Sabtu, 12 Mei 2018

Kesatuan Bapa dan Putera


Sabtu Biasa Pekan VI Paskah (P)
Kis. 18:23-28
Mzm. 47:2-3,8-9,10
Yoh. 16:23b-28




Kis. 18:23-28

18:23 Setelah beberapa hari lamanya ia tinggal di situ, ia berangkat pula, lalu menjelajahi seluruh tanah Galatia dan Frigia untuk meneguhkan hati semua murid.
18:24 Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci.
18:25 Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes.
18:26 Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Tetapi setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah.
18:27 Karena Apolos ingin menyeberang ke Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya maka ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya.
18:28 Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.


Yoh. 16:23b-28

16:23b Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.
16:24 Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.
16:25 Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu.
16:26 Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,
16:27 sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.
16:28 Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa."



Kesatuan Bapa dan Putera

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan adanya kesatuan erat antara Bapa dan Putera. Yesus pergi kembali kepada Bapa, agar para murid bisa bersukacita. Apa yang para murid minta kepada Bapa akan diberikan kepada mereka di dalam Putera.
Kesatuan antara Bapa dan Putera bukan sekadar menjadi pengantara antara murid kepada Bapa, namun bahwa antara Bapa dan Putera itu satu. Di sanalah kekhasan yang susah dipahami, dan dijelaskan. Ranah iman dan percaya ada di sana.
Percaya itu menjadi penting, di mana sering kita mendapat pertanyaan, dan kadang itu bukan pertanyaan namun serangan untuk melemahkan iman kita. Di sanalah peran percaya itu. Percaya yang membuat kita dimampukan untuk mengerti dan memahami.
Orang yang tidak percaya, apapun yang dikatakan, diajarkan, bahkan dengan mukjizat setiap saatpun tidak akan bisa memahami dan menerimanya. Mengapa? Hati dan budinya sudah ditutup dengan ketidakpercayaan. Nantinya, ranah rasio dijawab dengan hati. Bagian rasa dirasionalkan, susah karena adanya blok, tembok pemisah, dan ketidakmauan mendengarkan dulu.
Percaya di dalam iman, juga perlu budi, sehingga menjadi pribadi beriman yang bertanggung jawab. Bisa bersikap kritis namun tidak melupakan sisi hal yang tidak mampu dijawab dengan otak manusiawi. Tetap bisa bersikap dengan baik sehingga tidak mudah menuding, menyatakan, dan menghakimi pihak lain sesat dan salah. Adanya sikap hati dan budi yang saling mengisi.
Saudara terkasih, Tuhan kita demikian sabar di dalam mendampingi kita. IA tidak tergesa-gesa sehingga kita sampai pada taraf percaya. Panggilan-Nya sangat luar biasa. Mendampingi hingga mampu mencerna dengan kemampuan sendiri. DIA dengan sabar memberikan pengenalan, pengajaran, dan bimbingan setahap demi setahap. Tidak pernah Tuhan gera meskipun para murid jatuh dan jatuh lagi. Kasih-Nya luar biasa.BD.eLeSHa.




Jumat, 11 Mei 2018

Situasi Pemuridan


Jumat Biasa Pekan VI Paskah (P)
Kis. 18:9-18
Mzm. 47:2-3,4-5,6-7
Yoh. 16:20-23a



Kis. 18:9-18

18:9 Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!
18:10 Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini."
18:11 Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan dan ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah mereka.
18:12 Akan tetapi setelah Galio menjadi gubernur di Akhaya, bangkitlah orang-orang Yahudi bersama-sama melawan Paulus, lalu membawa dia ke depan pengadilan.
18:13 Kata mereka: "Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum Taurat."
18:14 Ketika Paulus hendak mulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu: "Hai orang-orang Yahudi, jika sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu,
18:15 tetapi kalau hal itu adalah perselisihan tentang perkataan atau nama atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian."
18:16 Lalu ia mengusir mereka dari ruang pengadilan.
18:17 Maka orang itu semua menyerbu Sostenes, kepala rumah ibadat, lalu memukulinya di depan pengadilan itu; tetapi Galio sama sekali tidak menghiraukan hal itu.
18:18 Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar. Priskila dan Akwila menyertai dia.

Yoh. 16:20-23a

16:20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.
16:21 Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.
16:22 Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.
16:23 Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku.



Situasi Pemuridan

Sauadara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan renungan yang sangat singkat, namun mendalam dan memiliki implikasi luar biasa besar. Keadaan para murid yang akan menangis karena kesedihan yang mendalam, bahkan meratap, namun dunia akan bergembira. Hal yang sangat konkret, bagaimana para murid menangis, bersedih karena ditinggalkan Yesus, yang tidak berdaya, merasa kecewa karena apa yang diharapkan, ternyata berbeda. Padahal mereka hidup, bergaul, dan berkarya bersama Yesus saja masih gagal memahami.
Jika kita juga gagal menghadapi permasalahan duniawi dengan bersedih, merasa berat, dan malah mendapat tertawaan dan cercaan itu adalah kondisi karena kita ikut Tuhan. Dunia penuh kecurigaan akan kehidupan kita, kebaikan saja dicurigai, dan keadaan yang dibuat berat dan kita bisa sangat sedih dan merasa tidak berdaya.
Saudara terkasih, Yesus mengajak kita merenungkan bagaimana kesakitan ibu melahirkan, namun  kesakitan, duka, kesedihan, bahkan sumpah serapah hilang semua karena si jabang bayi yang dirindu-rindukan hadir. Semua menjadi usai, tidak ada lagi yang dicemaskan. Kecemasan sudah sirna berganti dengan kegembiraan yang purna.
Tanpa sukacita tidak akan duka cita. Apa yang harus dialami, memang harus dialami. Tidak ada proses, kejadian, dan peristiwa yang harus dihindarkan. Di sinilah para murid diajak untuk bertekun di dalam keadaan apapun itu. Kekuatan untuk menghadapi dan menyelesaikan, bukan menghindarinya.
Kehidupan kekal bersama Yesus adalah suka cita usai mengalami duka karena kematian Yesus dan kepergian-Nya kembali kepada Bapa. Padahal dunia bersukacita karena merasa Yesus yang menghujat toh mati di salib juga. Perbedaan yang tidak boleh membuat murid, dan kita untuk takut menghadapi kesulitan di dalam hidup karena iman kita. Situasi yang tidak mudah dan perlu untuk dijalani. BD.eLeSHa.


Kamis, 10 Mei 2018

Kenaikan dan Berkat Keselamatan


HARI RAYA KENAIKAN TUHAN (P)
Kis. 1:1-11
Mzm. 47:2-3,6-7,8-9
Ef. 1:17-23
Mrk. 16:15-20



Kis. 1:1-11

1:1 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,
1:2 sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.
1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.
1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang -- demikian kata-Nya -- "telah kamu dengar dari pada-Ku.
1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."
1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"
1:7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Ef. 1:17-23
1:17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
1:18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,
1:19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,
1:20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,
1:21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.
1:22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
1:23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.


Mrk. 16:15-20

16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
16:18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
16:20 Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.



Kenaikan dan Berkat Keselamatan

Saudara terkasih, kenaikan Tuhan mengandung berkat luar biasa yang patut kita syukuri. Kemarin, kita merenungkan mengenai kehilangan. Namun kehilangan yang memberikan berkat luar biasa. Berkat yang sangat penting bagi hidup abadi kita.
Tuhan naik ke surga untuk menjadi pembuka jalan. Merintis jalan untuk datang kepada Bapa di dalam Kerajaan-Nya.  Bagaimana kerusakan jalan, patahnya relasi dengan Allah Bapa, karena pilihan manusia untuk dan berkeinginan seperti Allah, membuat keterpisahan manusia dengan Allah.
Kini semua itu dipulihkan. Kepergian yang membahagiakan. Ada pula berkat lain, di mana Tuhan mengirim Roh Kudus untuk memampukan kita. Kedatangan karena kepergian Yesus yang memberikan dukungan bagi kehidupan kita.
Saudara terkasih, tugas perutusan kita di dunia, sebelum kehidupan abadi adalah untuk mewartakan khabar gembira ke seluruh dunia. Ingat khabar keselamatan yang dibawa Yesus atas perutusan dari Yesus atas kehendak Allah. Allah mengutus Yesus untuk mengabarkan rencana keselamatan, dan perutusan yang sama menjadi tugas kita. Kita mendapatkan tugas perutusan karena pembaptisan yang kita terima.
Menyembuhkan orang sakit, merupakan tugas selanjutnya. Sakit sangat luas di dalam masa modern ini. sakit jiwa, di mana melihat kebenaran sebagai kejahatan, dan kejahatan dibela bak kebenaran, penggiringan opini, perusakan persepsi oleh sekelompok orang atau pihak demi keuntungan sendiri. Jika kita sebagai pengikut Yesus tidak berani menyatakan kebenaran sebagai kebenaran, ikut merusak persepsi dan opini, jelas tidak menjalankan peran ini. Tugas kita di dunia sudah tidak kita jalankan. Melukai lagi Yesus yang tersalib.
Memang sangat tidak mudah dan berat apa yang menjadi tanggung jawab kita. Risiko yang sangat tidak akan mampu jika kita sendirian. Apa yang mampu kita lakukan, harus di dalam Tuhan sehingga kita tidak takut menghadapi apa yang menakutkan jika kita lakukan atas nama diri, kalau kita andalkan diri semata. BD.eLeSHa.


Rabu, 09 Mei 2018

Berkat Luar Biasa dalam Roh Kebenaran


Rabu Biasa Pekan VI Paskah (P)
Kis. 17:15,22-18:1
Mzm. 148:1-2,11-12a,12c-14a,14bcd
Yoh. 16:12-15




Kis. 17:15,22-18:1

17:15 Orang-orang yang mengiringi Paulus menemaninya sampai di Atena, lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka selekas mungkin datang kepadanya.
17:22 Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: "Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa.
17:23 Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.
17:24 Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia,
17:25 dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.
17:26 Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka,
17:27 supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.
17:28 Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.
17:29 Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia.
17:30 Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.
17:31 Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati."
17:32 Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata: "Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu."
17:33 Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka.
 18:1 Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus.

Yoh. 16:12-15

16:12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.
16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.
16:15 Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.



Berkat Luar Biasa dalam Roh Kebenaran

Saudara terkasih, apa yang patut kita renungkan adalah betapa besar kasih Allah kepada kita. Kita yang dipilih dan memiliki konsekuensi tidak ringan, ingat  kita dua hari ini merenungkan konsekuensinya adalah dibenci dunia. Kebencian yang besar itu tidak ada apa-apanya dengan berkat melimpah Allah Bapa kepada kita. Lihat dalam bacaan ini, Tuhan menenggang apa yang harus IA katakan, namun kita belum mampu mencernanya.
Tuhan menggunakan bahasa kita, kemampuan kita, keadaan kita, bukan kehendak Tuhan. Kita ditunggunya hingga mampu, karena dari kita sendiri tidak akan mampu, maka akan hadir Roh Kebenaran yang akan memampukan kita. Apa yang akan dinyatakan sehingga Yesus merasa para murid tidak akan sanggup?
Dalam Injil Sinoptik, Yesus mengalami sengsara, wafat, dna kemudian bangkit dengan gamblang dijelaskan. Dalam Injil Yohanes dengan bahasa Anak Manusia ditinggikan. Ketika berbicara kepergian kepada Bapa, saja para murid sudah demikian berduka, sedemikian bingung, apalagi jika cara kepergian yang demikian berat apa mereka akan sanggup untuk menghadapinya? Inilah pertimbangan Yesus yang paling tidak bisa kita renungkan.
Saudara terkasih, demikian juga jika kita memohon kepada Tuhan suatu permohonan, tidak aka serta merta diberikan begitu saja. Mengapa demikian? Iya jika kita diberi kemudian mengarahkan hidup kita kepada-Nya? Lha kalau sebaliknya? Malah makin jauh dari pada-Nya kan berabe. Di sinilah peran dan bijaksananya Tuhan. Memikirkan keberadaan kita, bukan semata memaksakan apa yang menjadi rencana dan kehendak-Nya dengan semena-mena. Tuhan Mahakasih memang luar biasa. Kita dijadikan pertimbangan, Tuhan kita Mahamurah bukan pemarah apalagi pendendam. Apakah seperti ini baiknya akan kita tinggalkan? BD.eLeSHa.

Selasa, 08 Mei 2018

Pekerjaan Roh Penghibur


Selasan Biasa Pekan VI Paskah (P)
Kis. 16:22-34
Mzm. 138:1-2a,2bc-3,7c-8
Yoh. 16:5-11



Kis. 16:22-34

16:22 Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka.
16:23 Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh.
16:24 Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.
16:25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
16:26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.
16:27 Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri.
16:28 Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!"
16:29 Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas.
16:30 Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?"
16:31 Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."
16:32 Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.
16:33 Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis.
16:34 Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.

Yoh. 16:5-11

16:5 tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi?
16:6 Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita.
16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;
16:9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;
16:10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;
16:11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.




Pekerjaan Roh Penghibur

Saudara terkasih, hari ini kita merenungkan mengenai Roh Penghibur, Roh Kudus, yang dinyatakan Yesus menjelang kepergian-Nya. Mengenai waktu, mengapa baru dinyatakan, karena selama ini Yesus bersama mereka. Yesus ada di antara mereka. Yesus menyatakan itu agar suka cita para murid menjadi penuh. Suka cita Yesus  tetap tinggal bersama mereka. Yesus paham bahwa kepergian Yesus juga kebencian dunia membuat mereka berduka.
Duka cita yang membuat para murid sampai tidak ada yang bertanya tentang pernyataan kepergian Yesus. Bisa dipahami duka bisa membuat semua hal terabaikan. Fokus bukan pada apa yang dikatakan Yesus, namun keberadaan mereka.
Kepergian Yesus memang sangat dibutuhkan para murid secara tidak langsung. Mereka akan mendapatkan Penghibur, atau Roh Penghibur. Kepergian Yesus kepada Bapa, merupakan bentuk ketaatan-Nya. Mengapa Penghibur tidak serentak bersama Yesus? Kedatangan Penghibur adalah kelanjutan kedatangan Yesus menyertai para murid, ketika Yesus sudah tidak bisa secara fisik di tengah-tengah dunia.
Penghibur dibutuhkan para murid di tengah dunia, karena dunia membenci Yesus dan juga para murid. Penghibur akan menguatkan dan menyadarkan perutusan mereka yang memang tidak mudah.
Saudara terkasih, sering kita terlalu berat melepaskan apa yang kita sukai. Kita begitu ingin mengikat apa yang kita sukai. Demikian juga dengan apa yang terjadi dengan para murid, awalnya sangat berat melepaskan Yesus untuk kembali kepada Bapa. Melepaskan apa yang kita inginkan, kita perjuangkan, sama juga terikat pada dunia. Dan Roh Penghibur inilah yang memampukan kita untuk bisa melepaskan apa yang memang perlu  kita lepaskan. Salah satu sifat manusiawi adalah mengikat dan menginginkan apa-apa menjadi milik kita sendiri. Kelekatan yang khas dunia. Penghibur membuat kita berbeda dengan dunia. BD.eLeSHa.


Senin, 07 Mei 2018

Risiko Dipilih Yesus


Senin Biasa Pekan VI Paskah (P)
Kis. 16:11-15
Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b
Yoh. 15:26-16:4a



Kis. 16:11-15

16:11 Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis;
16:12 dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari.
16:13 Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ.
16:14 Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.
16:15 Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia mendesak sampai kami menerimanya.


Yoh. 15:26-16:4a

15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."
16:1 "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.
16:2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.
16:3 Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.
16:4a Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu."



Risiko Dipilih Yesus

Saudara terkasih, menjadi pengikut Yesus itu dilema, sudah dipilh-Nya, bukan untuk mendapatkan kemudahan. Eh malah risiko untuk dibunuh oleh dunia. Dalam konteks kekinian mungkin tidak pembunuhan sebagaimana awal Kekristenan. Kesusahan, kesulitan, dan derita itu bagian utuh. Salib bahkan hadiah yang diberikan Tuhan yang katanya memilih itu. Lha nyatanya kog ya suka cita, senang, dan krasan padahal bukan hal enak yang dijanjikan.
Paradog atas pilihan ini, bukan juga masokhis yang menyukai kekerasan, namun sebentuk konsekuensi atas kebencian dunia yang merasa terganggu. Setan merasa tidak berdaya dan menggunakan pihak lain untuk membenci Tuhan dan orang pilihan-Nya. Kita tentu akan paham dengan mudah ketika orang menebarkan kebencian, pembunuhan, ingat tahun lalu ada anak-anak yang menyanyikan lagi bunuh-bunuh untuk orang yang setia ikut Yesus tanpa merasa berdosa. Iblislah yang mengajarkan itu bukan manusia, dan lihat, mereka merasa membela Allah. Apa iya, membela Allah Sang Pencipta dengan menodai ciptaan. Menyintai ciptaan bentuk memuliakan Allah, itu baru pas dan benar.
Namun Tuhan sekali lagi mengingatkan akan mengirim Roh Kudus. Ketika orang mendapatkan kesulitan karena pilihan Tuhan, patut bersyukur boleh ambil bagian dalam salib Tuhan, secara kecil-kecilan. Sering godaan datang untuk mengajak meninggalkan Tuhan dan memilih melepaskan pilihan Tuhan itu demi jabatan misalnya. Demi mendapatkan kemudahan ini dan itu misalnya. Apa yang dimusuhi, dibenci, dan disangkal sebenarnya Yesus, Bapa, dan kita ikut di dalamnya. Hebat bukan jika kita bisa ikut serta di dalam derita Tuhan itu? Kita akan dimampukan Roh Kudus, dan kita pun telah dibekali dan diperingatkan Tuhan akan keadaan ini.
Risiko dipilih Tuhan itu berat, namun janji keselamatan abadi tentu tidak sebanding dengan apa yang kita alami di dunia ini.  Tidak ada  apa-apanya berkat Tuhan daripada risiko yang kita hadapi. BD.eLeSHa.