Jumat, 06 April 2018

Penampakan Yesus di Danau Tiberias


JUMAT DALAM PEKAN PASKAH (P)
Kis. 4:1-12
Mzm. 118:1-2,4,22-24,25-27a
Yoh. 21:1-14




Kis. 4:1-12

4:1 Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki.
4:2 Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati.
4:3 Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam.
4:4 Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.
4:5 Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem
4:6 dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar.
4:7 Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: "Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?"
4:8 Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua,
4:9 jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan,
4:10 maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati -- bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.
4:11 Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan -- yaitu kamu sendiri --, namun ia telah menjadi batu penjuru.
4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."


Yoh. 21:1-14

21:1 Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut.
21:2 Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain.
21:3 Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
21:4 Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
21:5 Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada."
21:6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.
21:7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.
21:8 Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.
21:9 Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti.
21:10 Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu."
21:11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.
21:12 Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan.
21:13 Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu.
21:14 Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.



Penampakan Yesus di Danau Tiberias

Saudara terkasih, sangat mungkin mengapa para murid kembali menjadi nelayan dan menekuni pekerjaan lamanya. Meskipun mereka telah menerima perutusan dan hembusan Roh Kudus. Memang dalam kisah ini tidak secara eksplisit diterangkan alasan mengapa mereka kembali menjadi penjala ikan, kemungkinan paling mungkin, adalah tambahan untuk pembaca yang sangat jauh dari masa di mana pelayanan Penginjil ada di sana. Sangat mungkin.
Petrus memulai mencari ikan, dan para temannya pun ikut serta. Semalaman mereka menangkap ikan, dan tidak ada satu ekorpun yang ditangkap mereka.  Hingga siang hari ketika mereka dijumpai oleh Yesus yang bertanya dengan penuh perhatian dan kasih sayang dengan menyapa sebagai anak-anak.
Mereka yang tidak memiliki ikan sebagai lauk diminta untuk menebarkan jala, dan jala itu penuh. Akhirnya mereka mulai mengenal siapa DIA yang menyapa dan mengutus mereka. Petrus kembali dengan spontanitasnya, melompat ke darat dan menemui Yesus.
Kedatangan Yesus yang mengajak mereka sarapan hendak menampilkan kehadiran dan kelanjutan-Nya bersama para murid bukan semata memberikan bukti kebangkitan saja. Murid dipanggil untuk ambil bagian dalam Tuhan yang hidup. BD.eLeSHa.



Kamis, 05 April 2018

Yesus Menampakkan Diri dan Perutusan


KAMIS DALAM OKTAF PASKAH (P)
Kis. 3:11-26
Mzm. 8:2a,5,6-7,8-9
Luk. 24:35-48




Kis. 3:11-26


3:11 Karena orang itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes, maka seluruh orang banyak yang sangat keheranan itu datang mengerumuni mereka di serambi yang disebut Serambi Salomo.
3:12 Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata: "Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri?
3:13 Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan.
3:14 Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu.
3:15 Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.
3:16 Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.
3:17 Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpin kamu.
3:18 Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.
3:19 Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,
3:20 agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus.
3:21 Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.
3:22 Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu.
3:23 Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita.
3:24 Dan semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini.
3:25 Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati.
3:26 Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu."

Luk. 24:35-48

24:35 Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
24:36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"
24:37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.
24:38 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?
24:39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."
24:40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.
24:41 Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"
24:42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.
24:43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.
24:44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
24:45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
24:46 Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,
24:47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
24:48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini



Yesus Menampakkan Diri dan Perutusan

Saudara terkasih, hari ini kita merenungkan bagaimana Yesus menamakkan diri kepada para murid. Konteks penampakan pada saat para murid berkumpul dan telah mendengarkan kisah dua murid dari Emaus. Mereka sudah tahu keadaan Yesus dan keadaan kebangkitan. Mereka sudah siap dengan khabar yang telah dua kali mereka dengar dan sebagian saksikan sendiri.
Keadaan para murid yang sama, kurang percaya, kaget, heran, dan masih bingung.  Namun ada yang baru, mereka girang setelah Yesus memperlihatkan luka-luka-Nya. Ada bukti pun mereka masih bingung, meskipun girang. Oleh karenanya Yesus meminta roti.
Pengajaran mengenai Mesias dalam Kitab Suci diajarkan kembali oleh Yesus. Lihat pengajaran yang diulang-ulang oleh Yesus. Yesus membuka  pemikiran para murid soal kebangkitan yang diawali dengan penderitaan.
Penampakan Yesus bukan semata membuktikan kebangkitan, namun juga memberikan perutusan. Mengenai pertobatan dan pengampunan dosa di dalam nama Yesus. Para murid adalah saksi atas semuanya itu. Kebangkitan yang secara fisik bisa mereka lihat dan raba adalah realitas fisik kebangkitan. Para murid meraba luka-Nya dan Ia makan di depan mereka.
Saudara terkasih, jika kita jatuh bangun dalam iman akan Yesus itu sangat wajar, namun wajar itu bukan pembenar. Pasrah pada kehendak Tuhan dengan membuka diri, melepaskan segala pemikiran yang logis, serta mendengarkan suara hati. Mengapa demikian? Lihat para murid mereka perlu pengajaran dari Yesus berulang-ulang. Jika kita mengandalkan diri, tidak akan pernah bisa mampu menyelami kehendak Tuhan. Berserah untuk mendapatkan bimbingan Tuhan, apalagi lingkungan yang tidak kondusif untuk itu bisa sangat berbahaya bagi iman kita. Iman yang jatuh ditempat yang tidak subur bukan berarti pembenar untuk tidak menghasilkan buah. Justru bisa menjadi ladang kesaksian yang luar biasa.  Pengampunan dan pertobatan sangat khas dan itu yang perlu menjadi pijakan di dalam bertindak. Ketika orang lain berbicara konsep, waktunya melakukan. Pertobatan dan pengampunan itu bukan hanya kata dan kalimat namun tindakan nyata. BD.eLeSHa.


Rabu, 04 April 2018

Perjalanan ke Emaus, Tipologi Pemuridan


RABU DALAM PEKAN SUCI (P)
Kis. 3:1-10
Mzm. 105:1-2,3-4,6-7,8-9
Luk. 24:13-35




Kis. 3:1-10

3:1 Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.
3:2 Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah.
3:3 Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah.
3:4 Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami."
3:5 Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.
3:6 Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
3:7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.
3:8 Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.
3:9 Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah,
3:10 lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya.


Luk. 24:13-35

24:13 Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,
24:14 dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.
24:15 Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.
24:16 Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.
24:17 Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram.
24:18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?"
24:19 Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.
24:20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.
24:21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.
24:22 Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur,
24:23 dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup.
24:24 Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat."
24:25 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!
24:26 Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?"
24:27 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.
24:28 Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.
24:29 Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.
24:30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.
24:31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.
24:32 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"
24:33 Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.
24:34 Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon."
24:35 Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.



Perjalanan ke Emaus, Tipologi Pemuridan

Saudara terkasih, beberapa hal bisa menjadi  bahan permenungan dan inspirasi bagi kita, bagaimana kedua murid yang berjalan ke Emaus. Yesus menyertai mereka dalam perjalanan itu. Mereka yang tidak mengenali Pendamping mereka ini, justu menyatakan apa yang mereka rasakan, mereka harapkan, dan iman mereka secara tulus dan jujur.
Pertama, mereka tidak mengenal Yesus. Mereka terfokus pada perasaan mereka sendiri. Ketakutan, shock, dan tentu sangat terguncang, sangat wajar jika mereka tidak peka akan kehadiran Yesus. Ingat dalam keseharian pun level Petrus saja sering jatuh bangun, apalagi yang ini.
Kedua, mereka mengakui keadaan bagaimana harapan mereka. Mereka masih berharap soal  pembebasan dalam hal penjajahan Romawi. Israel yang dijajah, berbeda konsep dengan Mesianisme ala Yesus. Kembali  pemuridan yang masih belum banyak berkembang.
Ketiga, mereka belum percaya, meskipun para perempuan yang telah bertemu dan mengatakan serta memberikan kesaksian. Kembali soal kepercaayaan yang begitu-begitu saja.
Keempat, mereka mengenali Yesus ketika Yesus mengadakan perjamuan. Kehadiran Yesus  sepanjang jalan belum membuka mereka, di dalam Ekaristi semua terbuka.
Apa yang terjadi dengan para murid adalah gambaran kita. Betapa susahnya diajari, apalagi yang mengajar bukan Yesus. Yesus yang mengajar saja banyak yang gagal. Apalagi pengajarnya murid yang sama bebalnya dengan murid-murid tersebut. Jika kita gagal ya pantas. Namun apakah itu menjadi pembenar untuk meratapi kegagalan kita? Tentu tidak. Kita perlu mendengar dan menerima Tubuh dan Darah Kristus.
Saudara terkasih, kebersamaan dengan Yesus di dalam Ekaristi membuka hati dan budi kita untuk bisa memahami siapa Dia. Mengenal Yesus secara paripurna. Sabda, ingat para murid diajar Yesus sepanjang jalan masih belum sepenuhnya mereka kenali. Di dalam pemberian Diri Yesus mereka menjadi terbuka. Sabda dan Ekaristi di dalam satu kesatuan.Bd.eLeSHa.


Selasa, 03 April 2018

Yesus Menampakan Diri kepada Maria Magdalena


SELASA DALAM OKTAF PASKAH (P)
Kis. 2:36-41
Mzm. 33:4-5,18-19,20,22
Yoh. 20:11-18



Kis. 2:36-41

2:36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
2:37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
2:39 Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."
2:40 Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."
2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.


Yoh. 20:11-18

20:11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,
20:12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.
20:13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."
20:14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
20:15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."
20:16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.
20:17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."
20:18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.



Yesus Menampakan Diri kepada Maria Magdalena

Saudara terkasih, dalam bacaan hari ini kita diajak oleh Bunda Gereja untuk merenungkan bagaimana Maria Magdalena memiliki pemikiran, persepsi, dan gambaran sendiri. Ia membayangkan tubuh Yesus hilang dicuri orang. Ia menyangka dua malaikat telah menyuri tubuh Yesus Sang Guru.  Perkataan malaikta tidak bisa mengubah persepsinya. Pun ketika Yesus ada di belakangnya.
Sapaan dan perjumpaan Yesus mengubah logika dan pemikiran Maria. Maria yang dipanggil Yesus  langsung mengenali bahwa yang menyapanya adalah Yesus. Perjumpaan dan panggilan Yesus yang mengubah persepsi Maria.
Dua perutusan diterima Maria. Pertama agar ia tidak menyentuh Yesus. Mengenai menyentuh Yesus, sangat mungkin adalah adanya  perasaan berat untuk ditinggalkan, nggondeli, merasa berat dan sayang untuk berpisah. Sangat natural dan alamiah terhadap orang yang disayangi dan dikagumi. Melepaskan untuk merelakan. Kedua adalah perutusan untuk menyatakan apa yang terjadi kepada saudara yang lain. Yesus menyatakan diri dan perlu disampaikan kepada para murid yang lain.
Saudara terkasih, memang tidak mudah dan berat melepaskan apa yang paling berharga, paling menyenangkan, dan paling disayangi. Dalam hal ini Maria menjadi contoh bagi kita, bagaimana pengorbanan itu adalah melepaskan. Yesus mengorbankan diri, nyawa-Nya Ia lepaskan bagi kehidupan kita. Maria melepaskan Yesus agar kembali kepada Bapa karena berasal dari Bapa. Kita pun bisa melakukan pengorbanan dalam banyak hal. Sebagai keluarga, bisa melakukan pekerjaan dari pagi hingga petang, mengurangi kesenangan demi keluarga. Anak mengorbankan waktu mainnya demi bisa mempersiapkan masa depan. Hal-hal yang tidak utama disingkirkan demi hal yang lebih baik.
Penampakan kepada Maria Magdalena memberikan gambaran bahwa kita bisa melepaskan apa yang kita sukai. Apa yang kita cintai sering menjadi penghambat, dan di sanalah keberanian kita untuk lebih berkualitas dalam iman dan kepribadian.BD.eLeSHa.


Senin, 02 April 2018

Kebangkitan dan Dusta Mahkamah Agama


SENIN DALAM OKTAF PASKAH (P)
Kis. 2:14,22-23
Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10,11
Mat. 28:8-15




Kis. 2:14,22-23

2:14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
2:22 Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.
2:23 Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.


Mat. 28:8-15

28:8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
28:9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
28:10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."
28:11 Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.
28:12 Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu
28:13 dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.
28:14 Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."
28:15 Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.




Kebangkitan dan Dusta Mahkamah Agama

Saudara terkasih, kebangkitan pertama-tama didengar oleh para perempuan. Mereka bahagia sekaligus takut. Namun mereka mendapatkan peneguhan dan perutusan Yesus untuk memberitahukan hal ini kepada murid yang lain. Mereka memeluk kkai Yesus dan menyembah-Nya. Ungkapan syukur yang tidak terkira dan diantara kebingungan serta ketidakberdayaan.
Peristiwa yang sama dipahami dengan berbeda oleh penjaga. Penjaga yang dipakai sebagai bentuk pembungkaman ala tua-tua Yahudi. Dijaga oleh prajurit, masih dilengkapi dengan segel, sehingga tidak bisa menggulingkan batu penutup makam. Itu pun masih kurang. Mereka perlu mengupah para penjaga agar bungkam. Kehidupan dan kebangkitan Yesus yang mau dibungkam itu perlu banyak cara dan usaha. Menarik adalah, bagaimana mereka bisa begitu lepas saja para murid menyuri jenazah Yesus? Jika mau kritis atas perilaku tamak mereka. Penjaga tidur, dikatakan justru oleh ahli agama dan tua-tua. Bagaiamana mungkin lali dan abai akan tugas menjadi benar. Mengapa demikian? Karena kepentingan mereka yang lebih besar. Kemudian tersebarlah berita bohong yang mengandalkan uang itu.
Saudara terkasih, hingga hari ini pun sering orang membangun sebuah argumen yang sangat mentah jika karena demi kepentingan diri sendiri. Banyak lobang dan celah yang tidak bisa ditutupi karena memang kalau meminjam bahasa bacaan pertama bukan dari Allah. Itulah yang  membedakan antara kerja Tuhan dan iblis melalui manusia. Tuhan bekerja untuk kebaikan dan kedamaian, sedangkan setan mengerjakan kejahatan demi manusia terbuai dan tunduk dalam pengaruh mereka. Bagaimana sangat merugikan kinerja iblis itu. Membangun kebohongan, membayar, dan menyebarkan berita bohong.
Hari-hari ini kita sebagai bangsa juga sedang menghadapi masalah yang sama. Orang mudah ditiupkan bahan-bahan yang sarat kepentingan. Fakta yang digoreng dan disembunyikan sebagian demi kepentingan sendiri. Mirip dan identik dengan kinerja mahkamah agama dan tua-tua Yahudi. Mereka membangun seolah-olah benar padahal jelas mereka sendiri pelakunya. Melindungi diri dengan menuduh dan menyerang pihak lain. BD.eLeSHa.




Minggu, 01 April 2018

Makam Kosong, Bukan Bukti Kebangkitan, namun Konsekuensi atas Kebangkitan


HARI RAYA  PASKAH: KEBANGKITAN TUHAN (P)
Kis. 10:34a,37-43
Mzm. 118:1-2,16ab-17,22-23
Kol. 3:1-4 atau 1 Kor. 5:6b-8
Yoh. 20:1-9



Makam Kosong, Bukan Bukti Kebangkitan, namun Konsekuensi atas Kebangkitan


Saudara terkasih, kebangkitan memang sangat tidak mudah dipahami. Para penginjil juga tidak menerangkan dengan mendetail mengenai kebangkitan. Sama juga peristiwa salib. Inti  salib adalah adanya fakta Yesus tergantu di kayu salib. Pun kebangkitan, tidak ada juga saksi selain kain peluh dan kain kapan yang tertinggal. Jenazah Yesus tidak ada di tempat.
Iman yang mengantar pada kepercayaan dan iman, bahwa Yesus sudah bangkit. Kebangkitan yang membuat makam itu kosong, bukan karena makam kosong maka ada kebangkitan. Jika demikian, sangat mudah dipatahkan para imam kepala yang menggunakan teori konspirasi, jenazah Yesus dicuri para murid-Nya sendiri. Ketika makam kosong sebagai konsekuensi, mau apa lagi, selain iman yang memberikan penjelasan.
Kain peluh dan kain kapan menjadi penunjuk lain kebangkitan. Mematahkan asumsi penyurian jenazah oleh para murid. Mengapa orang menyuri jenazah bersusah-susah membuka kain pembungkusnya bukan? Lebih praktis, mudah, dan tentu efisien membawa serta pembungkusnya. Dengan adanya kain yang tertinggal, makin menguatkan bukti kebangkitan.
Saudara terkasih, menarik adalah keberadaan Petrus dan murid yang dikasihi, dan sering dikenal sebagai Yohanes. Di sana, mereka berdua, melihat fakta yang sama, namun menyikapi dengan berbeda. Petrus tidak ditampilkan sebagai pribadi yang memiliki perubahan, sedang murid yang dikasihi percaya. Yohanes tahu apa yang terjadi, Yesus sudah bangkit. Cintanya membuat ia paham apa yang terjadi.
Orang sering berbicara banyak, mengedepankan kajian teologis, filsafat, atau apapun ilmunya untuk menerangkan apapun. Padahal satu saja yang sangat sederhana, cinta. Iman pun tumbuh dalam cinta yang mendalam. Cinta pada Tuhan yang mengalahkan banyak hal, sehingga tidak semata otak dan mata indrawi yang berbicara, namun hati. Hati yang memperoleh terang Roh Kudus.BD.eLeSHa.