menyatakan bahwa ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut kehendak malaikat itu.
Saudara terkasih, keteladanan Maria ini menjadi inspirasi bagi kita untuk sanggup menerima keadaan apapun dengan hati yang lapang, jernih, dan tenang. Menyerahkan apa yang tidak mampu kita terima bersama Tuhan bukan untuk kesombongan diri. Menyerahkan kepada Tuhan apa yang tidak mampu ditanggung. Bersama Tuhan semua adalah mungkin. Hal yang sangat kontekstual ketika berhadapan dengan kondisi sosial politik di bangsa ini, akhir-akhir ini. BD.eLeSHa.

Hati-Nya Seluas Samudera


HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS (P)
Hos. 11:1,3-4,8c-9
Yes. 11:2-3,4bcd,5-6
Ef. 3:8-12,14-19
Yoh. 19:31-37




Hos. 11:1,3-4,8c-9

11:1 Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.
11:3 Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka.
11:8 Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.
11:9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.


Ef. 3:8-12,14-19

3:8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu,
3:9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu,
3:10 supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga,
3:11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
3:12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.
3:14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa,
3:15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya.
3:16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,
3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.
3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,
3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.
3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,


Yoh. 19:31-37

19:31 Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib -- sebab Sabat itu adalah hari yang besar -- maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
19:32 Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
19:33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.
19:35 Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya.
19:36 Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan."
19:37 Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam."




Hati-Nya Seluas Samudera

Ingat beberapa hari lalu, ketika berdiskusi mengenai keadaan negara ini, kebetulan menyangkut penghinaan akan Yesus. Seorang rekan semapt jengkel, tidak sampai marah levelnya. Mengatakan mosok penghina Yesus dibebaskan begitu saja. Saya menjawab, lha salib itu penghinaan luar biasa, bahkan  Yesus sendiri yang menanggungnya. Ia tidak marah, bahkan memberikan pengampunan pada para penyalib-Nya.
Lihat apa yang Yesus lakukan, mengampuni bukan menuntut balas yang setimpal. Mengapa demikian? Jika Ia menuntut pembalasan, apa beda ajaran-Nya dengan ajaran pihak lain yang hendak IA perbarui coba? Perjanjian Lama hidup dalam alam pikir balas dendam dan gigi ganti gigi dan seterusnya. Yesus bersikap yang berbeda.
Mengapa Yesus mampu mengampuni? Hati-Nya seluas samudera, tak bertepi, dan tak berujung. Coba bayangkan saja, hanya karena salah satu label kita, agama misalnya dihina, mencak-mencak, lapor sana lapor sini, marah tidak karuan. Lha Yesus ini dihinakan badan-Nya, jati diri-Nya, bahkan IA dihukum dengan sangat keji, kejam, dan luar batas manusiawi, IA masih mampu mengampuni.
Pengampunan yang tidak bersyarat, namun karena IA menjalankan kehendak Bapa-Nya. IA mengerti bahwa hukuman yang IA terima meskipun bukan  karena perbuatan-Nya itu demi orang yang IA cintai.
Pengampunan cinta yang besar, cinta tanpa syarat, dan mau memahami kondisi orang lain, ungkapan Hati Mahakudus. Bayangkan saja kita mau memahami keadaan orang lain sedikit saja, dunia ini akan damai. Namun kita pengin dipahami dan dimengerti, sehingga timbul perselisihan, peperangan, dan kekacauan yang merebak. Cinta membuat semuanya semarak dan indah. Tidak ada kekacauan kalau orang saling mencintai, bukan mengasihi diri sendiri saja. Pengampunan juga menetak budaya kekerasan. Balas dendam tidak menyelesaikan masalah, menambah persoalan iya.
Saudara terkasih, dalam hidup ini kita mengarah ke sana, menuju kepada hati yang seluas samudera. Mau memahami, mau mengasihi tanpa syarat, dan mau mengampuni juga tanpa syarat. Peziarahan bersama Tuhan yang sudah terlebih dahulu melakukan itu semua. BD.eLeSHa.


Kamis, 07 Juni 2018

Kasih kepada Tuhan dan Sesama


Kamis Biasa Pekan IX (H)
2 Tim. 2:8-15
Mzm. 25:4bc-5ab,8-9,10,14
Mrk. 12:28-34



2 Tim. 2:8-15

2:8 Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.
2:9 Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu.
2:10 Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal.
2:11 Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia;
2:12 jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita;
2:13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."
2:14 Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya.
2:15 Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.

Mrk. 12:28-34

12:28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"
12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
12:33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
12:34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.



Kasih kepada Tuhan dan Sesama

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan kasih. Kasih kepada Tuhan Allah dan kepada sesama. Hukum kasih sama dengan salib, ada yang vertikal ada pula yang horisontal. Sangat menarik, bahwa mengasihi Tuhan Allah juga perlu diimbangi dengan mengasihi sesama.
Hari ini ada kiriman di media sosial mengenai pernyataan Paus Fransiskus, di mana Paus menyatakan kalau rajin beribadat tanpa berbuat baik percuma. Hal yang sangat mendasar dan sangat kontekstual. Di mana bahwa beribadat perlu juga dihidupi dengan berbuat baik. Perbuatan baik dalam konteks ini ialah perwujudan ibadah dalam hidup sehari-hari.
Bahasa lain yang bisa dipakai adalah satunya kata dan perbuatan. Bagaimana orang bisa berlaku mendua dan munafik, mengatakan kata suci, ayat kitab suci dengan fasih dengan mulut yang sama mencaci maki ciptaan. Merusak lingkungan tanpa merasa bersalah. Dalam hal ini bangsa Indonesia sangat memprihatinkan dalam hal ini. negara yang sangat religius, namun sebatas ritual. Hapalan, dan kegiatan yang berkaitan dengan religi, namun dalam hidup sehari-hari masih demikian jauh.
Perbuatan baik kepada sesamanya belum ada. Padahal jelas perintah Tuhan untuk mengasihi Allah dan sesama, tidak hanya mengasihi Allah saja. Pun jangan lupa karena mengasihi sesama melupakan mengasihi Tuhan. Aktivitas sehari-hari bisa melenakan dna melupakan Tuhan dan peran-Nya dalam hidup kita.
Apa yang dinyatakan Bapa Suci dan Kitab Suci pada hari ini sangat kontekstual, bagaimana kita hidup dan mengasihi kepada Tuhan dan sesama secara seimbang. Melakukan tugas perutusan sesuai dengan apa yang Tuhan berikan secara baik dan profesional. Jangan imam malah menyintai duniawi, dan yang awam aktif dan melupakan serta mengorbankan keluarga. Hal yang jamak terjadi. Tuhan Allah menghendaki hidup yang sesuai dengan rencana-Nya dan perutusan-Nya. BD.eLeSHa.