Kamis, 12 April 2018

Perutusan Yesus


Kamis Biasa Pekan Paskah II (P)
Kis. 5:27-33
Mzm. 34:2,9,17-18,19-20
Yoh. 3:31-36



Kis. 5:27-33

5:27 Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka,
5:28 katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami."
5:29 Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.
5:30 Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh.
5:31 Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.
5:32 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."
5:33 Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu.


Yoh. 3:31-36

3:31 Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.
3:32 Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorang pun yang menerima kesaksian-Nya itu.
3:33 Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar.
3:34 Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.
3:35 Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.
3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."




Perutusan Yesus

Saudara terkasih, perutusan Yesus memang sangat tidak mudah. Apa yang IA sampaikan dan lakukan, sangat susah untuk bisa dicerna dengan logika, pun diikuti. Apa yang menjadi kesulitan? Karena memang apa yang Yesus lakukan dan katakan itu dari Allah. Ada penghalang yang tidak mudah, apa yang Yesus lakukan dan sampaikan itu apa yang berasal dari Allah dan dari surga. Padahal manusia hidup di dunia.
Bacaan pertama sangat jelas memberikan gambaran itu. Bagaimana mereka marah atas kesaksian para rasul. Mereka berusaha untuk menghentikan itu dengan berbagai cara. Kekerasan dan paksaan ternyata tidak menghentikan apa yang Yesus ajarkan kepada para rasul. Mereka lebih memilih kebenaran. Kebenaran itu berasal dari atas, berasal dari surga.  Dunia yang penuh dengan kebohongan, manipulasi, konspirasi akan selalu mengedepankan itu. Kehadiran Tuhan mematahkan itu semua.
Gap yang harus dijembatani adalah, bagaimana bahasa surga, bahasa dari atas, apa yang perlu dipahami oleh manusia. Bahasa yang berbeda. Yesus datang untuk menerjemahkan itu, memberikan titik temu, sehingga manusia di dunia ini bisa menjadi paham apa yang Tuhan Allah kehendaki.
Saudara terkasih, sering bukan kita tidak tahu harus berbuat apa, bagaimana jalan keluar untuk masalah kita, namun tiba-tiba mendapat inspirasi. Ketika kehabisan akal untuk membayar uang sekolah anak, mau menyari pinjaman sudah merasa malu dan tidak ada jalan lagi, eh tiba-tiba ada yang menawarkan rezeki. Tuhan hadir di sana, Tuhan tidak membiarkan kita yang mau mendengarkan dan mau berpasrah kepada-Nya.
Salib telah menghubungan antara langit dan bumi, simbol jembatan antara bahasa surga dan bahasa manusia. Tidak heran, sering orang tidak paham apa yang Yesus ajarkan. Di sinilah peran inspirasi Roh Kudus dan panggilan untuk percaya kepada-Nya. Bahasa yang diberikan oleh Roh Kudus membuat kita memahami karena mengenal Tuhan. Apakah kebaikan Tuhan yang demikian luar biasa perlu kita kalahkan demi jabatan, kemudahan, dan keamanan di dunia ini? BD.eleSHa.



Rabu, 11 April 2018

Terang dan Percaya


Pw. S. Stanislaus, UskMrt (M)
Kis. 5:17-26
Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9
Yoh. 3:16-21



Kis. 5:17-26

5:17 Akhirnya mulailah Imam Besar dan pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang dari mazhab Saduki, bertindak sebab mereka sangat iri hati.
5:18 Mereka menangkap rasul-rasul itu, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota.
5:19 Tetapi waktu malam seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar, katanya:
5:20 "Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak."
5:21 Mereka mentaati pesan itu, dan menjelang pagi masuklah mereka ke dalam Bait Allah, lalu mulai mengajar di situ. Sementara itu Imam Besar dan pengikut-pengikutnya menyuruh Mahkamah Agama berkumpul, yaitu seluruh majelis tua-tua bangsa Israel, dan mereka menyuruh mengambil rasul-rasul itu dari penjara.
5:22 Tetapi ketika pejabat-pejabat datang ke penjara, mereka tidak menemukan rasul-rasul itu di situ. Lalu mereka kembali dan memberitahukan,
5:23 katanya: "Kami mendapati penjara terkunci dengan sangat rapinya dan semua pengawal ada di tempatnya di muka pintu, tetapi setelah kami membukanya, tidak seorang pun yang kami temukan di dalamnya."
5:24 Ketika kepala pengawal Bait Allah dan imam-imam kepala mendengar laporan itu, mereka cemas dan bertanya apa yang telah terjadi dengan rasul-rasul itu.
5:25 Tetapi datanglah seorang mendapatkan mereka dengan kabar: "Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara, ada di dalam Bait Allah dan mereka mengajar orang banyak."
5:26 Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah, lalu mengambil kedua rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut, kalau-kalau orang banyak melempari mereka.


Yoh. 3:16-21

3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
3:19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
3:20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
3:21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."



Terang dan Percaya

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan mengenai terang dan percaya. Perilaku orang percaya yang akan mendapatkan hidup kekal adalah karena melakukan tindakan di dalam terang. Perilaku jahat atau tindakan di dalam kegelapan adalah kesukaan manusia yang mendapatkan pengaruh kuasa Iblis.
Perbuatan baik bukan karena takut neraka namun karena sudah mendapatkan kebaikan dan cinta Tuhan yang mengirimkan Putera-Nya sendiri ke tengah dunia. Perbuatan baik di dalam terang bagi orang Kristiani adalah kemauan sadar, bukan ketakutan, karena merasa sudah mendapatkan begitu besar kebaikan bahkan, Penebusan.
Salah satu bukti perbuatan jahat di dalam kegelapan, sebagaimana dinyatakan dalam bacaan pertama. Adanya konspirasi, ketakutan atas keberadaan banyak orang, dan memperlakukan tindakan sewenang-wenang. Lihat bagaimana para rasul, dipenjara, ada pengawal, namun toh bisa  mengajar. Artinya, bahwa sebesar apapun kuasa jahat mau merintangi, ketika Tuhan berkehendak, semua bisa diatasi. Kalah kegelapan oleh terang, apalagi jika Ternag Sejati yang hadir.
Perilaku terang akan  merupakan buah atas pribadi percaya. Percaya di dalam Tuhan yang akan membawa kepada hidup kekal bersama Allah Bapa di surga. Tindakan baik, perilaku di dalam terang itu adalah wujud syukur kita, anugerah atas Bapa Yang Mahabaik, bukan ketakutan atau paksaan semata. Secara sadar memilih untuk berbuat baik karena sudah mendapatkan kebaikan terlebih dahulu. Kepercayaan kita yang dianugerahkan Tuhan kepada kita yang membuat kita mampu memilih terang dan bersama Tuhan di dalam melangkah. BD.eLeSHa.


Selasa, 10 April 2018

Orang Percaya Memperoleh Hidup yang Kekal



Selasa Biasa Pekan II Paskah (P)
Kis. 4:32-37
Mzm. 93:1ab,1c-2,5
Yoh, 3:7-15



Kis. 4:32-37

4:32 Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.
4:33 Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.
4:34 Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa
4:35 dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.
4:36 Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.
4:37 Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.


Yoh, 3:7-15

3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."
3:9 Nikodemus menjawab, katanya: "Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?"
3:10 Jawab Yesus: "Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?
3:11 Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.
3:12 Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?
3:13 Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
3:14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
3:15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.



Orang Percaya Memperoleh Hidup yang Kekal

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan bagaimana untuk mendapatkan hidup yang kekal. Hidup di dunia nanti, bukan hidup hari ini, di dunia yang fana dan tidak ada keabadian ini. Mungkin  di zaman yang modern, semua bisa ditangani oleh olah pikir manusia ini, bicara yang abadi dan illahiah bisa ditertawakan. Sangat mungkin, karena semakin banyak orang yang berpikir dengan usahanya sendiri semua bisa teratasi.
Nikodemus dalam bacaan ini, tidak paham dengan apa yang Yesus ajarkan. Padahal Nikodemus termasuk guru di Israel. Tentu Kitab Suci sangat ia pahami. Pengajaran-pengajaran mengenai Keilahian bukan barang baru baginya. Namun tidak mudah baginya untuk mengerti apa yang Yesus ajarkan dan katakan.
Kita, apalagi kebanyakan yang sangat maju dengan berbagai hal, akan menertawakan apa yang dinyatakan Yesus untuk memperoleh hidup kekal. Mau apa, wong di dunia ini saja semua tersedia kog, ngapain mikir yang tidak pasti, masih lama, dan banyak sikap meremehkan lainnya. Tuhan diingat saat mulai tidak berdaya, mendapatkan jalan buntu, dan semua seolah tertutup, baru ingat, oh iya ada agama dan Tuhan. Perilaku ini sangat jamak terjadi. Bisa saja  tetap aktif ke gereja, selalu berdoa, namun di dalam doanya, tidak ada yang terarah kepada Tuhan. Semua masih mengandalkan diri sendiri, kemampuan, teknologi, dan sebagainya. Padahal jelas bagaimana manusia itu menemukan internet misalnya, tanpa campur tangan Ilahi?  Teknokrat, penemu modern akan menjelaskan dengan berbagai-bagai dalil dan dalih, namun  benar tidak demikian? Siapa yang memberinya hidup?
Siapa yang akan mendapatkan hidup kekal? Ia yang hidup dan percaya di dalam DIA. Bagaimana cara hidupnya adalah yang dinyatakan dalam bacaan pertama. Mereka berpikir  kebersamaan dulu, komunitas. Mau berbagi dan tidak mementingkan dirinya sendiri semata. Sering kita egois dan berpusat pada diri sendiri. Korup, pelanggaran hukum, dan menang sendiri. Pribadi demikian, enggan untuk memikirkan orang lain, berfokus dan menguntungkan diri sendiri, sangat susah untuk bisa mendapatkan hidup kekal. Sering orang menyatakan itu kan relasiku dengan Yang Ilahi, beneran? Relasi dengan Yang Ilahi pun  bisa dilihat dan dirasakan dari hidupnya bersama dengan tetangga, rekan terdekat, dan hidup bersamanya. BD.eLeSHa.

Senin, 09 April 2018

Sukacita dan Kesediaan Diri


HARI RAYA KHABAR SUKACITA (P)
Yes. 7:10-14,8:10
Mzm. 40:7-8a,8b-9,10,11
Ibr. 10:4-10
Luk. 1:26-38



Yes. 7:10-14,8:10

7:10 TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya:
7:11 "Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas."
7:12 Tetapi Ahas menjawab: "Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN."
7:13 Lalu berkatalah nabi Yesaya: "Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga?
7:14 Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
8:10 Buatlah rancangan, tetapi akan gagal juga; ambillah keputusan, tetapi tidak terlaksana juga, sebab Allah menyertai kami!


Ibr. 10:4-10

10:4 Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.
10:5 Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: "Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki -- tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku --.
10:6 Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan.
10:7 Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku."
10:8 Di atas Ia berkata: "Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya" -- meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat --.
10:9 Dan kemudian kata-Nya: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.
10:10 Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

Luk. 1:26-38

1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.



Sukacita dan Kesediaan Diri

Saudara terkasih, hari ini kita mengenangkan khabar suka cita yang biasanya dirayakan pada tanggal 25 Maret, karena bersamaan dengan Minggu Palma, dialihkan pada hari ini. bagaimana Sukacita itu berkaitan erat dengan kesediaan Maria yang dengan segala kerendahan hati menyatakan aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu itu. Kesediaan tanpa syarat, jauh berbeda dengan apa yang terjadi dalam kisah manusiawi lainnya.
Syarat sering menjadi bagian utuh dalam kehidupan kita bersama. Maria memang pola kehidupan yang melampaui kemanusiaan. Coba bayangkan saja, jika Maria takut dengan hukuman sosial, tidak main-main, mati dirajam lho, tapi ia memilih mengatakan YA atas tawaran Allah. Di sinilah  keluarbiasaan Maria sebagai Bunda kita yang berani memilih pilihan luar biasa sulit. Jika ia menolak, mungkin kita masih dalam bayang-bayang maut. Tidak akan mampu mengatasi maut yang demikian berkuasa.
Sisi manusia yang dipertontonkan Maria, pun sebagai jawaban atas kasih Allah yang jauh lebih luar biasa. Tuhan Allah tidak memaksakan kehendak untuk Maria mau denga begitu saja. Ia memberikan tawaran, menanyakan kesanggupan Maria terlebih dahulu. Lihat betapa hebatnya Allah kita. Allah Bapa yang penuh kasih,  bukan Allah penghukum apalagi pendendam. Mana ada pendendam dan pemarah yang menawarkan kehendak-Nya terlebih dahulu? Pemaksaan kehendak tidak dikenal oleh Allah. maka, tidak ada takdir dan nasib bagi kepercayaan di dalam Tuhan. Kehendak Allah itu juga berkaitan dengan jawaban manusia.
Saudara terkasih, kita bisa melihat bagaimana relasi Allah dan Maria, ada relasi yang sangat intens, sebagai Pencipta Tuhan Allah tidak seenaknya sendiri. Ini gambaran kebaikan Tuhan. Tuhan Mahabaik yang memberikan kesempatan manusia memilih. Maria yang merasa dipercaya, dicintai, dan diberi kedudukan menjawab dengan patut tawaran itu. Kesediaan untuk memberikan tawaran dan jawaban yang semestinya. Pola relasional yang patut menjadi acuan dalam hidup bersama. Tidak ada pemaksaan, namun ada dialog dan menemukan titik temu. Kekhawatiran itu manusiawi, namun bukan menjadi penghalang untuk menjalankan rencana dan kehendak Tuhan. BD.eLeSHa.


Minggu, 08 April 2018

Ya Tuhanku dan Allahku




MINGGU PASKAH II PESTA KERAHIMAN ILAHI (P)
Kis. 4:32-35
Mzm. 118:2-4,16ab-18,22-24
I Yoh. 5:1-6
Yoh. 20:19-31



Kis. 4:32-35

4:32 Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.
4:33 Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.
4:34 Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa
4:35 dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.


1 Yoh. 5:1-6

5:1 Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya.
5:2 Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.
5:3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,
5:4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.
5:5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
5:6 Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran.


Yoh. 20:19-31

20:19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.
20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."
20:24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.
20:25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."
20:26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
20:28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
20:29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
20:30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,
20:31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.




Ya Tuhanku dan Allahku

Setiap Paskah II selalu terkenang bacaan ini, di mana Thomas yang tidak begitu saja percaya. Ketidakpercayaan yang paling degil dibandingkan murid-murid lain. Semua murid mengaku bertemu Yesus, karena ia belum bertemu, Thomas belum mau percaya. Kepercayaan yang harus ada bukti fisik,  ia ingin menyucukan jari di luka-luka Yesus.
Apa yang ditampilkan Thomas sebenarnya sering kita lakukan. Sering merasa perlu bukti untuk menjadi yakin dan percaya. Anak-anak dengan nilai bagus agar dinilai sebagai anak baik. Suami yang rajin agar mendapatkan label suami yang baik. Istri yang begini dan begitu agar mendapatkan kasih sayang dari anak dan suami. Pun dalam masyarakat. Label dan  pembuktian sering kita mintakan agar memperoleh label yang sepadan pula.
Celakalah kita jika dalam iman pun melakukan hal yang sama. Bagaimana mungkin kita bisa mengatakan, Tuhan, saya akan melakukan ibadah, akan menyintai Tuhan lebih dari apapun jika dapat jodoh gadis idaman itu. Atau aku akan rajin ke gereja jika dapat cowok cakep yang aku inginkan itu. Lah dalah, ikut Tuhan kog itung-itungan. Apalagi di era modern ini, semua diukur dengan ketenaran, viral, bahkan demi video yang akan dipublish, mengabaikan mau berbagi api Paskah yang perlu dibagikan kepada sekelilingnya. Hal sangat sepele, meneruskan api. Coba bagaimana model demikian mau berbagi yang lebih besar?
Sifat egois, mau menunmpuk sendiri, dan mencari bukti dengan standar sendiri, menjadi gaya hidup, tabiat, dan kesenangan manusia. Jelas-jelas bersalah saja masih bisa ngeles dan mencari pembenar. Apa yang disampaikan Thomas sangat biasa bagi kita di zaman modern ini.
Namun jika mengandalkan model Thomas, ya habis, kita tidak akan bisa lagi memiliki iman. Jarak yang demikian jauh dari masa Yesus. Apa yang kita terima karena adanya tradisi suci yang diteruskan dari masa ke masa. Di sinilah peran iman.
Yesus ketika menghadapi murid yang ketakutan, mereka dalam keadaan malam rohani, pintu terkunci, saking takutnya, dan kondisi tertekan, membawa damai sejahtera. Damai di mana para murid bisa tersenyum dan percaya bahwa ada Pengharapan di dalam Tuhan.
Kita pun sering bukan mengalami ketakutan. Ketakutan berkaitan dengan iman kita, berkaitan dengan kepercayaan kita, dan karena menjadi pengikut  Yesus. Hal yang sangat wajar, tidak bisa disangkal, dan itu adalah salib dan perutusan kita. Ingat ada Yesus yang sudah berkorban demi kita. Jika kita berani bukan karena jasa kita, bukan karena usaha kita, namun karena cinta-Nya yang besar memampukan kita demikian. Dan dengan demikian kita mampu mengatakan, Ya Tuhanku dan Allahku. BD.eLeSHa.





Sabtu, 07 April 2018

Penampakan dan Perutusan


SABTU DALAM PEKAN SUCI (P)
Kis. 4:13-21
Mzm. 118:1,14-15,16ab-18,19-21
Mrk. 16:9-15



Kis. 4:13-21

4:13 Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.
4:14 Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya.
4:15 Dan setelah mereka menyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang, berundinglah mereka,
4:16 dan berkata: "Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mujizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya.
4:17 Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapa pun dalam nama itu."
4:18 Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus.
4:19 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.
4:20 Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."
4:21 Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi.


Mrk. 16:9-15

16:9 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
16:10 Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
16:11 Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
16:12 Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
16:13 Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.
16:14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.



Penampakan dan Perutusan

Saudara terkasih, hari ini  kita diajak untuk merenungkan penampakan Tuhan dan sikap kita atas penampakan, dalam konteks diwakili para rasul. Ketidakpercayaan dan kedegilan menjadi salah satu karakter yang menonjol. Yesus sampai menegur mereka. Kisah ketidakpercayaan ini bukan yang pertama, justru pengulangan yang kesekian. Dalam kisah kebangkitan, ketidakpercayaan sangat berulang, kisah Maria Magdalena yang tidak mereka percayai, kisha Emaus, dan kini di depan mereka semua Yesus mencela kedegilan hati mereka.
Para murid yang tidak percaya dan degil itupun tetap mendapatkan perutusan untuk mengabarkan khabar suka cita. Mereka diutus untuk menyatakan khabar keselamatan.
Kisah Para Rasul  memberikan penghiburan, dalam bacaan pertama, bagaimana para murid yang degil tersebut ternyata bermental baja usai dicela Yesus. Mereka berani melawan para imam kepala dan tetua yang dalam banyak kasus mereka takut dan gentar. Mereka berani melawan apa yang telah diputuskan.
Mereka tidak takut akan intimidasi karena mereka mendengar dan menyaksikan sendiri. Mereka menjaid berani karena memang mereka menjadi saksi Yesus. Perutusan Yesus membawa dampak yang besar bagi mereka. Sebagai para pelaku kepercayaan baru, mereka awalnya ketakutan, namun di bawah tekanan peradilan mereka menjadi berani dengan dasar apa yang mereka dengar dan lihat.
Saudara terkasih, hal yang tidak mudah juga kita alami, dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang ditampilkan para murid dapat menjadi inspirasi hidup kita. Bagaimana kita menjadi berani dan tidak gentar karena benar. Kebenaran yang kita bela, sepanjang tidak salah, mengapa takut. Intimidasi hanya berlaku jika kita salah dan tidak memiliki bukti. BD.eLeSHa.